13 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Kuta” Menjiwai Sajian Segara Wisata, Tematik Peed Aya Duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali 2023

I Gusti Made Darma Putra by I Gusti Made Darma Putra
June 19, 2023
in Ulas Pentas
“Kuta” Menjiwai Sajian Segara Wisata, Tematik Peed Aya Duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali 2023

Foto: Dok. Facebook/Pemerintah Kabupaten Badung

PESTA KESENIAN BALI XLV tahun 2023 sudah dibuka dengan diawali sajian kolosal Dang Mredangga dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dan diikuti oleh Kabupaten Kota se-Bali.

Sebagai tema besar dalam gelaran seni ini, Segara Kerthi merangsuk ke dalam berbagai konsepsi sajian pawai—terlihat tematik pada setiap kontingen menyajikan unsur-unsur segara/samudra, mulai dari kisah yang berhubung dan tertaut dengan laut, maupun secara visual seperti hadirnya propertI ikan-ikan, ubur-ubur dan lainnya.

Dalam tulisan ini, penulis fokus pada kontingen duta Kabupaten Badung yang mengusung tema Segara Wisata, yang diawali dengan pembawa papan identitas kabupaten, seorang wanita yang didampingi sepasang remaja putra dan putri berbusana Khas Bebadungan dan diikuti oleh para remaja pembawa tedung berjumlah sepuluh orang.

Foto: Dok. Facebook/Pemerintah Kabupaten Badung

Dalam pawai kali ini, tedung tidak saja dibawa begitu saja, namun para pembawanya membuat sebuah formasi dan menyajikan koreografi kecil, sehingga tedung yang berwarna hitam dengan corak keemasan tersebut, tampil dengan apik—yang membawakan memang memiliki dasar tari yang apik pula.

Hal ini merupakan sebuah tawaran tentang bagaimana menyikapi dan memanfaatka hal sederhana sehingga mampu menjadi sebuah tontonan, walaupun hanya dalam waktu sesaat.

Di belakang pembawa tedung, hadir Tari Maskot Kabupaten Badung, Tari Sekar Jepun, yang berjumlah dua puluh orang dengan busana lengkap. Lalu, disusul dengan lantunan Gong Suling yang mengikuti gerakan indah penari Sekar Jepun.

Dan di akhir sesi ini, penari menari dengan gerakan yang khas, memembentuk formasi bunga jepun yang mekar.

Tari ini merupakan salah satu ikon seni Kabupaten Badung. Bunga jepun sarat akan filosofi dan makna serta nilai-nilai yang mampun memberikan sebuah pencerahan serta pandangan terhadap kehidupan.

Tematik Segara Wisata

Dalam pawai kali ini, Kabupaten Badung memformulasi tematik Segara Wisata, yang penulis interpretasikan tentang peranan Kuta sebagai daerah pesisir Kabupaten Badung—yang menjadi destinasi wisata terkenal di dunia dari Badung Selatan.

Diangkatnya Kuta, penulis rasa sangat tepat mengingat Kuta sudah dikenal sebagai destinasi wisata hingga ke mancanegara.

Hadirnya hiburan malam dan hotel berbintang tidak mengganggu keeksistensian seni dan budaya yang ada di Kuta, sehingga wisatawan yang datang berkunjung secara tidak langsung tetap akan disuguhkan tradisi kebudayaan yang ada di Kuta.

Dan, mereka juga tetap bisa menikmati hiburan malam yang ada sebagai sebuah fleksibelitas budaya yang kita miliki. Keseimbangan kedua unsur tersebut menjadikan Kuta sebagai sebuah daerah yang selalu menjadi tujuan wisatawan ke Bali.

“Pasurupaning rawi riselaning jalanidi”. Matahari tenggelam di batas cakrawala nan tak terbatas yang penulis maksud ialah sunset Pantai Kuta.

Ungkapan ini tertuju pada fenomena alam indah yang juga menjadi daya tarik sekaligus menjadi tawaran untuk menikmati pengalaman estetis bagi wisatawan. Pengalaman merasakan keindahan matahari terbenan pun, terimplementasikan ke dalam sebuah lagu populer berjudul “Mata Dewa”—rilis 1989—oleh Iwan Fals.

Foto: Dok. Facebook/Pemerintah Kabupaten Badung

Keberadaan pariwisata di Kuta tidak terlepas dengan adanya salah satu pelopor kepariwisataan kuta, yaitu Mads Johansen Lange—atau dikenal dengan Tuan Lange.

Sosok Tuan Lange ini kemudian diangkat kedalam sebuah sajian pagelaran pendek nan menarik, yang terbingkai atas penggambaran kemunculan hotel pertama di Kabupaten Badung.

Dalam sajian pagelaran pendek tersebut, tertata alur yang mengisahkan rasa keberatan masyarakat setempat dengan kehadiran Tuan Lange. Namun, setelah ada penjelasan dan komunikasi yang baik, maka mengalirlah pariwisata Kuta hingga saat ini.

Garapan ini dimainkan oleh sepuluh orang penari yang memerankan masyarakat Kuta dan dua orang penari yang memerankan Tuan Lange beserta seorang perempuan luar.

Sajian ini ditutup dengan koreografi yang ditata apik dengan memformulasi tedung yang muncul di awal dengan properti sebuah bangunan hotel, sehingga sajian ini, secara visual, terlihat padat dan atraktif.

Masuknya tedung pada bagian ini, penulis rasa, itu sudah tepat. Mengingat, durasi pawai yang lumayan sedikit sehingga efisiensi semua unsur yang terlibat tetap terjaga.

Sebagai penutup pawai, Kabupaten Badung menyuguhkan sebuah sajian tari kreasi dengan tema Layar Samas, yang terinspirasi dari tabuh liyar samas karya maestro ternama, I Wayan Lotring—ia berasal dari pesisir Kuta Kab. Badung.

Tari ini disajikan oleh pria dan wanita dengan kostum yang didominasi warna-warna yang mencolok seperti merah, gold, biru dan lainnya.

Yang menarik perhatian penulis adalah bentangan kain yang dipasang di dada penari. Kain-kain itu dimainkan sedemikian rupa, sehingga tersaji sebuah visual seakan-akan menceritakan ombak yang saling bertautan.

Tak hanya itu, gerakan itu juga memberi gambaran tentang ikan yang ada di samudra lepas, serta mengisyaratkan gambaran mengenai perahu yang layarnya terbentang menari karena tertiup angin.

Secara keseluruhan, sajian pawai dari Kabupaten Badung tahun ini sangat tepat dalam mengimplementasikan tema besar Pesta Kesenian Bali (PKB). Dan sebuah kebanggaan bagi penuli, yang juga berasal dari pesisir Kuta, mendengar kumandang nama “Kuta” sebagai salah satu spirit Kabupaten Badung.[T]

ISI Denpasar Mengawali Peed Aya PKB XLV 2023 dengan Dang Mredangga-Siwa Nataraja
Barung Gong Kebyar Buleleng: Mengalir dan Berputar | Catatan PKB 2023 Duta Kabupaten Buleleng
Di Areal Pesta Kesenian Bali 2023, Tak Boleh Buang Sampah, Tak Boleh Bawa Makanan
Tags: BadungBudaya BaliKutaPesta Kesenian Baliseni pertunjukan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pertemuan Dua Penerus Dinasti Politik, Apa yang Mereka Bicarakan?

Next Post

Setiap Manusia Adalah Filsuf bagi Kehidupannya Masing-masing

I Gusti Made Darma Putra

I Gusti Made Darma Putra

Seniman pedalangan, kreator wayang Bali

Related Posts

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

by Rezky Chiki
June 9, 2026
0
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

Read moreDetails

Catatan Lomba Monolog Peksimida Bali 2026: Ada yang Masih Terjebak Pada Teriakan

by Mas Ruscitadewi
June 7, 2026
0
Catatan Lomba Monolog Peksimida Bali 2026: Ada yang Masih Terjebak Pada Teriakan

Lomba monolog dalam rangka Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Bali 2026 yang diadakan di Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Sabtu,...

Read moreDetails

Durhaka Sebagai Bahasa Kuasa: Narasi Tubuh Perempuan Melalui Pertunjukan Malin Kundang Lirih

by Helvi Carnelis
April 14, 2026
0
Durhaka Sebagai Bahasa Kuasa: Narasi Tubuh Perempuan Melalui Pertunjukan Malin Kundang Lirih

SAYA merasakan dengan kuat budaya rantau hari ini, sebuah beban tanggung jawab yang tidak ringan dalam kebudayaan Minangkabau. Pengalaman itu...

Read moreDetails

Bertolak dari Ruang, Proses dan Improvisasi —Catatan Pementasan ‘Aduh” Teater Mahima

by Radha Dwi Pradnyani
March 30, 2026
0
Bertolak dari Ruang, Proses dan Improvisasi —Catatan Pementasan ‘Aduh” Teater Mahima

PEMAIN masuk arena secara bergiliran. Dengan gerakan berbeda-beda mereka berjalan tergesa, dinamis, kadang saling silang, kadang sejajar. Mereka bersuara meniru...

Read moreDetails

Seni sebagai Metode Rekonsiliasi Warga Desa Tembok

by I Putu Ardiyasa
March 22, 2026
0
Seni sebagai Metode Rekonsiliasi Warga Desa Tembok

MENYAKSIKAN perjalanan kultural di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, selama empat tahun terakhir adalah pelajaran berharga tentang bagaimana estetika mampu...

Read moreDetails

Menembus Batas Fisik: Dialektika Atma Kertih dalam Estetika Ruang dan Cahaya dalam Lakon ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’

by I Gede Tilem Pastika
March 1, 2026
0
Menembus Batas Fisik: Dialektika Atma Kertih dalam Estetika Ruang dan Cahaya dalam Lakon ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’

MALAM itu, 28 Februari 2026, udara di Gedung Ksirarnawa Art Centre Denpasar terasa bergetar oleh ekspektasi yang tinggi. Sebagai sutradara...

Read moreDetails

Pertunjukan Mini Esai Performatif ‘Desa Kami’: Sebuah Gugatan dan Refleksi dari Desa

by Wahyu Mahaputra
February 28, 2026
0
Pertunjukan Mini Esai Performatif ‘Desa Kami’: Sebuah Gugatan dan Refleksi dari Desa

DERING telepon membangunkan saya dari tidur siang hari itu. Di seberang sambungan, suara Ariel Valeryan: sahabat dari Kuningan, Jawa Barat...

Read moreDetails

Pesan, Refleksi, dan Kritik Sosial dalam Drama Bali Modern di Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Teater Bali Modern ‘Jaratkaru’ dari Kawiya: Sekilas Tentang ‘Urban Stress’ dan Kehilangan Waktu Memikirkan Pernikahan

DRAMA Bali modern atau teater berbahasa Bali yang dipentaskan oleh sejumlah kelompok teater dalam ajang Bulan Bahasa Bali 2026 menunjukkan...

Read moreDetails

Teater Bali Modern ‘Jaratkaru’ dari Kawiya: Sekilas Tentang ‘Urban Stress’ dan Kehilangan Waktu Memikirkan Pernikahan

by Rusdy Ulu
February 25, 2026
0
Teater Bali Modern ‘Jaratkaru’ dari Kawiya: Sekilas Tentang ‘Urban Stress’ dan Kehilangan Waktu Memikirkan Pernikahan

EMPAT orang masing-masing membawa ember dan lap pel, lalu mengepel lantai panggung secara bersamaan. Mereka menarik lap pel dengan gerakan...

Read moreDetails

Musikal ‘Perahu Kertas’ Dee Lestari: Pertunjukan Bagi Mereka yang Rindu Pada Diri Sendiri

by Kadek Sonia Piscayanti
February 16, 2026
0
Musikal ‘Perahu Kertas’ Dee Lestari: Pertunjukan Bagi Mereka yang Rindu Pada Diri Sendiri

MUSIKAL Perahu Kertas di Ciputra Artpeneur Theater, Jakarta, hadir pada saat yang tepat, ketika banyak manusia bingung menemukan diri mereka,...

Read moreDetails
Next Post
Kemajuan Manusia dan Kestabilan Mental

Setiap Manusia Adalah Filsuf bagi Kehidupannya Masing-masing

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti
Cerpen

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan
Puisi

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

by IRZI
June 13, 2026
Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Budaya

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita...

by tatkala
June 13, 2026
Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word
Ulas Rupa

Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar....

by Mas Ruscitadewi
June 13, 2026
Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi
Bahasa

Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan...

by I Made Sudiana
June 13, 2026
‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan
Ulas Musik

‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan

MUSIK populer kerap dipahami sebagai hiburan ringan, namun sejarah menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi medium artikulasi pengalaman sosial yang...

by Ahmad Sihabudin
June 13, 2026
Bung Karno dalam Puisi   
Esai

Bung Karno dalam Puisi   

BUNG Karno adalah presiden Indonesia yang memiliki cita rasa seni yang tinggi. Dari 8 PresidenIndonesia,Bung Karno, Abdul Rachman Wahid (Gus...

by I Nyoman Tingkat
June 13, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

SAYA menulis ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi untuk banyak seniman yang mungkin merasakan hal yang sama. Mereka...

by Ahmad Prasetya Hady
June 12, 2026
Storynomics Tourism Berbasis Kearifan Lokal —Catatan dari PkM Undiksha di Komunitas Wanayana Kayoman dan Sekolah Adat Manik Empul, Desa Pedawa
Pendidikan

Storynomics Tourism Berbasis Kearifan Lokal —Catatan dari PkM Undiksha di Komunitas Wanayana Kayoman dan Sekolah Adat Manik Empul, Desa Pedawa

DESA Pedawa di Kecamatan banjar, Buleleng, yang dikenal dengan adat dan budaya yang unik kembali menjadi tujuan pengabdian akademik. Pada...

by tatkala
June 12, 2026
OSIS dan MPK SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Gelar Bakti Sosial di Yayasan Bali Baby Home dan Yayasan Sayangi Bali
Pendidikan

OSIS dan MPK SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Gelar Bakti Sosial di Yayasan Bali Baby Home dan Yayasan Sayangi Bali

Hari itu, Kamis, 11 Juni 2026, para siswa yang tergabung dalam OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) SMK Kesehatan Bali...

by Dede Putra Wiguna
June 12, 2026
Orang yang Hadir Kok Diminta Absen?
Bahasa

Orang yang Hadir Kok Diminta Absen?

DALAM kehidupan sehari-hari, kata "absen" sangat akrab digunakan oleh masyarakat. Di sekolah, guru sering mengatakan, "Ayo, sebelum belajar kita absen...

by Ni Wayan Suwini
June 12, 2026
Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri
Esai

Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri

SUATU pagi di Ubud, seorang wisatawan asing duduk bersila di atas matras yoga. Ia memejamkan mata. Di hadapannya terbentang hamparan...

by Angga Wijaya
June 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co