24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi dan Kekuasaan yang Tak Pernah Senyum

Chusmeru by Chusmeru
September 13, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

KEKUASAAN pada hakikatnya adalah kemampuan yang dimiliki seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi pemikiran dan perilaku orang, rakyat, atau kelompok lain. Kemampuan orang dalam kekuasaan itu biasanya didasari oleh kewenangan yang dimilikinya.

Kekuasaan bisa berada di wilayah politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Namun kekuasaan politik lebih sering menjadi pusat perbincangan. Kekuasaan akan mendapat dukungan sepanjang dapat membuat rakyat memperoleh kehidupan yang lebih baik. Kekuasaan juga akan memperoleh simpati jika penguasa menggunakan kewenangan sesuai dengan porsinya.

Sebaliknya, kekuasaan acapkali mendapat tantangan manakala kewenangan digunakan secara berlebihan. Sayangnya, dalam beberapa kasus kekuasaan membuat rakyat merasa terancam, teraniaya, dan terpinggirkan.

Kekuasaan seperti itu biasanya terjadi pada orang yang memiliki monopoli kewenangan, berlangsung cukup lama, dan tak berpihak pada orang lain. Dengan perkataan lain, kekuasaan yang tak pernah senyum. Bengis dan tiranik.

Komunikasi Bermartabat

Kekuasaan semestinya dipegang oleh seorang pemimpin yang mampu membaca pikiran dan hati rakyatnya. Sebab kekuasaan yang dimiliki sebisa mungkin menjadikan rakyat hidup dalam posisi terhormat; apa pun kondisi sosial ekonominya. Dengan demikian perlu komunikasi yang bermartabat bagi penguasa atau pemimpin.

Komunikasi antara penguasa dan rakyatnya akan menentukan watak kepemimpinannya. Apalagi bagi Indonesia, negara dengan beragam etnis, budaya, dan agama. Diperlukan kekuasaan dan kemimpinan yang kokoh dan lentur.

Menurut Muhamad Sobary (2000), kita perlu kekuasaan yang kukuh dan stabil, tetapi lentur. Watak kukuh menjadi tiang penyangga kelemahan kita. Tali yang lentur menjadi pengikat segenap kekuatan yang terancam cerai-berai menjadi kepingan kecil-kecil dan lemah. Selebihnya, kekuasaan harus bisa tersenyum.

Semua itu bisa muncul jika penguasa dan pemimpin memiliki mata dan hati yang bisa memandang seluruh rakyat Indonesia dengan rasa cinta. Rakyat pun akan otomatis membalasnya dengan senyum dan cinta pula.

Jika komunikasi antara penguasa dan rakyat; atau sebaliknya, dilakukan dengan penuh senyum, maka akan terbentuk watak bangsa yang bermartabat. Dan komunikasi yang bermartabat akan membuat kehidupan berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara terasa sejuk serta damai.

Komunikasi Politik

Kekuasaan selalu dekat dengan komunikasi politik. Corak komunikasi politik inilah yang akan membedakan antara kekuasaan intimidatif dan kekuasaan penuh senyum. Rakyat Indonesia mempunyai pengalaman pahit dengan komunikasi politik di saat Orde Baru.

Komunikasi politik antara penguasa dengan rakyat diwarnai dengan ketegangan. Opini publik yang ditengarai berpotensi mengguncang kekuasaan akan segera dibungkam. Media massa yang kelewat kritis kepada penguasa juga diberangus.

Bahasa yang digunakan oleh penguasa saat itu juga membuat rakyat terintimidasi. Saat era kepemimpinan Presiden Soeharto, beberapa kali ia melontarkan kata “gebuk” yang ditujukan pada kelompok-kelompok yang menginginkannya untuk berhenti sebagai presiden. Kata yang sama juga diucapkan Presiden Jokowi. Tak segan dia akan “menggebuk” siapa pun yang keluar dari koridor hukum.

Tak mau kalah dengan penguasa, rakyat pun menggunakan bahasa komunikasi yang dianggap mengancam kekuasaan. Kata-kata seperti “turunkan”, “mundur”, atau “revolusi” kerap diucapkan ketika rakyat melakukan unjuk rasa terhadap kebijakan penguasa.

Bahasa-bahasa yang merendahkan (talk down) merupakan bagian dari komunikasi politik dalam kekuasaan yang tak pernah senyum. Tidak jarang, bahasa yang digunakan juga mengarah pada sarkasme. Suatu ketika rakyat berkata penguasa rakus, korup, pengecut, dungu, dan tolol. Penguasa pun menggunakan bahasa yang sama, dengan mengatakan rakyat sebagai bodoh, kampungan, dan ingusan.

Kekuasaan yang tak pernah senyum, tak akan pernah menyelesaikan masalah. Sebab kekuasaan seperti itu memiliki kecenderungan tidak membantu menyelesaikan masalah, tetapi justru memelihara masalah agar suatu saat penguasa dapat menyalahkan rakyat ; atau sebaliknya, rakyat menyalahkan penguasa.

Akibat lebih jauh, rakyat akan selalu mengalami trauma ketika berhadapan dengan kekuasaan. Apa pun yang dilakukan rakyat, ketika berhadapan dengan kekuasaan selalu akan menyisakan masalah. Ini tentu akan merusak karakter bangsa menjadi jelek. Meski sesungguhnya bukan kekuasaan yang merusak karakter, tetapi karakter penguasa yang jeleklah yang merusak kekuasaan.

Kekuasaan yang tak pernah senyum juga seringkali tidak memberi ruang komunikasi yang sejuk di hati rakyat. Kalau pun ada, ruang komunikasi itu begitu sempit; bahkan nyaris kosong. Meski digitalisasi media telah memberi ruang begitu luas kepada rakyat untuk berkomunikasi, tetapi respons yang lambat dari penguasa membuat apa yang disampaikan rakyat selalu berada di ruang hampa. Padahal natura abhorret vacuum. Alam benci kekosongan; begitu kata Eberhard Puntsch (1996).

Semua bentuk komunikasi yang membuat kekuasaan tak pernah senyum selalu akan mendatangkan masalah. Apalagi jika kekuasaan selalu bermakna politik. Tak salah bila WS Rendra menyidir, politik adalah cara merampok dunia. Politik adalah cara menggulingkan kekuasaan, untuk menikmati giliran berkuasa. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?

                                                               

Fungsi Komunikasi dalam Tradisi
Golput: Komunikasi Politik yang Gagal
Tags: ilmu komunikasikekuasaankomunikasikomunikasi informasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Festival ke Uma IV: Anak-anak Bermain Lumpur di Subak Pamo, Cau, Marga-Tabanan

Next Post

Besaran Pajak Turunan Waris Dari Orang Tua Sebaiknya Dinolkan | Dari Sidang Tiga Ranperda DPRD Buleleng

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Besaran Pajak Turunan Waris Dari Orang Tua Sebaiknya Dinolkan | Dari Sidang Tiga Ranperda DPRD Buleleng

Besaran Pajak Turunan Waris Dari Orang Tua Sebaiknya Dinolkan | Dari Sidang Tiga Ranperda DPRD Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co