24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata

Chusmeru by Chusmeru
November 28, 2023
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

MASYARAKAT adat suku Baduy Dalam di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada bulan Juni 2023 mengajukan permohonan kepada pemerintah agar wilayah pemukiman mereka bebas dari jaringan internet. Permohonan tersebut diajukan berdasarkan musyawarah para tetua adat Baduy.

Menanggapi permohonan masyarakat adat Baduy tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika memberi respons positif. Sejak September 2023 wilayah Baduy dalam menjadi blank spot atau wilayah yang tidak dapat menjangkau akses internet.

Mengapa masyarakat Baduy menolak kehadiran internet di wilayahnya? Sementara masyarakat pada umumnya sangat tergantung pada layanan internet? Bahkan, beberapa tempat fasilitas publik memberikan layanan internet gratis kepada masyarakat; baik itu di hotel, restoran, maupun perkantoran.

Jauh sebelum muncul penolakan internet, masyarakat Baduy juga pernah mengajukan permintaan agar istilah Destinasi Wisata Baduy dihapus dan diganti dengan Saba Budaya Baduy atau  Silaturahmi Budaya Baduy.

Mereka juga meminta agar dilakukan pembatasan kunjungan wisatawan ke Baduy. Permintaan yang tentu saja di luar kelaziman, karena daerah lain justru berharap menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan.  

Perlawanan

Penolakan masyarakat adat Baduy terhadap internet bukan berarti mereka menolak kemajuan. Mereka ingin menjaga dan merawat nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini mampu menghadirkan harmonisasi kehidupan di masyarakat. Oleh sebab itulah mereka melakukan perlawanan dengan cara mereka sendiri.

Perlawanan masyarakat Baduy bukan tanpa alasan. Internet dianggap sebagai ancaman bagi masa depan generasi Baduy. Tentu saja mereka belajar dari perilaku netizen saat ini. Media yang berbasis internet sering membawa petaka bagi nilai-nilai adat dan tradisi.

Ketika internet dibiarkan masuk di wilayah Baduy, dikhawatirkan masyarakatnya akan banyak mengalami perubahan perilaku. Tak salah kekhawatiran itu. Media sosial berbasis internet kerap dijadikan ajang eksistensi diri, pamer kekayaan dan kedudukan, saling mencaci-maki, dan meniru budaya negara seberang yang tidak jelas juntrungannya. Ini semua sangat bertentangan dengan nilai-nilai dan adat masyarakat Baduy yang bersahaja.

Penolakan internet sebagai simbol perlawanan bukan berarti pula masyarakat Baduy menolak perubahan. Sebagaimana masyarakat adat lainnya, perubahan sosial budaya adalah keniscayaan. Akan tetapi perubahan itu biasanya berjalan lambat dan datang dari dalam masyarakat sendiri (intra systemic change).

Kehadiran internet berpotensi menyebabkan perubahan secara cepat dan meluas. Dan pastinya, perubahan yang datang dari luar masyarakat (extra systemic change) akan menimbulkan masalah serius bagi masyarakat adat. Maka wajar jika masyarakat Baduy melakukan perlawanan dengan menolak internet di wilayahnya.

Tontonan

Sejatinya masyarakat adat Baduy tidak menolak pariwisata. Mereka cukup diuntungkan dengan kunjungan wisatawan ke wilayahnya. Berbagai hasil kerajinan masyarakat menjadi buah tangan bagi wisatawan. Mereka hanya ingin kedatangan orang lain ke wilayah Baduy bukan sebagai wisatawan, melainkan sebagai tamu.

Kata wisata maupun wisatawan berkonotasi masyarakat Baduy sebagai tontonan bagi orang lain. Sedangkan makna kata Saba Budaya adalah silaturahmi, saling mengormati adat istiadat masing-masing, saling melindungi dan saling menjaga. Pembatasan kunjungan wisatawan juga bertujuan untuk menjaga keseimbangan lingkungan fisik dan budaya di Baduy.

Watak pariwisata yang kapitalistik memang dapat membuat masyarakat Baduy was-was. Baduy akan menjadi produk yang dijual ke pasar wisata. Lantas Baduy dianggap sebagai destinasi yang unik bagi wisatawan sekaligus menjadi destinasi wisata massal.

Harapan masyarakat Baduy agar mereka bukan sekadar tontonan dalam industri pariwisata. Perilaku wisatawan selayaknya menghormati nilai dan tradisi masyarakat. Jangan sampai wisatawan berperilaku tidak sopan atau membuang sampah sembarangan di wilayah mereka.

Masyarakat adat Baduy, termasuk juga masyarakat adat lain di Indonesia; memang selayaknya tidak dijadikan destinasi wisata massal. Hal itu berpotensi menimbulkan permasalahan, baik secara sosial, budaya, maupun lingkungan. Interaksi masyarakat dengan wisatawan secara terus-menerus dalam waktu lama dan dalam jumlah banyak dapat mengancam keberadaan masyarakat adat.

Diperlukan konsep yang tepat dalam pengembangan pariwisata di Baduy. Pariwisata yang berkualitas (quality tourism) dan wisata edukasi (edutourism) lebih tepat diterapkan di Baduy. Dengan konsep itu, wisatawan yang berkunjung dapat belajar adat dan tradisi serta melestarikan lingkungan. Orientasi pariwisata yang berkualitas bukan pada jumlah wisatawan yang banyak berkunjung, namun pada kualitas perilaku wisatawan.

Masyarakat adat Baduy adalah contoh sukses perlawanan terhadap rezim teknologi dan pariwisata. Sementara banyak masyarakat adat daerah lain yang pasrah dan dengan senang hati menerimanya.

Begitulah rezim pariwisata, kadang rakus terhadap segala sumber daya. Termasuk menjual serta melahap adat dan tradisi.[T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Jembatan Kaca dan Penyimpangan Pariwisata Berkelanjutan
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Tags: BudayaPariwisataPariwisata Berkelanjutan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Meresapi Kedamaian dari Pura Bukit Mentik di Punggung Gunung Batur

Next Post

Tak Hanya Gunung Batur, di Kintamani juga Ada Greatrock Bali Adventure

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Tak Hanya Gunung Batur, di Kintamani juga Ada Greatrock Bali Adventure

Tak Hanya Gunung Batur, di Kintamani juga Ada Greatrock Bali Adventure

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co