22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (6): Melasti dan Narasi Kekerabatan yang Memudar

Jero Penyarikan Duuran Batur by Jero Penyarikan Duuran Batur
November 20, 2023
in Esai
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (6): Melasti dan Narasi Kekerabatan yang Memudar

Foto-foto: Panitia Karya Agung Danu Kerthi i Saka 1945/Warsa 2023

KONEKTIVITAS dan kekerabatan Batur dengan masyarakat desa-desa di hilir Pulau Bali juga dilahirkan melalui pelaksanaan melasti. Namun, jejaring kekerabatan ini kini dalam kondisi “rawan”. Jejaknya semakin pudar akibat tergilas modernisasi dalam pelaksanaan melasti. Kisah yang tersisa pun kini beranjak semakin jauh, bergerak pelan dari kisah nyata ke cerita sastra rekaan. Bukan tidak mungkin pada suatu wakti di masa depan akan berakhir menjadi mitos—dalam arti yang umum.

Desa Adat Batur hanya menggelar melasti ketika dilaksanakan ritual besar. Kami tidak seperti kebanyakan desa adat di Bali yang melasti ke pantai setiap tahun menjelang Nyepi. Batur hanya akan melasti ketika akan melaksanakan upacara pakelem (danu kerthi) berskala besar, setelah merampungkan pembangunan atau perbaikan palinggih,atau setelah menobatkan pemangku/pemimpin adat.

Pantai tujuan dari setiap pelaksanaan upacara berbeda-beda menurut fungsi masing-masing. Apabila melasti dilaksanakan serangkaian pakelem, maka dipilihlah pantai yang berada di selatan. Sementara itu, melasti yang dilaksanakan berkenaan dengan penobatan pemimpin adat atau rampungnya pembangunan palinggih dilaksanakan di pantai utara.

Pantai-pantai di selatan yang jadi tujuan pelaksanaan melasti antara lain Pantai Batubolong di Canggu, Pantai Masceti di Gianyar, dan Pantai Watuklotok di Klungkung. Pantai utara yang digunakan untuk ritual melasti adalah Pantai Pegonjongan di Tejakula, Buleleng dan Pantai Labuhan Aji di Temukus, Buleleng. Khusus melasti ke Pantai Labuhan Aji hanya dilaksanakan ketika penobatan jero balian.

Dahulu kala ketika kendaraan belum memadai, melasti dilaksanakan dengan berjalan kaki. Perjalanan menyunggi arca/pralingga Ida Bhatara-Bhatari dapat memakan waktu hingga berhari-hari untuk sampai di pantai tujuan dan kembali lagi ke Batur. Perjalanan yang panjang mengharuskan rombongan berhenti sejenak untuk beristirahat, dan bermalam di pura-pura tertentu. Peristiwa inilah yang memantik interaksi antara masyarakat Batur dengan masyarakat desa setempat.

Saya mendengar sejumlah cerita berkenaan interaksi yang muncul dalam proses tersebut. Ketika Ida Batara-Bhatari Sakti Batur beristirahat, penduduk sekitar biasanya akan mempersembahkan upacara ke hadapan Ida Bhatari. Sementara, pangayah Batur yang menyunggi biasanya akan dijamu makan oleh masyarakat sekitar.

Menurut cerita seorang teman dari Denpasar, dalam sebuah perjalanan melasti ke Pantai Batubolong beberapa puluh tahun yang lalu, arca Ida Bhatara-Bhatari Batur pernah singgah di sebuah pura di Kesiman, Denpasar. Pada momen yang lain, arca Ida Bhatara-Bhatari juga pernah singgah di Pura Tambangan Badung.

Informasi serupa saya dapatkan dari seorang kawan yang berasal dari Gianyar. Ia generasi muda Kelenteng Cong Poo Kong Bio di Gianyar. Konon, pada sebuah perjalanan melasti ke Pantai Masceti beberapa puluh tahun lalu, arca Ida Bhatara-Bhatari singgah dan distanakan di kelenteng itu. Pada saat itu terjadilah peristiwa spiritual berupa hujan lokal yang terjadi hanya di sekitar kelenteng. Peristiwa itu semakin menambah keyakinan umat terhadap kebesaran Ida Bhatari hingga akhirnya dituliskan sebagai wacana sejarah pada website kelenteng (baca pada: https://rumahibadah.kemenagbali.com/index.php/id/detail/315).

Saya sempat mendengar kabar momentum Ida Bhatara-Bhatari singgah di Desa Sebatu, Tegalalang. Menurut Jero Penyarikan Alitan, ketika Ida Bhatari disinggahkan, masyarakat Sebatu bahkan sempat mempersembahkan ritual beras gunung sari. Sayang sekali, Jero Penyarikan Alitan tidak ingat peristiwa tersebut terjadi tahun berapa dan digelar untuk tujuan apa.

Pada Karya Agung Danu Kerthi tahun 2018, Ida Bhatara-Bhatari Batur disinggahkan di Desa Bayung Gede dan berstana di sana semalaman. Ida Bhatara-Bhatari dijemput (kauntap) di kawasan Pura Dukuh untuk selanjutnya beramai-ramai diarak berjalan kaki hingga Pura Bale Agung Bayung Gede. Saya yang telah terlibat sebagai pangayah saat itu sangat ingat bagaimana semarak warga adat Bayung Gede mengikuti prosesi dan mempersembahkan upacara layaknya Ngusaba Kadasa ke hadapan Ida Bhatari. Pagi harinya—sebelum Ida Bhatari meninggalkan pura—mereka turut mempersembahkan ritual beras gunung sari. Sayang sekali, pada Karya Agung Danu Kerthi 2023 ritual itu tidak dilakukan karena Bayung Gede sedang melaksanakan brata desa.

Kisah-kisah seputar perjalanan suci Ida Bhatara-Bhatari juga bermekaran di sejumlah desa di Bali Utara. Saya sedikit mengingat peristiwa di kisaran tahun 2002/2003. Kala itu adalah penobatan jero balian dan pemangku di mana bagian akhirnya adalah pelaksanaan melasti ke utara. Arca Ida Bhatara-Bhatari Batur saat itu sempat singgah di Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Masyarakat Batur pun dijamu oleh desa setempat.

Belum lama ini saya bertemu seorang panglingsir dari Desa Les, Tejakula. Ia menceritakan bahwa dahulu jika Ida Bhatara-Bhatari Batur melasti ke Pantai Pegonjongan, Ida Bhatara pasti akan singgah dan beristirahat di Pura Bale Agung desa setempat. Peristiwa itu membekas pada ingatannya, sebab menurutnya hasil panen penduduk akan melimpah-ruah setiap kedatangan Ida Bhatari. Ia meyakini, Ida Bhatari seolah memberikan energi kehidupan berlipat bagi lahan pertanian sehingga tanaman mampu menghasilkan hasil paripurna. Oleh karena itulah, ia sempat menitipkan harapannya kepada saya: apabila ada upacara melasti ke Pegonjongan semoga Desa Adat Batur berkenan menyinggahkan Ida Bhatari ke desanya seperti dahulu.

Saya juga sempat mendengar samar-samar bahwa dalam perjalanan suci Ida Bhatara-Bhatari terdahulu, ada beberapa desa seperti Desa Sangsit, Air Sanih, dan Tejakula yang akan disinggahi. Hanya saja, sampai tulisan ini disajikan, saya belum mendapatkan informasi yang kuat perihal peristiwa itu.

Bersandar pada narasi-narasi tersebut, kita dapat melihat ritual melasti bukan hanya menyoal perjalanan untuk menyucikan arca/pralingga Ida Bhatari, tetapi juga menjadi medium menjaga kekerabatan antarmasyarakat. Melasti menciptakan interaksi dan ikatan antara masyarakat Batur dengan masyarakat desa jejaringnya di hilir. Interaksi itu menjadi modal penting membangun solidaritas demi kesejahteraan bersama.

Namun, teknis pelaksanaan melasti yang saat ini diefisiensi dengan memanfaatkan kendaraan patut pula diperhatikan. Di balik berbagai keunggulannya, pola ini saya amati berpeluang menggerus dan memudarkan interaksi masyarakat Batur dengan desa jejaringnya. Bagaimana nilai-nilai keterhubungan itu tetap bisa bertahan dan diwariskan pada generasi di kemudian hari? Karya Agung Danu Kerthi 2023 kembali membuka ruang perenungan untuk memikirkan pola pewarisan kearifan leluhur yang berkeadilan. [T] [bersambung]

Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (1) : Mengulang Pemuliaan Danau 104 Tahun Lalu
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (2): Bersatunya Air Suci dari Tiga Pulau di Danau Batur
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (3) : Pasu Yadnya Pengingat Manusia
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (4): Soliditas Hulu-Hulu
Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (5): Konektivitas dan Solidaritas Hulu-Hilir
Tags: BaturDanau Baturdanu kertihPura Batur
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yang Tersisa dari Karya Agung Danu Kerthi di Danau Batur (5): Konektivitas dan Solidaritas Hulu-Hilir

Next Post

Sad Agama:  Menelusuri Enam Aliran Kepercayaan di Bali dalam Geguritan Bali Tattwa

Jero Penyarikan Duuran Batur

Jero Penyarikan Duuran Batur

Memiliki nama lahir I Ketut Eriadi Ariana. Pemuda Batur yang saat ini dosen di Prodi Sastra Jawa Kuna Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Senang berkegiatan di alam bebas.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Pawisik Durga, Galungan, dan Cinta Kasih

Sad Agama:  Menelusuri Enam Aliran Kepercayaan di Bali dalam Geguritan Bali Tattwa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co