2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Upaya “Healing” dengan Membaca “Kakawin Sangutangis”

Putu Diah Savitri by Putu Diah Savitri
November 21, 2023
in Esai
Upaya “Healing” dengan Membaca “Kakawin Sangutangis”

foto ilustrasi: Diah Savitri

MANUSIA adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna karena memiliki pemikiran yang lebih unggul dari makhluk hidup lainnya. Namun, setiap makhluk hidup juga mempunyai perasaan. Hanya cara mengungkapkan perasaannyalah yang berbeda. Jika manusia bisa merasakan senang, sedih, takut, bahkan sakit, hewan dan tumbuhan pun demikian. Hewan akan menyalurkan perasaan mereka melalui tingkah lakunya. Misalnya anjing akan menggong-gong ketika mereka merasa terancam. Sedangkan tumbuhan akan menjadi layu atau bahkan mati ketika merasa tersakiti.

Perasaan-perasaan yang kerap kali dirasakan berasal dari hati. Jika kita merasa sakit, lelah, atau senang, kita biasanya ingin mengungkapkan dan menenangkan semua perasaan itu. Maka dari itu, tidak jarang orang-orang mengekspresikannya dengan cara bertukar cerita dengan sahabat karibnya. Selain itu, seseorang juga ingin meredam perasaan dengan berkunjung ke tempat-tempat yang mampu menenangkan jiwa. Contohnya pergi ke tempat yang menyajikan keindahan alam seperti pantai dan gunung. Tampilan tempat yang indah itu mampu memikat dan menyentuh perasaan kita.

Kegiatan menenangkan perasaan tersebutlah belakangan kita sebut sebagai healing. Secara harfiah healing berarti penyembuhan. Menurut Psikolog Universitas Gadjah Mada, Galang Iutfiyanto healing merupakan sebuah kegiatan yang tidak hanya dilakukan dengan cara berlibur tetapi juga melakukan aktivitas lain. Namun, kini healing diartikan sebagai cara seseorang berkunjung ke tempat-tempat yang mereka senangi dan mampu mengobati perasaan yang tengah sakit.

Oleh karena itu, healing identik dengan kegiatan wisata ketika perasaan kita sedang tidak baik-baik saja. Biasanya kita akan berkunjung tempat-tempat yang bernuansa alam. Alam memang seolah tidak pernah bosan alam menawarkan keindahan. Suasananya sangat menenangkan, sehingga mampu mengobati perasaan-perasaan manusia yang sedang resah.

Berwisata merupakan salah satu kegiatan berkunjung ke suatu tempat untuk berbagai tujuan. Kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk melaksanakan healing. Namun, ada juga wisata fantasi yang bisa digunakan sebagai upaya healing. Wisata fantasi adalah salah satu cara kita memvisualkan hal-hal yang kita baca di dalam pikiran kita. Ketika membaca suatu cerita dengan baik, maka kita akan mampu menyelami isi cerita tersebut dan membayangkan jika kita hadir dalam cerita. Jika diibaratkan film, kita sedang menonton film menggunakan kacamata 3D.

Satu yang dapat dilakukan adalah dengan membaca kakawin. Kakawin adalah salah satu jenis sastra tradisional Bali. Kakawin penuh dengan estetika, baik secara formal maupun secara naratif. Kakawin banyak mengeksplorasi gambaran alam. Penceritaannya dapat membuat kita seolah masuk ke dalam alam itu sendiri. Salah satu kakawin itu adalah Kakawin Sangutangis merupakan salah satu naskah Jawa Kuna yang keberadaannya tidak familiar di kalangan khalayak ramai. Meskipun tidak familiar, tetapi kakawin ini dapat dijadikan salah satu upaya untuk healing dengan jalan wisata fantasi itu.  

Gambaran Alam dalam Kakawin Sangutangis

Kakawin Sangutangis merupakan salah satu kakawin yang membahas mengenai keindahan alam. Isinya melukiskan mengenai rasa sakit hati dari tokoh Aku melalui kerinduannya pada keindahan alam (langö). Penceritaannya banyak dilukiskan keindahan alam baik itu di pantai, hutan, dan pegunungan. Semuanya dibahas secara detail.

Kakawin ini juga menjelaskan bagaimana suasana yang relevan dengan perasaan hatinya ketika itu. Salah satu kutipan dalam baitnya yang berbunyi, “amangun mangun jaladhara ngrěwab alimunani sanghubing nadhi, angingin Ingin angini kāmi ri rangiriri rūmnya ring tawang (Seolah-olah awan bagaikan air pasang dan massa yang gelap kabut di sungai, menimbulkan rasa rindu kepada kekasih menghirup kesejukan angin di keindahan angkasa)”.

Kakawin ini juga menjelaskan bagaiamana keindahan alam mampu menjadi sarana healing untuk menghilangkan rasa bingung. Penceritaan tentang hal ini juga begitu detail, misalnya melalui suasana pantai yang ombaknya membentur karang, lalu ketika tokoh sedang berada di bukit, Dari sana bisa melihat keindahan pantai dari sana.

Kakawin Sangutangis juga meneceritakan di pinggir pantai tumbuh pohon pandan laut serta biota laut seperti ubur-ubur dan kepiting yang berdiam di batu karang. Jika kita membaca kakawin tersebut dengan saksama, kita bisa menyelami keindahan alam itu. Melalui pembacaan tersebut kita bisa membayangkan bahkan merasakan keindahan alam yang digambarkan dalam kakawin, seperti angin yang sepoi-sepoi, lalu terdapat ombak yang membentur batu, kemudian teriknya matahari yang menyinari dunia, serta banyak lagi gambaran lainnya.

Wisata Fantasi dalam Kakawin Sangutangis

Berwisata merupakan salah satu kegiatan untuk melepaskan penat, menghibur diri, dan menenangkan diri. Ketika berwisata, umunnya kita akan mengunjungi tempat dan menikmati suasananya. Namun, pengarang Kakawin Sangutangis juga memberi jalan kita untuk menikmati wisata fantasi. Cerita kakawin ini termasuk bersambung dari hari ke hari.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam Kakawin Sangutangis banyak menggambarkan keindahan alam yang memikat. Maka, dengan membaca kakawin tersebut kita bisa berwisata fantasi. Kita dapat membayangkan keindahan-keindahan alam dan masuk ke dalam alur cerita.

Wisata fantasi menjadi salah satu upaya untuk healing. Jika kita sedang jenuh terhadap suatu hal, kita umumnya ingin mengistirahatkan diri dan mencari pengalihan. Salah satu caranya adalah dengan membaca sesuatu yang menarik, sehingga kita bisa menenangkan diri kita. Melalui permainan kata dan makna yang terkemas apik dalam kakawin segala rasa jenuh yang kita rasakan dapat terobati.

Jika kita baca secara saksama, kita akan banyak terkesima dengan keindahan yang digambarkan, sehingga otomatis kita akan membayangkan suasana tersebut sehingga mampu membuat perasaan terasa tenang. Sebab, tujuan dari healing itu sebenarnya memang menghilangkan kerisauan perasaan.

Kita memang tak jarang mengalami burn out atau jenuh terhadap suatu hal. Ketika menghadapi situasi ini, kita pasti ingin healing. Terlebih lagi bagi seseorang yang sedang mengalami patah hati. Jika menghadapi kondisi ini, selain bepergian, menulis dan membaca hal yang sejalan dan menghibur dapat menjadi pilihan. Kakawin Sangutangis jadi salah satu pilihan yang dapat dipilih. Tidak ada salahnya jika kita mencoba hal baru untuk healing yang tidak hanya semata-mata harus pergi ke suatu tempat. Ini merupakan salah satu inovasi baru yang bisa dicoba.

Membaca Kakawin Sangutangis adalah langkah berwisata fantasi. Kita bisa menenangkan pikiran dengan membaca keindahan-keindahan dalam setiap baitnya. Selain itu kita juga bisa membandingkan antara pemandangan yang tergambar dalam kakawin dengan gambaran alam yang kita jumpai di dunia nyata.

Dampak lainnya kita bisa melestarikan salah satu warisan naskah Jawa Kuna yang ternyata bisa diimplementasikan dalam kehidupan dan ilmu sains. Contohnya dengan pembacaan kakawin ini kita mampu mengobati kerinduan terhadap keindahan alam dan menyadarkan kita bahwa alam memang sudah seharusnya kita jaga kelestariannya untuk menyambung ekosistem yang ada. Kita juga bisa mengamalkan nilai-nilai yang terdapat dalam kakawin tersebut untuk kehidupan kita di masa sekarang. [T]

Uma Tattwa: Harmonisasi Manusia dengan Lingkungan Agraris Melalui Yadnya

Tags: jawa kunolontarsastra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Retorika: Komunikasi yang Tak Lekang oleh Waktu

Next Post

Menjalin Pertautan dalam Ekosistem Musik Jazz Tanah Air

Putu Diah Savitri

Putu Diah Savitri

Mahasiswa Sastra Jawa Kuna Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Berasal dari Tanggahan Peken, Susut, Bangli. Saat ini sedang meneliti Kakawin Sangutangis.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Menjalin Pertautan dalam Ekosistem Musik Jazz Tanah Air

Menjalin Pertautan dalam Ekosistem Musik Jazz Tanah Air

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co