2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pesan-pesan Megawati Kepada Wayan Koster

Jaswanto by Jaswanto
June 20, 2023
in Khas
Pesan-pesan Megawati Kepada Wayan Koster

Megawati saat membacakan pidato sambutannya dalam avara pembukaan PKB 2023

DALAM KESEMPATAN yang berbahagia, Presiden Kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, dengan gestur dan logatnya yang khas, menyampaikan beberapa pesan kepada Wayan Koster, Gubernur Bali. Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila itu berpesan, dari mulai memikirkan subak, mengurus lontar, tarian, hingga imbauan kepada generasi muda.

Hal itu disampaikan Megawati saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-45 tahun 2023 di Denpasar, Bali, Minggu (18/6/2023).

Berikut beberapa pesan Megawati kepada Wayan Koster:

Memikirkan Subak

Dalam pidatonya, sebelum membuka PKB secara resmi, Megawati mengaku sempat berbicara dengan Gubernur Bali mengenai imbauan BMKG tentang kemungkinan musim kering. “Jadi saya sudah katakan ke Pak Gubernur, tolong yang namanya subak itu nanti bagaimana kalau kekurangan air?” katanya, serius.

Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu, menyampaikan rasa perhatiannya terhadap persawahan di Bali.

Ia menyadari bahwa sistem subak yang dibangun berdasarkan kultur dan budaya itu hanya ada di Bali, sehingga penting untuk diantisipasi ketika puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.

“Subak itu tidak ada yang punya, saya lihat di ASEAN seperti Vietnam, Kamboja, ada sawah tapi tidak ada sistem pengairan seperti Bali—yang disebut subak. Bali itu betul anugerah, pulaunya kecil kalau dibanding Kalimantan atau Papua, tapi sangat ekslusif,” tutur Megawati.

Mengurus Lontar dan menggali tradisi

Di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Minggu itu, Megawati juga berpesan—walau dengan nada perintah sebenarnya—kepada Wayan Koster untuk mengurus lontar. Mengingat, bagi orang Bali, lontar adalah salah satu sumber ilmu pengetahuan. Atas dasar itulah, Megawati merasa riset terhadap lontar itu penting.

“Jadi saya menugasi Pak Gubernur untuk mengumpulkan kembali yang namanya lontar. Karena bukan hanya urusan lontarnya, tapi isinya. Isinya itu yang harus dikumpulkan dan dipelajari—untuk diterjemahkan, maksudnya seperti apa. Karena saya tahu itu ada yang untuk pengobatan dan lain sebagainya,” ujarnya, tegas.

Ia mengimbau untuk tidak menghilangkan lontar—sebab, menurunya, lontar adalah sebuah catatan. Tidak hanya itu, ia juga berpesan untuk mengajari anak-anak membaca lontar.

Pada event seni budaya terbesar di Bali itu, Megawati juga berpesan, Pemerintah Bali hendaknya terus melakukan penggalian dan rekonstruksi tradisi Bali yang hampir punah. Sebab, menurutnya, setiap karya seni itu mengandung pengetahuan, falsafah, nilai dan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kehidupan.

“Jadi saya percaya, sekiranya reseacrh dilakukan dengan saksama dan penuh dengan rasa cinta, yang akan menciptakan sebuah fashion, dan lahir inovasi yang begitu berharga,” katanya, menegaskan.

Tentang Hak Cipta karya

Soal Hal Cipta, Megawati mengatakan, ada beberapa karya Indonesia yang sudah dijiplak negara lain—walau jiblakannya terasa tak ada nilai seni di dalamnya.

“Makanya saya mengatakan pada semua pengrajin batik tenun, endek, lalu tenun di NTT, semua, ayo dipatenkan, dipatenkan! Karena itu genuine. Ada yang sudah di luar negeri, menjiplak tentu bisa, ini bisa dijiplak. Tinggal pakai, apa itu namanya seperti pabrikan. Tapi, tidak ada, tidak masuk rasa seninya,” kata Megawati.

Megawati menambahkan, dirinya juga sudah berkomunikasi dengan Kementerian Hukum dan HAM, agar memberikan hak paten terhadap karya dan hasil kebudayaan Indonesia. Dengan demikian, negara lain tidak bisa menjiplaknya.

“Padahal, kalau dipatenkan, dan ini supaya semua tahu, ini sudah saya gabungkan dengan Kementerian Hukum dan HAM. Jadi, silakan, siapa yang ada hasil riset dan sebagainya, jangan lupa untuk dipatenkan,” pesannya.

Sekali lagi ia menegaskan, akan selalu meminta agar seluruh karya kebudayaan Nusantara dapat dilindungi melalui Hak Cipta. “Perlindungan ini sangat penting, bukan hanya karena nilai keekonomian yang terkandung di dalamnya, namun juga karena estetika dan berbagai hal yang begitu genuine,” tambahnya.

Jangan bawa tarian ke hotel!

Ketua Umum PDIP itu juga sempat melayangkan pesan penting kepada Gubernur Bali, Wayan Koster, soal tarian Bali. Mega meminta, berpesan, agar tarian tradisional Bali tidak dibawa ke hotel. Baginya, pertunjukan tarian di hotel membuat tari kehilangan ruh—karena sudah dipotong-potong.

“Tadi di jalan, saya bilang juga waktu kemarin, ada Pak Koster. Tolonglah, jangan bawa tarian Bali ke Hotel, saya tidak setuju. Karena apa? Karena akan kehilangan ruhnya, karena sudah dipotong,” katanya.

Megawati mengaku paham tarian. Masa kecilnya diminta belajar menari oleh ayahnya, Soekarno. Sehingga, beberapa kali ia mengkritik secara tidak langsung, soal minimnya maestro di bidang seni saat ini.

“Kemarin, secara tidak langsung, saya membuat kritik, karena apa, karena tidak ada maestro lagi. Jadi, kalau saya lihat tarian Bali sekarang, itu hanya fisiknya yang menarik, tidak dengan jiwanya,” ungkap Mega.

Kemudian, saat Megawati melihat pemuda yang memainkan gamelan di acara beberapa hari lalu, ia merasa kesal karena memainkannya tidak dengan jiwa.

“Saya kemarin ada gamelan itu, saya lihat orangnya hanya begini-begini (memukul). Padahal saya diajari supaya punya gaya, itu rancu kalau istilah saya seperti kerasukan, itu langsung ada kekuatan gitu, kalau dibawakannya sesuai dengan jiwa kita,” ujarnya.

Kepada generasi muda

Tak hanya kepada Wayan Koster, Megawati juga berpesan kepada generasi muda untuk tidak melupakan kesenian dan budaya Nusantara. Megawati menyoroti fenomena K-Pop hingga Hip-hop, yang saat ini digandrungi anak muda. Menurutnya, hal itu tidak masalah jika anak-anak muda tidak melupakan budaya bangsa sendiri.

 “Jadi anak-anak, mau senang dengan k-pop, hip-hop, rock dan sebagainya, tidak apa-apa, tetapi jangan sekali-kali tidak mencintai seni budaya Indonesia Raya,” katanya, dengan nada prihatin.

Sebelumnya, ia berkata bahwa Pesta Kesenian Bali—yang membuka ruang gerak dan ekspresi seni budaya rakyat dari seluruh pelosok Bali—akan dapat membentuk semangat kepeloporannya untuk memperkuat jati diri bangsa.

Maka dari itu, pesannya, didiklah para generasi muda, agar sejak dini dapat mengenal dan mencintai seni budaya Indonesia—yang sangat kaya raya dan luar biasa.

“Buatlah segera sanggar seni budaya menjadi sebuah kesatuan gerak, untuk Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan,” tutup Megawati Soekarnoputri dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan meriah.

Itulah beberapa pesan Megawati kepada Wayan Koster—atau kepada masyarakat Bali dan Indonesia secara umum—yang ia sampaikan dalam acara pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-45 tahun 2023.

Sebagai sosok yang pernah memimpin negara ini, terlepas dari kekurangan dan kontroversinya—atau “under-appreciated”, komentar yang sexist dan misoginis terhadapnya—, beberapa pesan Megawati di atas rasanya penting untuk direnungkan, dipikirkan, dan dijalankan. Bukan begitu, Pak Gubernur?[T]

“Kuta” Menjiwai Sajian Segara Wisata, Tematik Peed Aya Duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali 2023
ISI Denpasar Mengawali Peed Aya PKB XLV 2023 dengan Dang Mredangga-Siwa Nataraja
Barung Gong Kebyar Buleleng: Mengalir dan Berputar | Catatan PKB 2023 Duta Kabupaten Buleleng
Tags: kesenian baliMegawati Soekarno PutriPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2023Wayan Koster
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mendem: Totalitas Komunikasi Transendental dalam Berkesenian

Next Post

Bermain Teater di Akhir Semester | Cerita “Kasih Sekampung” Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Jambi

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Bermain Teater di Akhir Semester | Cerita “Kasih Sekampung” Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Jambi

Bermain Teater di Akhir Semester | Cerita “Kasih Sekampung” Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Jambi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co