14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (3) : Pasu Yadnya Pengingat Manusia

Jero Penyarikan Duuran Batur by Jero Penyarikan Duuran Batur
October 31, 2023
in Esai
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (3) : Pasu Yadnya Pengingat Manusia

Foto-foto: Panitia Karya Agung Danu Kerthi i Saka 1945/Warsa 2023

BUDA Kliwon Matal, 11 Oktober 2023 menjadi hari pembuka rangkaian ritual inti Karya Agung Danu Kerthi tahun 2023. Pada hari itu dilaksanakan bakti pangodal, melasti, serta pamendak lantaran kebo di Jaba Pura Jati. Selama sembilan hari terhitung dari pagi itu, mantra-mantra pemuliaan kepada Ida Bhatara Sakti Batur dirapalkan lebih sering dari biasanya. Para binatang kurban mengambil peran. Mereka mengorbankan diri sebagai pasu yadnya untuk menjaga keseimbangan alam.

Bakti pangodal adalah ritual menurunkan (ngodal/ngamedalang) arca-arca/pralingga Ida Bhatari. Sekitar pukul 06.00 WITA, arca/pralingga yang sebelumnya disimpan di meru dan palinggih-palinggih di Pura Ulun Danu Batur diturunkan. Bakti pangodal dilakukan oleh pemangku, dibantu pemuda adat yang tergabung di dalam Tempek Roban dan Daha Bunga Desa Adat Batur.

Setelah arca-arca perwujudan turun, seorang Jero Kraman Bedanginan mempersembahkan bakti panyamleh. Seekor ayam hitam mengambil peran sebagai kurban. Mantra-mantra panyupatan mengantarkan, berharap roh ayam itu akan pulang ke alam yang lebih sempurna. Sesaat setelah golok sudamala memisahkan kepala dari leher ayam darah segar pun bercucuran di lantai pura. Demikianlah pengorbanan seekor ayam pagi itu untuk dunia.

Setelah dipersembahkan bakti panyamleh, arca-arca utama ditempatkan di jempana-jempana. Jempana adalah tandu yang akan digunakan untuk mengusung arca-arca tersebut. Penempatan arca disesuaikan dengan tata lungguh (tatanan duduk menurut urutan) Ida Bhatara-Bhatari. Tata lungguh menentukan urutan tinggi-rendahnya entitas Bhatara-Bhatara.Tata lungguh menentukan arcamana yang lebih dulu berjalan dalam iring-iringan. Tata lungguh juga menjadi tanda bagi pemangku-pemangku pangemong yang merupakan representasi sakala Ida Bhatara tersebut untuk duduk ketika mengantarkan ritual di Desa Adat Batur.

Tata lungguh dimulai dari kanan sebagai tanda Ida Bhatara tertinggi. Paling kanan adalah Ida Bhatara Gde Gunung Agung, disusul secara berturut-turut ke arah kiri yakni Ida Bhatari Sakti Dewi Danuh, Ida Bhatara Sakti Maduwe Gumi, Ida Bhatara Aji Gurun, Ida Bhatara Dalem Waturenggong, Ida Bhatara Sakti Bujangga Luwih, Ida Bhatara Ngurah Manik Astagina, Ida Bhatara Rajapurana, Ida Bhatara Gde Kepasekan, Ida Bhatara Ngurah Balingkang, dan Ida Bhatara Pasar Agung. Selain itu juga terdapat pralingga berupa senjata dan bende suci yang sama-sama dihormati dan disucikan.

Pada waktu yang sama, arca-arca Ida Bhatara Pura Alas Arum Batur, Pura Gunung Menak, dan Pura Pande Batur juga telah hadir di utama mandala Pura Ulun Danu Batur. Mereka akan turut mengiringi perjalanan Ida Bhatari Sakti Batur. Secara tradisi, Ida Bhataradari tiga pura tersebut memang harus ikut serta apabila Ida Bhatara Sakti Batur tedun kabeh malelungan. Khusus Ida Ratu Pande akan mengiringi apabila Ida Bhatara Sakti Batur lunga ke luar desa.

Menurut tuturan panglingsir, semestinya ada satu lagi arca Ida Bhatara yang harus menyertai apabila Ida Bhatara Sakti Batur lunga. Ida Bhatara yang dimaksud adalah Ida Bhatara Ngurah Cempaga yang berstana di Pura Cempaga Tampurhyang Batur. Namun, belakangan arca/pralingga dari pura tersebut tidak mengiringi. Meskipun demikian, kehadiran Ida Bhatara Cempaga tetap dimohon dalam bentuk tapakan palinggih pranamya bersama dengan Bhatara-Bhatari yang tidak berarca.

Perjalanan palelungan yang akan keluar wilayah desa dilengkapi dengan ritual ngidukang. Ritual ini hanya dan harus dipimpin oleh Jero Gede Batur. Ritual ngidukang semacam persembahan awal ke hadapan Ida Bhatara-Bhatari guna memohon izin akan melaksanakan palelungan. Selepas ngidukang, satu per satu arca/pralingga diusung dari utama mandala ke jaba tengah Pura Ulun Danu Batur melewati kori agung tingkat sembilan.

Sesaat sebelum keluar kori agung, pajenengan (senjata)Ida Bhatara Gde Gunung Agung dan Ida Bhatari Dewi Danuh yang berupa pedang dan pecut dihunuskan, kemudian diayunkan sebanyak tiga kali. Di jaba tengah, Ida Bhatara-Bhatari kembali dipersembahkan bakti panyamleh. Seekor ayam hitam kembali menjadi persembahan. Darah segarnya yang mengalir adalah pengantar perjalanan suci Ida Bhatari Sakti. Setelah bakti panyamleh selesai, arca melewati kori agung tingkat sebelas. Kala itu ritual mengayunkan senjata kembali dilakukan.

Ritual melasti Ida Bhatara-Bhatari menggunakan kendaraan truk. Metode ini diambil untuk efisiensi perjalanan tanpa mengurangi makna ritual. Meskipun demikian, iring-iringan Ida Bhatari tetap mengharuskan pelaksanaan rekayasa lalu lintas, sehingga sejak jauh-jauh hari panitia telah memohon permakluman kepada pengguna jalan, termasuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Di Segara Watuklotok arca perwujudan Ida Bhatara-bhatari disucikan (mawangsuh). Prosesi akhir di Segara Watuklotok adalah pakelem yangdiiringi memohon (nuwur) tirta amreta di tengah laut. Seekor kerbau menjadi kurban pakelem di tengah laut. Pada proses nuwur tirta amreta, Bhatara Segara memberikan kami anugerahnya. Botol yang ditutup dan dilem dengan rapat kini penuhu tirtha amreta. Bhatara Tirta Amreta itu pun sama-sama diusung dan disatukan dengan 29 Bhatara Tirta dari tiga pulau yang sebelumnya telah distanakan di Pura Ulun Danu Batur.

Rombongan tiba di Pura Jati sekira pukul 19.00 WITA. Kala itu suasana sudah mulai gelap. Di jaba Pura Jati dipersembahkan ritual pamendak lantaran kebo. Saya mengamati ritual ini sarat dengan konsepsi Siwaisme. Doa-doa diantarkan beriring denting bajra sang sulinggih. Arca-arca yang diusung oleh para pemangku dan pemuda adat kemudian melalui lantaran kebo dan diharuskan menginjak bagian kepala kerbau. Kurban kerbau itu pun menjelma bak karpet penyambutan yang digelar khusus bagi Ida Bhatara-Bhatari.

Ritual pamendak lantaran kebo mengingatkan saya pada cerita Durga Mahesasura Mardini. Kisah tersebut mewartakan keberhasilan Bhatari Durga membunuh Mahisasura, sosok raksasa berkepala kerbau, demi mengupayakan keseimbangan kosmis. Visualnya dapat ditemukan pada sejumlah candi Siwa di Jawa. Di Candi Prambanan, arca itu secara tradisi dinarasikan sebagai Roro Jongrang. Maka, sependek dan prematur pemahaman saya, praktik ini mengindikasikan bahkan menguatkan hidupnya ajaran Siwaisme, khususnya konsep pemujaan Sakti, di Batur.

Tanggal 13 Oktober 2023 dilaksanakan pepada wewalungan. Semua binatang kurban yang akan digunakan dalam upacara disucikan melalui upacara ini. Setelah diperciki tirta, binatang-binatang itu diarak berkeliling pura searah jarum jam (purwa daksina) sebanyak tiga kali. Pada akhir ritual, Jero Kraman Bedanginan nuwek wewalungan (menusuk binatang kurban) dengan keris pajenengan Ki Lebur Geni. Keris ini adalah keris yang ditempa khusus di Pura Prapen Pingit Batur.

Saya yang ketika itu ditugaskan memasangi binatang kurban karawista merasakan perubahan prilaku dari para binatang kurban. Binatang-binatang kurban yang awalnya cukup agresif perlahan menjadi lebih tenang setelah diperciki tirta dan di-tuek dengan keris. Mereka seolah-olah telah siap untuk menapaki siklus hidup baru di semesta yang lebih mulia. Itulah pengorbanan para binatang untuk dunia yang seolah dimiliki hanya oleh umat manusia. Mereka jelas lebih ikhlas dari kita, yang setia mengurbankan hidupnya untuk keharmonisan dunia.

Puncak upacara Danu Kerthi berlangsung pada Tilem Kapat, 14 Oktober 2023. Suasana demikian ramai dan semarak. Binatang-binatang kurban telah disembelih, diolah, serta ditempatkan pada posisi menurut arah mata angin. Mereka siap kembali pada penciptanya masing-masing, mengisi kembali energi alam yang kurang dan mengurangi energi alam yang berlebih.

Suasana hanya sempat tenang ketika dilaksanakan prosesi majejiwan dalam rangkaian ritual mapaselang. Kala itu arca perwujudan Ida Bhatara diusung ke sanggar dan paselang. Pada balai yang dihias demikian indah itulah Ida Bhatari melakukan proses penciptaan dunia. Elemen purusa-pradhana muncul dominan pada proses ini.

Setelah tawur dan mapaselang usai, pakelem pun dimulai. Pakelem di Pucak Kanginan Gunung Batur dilaksanakan oleh Batun Sendi Batur yakni Desa Adat Sekardadi. Desa Sekardadi tahun ini menggantikan peran Desa Adat Bayunggede yang tengah mabrata. Sementara itu, di Pucak Kawanan Gunung Batur, pakelem dilaksanakan oleh Batun Sendi Batur lainnya, yakni Desa Adat Buahan.

Pada proses pakelem, Desa Adat Batur fokus di Segara Danu. Bersaranakan rakit yang dimotori 7 buah perahu, seluruh sarana upacara serta seperangkat gong digiring ke Ulun Danu atau Tengahing Segara, yakni bagian tengah Danau Batur. Ketika seluruh tepi danau terlihat—mengindikasikan posisi rakit telah berada di Tengahing Segara—kurban ditenggelamkan satu per satu. Itulah puncak pasu yadnya yang digelar layaknya kurban pada 104 tahun yang lalu. Lima ekor kerbau, 3 ekor kambing, seekor babi, 3 ekor ayam, 3 ekor bebek, dan 3 ekor angsa sekali lagi mengorbankan dirinya sebagai pakelem di puncak gunung dan danau untuk keharmonisan dunia.

Ketika seluruh sarana upacara ditenggelamkan, sebuah botol yang telah ditutup dan dilem dengan rapat kembali ditenggelamkan sebagai piranti memohon Tirta Amreta Tengahing Danu. Sekitar 15 menit kami menunggu, botol itu ditarik. Kami kembali menerima anugerah, botol itu telah berisi Tirta Amreta anugerah Ida Bhatari Tengahing Segara.

Tirta amreta di dalam botol disunggi hingga sampai ke daratan. Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya sempat menyungginya, diiringi oleh Dirjen Bimas Hindu dan sejumlah tokoh lain. Sampai di daratan, ritual panyamleh dipersembahkan ke Bhatara Tirta. Seekor ayam hitam kembali mengurbankan dirinya sebagai penyambut kehadiran Bhatara Tirta.

Prosesi hari itu usai setelah Bhatara Tirta distanakan. Esoknya kami hening. Nyepi karya. Seluruh aktivitas di Gunung dan Danau Batur, khususnya di lokasi upacara ditiadakan sehari. Semua tampak hening. Tidak ada gong, pasantian, maupun dentingan genta. Angin yang sehari sebelumnya berhembus demikian garang pada hari itu seolah turut tunduk hormat. Semuanya mengambil laku sepi dan hening. Hanya sekawanan angsa dan bebek yang tetap bersuara keras. Mereka mungkin sedang senang, sebab kawannya kini bertambah banyak.

Situasi kembali semarak pada tanggal 17 Oktober 2023. Hari itu adalah ritual mapadanan, momen di mana Ida Bhatara-Bhatari memberikan saripati kehidupan. Anugerah amreta dialirkan ke seluruh penjuru mata angin. Umat dari berbagai tempat ikut mamasar dan memperebutkan berbagai alat kebutuhan hidup yang telah digantung di bale padanan.

Tanggal 20 Oktober 2023 akhirnya tiba. Hari itu panyineban karya. Masyarakat Desa Adat Batur mempersembahkan prani. Panitia melaporkan pelaksanaan upacara, termasuk pemasukan dan pengeluaran selama karya agung digelar. Bhisama Ida Bhatari dikumandangkan melalui ritual matiti suara. Bagia-pulakerti di-tuek dan dipendam di meru, diiringi bakti patingkeb. Sekira pukul 18.00 WITA ritual selesai. Arca/pralingga diusung kembali ke Pura Ulun Danu Batur. Sembilan hari yang penuh pengorbanan para binatang itu pun berakhir, mengingatkan umat manusia untuk selalu mawas diri bahwa dunia bukan ruang hidupnya sendiri. [T] (bersambung)

Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (1) : Mengulang Pemuliaan Danau 104 Tahun Lalu
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (2): Bersatunya Air Suci dari Tiga Pulau di Danau Batur
Tags: Danau Baturdanu kertihDesa BaturGunung BaturPura Batur
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengenal Jenis Bahan Sprei Paling Populer yang Bagus dan Adem

Next Post

Riwayat dan Prestasi Tim Bola Voli Padang Bulia Serta Persoalan yang Dihadapinya

Jero Penyarikan Duuran Batur

Jero Penyarikan Duuran Batur

Memiliki nama lahir I Ketut Eriadi Ariana. Pemuda Batur yang saat ini dosen di Prodi Sastra Jawa Kuna Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Senang berkegiatan di alam bebas.

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Riwayat dan Prestasi Tim Bola Voli Padang Bulia Serta Persoalan yang Dihadapinya

Riwayat dan Prestasi Tim Bola Voli Padang Bulia Serta Persoalan yang Dihadapinya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co