4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi dan Kekuasaan yang Tak Pernah Senyum

Chusmeru by Chusmeru
September 13, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

KEKUASAAN pada hakikatnya adalah kemampuan yang dimiliki seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi pemikiran dan perilaku orang, rakyat, atau kelompok lain. Kemampuan orang dalam kekuasaan itu biasanya didasari oleh kewenangan yang dimilikinya.

Kekuasaan bisa berada di wilayah politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Namun kekuasaan politik lebih sering menjadi pusat perbincangan. Kekuasaan akan mendapat dukungan sepanjang dapat membuat rakyat memperoleh kehidupan yang lebih baik. Kekuasaan juga akan memperoleh simpati jika penguasa menggunakan kewenangan sesuai dengan porsinya.

Sebaliknya, kekuasaan acapkali mendapat tantangan manakala kewenangan digunakan secara berlebihan. Sayangnya, dalam beberapa kasus kekuasaan membuat rakyat merasa terancam, teraniaya, dan terpinggirkan.

Kekuasaan seperti itu biasanya terjadi pada orang yang memiliki monopoli kewenangan, berlangsung cukup lama, dan tak berpihak pada orang lain. Dengan perkataan lain, kekuasaan yang tak pernah senyum. Bengis dan tiranik.

Komunikasi Bermartabat

Kekuasaan semestinya dipegang oleh seorang pemimpin yang mampu membaca pikiran dan hati rakyatnya. Sebab kekuasaan yang dimiliki sebisa mungkin menjadikan rakyat hidup dalam posisi terhormat; apa pun kondisi sosial ekonominya. Dengan demikian perlu komunikasi yang bermartabat bagi penguasa atau pemimpin.

Komunikasi antara penguasa dan rakyatnya akan menentukan watak kepemimpinannya. Apalagi bagi Indonesia, negara dengan beragam etnis, budaya, dan agama. Diperlukan kekuasaan dan kemimpinan yang kokoh dan lentur.

Menurut Muhamad Sobary (2000), kita perlu kekuasaan yang kukuh dan stabil, tetapi lentur. Watak kukuh menjadi tiang penyangga kelemahan kita. Tali yang lentur menjadi pengikat segenap kekuatan yang terancam cerai-berai menjadi kepingan kecil-kecil dan lemah. Selebihnya, kekuasaan harus bisa tersenyum.

Semua itu bisa muncul jika penguasa dan pemimpin memiliki mata dan hati yang bisa memandang seluruh rakyat Indonesia dengan rasa cinta. Rakyat pun akan otomatis membalasnya dengan senyum dan cinta pula.

Jika komunikasi antara penguasa dan rakyat; atau sebaliknya, dilakukan dengan penuh senyum, maka akan terbentuk watak bangsa yang bermartabat. Dan komunikasi yang bermartabat akan membuat kehidupan berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara terasa sejuk serta damai.

Komunikasi Politik

Kekuasaan selalu dekat dengan komunikasi politik. Corak komunikasi politik inilah yang akan membedakan antara kekuasaan intimidatif dan kekuasaan penuh senyum. Rakyat Indonesia mempunyai pengalaman pahit dengan komunikasi politik di saat Orde Baru.

Komunikasi politik antara penguasa dengan rakyat diwarnai dengan ketegangan. Opini publik yang ditengarai berpotensi mengguncang kekuasaan akan segera dibungkam. Media massa yang kelewat kritis kepada penguasa juga diberangus.

Bahasa yang digunakan oleh penguasa saat itu juga membuat rakyat terintimidasi. Saat era kepemimpinan Presiden Soeharto, beberapa kali ia melontarkan kata “gebuk” yang ditujukan pada kelompok-kelompok yang menginginkannya untuk berhenti sebagai presiden. Kata yang sama juga diucapkan Presiden Jokowi. Tak segan dia akan “menggebuk” siapa pun yang keluar dari koridor hukum.

Tak mau kalah dengan penguasa, rakyat pun menggunakan bahasa komunikasi yang dianggap mengancam kekuasaan. Kata-kata seperti “turunkan”, “mundur”, atau “revolusi” kerap diucapkan ketika rakyat melakukan unjuk rasa terhadap kebijakan penguasa.

Bahasa-bahasa yang merendahkan (talk down) merupakan bagian dari komunikasi politik dalam kekuasaan yang tak pernah senyum. Tidak jarang, bahasa yang digunakan juga mengarah pada sarkasme. Suatu ketika rakyat berkata penguasa rakus, korup, pengecut, dungu, dan tolol. Penguasa pun menggunakan bahasa yang sama, dengan mengatakan rakyat sebagai bodoh, kampungan, dan ingusan.

Kekuasaan yang tak pernah senyum, tak akan pernah menyelesaikan masalah. Sebab kekuasaan seperti itu memiliki kecenderungan tidak membantu menyelesaikan masalah, tetapi justru memelihara masalah agar suatu saat penguasa dapat menyalahkan rakyat ; atau sebaliknya, rakyat menyalahkan penguasa.

Akibat lebih jauh, rakyat akan selalu mengalami trauma ketika berhadapan dengan kekuasaan. Apa pun yang dilakukan rakyat, ketika berhadapan dengan kekuasaan selalu akan menyisakan masalah. Ini tentu akan merusak karakter bangsa menjadi jelek. Meski sesungguhnya bukan kekuasaan yang merusak karakter, tetapi karakter penguasa yang jeleklah yang merusak kekuasaan.

Kekuasaan yang tak pernah senyum juga seringkali tidak memberi ruang komunikasi yang sejuk di hati rakyat. Kalau pun ada, ruang komunikasi itu begitu sempit; bahkan nyaris kosong. Meski digitalisasi media telah memberi ruang begitu luas kepada rakyat untuk berkomunikasi, tetapi respons yang lambat dari penguasa membuat apa yang disampaikan rakyat selalu berada di ruang hampa. Padahal natura abhorret vacuum. Alam benci kekosongan; begitu kata Eberhard Puntsch (1996).

Semua bentuk komunikasi yang membuat kekuasaan tak pernah senyum selalu akan mendatangkan masalah. Apalagi jika kekuasaan selalu bermakna politik. Tak salah bila WS Rendra menyidir, politik adalah cara merampok dunia. Politik adalah cara menggulingkan kekuasaan, untuk menikmati giliran berkuasa. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?

                                                               

Fungsi Komunikasi dalam Tradisi
Golput: Komunikasi Politik yang Gagal
Tags: ilmu komunikasikekuasaankomunikasikomunikasi informasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Festival ke Uma IV: Anak-anak Bermain Lumpur di Subak Pamo, Cau, Marga-Tabanan

Next Post

Besaran Pajak Turunan Waris Dari Orang Tua Sebaiknya Dinolkan | Dari Sidang Tiga Ranperda DPRD Buleleng

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Besaran Pajak Turunan Waris Dari Orang Tua Sebaiknya Dinolkan | Dari Sidang Tiga Ranperda DPRD Buleleng

Besaran Pajak Turunan Waris Dari Orang Tua Sebaiknya Dinolkan | Dari Sidang Tiga Ranperda DPRD Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co