13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Meresapi Kedamaian dari Pura Bukit Mentik di Punggung Gunung Batur

Agus Krisna Widyantara Oka by Agus Krisna Widyantara Oka
November 27, 2023
in Khas
Meresapi Kedamaian dari Pura Bukit Mentik di Punggung Gunung Batur

Pura Bukit Mentik | Foto: Agus Krisna

DESIRAN angin yang cukup kencang membuat suasana tetap terasa sejuk di sekitar Pura Bukit Mentik, Desa Batur, Kintamani. Hamparan pohon yang rimbun dan black lava yang terbentuk dari letusan magma Gunung Batur yang telah membeku sejak ratusan tahun silam, membuat suasana sejuk makin terasa.

Di area Pura Bukit Mentik, banyak tumbuhan besar  yang juga melindungi kawasan pura, sehingga kesejukan terus menerpa. Desiran angin yang menghempas dedaunan membawa kesegaran bagi pemedek (pengunjung yang melakukan persembahyangan) ke pura ini.

Pura ini berdiri di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, dekat dengan puncak Gunung Batur. Pura ini memiliki pemandangan yang indah, juga menghadap ke Danau Batur dan Gunung Abang.

Sejumlah  pemangku dan masyarakat sekitar yang ada di kawasan Pura Bukit Mentik yang bertugas untuk ngayah di Pura ini juga terus melakukan pembersihan area, menyapu sampah sehingga pura terlihat tetap bersih dan asri.

Pura Bukit Mentik sering dikunjungi oleh umat yang melakukan persembahyangan. Untuk menuju pura ini, kita bisa melewati beberapa alternatif jalan raya semisal lewat Culali dan melalui jalan raya Penelokan yang tembus ke area wisata Black Lava. Kedua jalan tersebut sudah bagus dan aspal yang mulus, meski demikian para pemedek tetap hati-hati mengingat jalur dari kedua jalan tersebut cukup terjal dan berbelok- belok.

Pura Bukit Mentik adalah salah satu pura tertua di Bali yang terletak di Desa Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Pura ini memiliki sejarah yang panjang dan menarik, karena merupakan salah satu tempat peribadatan di Bali yang sarat akan akulturasi budaya dari agama Hindu dan Buddha dan budaya Cina.

Menurut penuturan salah satu pemangku Pura Bukit Mentik, Jro Mangku Alibana, Pura Bukit Mentik ini sudah ada sejak jaman kerajaan Bali kuno. Pura ini konon didirikan oleh Raja Jaya Pangus, raja Bali dari dinasti Warmadewa, pada abad ke-11 masehi.

Pura ini dibangun untuk memuja Tuhan sebagai pencipta bumi (Ida Bhatara Madue Gumi) dan Tuhan sebagau pencipta agama (Ida Bhatara Madue Gama).

Di pura ini juga banyak tersimpan relik-relik Buddha, seperti stupa, arca, dan prasasti. Dulu, relik-relik tersebut dibawa oleh para biksu dan pedagang dari India, Sri Lanka, dan Cina. Pura ini memiliki arsitektur yang unik, karena menggabungkan unsur-unsur Hindu dan Buddha, seperti meru, padmasana, gedong, dan candi bentar.

Dari penuturan Jro Mangku Alibana juga diketahui, Pura Bukit Mentik memiliki sepuluh pura prasanak atau pura jajar kemiri, yang merupakan pura-pura yang berhubungan dengan pura induknya. Pura-pura prasanak ini tersebar di sekitar pura Bukit Mentik, dan memiliki fungsi dan sejarah yang berbeda-beda.

Salah satu pura prasanak yang terkenal adalah Pura Batu Nyaak, yang juga disebut Pura Bukit Jambul, Pura Melanting, Pura Batu Kembang, atau Pura Bukit Nyaag. Pura ini dipersembahkan untuk memuja Dewi Sri sebagai pemberi kesuburan dan kemakmuran.

Pura Bukit Mentik juga berhubungan dengan Pura Ulun Danu Batur, yang merupakan pura kahyangan jagat lainnya yang terletak di pinggir Danau Batur. Pura Ulun Danu Batur adalah pura yang dipersembahkan untuk memuja Dewi Danu sebagai penguasa air dan sumber kehidupan.

Pura Ulun Danu Batur juga merupakan pura rwa bhineda dan pura padma bhuwana, yang melambangkan keseimbangan dan keselarasan alam semesta. Pura Bukit Mentik dan Pura Ulun Danu Batur memiliki persimpangan Batara Tiga, yaitu Pura Besakih, Pura Lempuyang Luhur, dan Pura Ulun Batur

Raja Jayapangus yang mendirikan pura ini dan memperluas hubungan dagang dan budaya dengan India, Sri Lanka, dan Cina. Ia juga dikenal sebagai raja yang toleran terhadap agama Buddha, dan bahkan menikahi seorang putri Cina yang beragama Buddha, bernama Kang Cing Wei.

Masih dituturkan oleh Jro Mangku Alibana, Kang Cing Wei merupakan putri dari seorang syahbandar dari Cina. Ia menikah dengan Raja Jayapangus dan menjadi permaisuri yang berpengaruh. Ia juga membawa relik-relik Buddha dari Cina dan menyumbangkannya ke Pura Bukit Mentik.

Para biksu dan pedagang dari India, Sri Lanka, dan Cina, yang berkunjung ke Bali dan membawa ajaran dan relik-relik Buddha. Mereka juga berinteraksi dengan masyarakat Bali dan mempengaruhi budaya dan seni mereka. Mereka diberi tempat tinggal dan perlindungan oleh Raja Jayapangus di sekitar Pura Bukit Mentik.

Pura ini berkembang dan menjadi pusat pertemuan manusia seiring dengan perkembangan hubungan dagang dan budaya antara Bali dan negara-negara Asia lainnya, terutama India, Sri Lanka, dan Cina pada jaman Bali kuno.  Pada abad ke-13 Masehi, Pura Bukit Mentik menjadi salah satu pusat keagamaan dan kebudayaan di Bali, yang menampung berbagai aliran dan tradisi Hindu dan Buddha.

Namun, pada abad ke-14 Masehi, Pura Bukit Mentik mengalami kemunduran akibat invasi Majapahit, yang membawa pengaruh Hindu Jawa ke Bali.

Pada abad ke-16 Masehi, Pura Bukit Mentik mengalami kehancuran akibat letusan Gunung Batur, yang mengubur sebagian besar bangunan dan relik-reliknya.

“Di abad ke-20 masehi, Pura bukit mentik  mulai di renovasi dan din pugar oleh pemerintah dan masyarakat setempat, dan bantuan dari ahli sejarah dan arkeologi,” ujar Jro Mangku Alibana.

Menurut Jro Mangku Alibana, piodalan di Pura Bukit Mentik, dilaksanakan sebanyak lima kali dalam setahun, yaitu pada purnama sasih kasa, purnama sasih katiga, purnama sasih kapat,purnama sasih kelima, dan purnama sasih kesanga.

Bagi masyarakat Bali, keberadaan Pura Bukit Mentik sangat penting karena berkaitan erat dengan sejarah dan ikatan persaudaraan masyarakat Bali dari masa lalu.  Benda-benda bersejarah di pura sudah menunjukkan adanya hubungan sosial antar suku dan rasa dari masa lampau.  Pura ini juga menjadi saksi bisu dari perkembangan hubungan dagang dan budaya antara Bali dan negara-negara Asia lainnya, terutama India, Sri Lanka, dan Cina.  [T]

Catatan:

  • Artikel ini adalah bagian dari tugas kuliah mahasiswa Prodi Komunikasi Hindu, STAHN Mpu Kuturan Singaraja
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (1) : Mengulang Pemuliaan Danau 104 Tahun Lalu
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (2): Bersatunya Air Suci dari Tiga Pulau di Danau Batur
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (3) : Pasu Yadnya Pengingat Manusia
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (4): Soliditas Hulu-Hulu
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (5): Konektivitas dan Solidaritas Hulu-Hilir
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (6): Melasti dan Narasi Kekerabatan yang Memudar
Tags: BaturDanau BaturGunung BaturhinduPuraSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Busana dan Sasana: Catatan Tentang Pakaian Pemimpin dalam Kakawin Rāmāyaņa

Next Post

Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata

Agus Krisna Widyantara Oka

Agus Krisna Widyantara Oka

Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co