2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Meresapi Kedamaian dari Pura Bukit Mentik di Punggung Gunung Batur

Agus Krisna Widyantara Oka by Agus Krisna Widyantara Oka
November 27, 2023
in Khas
Meresapi Kedamaian dari Pura Bukit Mentik di Punggung Gunung Batur

Pura Bukit Mentik | Foto: Agus Krisna

DESIRAN angin yang cukup kencang membuat suasana tetap terasa sejuk di sekitar Pura Bukit Mentik, Desa Batur, Kintamani. Hamparan pohon yang rimbun dan black lava yang terbentuk dari letusan magma Gunung Batur yang telah membeku sejak ratusan tahun silam, membuat suasana sejuk makin terasa.

Di area Pura Bukit Mentik, banyak tumbuhan besar  yang juga melindungi kawasan pura, sehingga kesejukan terus menerpa. Desiran angin yang menghempas dedaunan membawa kesegaran bagi pemedek (pengunjung yang melakukan persembahyangan) ke pura ini.

Pura ini berdiri di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, dekat dengan puncak Gunung Batur. Pura ini memiliki pemandangan yang indah, juga menghadap ke Danau Batur dan Gunung Abang.

Sejumlah  pemangku dan masyarakat sekitar yang ada di kawasan Pura Bukit Mentik yang bertugas untuk ngayah di Pura ini juga terus melakukan pembersihan area, menyapu sampah sehingga pura terlihat tetap bersih dan asri.

Pura Bukit Mentik sering dikunjungi oleh umat yang melakukan persembahyangan. Untuk menuju pura ini, kita bisa melewati beberapa alternatif jalan raya semisal lewat Culali dan melalui jalan raya Penelokan yang tembus ke area wisata Black Lava. Kedua jalan tersebut sudah bagus dan aspal yang mulus, meski demikian para pemedek tetap hati-hati mengingat jalur dari kedua jalan tersebut cukup terjal dan berbelok- belok.

Pura Bukit Mentik adalah salah satu pura tertua di Bali yang terletak di Desa Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Pura ini memiliki sejarah yang panjang dan menarik, karena merupakan salah satu tempat peribadatan di Bali yang sarat akan akulturasi budaya dari agama Hindu dan Buddha dan budaya Cina.

Menurut penuturan salah satu pemangku Pura Bukit Mentik, Jro Mangku Alibana, Pura Bukit Mentik ini sudah ada sejak jaman kerajaan Bali kuno. Pura ini konon didirikan oleh Raja Jaya Pangus, raja Bali dari dinasti Warmadewa, pada abad ke-11 masehi.

Pura ini dibangun untuk memuja Tuhan sebagai pencipta bumi (Ida Bhatara Madue Gumi) dan Tuhan sebagau pencipta agama (Ida Bhatara Madue Gama).

Di pura ini juga banyak tersimpan relik-relik Buddha, seperti stupa, arca, dan prasasti. Dulu, relik-relik tersebut dibawa oleh para biksu dan pedagang dari India, Sri Lanka, dan Cina. Pura ini memiliki arsitektur yang unik, karena menggabungkan unsur-unsur Hindu dan Buddha, seperti meru, padmasana, gedong, dan candi bentar.

Dari penuturan Jro Mangku Alibana juga diketahui, Pura Bukit Mentik memiliki sepuluh pura prasanak atau pura jajar kemiri, yang merupakan pura-pura yang berhubungan dengan pura induknya. Pura-pura prasanak ini tersebar di sekitar pura Bukit Mentik, dan memiliki fungsi dan sejarah yang berbeda-beda.

Salah satu pura prasanak yang terkenal adalah Pura Batu Nyaak, yang juga disebut Pura Bukit Jambul, Pura Melanting, Pura Batu Kembang, atau Pura Bukit Nyaag. Pura ini dipersembahkan untuk memuja Dewi Sri sebagai pemberi kesuburan dan kemakmuran.

Pura Bukit Mentik juga berhubungan dengan Pura Ulun Danu Batur, yang merupakan pura kahyangan jagat lainnya yang terletak di pinggir Danau Batur. Pura Ulun Danu Batur adalah pura yang dipersembahkan untuk memuja Dewi Danu sebagai penguasa air dan sumber kehidupan.

Pura Ulun Danu Batur juga merupakan pura rwa bhineda dan pura padma bhuwana, yang melambangkan keseimbangan dan keselarasan alam semesta. Pura Bukit Mentik dan Pura Ulun Danu Batur memiliki persimpangan Batara Tiga, yaitu Pura Besakih, Pura Lempuyang Luhur, dan Pura Ulun Batur

Raja Jayapangus yang mendirikan pura ini dan memperluas hubungan dagang dan budaya dengan India, Sri Lanka, dan Cina. Ia juga dikenal sebagai raja yang toleran terhadap agama Buddha, dan bahkan menikahi seorang putri Cina yang beragama Buddha, bernama Kang Cing Wei.

Masih dituturkan oleh Jro Mangku Alibana, Kang Cing Wei merupakan putri dari seorang syahbandar dari Cina. Ia menikah dengan Raja Jayapangus dan menjadi permaisuri yang berpengaruh. Ia juga membawa relik-relik Buddha dari Cina dan menyumbangkannya ke Pura Bukit Mentik.

Para biksu dan pedagang dari India, Sri Lanka, dan Cina, yang berkunjung ke Bali dan membawa ajaran dan relik-relik Buddha. Mereka juga berinteraksi dengan masyarakat Bali dan mempengaruhi budaya dan seni mereka. Mereka diberi tempat tinggal dan perlindungan oleh Raja Jayapangus di sekitar Pura Bukit Mentik.

Pura ini berkembang dan menjadi pusat pertemuan manusia seiring dengan perkembangan hubungan dagang dan budaya antara Bali dan negara-negara Asia lainnya, terutama India, Sri Lanka, dan Cina pada jaman Bali kuno.  Pada abad ke-13 Masehi, Pura Bukit Mentik menjadi salah satu pusat keagamaan dan kebudayaan di Bali, yang menampung berbagai aliran dan tradisi Hindu dan Buddha.

Namun, pada abad ke-14 Masehi, Pura Bukit Mentik mengalami kemunduran akibat invasi Majapahit, yang membawa pengaruh Hindu Jawa ke Bali.

Pada abad ke-16 Masehi, Pura Bukit Mentik mengalami kehancuran akibat letusan Gunung Batur, yang mengubur sebagian besar bangunan dan relik-reliknya.

“Di abad ke-20 masehi, Pura bukit mentik  mulai di renovasi dan din pugar oleh pemerintah dan masyarakat setempat, dan bantuan dari ahli sejarah dan arkeologi,” ujar Jro Mangku Alibana.

Menurut Jro Mangku Alibana, piodalan di Pura Bukit Mentik, dilaksanakan sebanyak lima kali dalam setahun, yaitu pada purnama sasih kasa, purnama sasih katiga, purnama sasih kapat,purnama sasih kelima, dan purnama sasih kesanga.

Bagi masyarakat Bali, keberadaan Pura Bukit Mentik sangat penting karena berkaitan erat dengan sejarah dan ikatan persaudaraan masyarakat Bali dari masa lalu.  Benda-benda bersejarah di pura sudah menunjukkan adanya hubungan sosial antar suku dan rasa dari masa lampau.  Pura ini juga menjadi saksi bisu dari perkembangan hubungan dagang dan budaya antara Bali dan negara-negara Asia lainnya, terutama India, Sri Lanka, dan Cina.  [T]

Catatan:

  • Artikel ini adalah bagian dari tugas kuliah mahasiswa Prodi Komunikasi Hindu, STAHN Mpu Kuturan Singaraja
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (1) : Mengulang Pemuliaan Danau 104 Tahun Lalu
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (2): Bersatunya Air Suci dari Tiga Pulau di Danau Batur
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (3) : Pasu Yadnya Pengingat Manusia
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (4): Soliditas Hulu-Hulu
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (5): Konektivitas dan Solidaritas Hulu-Hilir
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (6): Melasti dan Narasi Kekerabatan yang Memudar
Tags: BaturDanau BaturGunung BaturhinduPuraSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Busana dan Sasana: Catatan Tentang Pakaian Pemimpin dalam Kakawin Rāmāyaņa

Next Post

Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata

Agus Krisna Widyantara Oka

Agus Krisna Widyantara Oka

Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co