2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Beragam Peran Cendikiawan Mengawal Ilmu Pariwisata Indonesia

I Made Sarjana by I Made Sarjana
April 7, 2024
in Esai
Beragam Peran Cendikiawan Mengawal Ilmu Pariwisata Indonesia

Semiloka dwiwindu ilmu pariwisata yang digelar di Kampus Poltekpar Bali, pada Senin 25 Maret 2024.

Tulisan ini merupakan tulisan kedua dari laporan pandangan mata pelaksanaan semiloka dwiwindu ilmu pariwisata yang digelar di Kampus Poltekpar Bali, pada Senin 25 Maret 2024. Ada tiga pembicara yang hadir kala itu yakni Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt;  Prof. Azril Azahari, Ph.D dan Prof. Dr. Diena Mutiara Lemy, A.Par., M.M., CHE. Berikut, ulasannya ditulis I Made Sarjana.

***

ADA empat faktor penting dalam menopang perkembangan ilmu pengetahuan, yakni konsep dan teori, metode, lembaga pendidikan, dan komunitas akademik. Komunitas akademik tidak lain dari kumpulan orang (akademisi) yang berinteraksi dalam bidang keilmuan tertentu untuk mencapai tujuan bersama. Lantas siapa saja komunitas akademik dan apa perannya dalam pengembangan ilmu pariwisata?

Dalam pengembangan ilmu pariwisata, eksistensi dan kontribusi Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) tidak bisa dikesampingkan. Pendapat ini dilontarkan Ketua ICPI Prof. Azril Azahari, Ph.D kala mengawali presentasi pada Semiloka Dwiwindu Ilmu Pariwisata di Kampus Poltekpar Bali pada Senin (25/03/2024). Cendikiawan pariwisata berpartisipasi aktif dalam mendorong lahirnya ilmu pariwisata sebagai ilmu mandiri.

Sesuai dengan piagam momentum pengakuan pariwisata sebagai ilmu mandiri tanggal 13 Februari 2008 yang ditandatangani Dirjen Dikti Depdiknas Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D. bersama Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata Depbudpar RI, Ketua Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (HILDIKTIPARI) Himawan Brahmantyo, SE.,MM., serta Tim 9 Plus Pengembangan Bidang Ilmu Pariwisata Prof. Dr. Ir. I Gde Pitana, M.Sc., ada sejumlah akademisi yang berjuang secara aktif agar ilmu pariwisata mendapat pengakuan baik dari komunitas akademik dan non akademik.

Ketua ICPI Prof. Azril Azahari pun menyatakan terima kasih kepada akademisi yang disebutnya sebagai pencetus ilmu pariwisata. “Ada 27 orang akademis yang berperan aktif sebagai pencetus lahirnya ilmu pariwisata,” papar Prof. Azril.

Ditegaskan akademisi yang berperan sebagai pemacu ilmu pariwisata tersebut sudah menjalankan peran dan fungsinya secara optimal. Ada tiga peran yang dijalankan komunitas akademik kelompok ini, yakni sebagai accelerator (pemacu), developer (pengembang), dan booster (pendorong). Syaratnya yang bersangkutan harus memiliki sikap profesional yang tinggi di bidang pariwisata.

Selain peran sebagai pencetus, peran-peran yang ada ditangan komunitas akademis meliputi sebagai pengawal, penggerak perubahan, dan kontributor pembangunan kepariwisataan. Peran sebagai pengawal atau agen transformasi mencakup supervisor (aktivitas pengawasan), controller (supervisor), pengontrol (controller), pengawal (guard). Keahlian yang dimiliki dalam menjalankan peran pengawal ilmu pariwisata tidak lain high performance in tourism atau kinerja yang baik dalam penelitian, pendidikan maupun pengabdian kepada masyarakat.

Selanjutnya peran cendikiawan selaku penggerak pariwisata dengan klasifikasi sebagai inventor/originator (pencetus), researcher (peneliti), thinker (pemikir), penggiat (activator) dan motivator (penggerak). Tolok ukurnya tentu high scientific approach in tourism.

Cendikiawan pariwisata, lanjut Prof. Azril, memiliki kontribusi besar pada pembangunan kepariwisataan di Indonesia. Kontribusi dicermati dari contributor (sumbangan pemikiran), evaluator/assessor/appraiser (penilai), analyzer (penganalisis), observer (pemerhati). Untuk mengimplementasikan peran ini dibutuhkan kemampuan high impact in tourism (dampak pariwisata), multiplier effect (pengaruh pengganda), servicescapes (lanskap layanan), zoning/landskap/spatial plans (zonasi/lanskap/ serta rencana tata ruang wilayah).

Prof. Azril menekankan cendikiawan memperjuangkan ilmu pariwisata sebagai ilmu mandiri karena ilmu pariwisata yang mampu menyediakan konsep dan teori untuk memahami pariwisata itu sendiri.

“Kajian pariwisata sebagai implementasi ilmu pariwisata bertujuan meningkatkan kapasitas SDM pariwisata untuk mengelola hospitality, transportasi, event maupun destinasi secara efektif. Disamping meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat setempat,” tegas Prof. Azril.

Prof. Azril menekankan batang tubuh keilmuan pariwisata ada empat dimensi, yakni hospitaliiti/keramahtamahan (akomodasi, kuliner dan hiburan), jasa perjalanan dan transportasi (jasa perjalanan, jasa transportasi), event (special event, business event atau MICE). Serta pengembangan maupun pengelolaan destinasi pariwisata dan daya tarik wisata. Fakta ini menjadi dasar argumentasi Prof. Azril mengklasifikasikan ilmu pariwisata sebagai bagian dari ilmu profesi dan terapan atau profession and applied sciences.

Keberadaan ilmu pariwisata setara dengan ilmu pertanian, arsitektur maupun bisnis serta yang lainnya. “Body of knowledge ilmu pariwisata bukanlah ilmu-ilmu sosial dan humaniora seperti anggapan orang selama ini tetapi rumpun ilmu yang mengkaji dan mendalami aplikasi ilmu bagi kehidupan manusia alias applied sciences,” ujar Prof. Azril berapi-api meyakinkan peserta semiloka.

Lebih jauh, Prof. Azril melukiskan peta jalan ilmu pariwisata Indonesia. Pada tahun 2008, kajiannya lebih bersifat multidisipliner di mana melibatkan minimal dua disiplin akademik untuk menyelesaikan suatu masalah di bidang pariwisata secara bersama-sama. Mulai tahun 2015, kajian pariwisata bersifat interdisipliner, yakni mentransfer suatu disiplin akademik ke dalam disiplin akademik yang lainnya untuk menyelesaikan suatu masalah sehingga mampu memunculkan metode baru atau disiplin akademik yang baru. Sebut saja transfer pengetahuan pariwisata ke bidang akademik pertanian memunculkan istilah akademik baru yakni agrowisata.

Selanjutnya, mulai tahun 2022 ilmu pariwisata menggunakan kajian trandisipliner dalam hal ini pemangku kepentingan lain di luar akademisi seperti pelaku bisnis, pemerintah, masyarakat, maupun media dilibatkan sehingga penelitian pariwisata memiliki probalititas/kemungkinan dinggi untuk diterapkan di tengah-tengah masyarakat.

Prof. Azril berharap, mulai tahun 2029 ilmu pariwisata memiliki kajian dengan pendekatan metamono disipliner, yakni fokus pasa satu disiplin akademik untuk menyelesaikan masalah tertentu. “Peta jalan ilmu pariwisata ini sangat bermanfaat dalam mencarikan solusi atas permasalahan pariwisata yang berubah dari waktu ke waktu,” tuturnya.

Perubahan tersebut sesuai dengan transformasi perilaku wisatawan dalam menikmati produk wisata. Semula wisatawan menikmati produk wisata sekadar untuk bersenang-senang (pleasure) saat aktivitas pariwisata masal menggejala dengan pendirian akomodasi mewah. Karena pariwisata masal disertai dampak negatif yang sangat banyak seperti menimbulkan pemiskinan masyarakat lokal mengingat eksploitasi sumber daya alam dan budaya bagi aktivitas pariwisata, pendekatan kajian beralih ke peningkatan perilaku wisatawan yang respek terhadap masyarakat lokal. Respek ini berkembang kearah pariwisata bertanggung jawab, dan pada masa pandemic covid-19 rasa aman dan perilaku hidup menjadi syarat utama orang berwisata.

Saat ini, diprediksi produk wisata yang diinginkan wisatawan yakni customized tourism mengingat wisatawan menginginkan produk yang sesuai dengan personal preferensinya atau special interest.

Bagaimana pun kompleksnya permasalahan dan seperti apa keinginan wisatawan serta bagaimana masyarakat setempat (host community) merespon aktivitas pariwisata. Semua itu membutuhkan peran dan fungsi akademisi/cendikiawan pariwisata untuk menyelaraskan melalui kajian dan penelitian. Semangat cendikiawan pariwisata dalam mewujudkan ilmu pariwisata sebagai ilmu terapan mesti tetap terjaga untuk masa depan pariwisata Indonesia.[T]

Sekuntum Kamboja Bagi Dwiwindu Ilmu Pariwisata Indonesia
Tags: ilmu pariwisataPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bhagat Singh dan Nasib Para Tokoh Palu Arit di Negara Kita

Next Post

Buka Puasa ala Nusantara bersama Panti Asuhan Sakinah : The Moon Light Rooftop Swarga Suites Berawa

I Made Sarjana

I Made Sarjana

Dr. I Made Sarjana, SP., M.Sc., lahir di Desa Mengani, Bangli. Ketua Lab. Subak dan Agrowisata, Prodi Agribisnis FP Unud

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Buka Puasa ala Nusantara bersama Panti Asuhan Sakinah : The Moon Light Rooftop Swarga Suites Berawa

Buka Puasa ala Nusantara bersama Panti Asuhan Sakinah : The Moon Light Rooftop Swarga Suites Berawa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co