2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Meresapi Kedamaian dari Pura Bukit Mentik di Punggung Gunung Batur

Agus Krisna Widyantara Oka by Agus Krisna Widyantara Oka
November 27, 2023
in Khas
Meresapi Kedamaian dari Pura Bukit Mentik di Punggung Gunung Batur

Pura Bukit Mentik | Foto: Agus Krisna

DESIRAN angin yang cukup kencang membuat suasana tetap terasa sejuk di sekitar Pura Bukit Mentik, Desa Batur, Kintamani. Hamparan pohon yang rimbun dan black lava yang terbentuk dari letusan magma Gunung Batur yang telah membeku sejak ratusan tahun silam, membuat suasana sejuk makin terasa.

Di area Pura Bukit Mentik, banyak tumbuhan besar  yang juga melindungi kawasan pura, sehingga kesejukan terus menerpa. Desiran angin yang menghempas dedaunan membawa kesegaran bagi pemedek (pengunjung yang melakukan persembahyangan) ke pura ini.

Pura ini berdiri di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, dekat dengan puncak Gunung Batur. Pura ini memiliki pemandangan yang indah, juga menghadap ke Danau Batur dan Gunung Abang.

Sejumlah  pemangku dan masyarakat sekitar yang ada di kawasan Pura Bukit Mentik yang bertugas untuk ngayah di Pura ini juga terus melakukan pembersihan area, menyapu sampah sehingga pura terlihat tetap bersih dan asri.

Pura Bukit Mentik sering dikunjungi oleh umat yang melakukan persembahyangan. Untuk menuju pura ini, kita bisa melewati beberapa alternatif jalan raya semisal lewat Culali dan melalui jalan raya Penelokan yang tembus ke area wisata Black Lava. Kedua jalan tersebut sudah bagus dan aspal yang mulus, meski demikian para pemedek tetap hati-hati mengingat jalur dari kedua jalan tersebut cukup terjal dan berbelok- belok.

Pura Bukit Mentik adalah salah satu pura tertua di Bali yang terletak di Desa Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Pura ini memiliki sejarah yang panjang dan menarik, karena merupakan salah satu tempat peribadatan di Bali yang sarat akan akulturasi budaya dari agama Hindu dan Buddha dan budaya Cina.

Menurut penuturan salah satu pemangku Pura Bukit Mentik, Jro Mangku Alibana, Pura Bukit Mentik ini sudah ada sejak jaman kerajaan Bali kuno. Pura ini konon didirikan oleh Raja Jaya Pangus, raja Bali dari dinasti Warmadewa, pada abad ke-11 masehi.

Pura ini dibangun untuk memuja Tuhan sebagai pencipta bumi (Ida Bhatara Madue Gumi) dan Tuhan sebagau pencipta agama (Ida Bhatara Madue Gama).

Di pura ini juga banyak tersimpan relik-relik Buddha, seperti stupa, arca, dan prasasti. Dulu, relik-relik tersebut dibawa oleh para biksu dan pedagang dari India, Sri Lanka, dan Cina. Pura ini memiliki arsitektur yang unik, karena menggabungkan unsur-unsur Hindu dan Buddha, seperti meru, padmasana, gedong, dan candi bentar.

Dari penuturan Jro Mangku Alibana juga diketahui, Pura Bukit Mentik memiliki sepuluh pura prasanak atau pura jajar kemiri, yang merupakan pura-pura yang berhubungan dengan pura induknya. Pura-pura prasanak ini tersebar di sekitar pura Bukit Mentik, dan memiliki fungsi dan sejarah yang berbeda-beda.

Salah satu pura prasanak yang terkenal adalah Pura Batu Nyaak, yang juga disebut Pura Bukit Jambul, Pura Melanting, Pura Batu Kembang, atau Pura Bukit Nyaag. Pura ini dipersembahkan untuk memuja Dewi Sri sebagai pemberi kesuburan dan kemakmuran.

Pura Bukit Mentik juga berhubungan dengan Pura Ulun Danu Batur, yang merupakan pura kahyangan jagat lainnya yang terletak di pinggir Danau Batur. Pura Ulun Danu Batur adalah pura yang dipersembahkan untuk memuja Dewi Danu sebagai penguasa air dan sumber kehidupan.

Pura Ulun Danu Batur juga merupakan pura rwa bhineda dan pura padma bhuwana, yang melambangkan keseimbangan dan keselarasan alam semesta. Pura Bukit Mentik dan Pura Ulun Danu Batur memiliki persimpangan Batara Tiga, yaitu Pura Besakih, Pura Lempuyang Luhur, dan Pura Ulun Batur

Raja Jayapangus yang mendirikan pura ini dan memperluas hubungan dagang dan budaya dengan India, Sri Lanka, dan Cina. Ia juga dikenal sebagai raja yang toleran terhadap agama Buddha, dan bahkan menikahi seorang putri Cina yang beragama Buddha, bernama Kang Cing Wei.

Masih dituturkan oleh Jro Mangku Alibana, Kang Cing Wei merupakan putri dari seorang syahbandar dari Cina. Ia menikah dengan Raja Jayapangus dan menjadi permaisuri yang berpengaruh. Ia juga membawa relik-relik Buddha dari Cina dan menyumbangkannya ke Pura Bukit Mentik.

Para biksu dan pedagang dari India, Sri Lanka, dan Cina, yang berkunjung ke Bali dan membawa ajaran dan relik-relik Buddha. Mereka juga berinteraksi dengan masyarakat Bali dan mempengaruhi budaya dan seni mereka. Mereka diberi tempat tinggal dan perlindungan oleh Raja Jayapangus di sekitar Pura Bukit Mentik.

Pura ini berkembang dan menjadi pusat pertemuan manusia seiring dengan perkembangan hubungan dagang dan budaya antara Bali dan negara-negara Asia lainnya, terutama India, Sri Lanka, dan Cina pada jaman Bali kuno.  Pada abad ke-13 Masehi, Pura Bukit Mentik menjadi salah satu pusat keagamaan dan kebudayaan di Bali, yang menampung berbagai aliran dan tradisi Hindu dan Buddha.

Namun, pada abad ke-14 Masehi, Pura Bukit Mentik mengalami kemunduran akibat invasi Majapahit, yang membawa pengaruh Hindu Jawa ke Bali.

Pada abad ke-16 Masehi, Pura Bukit Mentik mengalami kehancuran akibat letusan Gunung Batur, yang mengubur sebagian besar bangunan dan relik-reliknya.

“Di abad ke-20 masehi, Pura bukit mentik  mulai di renovasi dan din pugar oleh pemerintah dan masyarakat setempat, dan bantuan dari ahli sejarah dan arkeologi,” ujar Jro Mangku Alibana.

Menurut Jro Mangku Alibana, piodalan di Pura Bukit Mentik, dilaksanakan sebanyak lima kali dalam setahun, yaitu pada purnama sasih kasa, purnama sasih katiga, purnama sasih kapat,purnama sasih kelima, dan purnama sasih kesanga.

Bagi masyarakat Bali, keberadaan Pura Bukit Mentik sangat penting karena berkaitan erat dengan sejarah dan ikatan persaudaraan masyarakat Bali dari masa lalu.  Benda-benda bersejarah di pura sudah menunjukkan adanya hubungan sosial antar suku dan rasa dari masa lampau.  Pura ini juga menjadi saksi bisu dari perkembangan hubungan dagang dan budaya antara Bali dan negara-negara Asia lainnya, terutama India, Sri Lanka, dan Cina.  [T]

Catatan:

  • Artikel ini adalah bagian dari tugas kuliah mahasiswa Prodi Komunikasi Hindu, STAHN Mpu Kuturan Singaraja
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (1) : Mengulang Pemuliaan Danau 104 Tahun Lalu
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (2): Bersatunya Air Suci dari Tiga Pulau di Danau Batur
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (3) : Pasu Yadnya Pengingat Manusia
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (4): Soliditas Hulu-Hulu
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (5): Konektivitas dan Solidaritas Hulu-Hilir
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (6): Melasti dan Narasi Kekerabatan yang Memudar
Tags: BaturDanau BaturGunung BaturhinduPuraSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Busana dan Sasana: Catatan Tentang Pakaian Pemimpin dalam Kakawin Rāmāyaņa

Next Post

Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata

Agus Krisna Widyantara Oka

Agus Krisna Widyantara Oka

Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co