14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (2): Bersatunya Air Suci dari Tiga Pulau di Danau Batur

Jero Penyarikan Duuran Batur by Jero Penyarikan Duuran Batur
October 31, 2023
in Esai
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (2): Bersatunya Air Suci dari Tiga Pulau di Danau Batur

Foto-foto: Panitia Karya Agung Danu Kerthi i Saka 1945/Warsa 2023

RANGKAIAN inti Karya Agung Danu Kerthi di Danau dan Gunung Batur tahun 2023 berlangsung selama sembilan hari sembilan malam. Pemilihan hari didasarkan atas berbagai pertimbangan. Masyarakat adat Batur mewarisi pesan bahwa ketika masyarakat mempersembahkan yadnya ke hadapan Ida Bhatara-Bhatari, maka dapat memilih hari berjumlah ganjil. Bisa dipilih sehari, 3 hari, 5 hari, 7 hari, 9 hari, 11 hari, dst. Pemilihan waktu sembilan hari dipandang telah cukup mengakomodir rangkaian Karya Agung Danu Kerthi, termasuk memberi ruang bagi umat untuk bersembahyang di antara waktu tersebut.

Rangkaian inti Karya Agung Danu Kerthi mulai pada Rabu, 11 Oktober 2023 dan berakhir pada Jumat, 20 Oktober 2023. Meskipun demikian, pada Senin, 9 Oktober 2023 sebuah prosesi penting dilaksanakan. Hari itu sebanyak 29 Bhatara Tirta dari tiga pulau tiba di Batur. Seluruh Bhatara Tirta itu dimohon sebagai tanda restu dari Bhatara-Bhatari di Bali, Jawa, dan Lombok yang secara struktur spiritualitas orang Batur diyakini sebagai prasanak (kerabat)Ida Bhatari Sakti Batur.

Ada 5 Bhatara Tirta yang berasal dari luar Pulau Bali. Panitia mengutus beberapa tim untuk memohon kelima air suci tersebut. Sebanyak 4 buah tirta berasal dari gunung-gunung di Pulau Jawa, yakni Gunung Semeru, Gunung Salak, Gunung Raung, dan Gunung Bromo. Sementara, satu tirta lainnya berasal dari Danau Segara Anak di Gunung Rinjani. Bhatara Tirta tersebut tiba di batas utara Desa Adat Batur sekitar pukul 10.00 WITA. Bhatara Tirta di-pendak (dijemput) dengan upacara khusus, kemudian diusung dari batas desa di utara menuju Pura Ulun Danu Batur, lengkap beriring gong adat Batur.

Kelima gunung di Pulau Jawa dan Pulau Lombok tersebut secara spiritual diyakini memiliki kaitan dengan Ida Bhatari Sakti Batur. Teks Usana Bali menyebutkan keterkaitan Ida Bhatara Sakti Batur, khususnya Ida Bhatari Dewi Danuh dengan Ida Hyang Bhatara Pasupati yang berstana di Gunung Semeru. Menurut wacana tersebut, Ida Bhatari Dewi Danuh dan Ida Bhatara Gde Gunung Agung ditugaskan oleh Ida Hyang Bhatara Pasupati yang merupakan “ayahanda” keduanya untuk turun ke Bali dan mengemban misi menjaga keselamatan jiwa dan raga Pulau Bali beserta isinya. Adapun Gunung Agung dan Gunung Batur yang saat ini ada di Bali disebutkan sebagai “potongan” puncak Gunung Mahameru di Jambudwipa. Dua gunung itu sengaja dipotong untuk menjadi pancang Balidwipa.

Sementara itu, pada teks yang lain, yakni Kuttara Kanda Dewa Purana Bangsul, Bhatara Hyang Pasupati bukan tidak memotong puncak Gunung Mahameru menjadi dua, tetapi tiga buah. Potongan pertama yang merupakan bagian dasar dari potongan puncak itu ditempatkan di tengah-tengah Pulau Bali dan menjadi Gunung Batur atau Gunung Apuy. Bagian tengah dari potongan tersebut menjadi Gunung Rinjani di Lombok, sedangkan bagian paling puncaknya menjadi Gunung Agung. Oleh karena potongan tertinggi, maka Gunung Agung mewarisi kemurnian dari Mahameru yang konon bak permata menyala-nyala tempat para dewa bersemayam.

Terkait dengan pemilihan tiga gunung lainnya di Jawa, yakni Gunung Salak, Gunung Raung, dan Gunung Bromo juga tidak jauh berbeda. Ketiga gunung ini juga dipandang sebagai “kerabat” Ida Bhatari Batur. Keyakinan ini tampak sejalan dengan wacana teks Tantu Panggelaran, yang menyebutkan bahwa gunung-gunung di Jawadwipa pun berasal dari potongan Mahameru yang dibawa dari Jambudwipa.

Di Pulau Bali, panitia memohon air suci dari sejumlah kahyangan jagat. Pertama adalah pura-pura yang menjadi representasi Kahyangan Sapta Giri Balidwipa. Bhatara-bhatara Tirta itu antara lain dari Pura Besakih (Gunung Agung), Pura Ulun Danu Batur (Gunung Batur), Pura Lempuyang (Gunung Lempuyang), Pura Andakasa (Gunung Andakasa), Pura Batukaru (Gunung Batukaru), Pura Pucak Mangu (Gunung Mangu), dan Pura Manik Corong. Menurut Usana Bali, kahyangan-kahyangan tersebut adalah “hulu-hulu suci” Pulau Bali. Puncak-puncak tersebut dijaga oleh putra-putra Bhatara Pasupati yang tidak lain adalah “saudara-saudara” dari Bhatara Sakti Batur.

Kedua, ada lima tirta yang diambil dari patirtaan utama Ida Bhatari Sakti di beberapa titik di Kaldera Batur. Tirta-tirta tersebut antara lain, Tirta Pura Jati yang diambil di Pura Jati Batur, Tirta Mas Mampeh, Tirta Pura Kanginan, Tirta Pura Kawanan, dan Tirta Madyaning Gunung Batur. Tirta Pura Jati adalah tirta utama di Batur, dimohon ke hadapan Ida Bhatara Sakti Bujangga Luwih di Pura Jati. Tirta ini harus ada dalam setiap upacara di Desa Adat Batur.

Tirta Mas Mampeh diambil di Patirtaan Pura Tirta Mas Mampeh. Menurut teks Purana Tattwa yang merupakan satu dari 13 teks Rajapurana Pura Ulun Danu Batur, Tirta Mas Mampeh adalah tirta yang dianugerahkan Bhatara Pasupati kepada Ida Bhatari Danuh melalui Bhatara Indra. Tirta itulah yang diamanatkan akan menjadi tirta panguluning subak. Menurut mitos Ida Ratu Ayu Mas Membah, tirta inilah yang “dijual” ke berbagai pelosok Pulau Bali. Kelak peristiwa menjual air itu akan menciptakan relasi antara desa-desa yang dilalui oleh Ida Ratu Ayu Mas Membah dengan Pura Ulun Danu Batur.

Tiga tirta lainnya dimohon di puncak-puncak Gunung Batur. Tirta Pura Kanginan Gunung Batur dimohon di Pucak I Gunung Batur, di tepi kepundan tertinggi Gunung Batur. Tirta Pura Kawanan Gunung Batur dimohon di Pucak II Gunung Batur, di tepi kepundan tertinggi kedua di Gunung Batur. Masyarakat Batur menganggap Gunung Batur sebagai lingga Ida Bhatari Sakti, sehingga puncak gunung disebut pura untuk menghormati. Terakhir, adalah Tirta Madyaning Gunung Batur, yakni air suci yang dimohon di Puncak III Gunung Batur (dekat dengan Kawah 2.000 Gunung Batur).

Bhatara Tirta lainnya berasal dari kahyangan jagat, antara lain Pura Uluwatu, Pura Goa Lawah, Pura Dalem Ped, Pura Pusering Jagat, dan Pura Kentel Gumi, dan Pura Segara Rupek. Selain itu turut dimohon Tirta Tridanu yakni dari Pura Ulun Danu Beratan, Pura Ulun Danu Buyan, dan Pura Ulun Danu Tamblingan. Menurut keterangan Kuttara Kanda Dewa Purana Bangsul, keempat danau di Bali merupakan satu-kesatuan tidak terpisah. Keempatnya disebut Catur Danu kahyangan Hyang Catur Dewi yakni Danau Batur sebagai kahyangan Bhatari Uma, Danau Bratan sebagai kahyangan Bhatari Laksmi, Danau Bulyan sebagai kahyangan Bhatari Gangga, dan Danau Tamblingan sebagai kahyangan Bhatari Gori.

Tiga tirta terakhir diambil dari patirtaan Ida Bhatari di tepi lautan, yakni Tirta Batubolong (Canggu), Tirta Pegonjongan, dan Pura Labuan Aji (Buleleng). Tirta Batubolong, Tirta Pegonjongan, dan Tirta Labuan Aji memiliki posisi penting dalam kultur spiritualitas Batur. Arca dan pralingga Ida Bhatari Batur hanya akan melasti pada waktu-waktu tertentu di pesisir yang telah ditentukan.

Ketika usai membangun bangunan suci atau menobatkan pemangku maupun petinggi adat lainnya maka arca Ida Bhatari akan diusung melasti ke pantai utara, yakni di Pantai Pegonjongan. Pantai Pagonjongan erat kaitannya dengan mitologi Ida Ratu Ayu Mas Membah. Selanjutnya, secara khusus, jika usai menobatkan Jero Balian, maka melasti akan ditambah ke Pantai Labuan Aji. Pantai Batubolong merupakan salah satu tempat melasti di selatan Pulau Bali, selain Pantau Watuklotok (Klungkung) dan Pantai Masceti (Gianyar). Pelaksanaan melasti ke selatan akan dilakukan jika Desa Adat Batur akan melaksanakan pakelem atau ritual terkait penyucian palemahan.

Pada puncak upacara, yakni pada Tilem Kapat, 14 Oktober 2023, tirta-tirta tersebut disatukan dengan tirta amreta yang didapat dari segara agung dan segara alit. Setelah rangkaian upacara selesai pada jumat, 20 Oktober 2023, tirta yang tersisa dituang (kapendem) ke Danau Batur. [T](bersambung)

Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (1) : Mengulang Pemuliaan Danau 104 Tahun Lalu
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (3) : Pasu Yadnya Pengingat Manusia
Tags: BaturDanau Baturdanu kertihGunung BaturPura Batur
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (1) : Mengulang Pemuliaan Danau 104 Tahun Lalu

Next Post

Sumpah Pemuda, Momentum Memuliakan Perbedaan

Jero Penyarikan Duuran Batur

Jero Penyarikan Duuran Batur

Memiliki nama lahir I Ketut Eriadi Ariana. Pemuda Batur yang saat ini dosen di Prodi Sastra Jawa Kuna Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Senang berkegiatan di alam bebas.

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Sumpah Pemuda, Momentum Memuliakan Perbedaan

Sumpah Pemuda, Momentum Memuliakan Perbedaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co