2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berkomunikasi Lewat Busana

Chusmeru by Chusmeru
January 23, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

AJINING raga gumantung saka busana. Begitulah pepatah Jawa yang sering dihubungkan dengan penampilan. Nilai tubuh seseorang tergantung dari busananya. Persepsi orang tentang orang lain dikaitkan dengan busana atau pakaiannya.

Busana merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal artifaktual. Busana dapat mengkomunikasikan dirinya serta kepribadiannya. Juga mengkomunikasikan komunitas maupun masyarakat.

 Sebagian orang berpandangan bahwa pilihan seseorang atas pakaian mencerminkan kepribadiannya, apakah ia orang yang konservatif, religius, modern, atau berjiwa muda. Pakaian, sebagaimana rumah, kendaraan, dan perhiasan, merupakan proyeksi citra tertentu yang diinginkan pemakainya ( Deddy Mulyana, 2010).

Pemakai busana berharap agar orang lain memiliki citra tertentu yang diinginkan pemakainya. Ada benarnya peribahasa Latin yang mengatakan vestis virum reddit. Pakaian menjadikan orang. Busana adalah orang yang menggunakannya.

Busana acapkali menjadi pertimbangan penting bagi seseorang ketika hendak berkomunikasi dengan orang lain. Dalam kasus tertentu, orang cenderung mempersepsi dan memperlakukan orang yang sama melalui cara yang berbeda ketika ia menggunakan busana berbeda.

Suatu saat, orang akan merasa nyaman ketika berbicara dengan teman yang menggunakan kaos biasa. Namun di saat yang lain, ia akan merasa canggung untuk berbicara ketika temannya menggunakan busana yang rapi, berbaju, berjas, dan berdasi.

Perspektif Busana

Dalam perspektif komunikasi, busana meliputi pakaian yang dikenakan seseorang, termasuk asesoris dan pernak-pernik yang melekat di tubuh. Orang merasa tidak cukup jika hanya menggunakan baju dan celana dalam berbusana.

Atribut yang melengkapi busana pun menjadi beraneka rupa. Mulai dari ujung kepala hingga kaki. Mulai dari topi, kerudung, dasi, arloji, sabuk, cincin, anting, gelang, tas, dompet, dan sepatu. Semua menjadi bagian dari atribut berbusana.

Busana memiliki makna sosial, ekonomi, psikologi, politik, dan budaya. Makna busana tersebut akan digunakan orang untuk berkomunikas; dengan harapan orang lain akan menafsirkan pesan tentang dirinya melalui busana yang dipakainya.

Secara sosial, busana digunakan untuk berbagai aktivitas sosial, seperti olah raga dan rekreasi, serta menghadiri undangan resepsi pernikahan. Busana juga dapat menjadi identitas sosial seseorang. Pegawai negeri sipil (PNS) akan menggunakan pakaian seragam yang berbeda dengan karyawan swasta maupun buruh pabrik.

Orang bisa berdebat panjang dan bertengkar dengan pasangan, hanya lantaran perbedaan selera tentang busana yang akan dipakai dalam satu acara. Mulai dari pilihan warna, model, serta merek. Termasuk pilihan sepatu, tas, dasi, dan kerudung yang akan dipakai.

Makna ekonomis dari busana adalah menggambarkan status ekonomi seseorang. Penilaian orang tentang status ekonomi orang lain kadangkala dilihat dari penampilan busananya. Bahkan beberapa merek pakaian, tas, sepatu, dan arloji seringkali dijadikan simbol prestise dan kekayaan seseorang.

Dalam kancah politik, busana menjadi begitu penting. Masing-masing partai politik menjadikan busana menjadi identitas partai. Busana dan segala atributnya menjadi perhatian bagi para calon presiden (capres) dan  calon wakil presiden (cawapres)  tatkala debat berlangsung di televisi.

Semua berharap busana yang mereka kenakan akan menimbulkan citra positif tentang dirinya. Apakah rakyat akan memilih capres dan cawapres atas dasar preferensi busana yang mereka pakai? Masih perlu kajian lebih mendalam.

Produk Budaya

Busana, pakaian, atau fashion adalah produk budaya suatu masyarakat atau bangsa. Pada masyarakat yang atributif, busana menjadi bagian dari kesantunan, kebanggaan, dan harga diri seseorang. Busana menjadi norma tak tertulis dalam interaksi sosial budaya masyarakat.

Setiap masyarakat memiliki karakteristik busana yang khas. Secara kultural, keunikan busana itu berkaitan dengan adaptasi alam. Beberapa suku di pedalaman menggunakan kulit kayu dan dedaunan sebagai busana mereka. Sedangkan masyarakat di Amerika dan Eropa menggunakan wol sebagai bahan pakaian untuk beradaptasi dengan suhu yang dingin.

Identitas budaya suatu masyarakat dapat dilihat dari busana yang dipakainya. Melihat orang menggunakan kimono, persepsi akan terbentuk tentang sosok masyarakat Jepang. Identitas kultural masyarakat Bali disimbolkan dengan atribut busana seperti kamen, saput, dan udeng.

Sebagai produk budaya, busana menciptakan kepatuhan tentang kapan dan di mana busana itu dipakai. Kepatuhan berbusana itu berhubungan dengan harga diri dan relasi budaya. Maka, ketika diadakan perhelatan di lingkungan keraton di Jawa, ada pantangan bagi undangan  menggunakan busana motif tertentu.

Larangan tamu undangan menggunakan kain batik Parang saat pernikahan anak Presiden Jokowi di Pura Mangkunegaran, Solo menggambarkan betapa busana sarat dengan nuansa budaya. Batik Parang identik dengan busana raja beserta keluarganya; dan masyarakat awam tidak etis menggunakan busana itu di lingkungan keraton.

Bukan hanya itu, busana pun diwarnai mitologi di berbagai daerah. Tidak setiap orang, di setiap waktu, dan di semua tempat boleh menggunasakan busana tertentu. Masyarakat di pesisir Pantai Selatan misalnya; tidak menyarankan orang untuk menggunakan busana berwarna hijau ketika berada di pantai. Hijau adalah warna mitologis busana penguasa Laut Selatan, Nyai Roro Kidul.

Busana hanyalah sebagian dari representasi identitas seseorang. Jatidiri selanjutnya akan terbentuk dari banyak hal. Sebagaimana pepatah Jawa yang lain, ajining diri gumantung saka lathi. Harga diri seseorang tercermin dari lidahnya, kata-kata, dan ucapannya. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Tren Wisata 2024: Catatan Akhir Tahun Pariwisata Indonesia
Klaim Desa Wisata Demi Kue Pariwisata
Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata
Jembatan Kaca dan Penyimpangan Pariwisata Berkelanjutan
Tags: busanagaya hidupilmu komunikasikomunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pusparagam Kreativitas: Gemintang Adhiluhung, Semangat Unggul Seniman Kabupaten Badung di Pesta Kesenian Bali 2024

Next Post

Sarjana Pertanian Harus Punya Passion dan Mimpi

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Sarjana Pertanian Harus Punya Passion dan Mimpi

Sarjana Pertanian Harus Punya Passion dan Mimpi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co