14 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Klaim Desa Wisata Demi Kue Pariwisata

Chusmeru by Chusmeru
December 12, 2023
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

PERKEMBANGAN pariwisata Indonesia mengalami kemajuan pesat memasuki tahun 2010. Hal itu ditandai dengan peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, serta membaiknya iklim investasi di sektor pariwisata pasca Bom Bali tahun 2002 dan tahun 2005.

Perkembangan menggembirakan ini kemudian diikuti dengan gairah masing-masing daerah di provinsi dan kabupaten untuk menggenjot sektor pariwisatanya. Pembangunan infrastuktur menunju destinasi unggulan yang dilakukan pemerintahan Presiden Jokowi juga membuat aksesibilitas menuju objek wisata yang lain di daerah semakin mudah.

Gairah untuk mengembangkan sektor pariwisata bukan hanya terjadi di provinsi atau kabupaten saja, tetapi juga sudah merambah ke desa. Potensi alam daerah di Indonesia ramai-ramai dikelola untuk dijadikan objek wisata. Wisatawan pun berdatangan, keuntungan ekonomis diperoleh desa.  

Euphoria pariwisata di daerah kemudian melahirkan tren pengembangan desa wisata. Setiap daerah yang memiliki keindahan alam kemudian “disulap” menjadi objek wisata. Bahkan tidak jarang yang kemudian membuat spot menarik di suatu tebing, sawah, sungai, danau, dan laut hanya untuk berswafoto di objek itu.

Hampir setiap kabupaten di Tanah Air memiliki desa yang mengembangkan sektor pariwisatanya. Dan, mereka mengklaim bahwa apa yang mereka kembangkan di desa adalah Desa Wisata. Meski sesungguhnya desa wisata yang dimaksud hanyalah klaim demi ikut menikmati kue pariwisata yang menggiurkan.

Konsep Desa Wisata

Satu objek atau pemandangan yang menarik di desa yang dikelola untuk dikunjungi wisatawan tidak serta-merta dapat disebut sebagai desa wisata. Desa yang hanya menyuguhkan objek spot foto tidak dapat disebut desa wisata, meskipun dikelola oleh desa dan banyak dikunjungi wisatawan. Lebih tepat disebut dengan wisata pedesaan.

Pengembangan desa wisata harus berdasarkan konsep yang jelas. Desa wisata, menurut I Ketut Suwena dan I Gusti Ngurah Widyatmaja (2017) merupakan kawasan pedesaan yang menawarkan keseluruhan suasana yang mencerminkan keaslian pedesaan, baik dari kehidupan sosial, ekonomi, budaya, adat istiadat keseharian, memiliki arsitektur bangunan dan struktur tata ruang desa yang khas, maupun kegiatan perekonomian yang unik dan menarik.

Desa wisata juga harus memiliki potensi untuk dikembangkan berbagai komponen kepariwisataan, seperti atraksi, akomodasi, makanan dan minuman, cinderamata, dan kebutuhan wisata lainnya.

Desa wisata merupakan suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku.

Konsep desa wisata harus berangkat dari produk wisata yang melibatkan anggota masyarakat desa dengan segala perangkat yang dimilikinya. Desa wisata tidak hanya membawa dampak ekonomi, tetapi sekaligus dapat melestarikan lingkungan alam, sosial budaya masyarakat, khususnya berkaitan dengan nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, kegotongroyongan, dan lain-lain. Dengan demikian, kelestarian alam dan sosial budaya masyarakat akan menjadi daya tarik wisatawan ( Mulyadi, dalam Ni Gusti Ayu Susrami Dewi, 2016)

Tipologi

Pengembangan desa wisata dapat dilakukan dengan pendekatan tipologinya. Pendekatan tipologi desa wisata biasanya didasarkan pada karakteristik yang berbeda pada masing-masing desa. Perbedaan karakteristik itu terletak pada jenis atraksi wisata dan pencapaian ke desa wisata maupun kawasan resort wisata (Chusmeru,2009).

Tipologi dan karakter desa wisat perlu diidentifikasi. Apa saja atraksi wisata yang khas? Berapa jarak tempuh dari terminal bus atau stasiun kereta api serta destinasi utama di daerah tersebut? Berapa durasi waktu yang dapat dihabiskan wisatawan di desa sesuai dengan besaran desa wisata? Bagaimana ketersediaan sarana dan prasarana? Pelayanan apa saja yang akan diperoleh wisatawan di desa pada saat baru datang, saat beraktivitas, dan saat meninggalkan desa wisata? Interaksi dan something to do apa saja yang ditawarkan kepada wisatawan?  

Setelah tipologi desa wisata berhasil ditetapkan, maka langkah berikutnya  merumuskan kemasan paket wisata yang ditawarkan. Akan lebih baik bila wisatawan mempunyai banyak pilihan paket wisata di desa.

Paket wisata di desa dapat dikemas dalam tiga pilihan. Pertama, berhenti sesaat (just stop for a moment). Paket ini ditawarkan bila atraksi yang ada di desa wisata sifatnya tunggal, kurang variatif, interaksi wisatawan dengan masyarakat terbatas.

Kedua, berhenti untuk sementara waktu (rest for a while). Wisatawan akan singgah dan berhenti cukup waktu untuk menikmati atraksi wisata yang bervariasi. Misal one day trip keliling desa, makan bersama penduduk, belajar kuliner, membuat kerajinan, atau melakukan aktivitas di ladang.

Ketiga, tinggal inap (enjoy an overnight stay). Paket ini memungkinkan wisatawan tinggal atau menginap di desa wisata. Masyarakat akan lebih banyak mendapatkan keuntungan dari paket ini. Berbagai atraksi seni budaya masyarakat bisa lebih dioptimalkan. Namun demikian, perlu dicermati dampak lingkungan fisik, sosial, dan budaya dalam jangka panjang.

Dengan demikian desa wisata bukanlah sekadar desa yang ramai dikunjungi wisatawan karena memiliki pemandangan indah. Air terjun di satu desa bisa jadi sama indahnya dengan desa lain. Pemandangan bukit dan pegunungan nyaris sama di setiap daerah. Desa wisata bukan sekadar klaim agar dapat berebut kue pariwisata.

Sebuah desa disebut desa wisata justru karena keunikannya. Kekhasan tradisi suatu desa, keunikan kesenian, kebiasaan masyarakat yang menarik, kuliner khas yang memiliki cita rasa tersendiri, dan dinamika sosial budaya masyarakat yang tiada henti itulah yang semestinya menjadi andalan bagi pengembangan desa wisata.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata
Jembatan Kaca dan Penyimpangan Pariwisata Berkelanjutan
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Tags: desa wisataPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Patus: The Chef ala Masyarakat Desa Pucaksari, Busungbiu, Buleleng

Next Post

Festival HAM Bali: Mengkritisi Pembangunan yang Menimbulkan Konflik Ruang

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

by Angga Wijaya
October 13, 2026
0
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

Read moreDetails

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
0
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

Read moreDetails

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
0
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

Read moreDetails

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

Read moreDetails

Wartawan Kehabisan Bensin

by Angga Wijaya
October 12, 2026
0
Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

Read moreDetails

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

Read moreDetails

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
0
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

Read moreDetails

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

by Angga Wijaya
October 10, 2026
0
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

Read moreDetails

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
0
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

Read moreDetails

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

Read moreDetails
Next Post
Festival HAM Bali: Mengkritisi Pembangunan yang Menimbulkan Konflik Ruang

Festival HAM Bali: Mengkritisi Pembangunan yang Menimbulkan Konflik Ruang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan
Esai

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran
Pameran

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Wartawan Kehabisan Bensin
Esai

Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

by Angga Wijaya
October 12, 2026
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia
Tualang

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Esai

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co