22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Upaya “Healing” dengan Membaca “Kakawin Sangutangis”

Putu Diah Savitri by Putu Diah Savitri
November 21, 2023
in Esai
Upaya “Healing” dengan Membaca “Kakawin Sangutangis”

foto ilustrasi: Diah Savitri

MANUSIA adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna karena memiliki pemikiran yang lebih unggul dari makhluk hidup lainnya. Namun, setiap makhluk hidup juga mempunyai perasaan. Hanya cara mengungkapkan perasaannyalah yang berbeda. Jika manusia bisa merasakan senang, sedih, takut, bahkan sakit, hewan dan tumbuhan pun demikian. Hewan akan menyalurkan perasaan mereka melalui tingkah lakunya. Misalnya anjing akan menggong-gong ketika mereka merasa terancam. Sedangkan tumbuhan akan menjadi layu atau bahkan mati ketika merasa tersakiti.

Perasaan-perasaan yang kerap kali dirasakan berasal dari hati. Jika kita merasa sakit, lelah, atau senang, kita biasanya ingin mengungkapkan dan menenangkan semua perasaan itu. Maka dari itu, tidak jarang orang-orang mengekspresikannya dengan cara bertukar cerita dengan sahabat karibnya. Selain itu, seseorang juga ingin meredam perasaan dengan berkunjung ke tempat-tempat yang mampu menenangkan jiwa. Contohnya pergi ke tempat yang menyajikan keindahan alam seperti pantai dan gunung. Tampilan tempat yang indah itu mampu memikat dan menyentuh perasaan kita.

Kegiatan menenangkan perasaan tersebutlah belakangan kita sebut sebagai healing. Secara harfiah healing berarti penyembuhan. Menurut Psikolog Universitas Gadjah Mada, Galang Iutfiyanto healing merupakan sebuah kegiatan yang tidak hanya dilakukan dengan cara berlibur tetapi juga melakukan aktivitas lain. Namun, kini healing diartikan sebagai cara seseorang berkunjung ke tempat-tempat yang mereka senangi dan mampu mengobati perasaan yang tengah sakit.

Oleh karena itu, healing identik dengan kegiatan wisata ketika perasaan kita sedang tidak baik-baik saja. Biasanya kita akan berkunjung tempat-tempat yang bernuansa alam. Alam memang seolah tidak pernah bosan alam menawarkan keindahan. Suasananya sangat menenangkan, sehingga mampu mengobati perasaan-perasaan manusia yang sedang resah.

Berwisata merupakan salah satu kegiatan berkunjung ke suatu tempat untuk berbagai tujuan. Kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk melaksanakan healing. Namun, ada juga wisata fantasi yang bisa digunakan sebagai upaya healing. Wisata fantasi adalah salah satu cara kita memvisualkan hal-hal yang kita baca di dalam pikiran kita. Ketika membaca suatu cerita dengan baik, maka kita akan mampu menyelami isi cerita tersebut dan membayangkan jika kita hadir dalam cerita. Jika diibaratkan film, kita sedang menonton film menggunakan kacamata 3D.

Satu yang dapat dilakukan adalah dengan membaca kakawin. Kakawin adalah salah satu jenis sastra tradisional Bali. Kakawin penuh dengan estetika, baik secara formal maupun secara naratif. Kakawin banyak mengeksplorasi gambaran alam. Penceritaannya dapat membuat kita seolah masuk ke dalam alam itu sendiri. Salah satu kakawin itu adalah Kakawin Sangutangis merupakan salah satu naskah Jawa Kuna yang keberadaannya tidak familiar di kalangan khalayak ramai. Meskipun tidak familiar, tetapi kakawin ini dapat dijadikan salah satu upaya untuk healing dengan jalan wisata fantasi itu.  

Gambaran Alam dalam Kakawin Sangutangis

Kakawin Sangutangis merupakan salah satu kakawin yang membahas mengenai keindahan alam. Isinya melukiskan mengenai rasa sakit hati dari tokoh Aku melalui kerinduannya pada keindahan alam (langö). Penceritaannya banyak dilukiskan keindahan alam baik itu di pantai, hutan, dan pegunungan. Semuanya dibahas secara detail.

Kakawin ini juga menjelaskan bagaimana suasana yang relevan dengan perasaan hatinya ketika itu. Salah satu kutipan dalam baitnya yang berbunyi, “amangun mangun jaladhara ngrěwab alimunani sanghubing nadhi, angingin Ingin angini kāmi ri rangiriri rūmnya ring tawang (Seolah-olah awan bagaikan air pasang dan massa yang gelap kabut di sungai, menimbulkan rasa rindu kepada kekasih menghirup kesejukan angin di keindahan angkasa)”.

Kakawin ini juga menjelaskan bagaiamana keindahan alam mampu menjadi sarana healing untuk menghilangkan rasa bingung. Penceritaan tentang hal ini juga begitu detail, misalnya melalui suasana pantai yang ombaknya membentur karang, lalu ketika tokoh sedang berada di bukit, Dari sana bisa melihat keindahan pantai dari sana.

Kakawin Sangutangis juga meneceritakan di pinggir pantai tumbuh pohon pandan laut serta biota laut seperti ubur-ubur dan kepiting yang berdiam di batu karang. Jika kita membaca kakawin tersebut dengan saksama, kita bisa menyelami keindahan alam itu. Melalui pembacaan tersebut kita bisa membayangkan bahkan merasakan keindahan alam yang digambarkan dalam kakawin, seperti angin yang sepoi-sepoi, lalu terdapat ombak yang membentur batu, kemudian teriknya matahari yang menyinari dunia, serta banyak lagi gambaran lainnya.

Wisata Fantasi dalam Kakawin Sangutangis

Berwisata merupakan salah satu kegiatan untuk melepaskan penat, menghibur diri, dan menenangkan diri. Ketika berwisata, umunnya kita akan mengunjungi tempat dan menikmati suasananya. Namun, pengarang Kakawin Sangutangis juga memberi jalan kita untuk menikmati wisata fantasi. Cerita kakawin ini termasuk bersambung dari hari ke hari.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam Kakawin Sangutangis banyak menggambarkan keindahan alam yang memikat. Maka, dengan membaca kakawin tersebut kita bisa berwisata fantasi. Kita dapat membayangkan keindahan-keindahan alam dan masuk ke dalam alur cerita.

Wisata fantasi menjadi salah satu upaya untuk healing. Jika kita sedang jenuh terhadap suatu hal, kita umumnya ingin mengistirahatkan diri dan mencari pengalihan. Salah satu caranya adalah dengan membaca sesuatu yang menarik, sehingga kita bisa menenangkan diri kita. Melalui permainan kata dan makna yang terkemas apik dalam kakawin segala rasa jenuh yang kita rasakan dapat terobati.

Jika kita baca secara saksama, kita akan banyak terkesima dengan keindahan yang digambarkan, sehingga otomatis kita akan membayangkan suasana tersebut sehingga mampu membuat perasaan terasa tenang. Sebab, tujuan dari healing itu sebenarnya memang menghilangkan kerisauan perasaan.

Kita memang tak jarang mengalami burn out atau jenuh terhadap suatu hal. Ketika menghadapi situasi ini, kita pasti ingin healing. Terlebih lagi bagi seseorang yang sedang mengalami patah hati. Jika menghadapi kondisi ini, selain bepergian, menulis dan membaca hal yang sejalan dan menghibur dapat menjadi pilihan. Kakawin Sangutangis jadi salah satu pilihan yang dapat dipilih. Tidak ada salahnya jika kita mencoba hal baru untuk healing yang tidak hanya semata-mata harus pergi ke suatu tempat. Ini merupakan salah satu inovasi baru yang bisa dicoba.

Membaca Kakawin Sangutangis adalah langkah berwisata fantasi. Kita bisa menenangkan pikiran dengan membaca keindahan-keindahan dalam setiap baitnya. Selain itu kita juga bisa membandingkan antara pemandangan yang tergambar dalam kakawin dengan gambaran alam yang kita jumpai di dunia nyata.

Dampak lainnya kita bisa melestarikan salah satu warisan naskah Jawa Kuna yang ternyata bisa diimplementasikan dalam kehidupan dan ilmu sains. Contohnya dengan pembacaan kakawin ini kita mampu mengobati kerinduan terhadap keindahan alam dan menyadarkan kita bahwa alam memang sudah seharusnya kita jaga kelestariannya untuk menyambung ekosistem yang ada. Kita juga bisa mengamalkan nilai-nilai yang terdapat dalam kakawin tersebut untuk kehidupan kita di masa sekarang. [T]

Uma Tattwa: Harmonisasi Manusia dengan Lingkungan Agraris Melalui Yadnya

Tags: jawa kunolontarsastra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Retorika: Komunikasi yang Tak Lekang oleh Waktu

Next Post

Menjalin Pertautan dalam Ekosistem Musik Jazz Tanah Air

Putu Diah Savitri

Putu Diah Savitri

Mahasiswa Sastra Jawa Kuna Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Berasal dari Tanggahan Peken, Susut, Bangli. Saat ini sedang meneliti Kakawin Sangutangis.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Menjalin Pertautan dalam Ekosistem Musik Jazz Tanah Air

Menjalin Pertautan dalam Ekosistem Musik Jazz Tanah Air

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co