2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata

Chusmeru by Chusmeru
November 28, 2023
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

MASYARAKAT adat suku Baduy Dalam di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada bulan Juni 2023 mengajukan permohonan kepada pemerintah agar wilayah pemukiman mereka bebas dari jaringan internet. Permohonan tersebut diajukan berdasarkan musyawarah para tetua adat Baduy.

Menanggapi permohonan masyarakat adat Baduy tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika memberi respons positif. Sejak September 2023 wilayah Baduy dalam menjadi blank spot atau wilayah yang tidak dapat menjangkau akses internet.

Mengapa masyarakat Baduy menolak kehadiran internet di wilayahnya? Sementara masyarakat pada umumnya sangat tergantung pada layanan internet? Bahkan, beberapa tempat fasilitas publik memberikan layanan internet gratis kepada masyarakat; baik itu di hotel, restoran, maupun perkantoran.

Jauh sebelum muncul penolakan internet, masyarakat Baduy juga pernah mengajukan permintaan agar istilah Destinasi Wisata Baduy dihapus dan diganti dengan Saba Budaya Baduy atau  Silaturahmi Budaya Baduy.

Mereka juga meminta agar dilakukan pembatasan kunjungan wisatawan ke Baduy. Permintaan yang tentu saja di luar kelaziman, karena daerah lain justru berharap menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan.  

Perlawanan

Penolakan masyarakat adat Baduy terhadap internet bukan berarti mereka menolak kemajuan. Mereka ingin menjaga dan merawat nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini mampu menghadirkan harmonisasi kehidupan di masyarakat. Oleh sebab itulah mereka melakukan perlawanan dengan cara mereka sendiri.

Perlawanan masyarakat Baduy bukan tanpa alasan. Internet dianggap sebagai ancaman bagi masa depan generasi Baduy. Tentu saja mereka belajar dari perilaku netizen saat ini. Media yang berbasis internet sering membawa petaka bagi nilai-nilai adat dan tradisi.

Ketika internet dibiarkan masuk di wilayah Baduy, dikhawatirkan masyarakatnya akan banyak mengalami perubahan perilaku. Tak salah kekhawatiran itu. Media sosial berbasis internet kerap dijadikan ajang eksistensi diri, pamer kekayaan dan kedudukan, saling mencaci-maki, dan meniru budaya negara seberang yang tidak jelas juntrungannya. Ini semua sangat bertentangan dengan nilai-nilai dan adat masyarakat Baduy yang bersahaja.

Penolakan internet sebagai simbol perlawanan bukan berarti pula masyarakat Baduy menolak perubahan. Sebagaimana masyarakat adat lainnya, perubahan sosial budaya adalah keniscayaan. Akan tetapi perubahan itu biasanya berjalan lambat dan datang dari dalam masyarakat sendiri (intra systemic change).

Kehadiran internet berpotensi menyebabkan perubahan secara cepat dan meluas. Dan pastinya, perubahan yang datang dari luar masyarakat (extra systemic change) akan menimbulkan masalah serius bagi masyarakat adat. Maka wajar jika masyarakat Baduy melakukan perlawanan dengan menolak internet di wilayahnya.

Tontonan

Sejatinya masyarakat adat Baduy tidak menolak pariwisata. Mereka cukup diuntungkan dengan kunjungan wisatawan ke wilayahnya. Berbagai hasil kerajinan masyarakat menjadi buah tangan bagi wisatawan. Mereka hanya ingin kedatangan orang lain ke wilayah Baduy bukan sebagai wisatawan, melainkan sebagai tamu.

Kata wisata maupun wisatawan berkonotasi masyarakat Baduy sebagai tontonan bagi orang lain. Sedangkan makna kata Saba Budaya adalah silaturahmi, saling mengormati adat istiadat masing-masing, saling melindungi dan saling menjaga. Pembatasan kunjungan wisatawan juga bertujuan untuk menjaga keseimbangan lingkungan fisik dan budaya di Baduy.

Watak pariwisata yang kapitalistik memang dapat membuat masyarakat Baduy was-was. Baduy akan menjadi produk yang dijual ke pasar wisata. Lantas Baduy dianggap sebagai destinasi yang unik bagi wisatawan sekaligus menjadi destinasi wisata massal.

Harapan masyarakat Baduy agar mereka bukan sekadar tontonan dalam industri pariwisata. Perilaku wisatawan selayaknya menghormati nilai dan tradisi masyarakat. Jangan sampai wisatawan berperilaku tidak sopan atau membuang sampah sembarangan di wilayah mereka.

Masyarakat adat Baduy, termasuk juga masyarakat adat lain di Indonesia; memang selayaknya tidak dijadikan destinasi wisata massal. Hal itu berpotensi menimbulkan permasalahan, baik secara sosial, budaya, maupun lingkungan. Interaksi masyarakat dengan wisatawan secara terus-menerus dalam waktu lama dan dalam jumlah banyak dapat mengancam keberadaan masyarakat adat.

Diperlukan konsep yang tepat dalam pengembangan pariwisata di Baduy. Pariwisata yang berkualitas (quality tourism) dan wisata edukasi (edutourism) lebih tepat diterapkan di Baduy. Dengan konsep itu, wisatawan yang berkunjung dapat belajar adat dan tradisi serta melestarikan lingkungan. Orientasi pariwisata yang berkualitas bukan pada jumlah wisatawan yang banyak berkunjung, namun pada kualitas perilaku wisatawan.

Masyarakat adat Baduy adalah contoh sukses perlawanan terhadap rezim teknologi dan pariwisata. Sementara banyak masyarakat adat daerah lain yang pasrah dan dengan senang hati menerimanya.

Begitulah rezim pariwisata, kadang rakus terhadap segala sumber daya. Termasuk menjual serta melahap adat dan tradisi.[T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Jembatan Kaca dan Penyimpangan Pariwisata Berkelanjutan
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Tags: BudayaPariwisataPariwisata Berkelanjutan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Meresapi Kedamaian dari Pura Bukit Mentik di Punggung Gunung Batur

Next Post

Tak Hanya Gunung Batur, di Kintamani juga Ada Greatrock Bali Adventure

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Tak Hanya Gunung Batur, di Kintamani juga Ada Greatrock Bali Adventure

Tak Hanya Gunung Batur, di Kintamani juga Ada Greatrock Bali Adventure

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co