23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Beragam Peran Cendikiawan Mengawal Ilmu Pariwisata Indonesia

I Made Sarjana by I Made Sarjana
April 7, 2024
in Esai
Beragam Peran Cendikiawan Mengawal Ilmu Pariwisata Indonesia

Semiloka dwiwindu ilmu pariwisata yang digelar di Kampus Poltekpar Bali, pada Senin 25 Maret 2024.

Tulisan ini merupakan tulisan kedua dari laporan pandangan mata pelaksanaan semiloka dwiwindu ilmu pariwisata yang digelar di Kampus Poltekpar Bali, pada Senin 25 Maret 2024. Ada tiga pembicara yang hadir kala itu yakni Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt;  Prof. Azril Azahari, Ph.D dan Prof. Dr. Diena Mutiara Lemy, A.Par., M.M., CHE. Berikut, ulasannya ditulis I Made Sarjana.

***

ADA empat faktor penting dalam menopang perkembangan ilmu pengetahuan, yakni konsep dan teori, metode, lembaga pendidikan, dan komunitas akademik. Komunitas akademik tidak lain dari kumpulan orang (akademisi) yang berinteraksi dalam bidang keilmuan tertentu untuk mencapai tujuan bersama. Lantas siapa saja komunitas akademik dan apa perannya dalam pengembangan ilmu pariwisata?

Dalam pengembangan ilmu pariwisata, eksistensi dan kontribusi Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) tidak bisa dikesampingkan. Pendapat ini dilontarkan Ketua ICPI Prof. Azril Azahari, Ph.D kala mengawali presentasi pada Semiloka Dwiwindu Ilmu Pariwisata di Kampus Poltekpar Bali pada Senin (25/03/2024). Cendikiawan pariwisata berpartisipasi aktif dalam mendorong lahirnya ilmu pariwisata sebagai ilmu mandiri.

Sesuai dengan piagam momentum pengakuan pariwisata sebagai ilmu mandiri tanggal 13 Februari 2008 yang ditandatangani Dirjen Dikti Depdiknas Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D. bersama Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata Depbudpar RI, Ketua Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (HILDIKTIPARI) Himawan Brahmantyo, SE.,MM., serta Tim 9 Plus Pengembangan Bidang Ilmu Pariwisata Prof. Dr. Ir. I Gde Pitana, M.Sc., ada sejumlah akademisi yang berjuang secara aktif agar ilmu pariwisata mendapat pengakuan baik dari komunitas akademik dan non akademik.

Ketua ICPI Prof. Azril Azahari pun menyatakan terima kasih kepada akademisi yang disebutnya sebagai pencetus ilmu pariwisata. “Ada 27 orang akademis yang berperan aktif sebagai pencetus lahirnya ilmu pariwisata,” papar Prof. Azril.

Ditegaskan akademisi yang berperan sebagai pemacu ilmu pariwisata tersebut sudah menjalankan peran dan fungsinya secara optimal. Ada tiga peran yang dijalankan komunitas akademik kelompok ini, yakni sebagai accelerator (pemacu), developer (pengembang), dan booster (pendorong). Syaratnya yang bersangkutan harus memiliki sikap profesional yang tinggi di bidang pariwisata.

Selain peran sebagai pencetus, peran-peran yang ada ditangan komunitas akademis meliputi sebagai pengawal, penggerak perubahan, dan kontributor pembangunan kepariwisataan. Peran sebagai pengawal atau agen transformasi mencakup supervisor (aktivitas pengawasan), controller (supervisor), pengontrol (controller), pengawal (guard). Keahlian yang dimiliki dalam menjalankan peran pengawal ilmu pariwisata tidak lain high performance in tourism atau kinerja yang baik dalam penelitian, pendidikan maupun pengabdian kepada masyarakat.

Selanjutnya peran cendikiawan selaku penggerak pariwisata dengan klasifikasi sebagai inventor/originator (pencetus), researcher (peneliti), thinker (pemikir), penggiat (activator) dan motivator (penggerak). Tolok ukurnya tentu high scientific approach in tourism.

Cendikiawan pariwisata, lanjut Prof. Azril, memiliki kontribusi besar pada pembangunan kepariwisataan di Indonesia. Kontribusi dicermati dari contributor (sumbangan pemikiran), evaluator/assessor/appraiser (penilai), analyzer (penganalisis), observer (pemerhati). Untuk mengimplementasikan peran ini dibutuhkan kemampuan high impact in tourism (dampak pariwisata), multiplier effect (pengaruh pengganda), servicescapes (lanskap layanan), zoning/landskap/spatial plans (zonasi/lanskap/ serta rencana tata ruang wilayah).

Prof. Azril menekankan cendikiawan memperjuangkan ilmu pariwisata sebagai ilmu mandiri karena ilmu pariwisata yang mampu menyediakan konsep dan teori untuk memahami pariwisata itu sendiri.

“Kajian pariwisata sebagai implementasi ilmu pariwisata bertujuan meningkatkan kapasitas SDM pariwisata untuk mengelola hospitality, transportasi, event maupun destinasi secara efektif. Disamping meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat setempat,” tegas Prof. Azril.

Prof. Azril menekankan batang tubuh keilmuan pariwisata ada empat dimensi, yakni hospitaliiti/keramahtamahan (akomodasi, kuliner dan hiburan), jasa perjalanan dan transportasi (jasa perjalanan, jasa transportasi), event (special event, business event atau MICE). Serta pengembangan maupun pengelolaan destinasi pariwisata dan daya tarik wisata. Fakta ini menjadi dasar argumentasi Prof. Azril mengklasifikasikan ilmu pariwisata sebagai bagian dari ilmu profesi dan terapan atau profession and applied sciences.

Keberadaan ilmu pariwisata setara dengan ilmu pertanian, arsitektur maupun bisnis serta yang lainnya. “Body of knowledge ilmu pariwisata bukanlah ilmu-ilmu sosial dan humaniora seperti anggapan orang selama ini tetapi rumpun ilmu yang mengkaji dan mendalami aplikasi ilmu bagi kehidupan manusia alias applied sciences,” ujar Prof. Azril berapi-api meyakinkan peserta semiloka.

Lebih jauh, Prof. Azril melukiskan peta jalan ilmu pariwisata Indonesia. Pada tahun 2008, kajiannya lebih bersifat multidisipliner di mana melibatkan minimal dua disiplin akademik untuk menyelesaikan suatu masalah di bidang pariwisata secara bersama-sama. Mulai tahun 2015, kajian pariwisata bersifat interdisipliner, yakni mentransfer suatu disiplin akademik ke dalam disiplin akademik yang lainnya untuk menyelesaikan suatu masalah sehingga mampu memunculkan metode baru atau disiplin akademik yang baru. Sebut saja transfer pengetahuan pariwisata ke bidang akademik pertanian memunculkan istilah akademik baru yakni agrowisata.

Selanjutnya, mulai tahun 2022 ilmu pariwisata menggunakan kajian trandisipliner dalam hal ini pemangku kepentingan lain di luar akademisi seperti pelaku bisnis, pemerintah, masyarakat, maupun media dilibatkan sehingga penelitian pariwisata memiliki probalititas/kemungkinan dinggi untuk diterapkan di tengah-tengah masyarakat.

Prof. Azril berharap, mulai tahun 2029 ilmu pariwisata memiliki kajian dengan pendekatan metamono disipliner, yakni fokus pasa satu disiplin akademik untuk menyelesaikan masalah tertentu. “Peta jalan ilmu pariwisata ini sangat bermanfaat dalam mencarikan solusi atas permasalahan pariwisata yang berubah dari waktu ke waktu,” tuturnya.

Perubahan tersebut sesuai dengan transformasi perilaku wisatawan dalam menikmati produk wisata. Semula wisatawan menikmati produk wisata sekadar untuk bersenang-senang (pleasure) saat aktivitas pariwisata masal menggejala dengan pendirian akomodasi mewah. Karena pariwisata masal disertai dampak negatif yang sangat banyak seperti menimbulkan pemiskinan masyarakat lokal mengingat eksploitasi sumber daya alam dan budaya bagi aktivitas pariwisata, pendekatan kajian beralih ke peningkatan perilaku wisatawan yang respek terhadap masyarakat lokal. Respek ini berkembang kearah pariwisata bertanggung jawab, dan pada masa pandemic covid-19 rasa aman dan perilaku hidup menjadi syarat utama orang berwisata.

Saat ini, diprediksi produk wisata yang diinginkan wisatawan yakni customized tourism mengingat wisatawan menginginkan produk yang sesuai dengan personal preferensinya atau special interest.

Bagaimana pun kompleksnya permasalahan dan seperti apa keinginan wisatawan serta bagaimana masyarakat setempat (host community) merespon aktivitas pariwisata. Semua itu membutuhkan peran dan fungsi akademisi/cendikiawan pariwisata untuk menyelaraskan melalui kajian dan penelitian. Semangat cendikiawan pariwisata dalam mewujudkan ilmu pariwisata sebagai ilmu terapan mesti tetap terjaga untuk masa depan pariwisata Indonesia.[T]

Sekuntum Kamboja Bagi Dwiwindu Ilmu Pariwisata Indonesia
Tags: ilmu pariwisataPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bhagat Singh dan Nasib Para Tokoh Palu Arit di Negara Kita

Next Post

Buka Puasa ala Nusantara bersama Panti Asuhan Sakinah : The Moon Light Rooftop Swarga Suites Berawa

I Made Sarjana

I Made Sarjana

Dr. I Made Sarjana, SP., M.Sc., lahir di Desa Mengani, Bangli. Ketua Lab. Subak dan Agrowisata, Prodi Agribisnis FP Unud

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Buka Puasa ala Nusantara bersama Panti Asuhan Sakinah : The Moon Light Rooftop Swarga Suites Berawa

Buka Puasa ala Nusantara bersama Panti Asuhan Sakinah : The Moon Light Rooftop Swarga Suites Berawa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co