3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Busana dan Sasana: Catatan Tentang Pakaian Pemimpin dalam Kakawin Rāmāyaņa

Putu Eka Guna Yasa by Putu Eka Guna Yasa
November 26, 2023
in Esai
Pawisik Durga, Galungan, dan Cinta Kasih

Putu Eka Guna Yasa

BUSANA bukan sekadar kain pembungkus badan yang digunakan untuk menutupi kekurangan penggunanya. Melampaui fungsinya sebagai kebutuhan fisik, busana sesungguhnya menjadi komunikasi sosial yang simbolis dan sarat makna. Busana dalam konteks Bali terikat erat dengan sasana yang dipegang pemakainya.

Seorang pendeta yang memegang bajra ketika menjalankan fungsinya sebagai pengantar bakti umat menggunakan pakaian serba putih karena sedang membadankan Hyang Iswara dalam relung kesadarannya. Sementara itu, seorang raja diidentikkan berbusana hitam karena sedang membadankan Hyang Wisnu atau Harimurti dalam laku dan berbagai kebijakannya.

Penggunaan busana baik putih maupun hitam memungkinkan setiap noda menjadi kentara dengan sejelas-jelasnya. Noda setitik dalam busana itu akan memalingkan secara penuh pandangan orang kepada nodanya, meski bidang warna putih dan hitam jauh lebih lebar. Menjaga warna pakaian ini tidak berbeda dengan menjaga sasana dari penggunanya. Satu titik noktah wacana-laksana seorang pendeta dan pemimpin yang dipandang keluar dari lajurnya akan lebih dipandang tinimbang seribu pengabdian sebelumnya.

Busana dalam Kakawin Rāmāyana

Penggunaan busana bagi seorang pemimpin memang telah lama diwacanakan dalam sumber-sumber literasi masyarakat Nusantara, khususnya sastra Jawa Kuno melalui Kakawin Rāmāyaņa. Diskursus tentang busana raja muncul dalam dialog antara Rāma dengan Wibhīṣana pasca kekalahan Rawana, Raja Alengka. Wibhīṣana merasakan kesedihan yang sangat mendalam atas kematian Rawana, meskipun di sisi lain dengan kemenangan Rāma kebenaran dapat ditegakkan.

Sambil menaburkan bunga di ujung kaki kakaknya yang terkulai lemas tanpa kepala, Wibhīṣana tak henti-hentinya menyesali kematian Rawana. Hatinya hancur. Ia merasa tidak berhasil sebagai adik untuk menghalangi perang yang sudah nyata akan menyebabkan kakaknya gugur di medan laga.

Menyadari dukacita Wibhīṣana serta kehancuran sosio-ekologis yang terjadi pasca perang di Negeri Alengka, Rāma lalu melakukan rekonsiliasi politik. Wibhīṣanalah yang diangkatnya menjadi raja. Dengan mengangkat Wibhīṣana menjadi raja baru di Negeri Alengka, Rāma berharap perbaikan infrastruktur (puliḥ pahayu taṅ salĕŋka pura) dapat segera dilakukan dalam berbagai ranah kehidupan. Dengan menobatkan Wibhīṣana  sebagai Raja Alengka, Rāma juga berharap agar para raksasa yang sebelumnya berhati durhaka karena tertutup kegelapan, bisa dinasihati dengan berbagai ajaran kebenaran.

Asta Brata

Sebelum memutar roda pemerintahan di Negeri Alengka, Rāma memberikan berbagai ajaran kepemimpinan kepada Wibhīṣana. Nasihat Rāma kepada Wibhīṣana  ini salah satunya yang paling terkenal adalah Asta Brata, yaitu usaha untuk membadankan (menginstall) delapan sifat dan laku unggul dari para dewa dalam tubuh sang pemimpin. Tujuannya jelas, agar seorang pemimpin bisa menjadi Dewa Paraga, Dewa Manresti, dan Dewa Nyakala.

Kemurahatian Indra dalam berderma dikenal dengan sebutan Indrabrata. Keadilan dari Yama dalam menetapkan hukuman disebut dengan Yamabrata. Kesabaran Surya dalam memindahkan air laut menjadi hujan di darat disebut dengan Suryabrata. Keteduhan Candra dalam memberikan ketenangan dan kesenangan kepada seisi semesta disebut dengan Candrabrata.

Kerahasiaan angin disebut dengan Bayubrata. Kekuatan Baruna dewa penguasa laut untuk mengikat musuh disebut Barunabrata. Kekuatan api dalam melenyepkan musuh disebut dengan Agnibrata. Kesederhanaan dalam menikmati makanan, minuman, dan busana disebut dengan Kuwerabrata.

Kuwerabrata yang menyebutkan kesederhanaan dari seorang raja dalam menikmati makanan, minuman, dan busana ini menarik. Sebab menikmati makanan dan minuman yang serba enak serta berbusana mewah lekat dengan citra raja. Apa maksud meneladani brata Hyang Kuwera itu?

Hyang Kuwera kita ketahui merupakan Danapati atau Dewa Kekayaan. Secara material, kekayaan seseorang biasanya termanifestasi dalam wujud makanan, minuman, busana, dan perhiasan. Oleh karena itu, kita dapat tafsirkan bahwa menikmati kebahagiaan material dengan cara berlebihan bagi seorang pemimpin berpotensi membuatnya menjadi lengah terhadap berbagai ancaman. Apalagi dalam hal makanan dan minuman.

Makanan merupakan pembentuk badan fisik seseorang yang disebut dengan ana maya kosa. Dengan demikian, badan sesungguhnya adalah kumpulan sari-sari makanan. Agar badan fisik seorang pemimpin berkualitas, beberapa makanan yang dilarang sesuai arahan pustaka Nitiśāstra penting dipertimbangkan.

Karena karya sastra tersebut mengandung berbagai ajaran kepemimpinan maka makanan yang tidak direkomendasikan seperti tikus, anjing, katak, ular, ulat, dan cacing juga tidak baik dimakan oleh pemimpin. Menurut karya sastra tersebut, makanan yang baik adalah makanan yang membuat tubuh sehat (riṅ wara bhoga puṣṭiniṅ awaknya juga panĕṅĕran).

Lebih lanjut, karya sastra itu menyatakan bahwa makanan yang terbaik adalah daging (tĕkapiṅ maṅśottama ṅ uttama). Pustaka Wratiśāsana juga menguraikan sejumlah daging yang bisa dimakan oleh seorang brati yaitu babi hutan, ayam hutan, kerbau, kambing, itik, burung, badak, landak, semua jenis penyu, dan yang lainnya.

Dalam hal minuman, Kakawin Rāmayana sangat menekankan agar seorang pemimpin tidak meminum-minuman yang memabukkan secara berlebihan. Jika pemimpin sampai mabuk maka pikirannya kacau, kasar kepada teman, pamer diri, dan yang paling fatal seluruh rahasia kerajaan bisa disebarluaskan.

Interioritas Busana Raja

Terkait dengan busana, secara filosofis karya sastra yang diduga digubah oleh Mpu Yogiswara tersebut menyatakan bahwa pakaian seorang raja sejatinya adalah hal-hal berikut ini. Senantiasa mematuhi hasil musyawarah merupakan kalung permata, selalu memperhatikan keadaan masyarakat adalah cincin utama, perilaku utama dan penuh susila sebagai anting-anting, ketulusan mengabdi kepada guru merupakan kaitnya, mahkotanya adalah hilangnya pikiran yang cemar, dan seterusnya.

Itulah kemasyuran busana seorang raja (nahan subhaga bhūṣaṇānta prabhu) yang tidak memberati, tidak bisa dicuri oleh penjahat, dan apabila dijaga dengan baik maka ‘busana’ itu juga menjaga yang mengenakannya. Seorang pemimpin yang sudah berbusanakan hal-hal tersebut, dengan nada yang satir pengarang Kakawin Rāmayana menyebutkan bahwa perhiasan berupa emas hanya digunakan di domain balai sidang saja.

Lebih lanjut, Kakawin Rāmayana menegaskan bahwa istana seorang raja itu sejatinya adalah laku yang tiada henti menguasahakan kesejahteraan rakyat di seluruh negeri (umahta ng ulah amahaywang jagat), pikiran yang teguh adalah balai-balainya yang kuat (si tancala lana palangkapagĕh), sikap yang cekatan adalah tiangnya yang kukuh (syūpekṣaka sakanya yakas dahat), dan kasih sayang adalah sendinya (si karūņika na ta watwan nika).

Sopan santun dan rasa iba adalah menyelamatkan jiwa rakyat adalah ruangannya (Salӧnya sumatā si maître waneh). Sementara itu, keikhlasan mengayomi negara adalah permadani atau tikarnya (parārtha paramārtha pattharaņa). Melangkapi itu, budi luhur adalah bida yang berbentuk naga, tempat bagi sang raja menjadi peneduh yang mengayomi masyarakatnya (subuddhi ya ta biddha nāge ruhur, pangӧban nira sang umĕbing jagat).

Itulah eksterioritas dan interioritas istana seorang pemimpin sejati. Sejauh mana busana dan istana raja itu kita bisa lihat dalam figur-figur pemimpin kita saat ini? Jangan-jangan sebagian di antara mereka sibuk pencitraan dan menghegemoni berbagai kegiatan dengan warna dan lambang partai. Kita catat saja dulu, pada bilik suara nanti kita tentukan sikap kita.[T]

  • Klik untuk BACA artikel lain dari penulis PUTU EKA GUNA YASA
Tags: balikakawinlontarRamayana
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nasib Guru di Persimpangan Jalan

Next Post

Meresapi Kedamaian dari Pura Bukit Mentik di Punggung Gunung Batur

Putu Eka Guna Yasa

Putu Eka Guna Yasa

Pembaca lontar, dosen FIB Unud, aktivitis BASAbali Wiki

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Meresapi Kedamaian dari Pura Bukit Mentik di Punggung Gunung Batur

Meresapi Kedamaian dari Pura Bukit Mentik di Punggung Gunung Batur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co