25 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi dan Kekuasaan yang Tak Pernah Senyum

Chusmeru by Chusmeru
September 13, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

KEKUASAAN pada hakikatnya adalah kemampuan yang dimiliki seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi pemikiran dan perilaku orang, rakyat, atau kelompok lain. Kemampuan orang dalam kekuasaan itu biasanya didasari oleh kewenangan yang dimilikinya.

Kekuasaan bisa berada di wilayah politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Namun kekuasaan politik lebih sering menjadi pusat perbincangan. Kekuasaan akan mendapat dukungan sepanjang dapat membuat rakyat memperoleh kehidupan yang lebih baik. Kekuasaan juga akan memperoleh simpati jika penguasa menggunakan kewenangan sesuai dengan porsinya.

Sebaliknya, kekuasaan acapkali mendapat tantangan manakala kewenangan digunakan secara berlebihan. Sayangnya, dalam beberapa kasus kekuasaan membuat rakyat merasa terancam, teraniaya, dan terpinggirkan.

Kekuasaan seperti itu biasanya terjadi pada orang yang memiliki monopoli kewenangan, berlangsung cukup lama, dan tak berpihak pada orang lain. Dengan perkataan lain, kekuasaan yang tak pernah senyum. Bengis dan tiranik.

Komunikasi Bermartabat

Kekuasaan semestinya dipegang oleh seorang pemimpin yang mampu membaca pikiran dan hati rakyatnya. Sebab kekuasaan yang dimiliki sebisa mungkin menjadikan rakyat hidup dalam posisi terhormat; apa pun kondisi sosial ekonominya. Dengan demikian perlu komunikasi yang bermartabat bagi penguasa atau pemimpin.

Komunikasi antara penguasa dan rakyatnya akan menentukan watak kepemimpinannya. Apalagi bagi Indonesia, negara dengan beragam etnis, budaya, dan agama. Diperlukan kekuasaan dan kemimpinan yang kokoh dan lentur.

Menurut Muhamad Sobary (2000), kita perlu kekuasaan yang kukuh dan stabil, tetapi lentur. Watak kukuh menjadi tiang penyangga kelemahan kita. Tali yang lentur menjadi pengikat segenap kekuatan yang terancam cerai-berai menjadi kepingan kecil-kecil dan lemah. Selebihnya, kekuasaan harus bisa tersenyum.

Semua itu bisa muncul jika penguasa dan pemimpin memiliki mata dan hati yang bisa memandang seluruh rakyat Indonesia dengan rasa cinta. Rakyat pun akan otomatis membalasnya dengan senyum dan cinta pula.

Jika komunikasi antara penguasa dan rakyat; atau sebaliknya, dilakukan dengan penuh senyum, maka akan terbentuk watak bangsa yang bermartabat. Dan komunikasi yang bermartabat akan membuat kehidupan berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara terasa sejuk serta damai.

Komunikasi Politik

Kekuasaan selalu dekat dengan komunikasi politik. Corak komunikasi politik inilah yang akan membedakan antara kekuasaan intimidatif dan kekuasaan penuh senyum. Rakyat Indonesia mempunyai pengalaman pahit dengan komunikasi politik di saat Orde Baru.

Komunikasi politik antara penguasa dengan rakyat diwarnai dengan ketegangan. Opini publik yang ditengarai berpotensi mengguncang kekuasaan akan segera dibungkam. Media massa yang kelewat kritis kepada penguasa juga diberangus.

Bahasa yang digunakan oleh penguasa saat itu juga membuat rakyat terintimidasi. Saat era kepemimpinan Presiden Soeharto, beberapa kali ia melontarkan kata “gebuk” yang ditujukan pada kelompok-kelompok yang menginginkannya untuk berhenti sebagai presiden. Kata yang sama juga diucapkan Presiden Jokowi. Tak segan dia akan “menggebuk” siapa pun yang keluar dari koridor hukum.

Tak mau kalah dengan penguasa, rakyat pun menggunakan bahasa komunikasi yang dianggap mengancam kekuasaan. Kata-kata seperti “turunkan”, “mundur”, atau “revolusi” kerap diucapkan ketika rakyat melakukan unjuk rasa terhadap kebijakan penguasa.

Bahasa-bahasa yang merendahkan (talk down) merupakan bagian dari komunikasi politik dalam kekuasaan yang tak pernah senyum. Tidak jarang, bahasa yang digunakan juga mengarah pada sarkasme. Suatu ketika rakyat berkata penguasa rakus, korup, pengecut, dungu, dan tolol. Penguasa pun menggunakan bahasa yang sama, dengan mengatakan rakyat sebagai bodoh, kampungan, dan ingusan.

Kekuasaan yang tak pernah senyum, tak akan pernah menyelesaikan masalah. Sebab kekuasaan seperti itu memiliki kecenderungan tidak membantu menyelesaikan masalah, tetapi justru memelihara masalah agar suatu saat penguasa dapat menyalahkan rakyat ; atau sebaliknya, rakyat menyalahkan penguasa.

Akibat lebih jauh, rakyat akan selalu mengalami trauma ketika berhadapan dengan kekuasaan. Apa pun yang dilakukan rakyat, ketika berhadapan dengan kekuasaan selalu akan menyisakan masalah. Ini tentu akan merusak karakter bangsa menjadi jelek. Meski sesungguhnya bukan kekuasaan yang merusak karakter, tetapi karakter penguasa yang jeleklah yang merusak kekuasaan.

Kekuasaan yang tak pernah senyum juga seringkali tidak memberi ruang komunikasi yang sejuk di hati rakyat. Kalau pun ada, ruang komunikasi itu begitu sempit; bahkan nyaris kosong. Meski digitalisasi media telah memberi ruang begitu luas kepada rakyat untuk berkomunikasi, tetapi respons yang lambat dari penguasa membuat apa yang disampaikan rakyat selalu berada di ruang hampa. Padahal natura abhorret vacuum. Alam benci kekosongan; begitu kata Eberhard Puntsch (1996).

Semua bentuk komunikasi yang membuat kekuasaan tak pernah senyum selalu akan mendatangkan masalah. Apalagi jika kekuasaan selalu bermakna politik. Tak salah bila WS Rendra menyidir, politik adalah cara merampok dunia. Politik adalah cara menggulingkan kekuasaan, untuk menikmati giliran berkuasa. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?

                                                               

Fungsi Komunikasi dalam Tradisi
Golput: Komunikasi Politik yang Gagal
Tags: ilmu komunikasikekuasaankomunikasikomunikasi informasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Festival ke Uma IV: Anak-anak Bermain Lumpur di Subak Pamo, Cau, Marga-Tabanan

Next Post

Besaran Pajak Turunan Waris Dari Orang Tua Sebaiknya Dinolkan | Dari Sidang Tiga Ranperda DPRD Buleleng

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
0
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

Read moreDetails

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

by Chusmeru
June 24, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

Read moreDetails

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails
Next Post
Besaran Pajak Turunan Waris Dari Orang Tua Sebaiknya Dinolkan | Dari Sidang Tiga Ranperda DPRD Buleleng

Besaran Pajak Turunan Waris Dari Orang Tua Sebaiknya Dinolkan | Dari Sidang Tiga Ranperda DPRD Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja
Pemerintahan

Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja

SINGARAJA – TATKALA.CO | Wajah baru kawasan Titik Nol Kota Singaraja mulai terlihat. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, didampingi Wakil...

by tatkala
June 24, 2026
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co