3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mendem: Totalitas Komunikasi Transendental dalam Berkesenian

Chusmeru by Chusmeru
June 20, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

INDONESIA MEMILIKI RAGAM kesenian rakyat yang begitu banyak di setiap daerah. Berbagai kesenian itu pada umumnya bersifat menghibur. Meskipun ada beberapa kesenian rakyat yang dipandang sakral.

Kesenian yang menghibur dapat juga menjadi sakral ketika unsur magis menyertai penampilan kesenian itu. Mendem atau kesurupan dalam kesenian dianggap sebagai bagian dari hiburan sekaligus magis. Kesurupan atau kerasukan di Bali disebut kerauhan, yaitu proses transendental ketika roh atau makhluk gaib merasuk dalam diri pemain kesenian.

Ragam kesenian yang disertai mendem di Indonesia cukup banyak. Di Jawa Timur ada Jathilan atau Jaranan. Jawa Tengah memiliki Ebeg dan Sintren. Jawa Barat kesenian Kuda Lumping juga ditandai dengan kesurupan. Sedangkan di Bali, kesenian tari Barong dan Kecak kadang diwarnai dengan kerauhan pemainnya.

Mendem adalah fenomena yang terjadi pada beberapa kesenian rakyat. Tidak semua kesenian rakyat diwarnai dengan kesurupan. Unsur hiburan tetap menjadi tujuan kesenian rakyat. Mendem biasanya dianggap sebagai totalitas komunikasi transendental para pemain dalam berkesenian.

Terhimpit Tiga Budaya

Sesungguhnya kesenian rakyat adalah simbol egalitarian dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kesenian rakyat selalu digelar dalam ruang terbuka secara melingkar. Khalayak dalam kesenian bersifat homogen, saling mengenal; kecuali bagi penonton yang berasal dari luar. Karena kesenian rakyat bersifat egaliter, maka tidak ada penonton dengan kategori VIP.

Kesenian rakyat juga merupakan simbol komunikasi sosial. Bahkan di masa lalu kesenian rakyat sering digunakan sebagai simbol perlawanan dan heroisme rakyat. Banyak gerakan kesenian yang menghentakkan kaki ke bumi sebagai eskpresi perlawanan. Selain itu, kesenian rakyat sering dijadikan kamuflase penggalangan rakyat untuk melawan penjajah.

Sayangnya, kesenian rakyat kini kurang digemari lagi di masyarakat. Utamanya kesenian rakyat yang dahulu banyak terdapat di Jawa. Kesenian rakyat terhimpit di antara tiga budaya, yaitu budaya Barat, budaya K-pop, dan budaya Timur Tengah.

Budaya Barat banyak menawarkan modernitas kepada masyarakat. Serba baru, serba teknologi, dan serba bernilai ekonomis serta praktis adalah beberapa ciri budaya Barat. Sedangkan kesenian rakyat dipandang sebagai bagian dari budaya yang ahistoris. Kesenian rakyat dianggap terlalu njelimet, tak pernah berubah, dan kuno.

Budaya K-pop yang merupakan turunan dari Korean Wave telah menghasilkan histeria baru pada individu maupun kelompok musik dari Korea Selatan. Generasi milenial dan generasi Z banyak yang tergila-gila dengan artis K-pop. Bahkan kadang bertindak irasional dalam menggandrungi penyanyi maupun grup band Korea.

Sedangkan budaya Timur Tengah menjajakan simbol-simbol religiusitas. Pengaruhnya cukup signifikan bagi perkembangan kesenian rakyat. Budaya lokal dan kesenian daerah dianggap bertentangan dengan agama tertentu. Bahkan pernah terjadi tindak kekerasan dan persekusi terhadap kelompok dan simbol-simbol tradisi, ritual, adat, dan kesenian rakyat yang dilakukan oleh kelompok tertentu atas nama simbol religiusitas.

Fenomena Mendem

Mendem dalam kesenian rakyat biasanya merupakan salah satu bagian dari sekuen pertunjukan. Memahami mendem atau kerasukan tidak cukup hanya dari peristiwa hilangnya kesadaran diri pemain kesenian pada satu saat.

Kajian fenomenologi dapat digunakan untuk mengetahui lebih jauh tentang mendem, baik dari proses menjadi (becoming), motif penyebab (because motives), maupun motif masa depan (in order motives). Seseorang dapat menjadi mendem saat pertunjukan kesenian melalui proses yang panjang.

Penelitian terhadap pelaku kesenian rakyat di Jawa Tengah menunjukkan, bahwa agar dapat mendem seseorang harus memiliki Indang, sejenis roh halus atau makhluk gaib yang setiap pentas dapat dipanggil untuk merasuk dalam tubuhnya (Chusmeru, 2011).

Proses untuk mendapatkan Indang juga tidak begitu mudah. Seseorang harus melakukan tirakat atau ritual tertentu. Langkah awal biasanya dengan menjalankan puasa selama tiga hari untuk membersihkan diri. Dilanjutkan dengan berendam di malam hari pada sendang atau sungai yang dianggap keramat, seperti tempuran; yaitu pertemuan dua sungai menjadi sungai utama.

Setelah itu dilanjutkan dengan mendatangi tempat-tempat angker, seperti makam seorang tokoh atau pohon besar yang dikeramatkan masyarakat. Tempat-tempat seperti ini dipercaya dihuni oleh para leluhur yang memiliki kesaktian di masa lalu. Di tempat inilah seseorang meminta untuk diberikan Indang.  

Banyak alasan kenapa seseorang menjadi pemain kesenian dan bersedia untuk mendem. Salah satu penyebabnya (because motives) adalah totalitas berkesenian. Menghibur masyarakat dengan berkesian perlu totalitas. Dan hal itu bisa diperoleh melalui komunikasi secara transendental dengan leluhur saat Indang merasuk dalam tubuhnya. Tanpa mendem, seorang pemain kesenian rakyat seperti Ebeg maupun Sintrendianggap tidak total. Masyarakat juga kurang terhibur jika ada pemain kesenian yang tidak mendem.

Sedangkan yang menjadi alasan ke depan (in order motives) para pelaku kesenian rakyat yang rela kesurupan adalah untuk melestarikan ragam kesenian yang ada di daerahnya. Selain itu juga sebagai upaya untuk menghormati para leluhur. Kesenian rakyat banyak yang mulai dijauhi oleh generasi muda. Oleh karena itulah para pemain berharap kesenian tetap lestari.

Apa yang dilakukan para pemain kesenian di daerah sesungguhnya patut diapresiasi. Mengingat budaya nasional adalah adalah puncak dari budaya-budaya daerah. Jika mendem dalam kesenian rakyat dicibir sebagai sesuatu yang irasional; lantas apa bedanya dengan histeria massa pendukung penyanyi dan grup band K-pop? [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

[][][]

Esai-esai lain tentang Ilmu Komunikasi

Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?
Ruang Komunikasi dalam Seni Rupa
Komunikasi sebagai Kunci Interaksi Lintas Budaya | Catatan dari Inggris [2]
Strategi Kampanye Pemilu: Antara Komunikasi Persuasif dan Pencitraan
Sentuhan Komunikasi dalam Pariwisata
Tradisi Bayen di Wonosobo: Komunikasi Antarpersona Mewujudkan Women Support Women
Teknologi Komunikasi: Analisis Trade Policy Marketplace di Indonesia
Komunikasi dan Revitalisasi Kesenian Tradisional
Menjaga Reputasi Melalui Interaksi dengan Netizen
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi informasiSeniUniversitas Jenderal Soedirman
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berwisata Sambil Belajar dari Kehidupan Desa Senaru : Ada Rumah Tua dan Guide Perempuan

Next Post

Pesan-pesan Megawati Kepada Wayan Koster

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
Pesan-pesan Megawati Kepada Wayan Koster

Pesan-pesan Megawati Kepada Wayan Koster

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co