24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Busana dan Sasana: Catatan Tentang Pakaian Pemimpin dalam Kakawin Rāmāyaņa

Putu Eka Guna Yasa by Putu Eka Guna Yasa
November 26, 2023
in Esai
Pawisik Durga, Galungan, dan Cinta Kasih

Putu Eka Guna Yasa

BUSANA bukan sekadar kain pembungkus badan yang digunakan untuk menutupi kekurangan penggunanya. Melampaui fungsinya sebagai kebutuhan fisik, busana sesungguhnya menjadi komunikasi sosial yang simbolis dan sarat makna. Busana dalam konteks Bali terikat erat dengan sasana yang dipegang pemakainya.

Seorang pendeta yang memegang bajra ketika menjalankan fungsinya sebagai pengantar bakti umat menggunakan pakaian serba putih karena sedang membadankan Hyang Iswara dalam relung kesadarannya. Sementara itu, seorang raja diidentikkan berbusana hitam karena sedang membadankan Hyang Wisnu atau Harimurti dalam laku dan berbagai kebijakannya.

Penggunaan busana baik putih maupun hitam memungkinkan setiap noda menjadi kentara dengan sejelas-jelasnya. Noda setitik dalam busana itu akan memalingkan secara penuh pandangan orang kepada nodanya, meski bidang warna putih dan hitam jauh lebih lebar. Menjaga warna pakaian ini tidak berbeda dengan menjaga sasana dari penggunanya. Satu titik noktah wacana-laksana seorang pendeta dan pemimpin yang dipandang keluar dari lajurnya akan lebih dipandang tinimbang seribu pengabdian sebelumnya.

Busana dalam Kakawin Rāmāyana

Penggunaan busana bagi seorang pemimpin memang telah lama diwacanakan dalam sumber-sumber literasi masyarakat Nusantara, khususnya sastra Jawa Kuno melalui Kakawin Rāmāyaņa. Diskursus tentang busana raja muncul dalam dialog antara Rāma dengan Wibhīṣana pasca kekalahan Rawana, Raja Alengka. Wibhīṣana merasakan kesedihan yang sangat mendalam atas kematian Rawana, meskipun di sisi lain dengan kemenangan Rāma kebenaran dapat ditegakkan.

Sambil menaburkan bunga di ujung kaki kakaknya yang terkulai lemas tanpa kepala, Wibhīṣana tak henti-hentinya menyesali kematian Rawana. Hatinya hancur. Ia merasa tidak berhasil sebagai adik untuk menghalangi perang yang sudah nyata akan menyebabkan kakaknya gugur di medan laga.

Menyadari dukacita Wibhīṣana serta kehancuran sosio-ekologis yang terjadi pasca perang di Negeri Alengka, Rāma lalu melakukan rekonsiliasi politik. Wibhīṣanalah yang diangkatnya menjadi raja. Dengan mengangkat Wibhīṣana menjadi raja baru di Negeri Alengka, Rāma berharap perbaikan infrastruktur (puliḥ pahayu taṅ salĕŋka pura) dapat segera dilakukan dalam berbagai ranah kehidupan. Dengan menobatkan Wibhīṣana  sebagai Raja Alengka, Rāma juga berharap agar para raksasa yang sebelumnya berhati durhaka karena tertutup kegelapan, bisa dinasihati dengan berbagai ajaran kebenaran.

Asta Brata

Sebelum memutar roda pemerintahan di Negeri Alengka, Rāma memberikan berbagai ajaran kepemimpinan kepada Wibhīṣana. Nasihat Rāma kepada Wibhīṣana  ini salah satunya yang paling terkenal adalah Asta Brata, yaitu usaha untuk membadankan (menginstall) delapan sifat dan laku unggul dari para dewa dalam tubuh sang pemimpin. Tujuannya jelas, agar seorang pemimpin bisa menjadi Dewa Paraga, Dewa Manresti, dan Dewa Nyakala.

Kemurahatian Indra dalam berderma dikenal dengan sebutan Indrabrata. Keadilan dari Yama dalam menetapkan hukuman disebut dengan Yamabrata. Kesabaran Surya dalam memindahkan air laut menjadi hujan di darat disebut dengan Suryabrata. Keteduhan Candra dalam memberikan ketenangan dan kesenangan kepada seisi semesta disebut dengan Candrabrata.

Kerahasiaan angin disebut dengan Bayubrata. Kekuatan Baruna dewa penguasa laut untuk mengikat musuh disebut Barunabrata. Kekuatan api dalam melenyepkan musuh disebut dengan Agnibrata. Kesederhanaan dalam menikmati makanan, minuman, dan busana disebut dengan Kuwerabrata.

Kuwerabrata yang menyebutkan kesederhanaan dari seorang raja dalam menikmati makanan, minuman, dan busana ini menarik. Sebab menikmati makanan dan minuman yang serba enak serta berbusana mewah lekat dengan citra raja. Apa maksud meneladani brata Hyang Kuwera itu?

Hyang Kuwera kita ketahui merupakan Danapati atau Dewa Kekayaan. Secara material, kekayaan seseorang biasanya termanifestasi dalam wujud makanan, minuman, busana, dan perhiasan. Oleh karena itu, kita dapat tafsirkan bahwa menikmati kebahagiaan material dengan cara berlebihan bagi seorang pemimpin berpotensi membuatnya menjadi lengah terhadap berbagai ancaman. Apalagi dalam hal makanan dan minuman.

Makanan merupakan pembentuk badan fisik seseorang yang disebut dengan ana maya kosa. Dengan demikian, badan sesungguhnya adalah kumpulan sari-sari makanan. Agar badan fisik seorang pemimpin berkualitas, beberapa makanan yang dilarang sesuai arahan pustaka Nitiśāstra penting dipertimbangkan.

Karena karya sastra tersebut mengandung berbagai ajaran kepemimpinan maka makanan yang tidak direkomendasikan seperti tikus, anjing, katak, ular, ulat, dan cacing juga tidak baik dimakan oleh pemimpin. Menurut karya sastra tersebut, makanan yang baik adalah makanan yang membuat tubuh sehat (riṅ wara bhoga puṣṭiniṅ awaknya juga panĕṅĕran).

Lebih lanjut, karya sastra itu menyatakan bahwa makanan yang terbaik adalah daging (tĕkapiṅ maṅśottama ṅ uttama). Pustaka Wratiśāsana juga menguraikan sejumlah daging yang bisa dimakan oleh seorang brati yaitu babi hutan, ayam hutan, kerbau, kambing, itik, burung, badak, landak, semua jenis penyu, dan yang lainnya.

Dalam hal minuman, Kakawin Rāmayana sangat menekankan agar seorang pemimpin tidak meminum-minuman yang memabukkan secara berlebihan. Jika pemimpin sampai mabuk maka pikirannya kacau, kasar kepada teman, pamer diri, dan yang paling fatal seluruh rahasia kerajaan bisa disebarluaskan.

Interioritas Busana Raja

Terkait dengan busana, secara filosofis karya sastra yang diduga digubah oleh Mpu Yogiswara tersebut menyatakan bahwa pakaian seorang raja sejatinya adalah hal-hal berikut ini. Senantiasa mematuhi hasil musyawarah merupakan kalung permata, selalu memperhatikan keadaan masyarakat adalah cincin utama, perilaku utama dan penuh susila sebagai anting-anting, ketulusan mengabdi kepada guru merupakan kaitnya, mahkotanya adalah hilangnya pikiran yang cemar, dan seterusnya.

Itulah kemasyuran busana seorang raja (nahan subhaga bhūṣaṇānta prabhu) yang tidak memberati, tidak bisa dicuri oleh penjahat, dan apabila dijaga dengan baik maka ‘busana’ itu juga menjaga yang mengenakannya. Seorang pemimpin yang sudah berbusanakan hal-hal tersebut, dengan nada yang satir pengarang Kakawin Rāmayana menyebutkan bahwa perhiasan berupa emas hanya digunakan di domain balai sidang saja.

Lebih lanjut, Kakawin Rāmayana menegaskan bahwa istana seorang raja itu sejatinya adalah laku yang tiada henti menguasahakan kesejahteraan rakyat di seluruh negeri (umahta ng ulah amahaywang jagat), pikiran yang teguh adalah balai-balainya yang kuat (si tancala lana palangkapagĕh), sikap yang cekatan adalah tiangnya yang kukuh (syūpekṣaka sakanya yakas dahat), dan kasih sayang adalah sendinya (si karūņika na ta watwan nika).

Sopan santun dan rasa iba adalah menyelamatkan jiwa rakyat adalah ruangannya (Salӧnya sumatā si maître waneh). Sementara itu, keikhlasan mengayomi negara adalah permadani atau tikarnya (parārtha paramārtha pattharaņa). Melangkapi itu, budi luhur adalah bida yang berbentuk naga, tempat bagi sang raja menjadi peneduh yang mengayomi masyarakatnya (subuddhi ya ta biddha nāge ruhur, pangӧban nira sang umĕbing jagat).

Itulah eksterioritas dan interioritas istana seorang pemimpin sejati. Sejauh mana busana dan istana raja itu kita bisa lihat dalam figur-figur pemimpin kita saat ini? Jangan-jangan sebagian di antara mereka sibuk pencitraan dan menghegemoni berbagai kegiatan dengan warna dan lambang partai. Kita catat saja dulu, pada bilik suara nanti kita tentukan sikap kita.[T]

  • Klik untuk BACA artikel lain dari penulis PUTU EKA GUNA YASA
Tags: balikakawinlontarRamayana
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nasib Guru di Persimpangan Jalan

Next Post

Meresapi Kedamaian dari Pura Bukit Mentik di Punggung Gunung Batur

Putu Eka Guna Yasa

Putu Eka Guna Yasa

Pembaca lontar, dosen FIB Unud, aktivitis BASAbali Wiki

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Meresapi Kedamaian dari Pura Bukit Mentik di Punggung Gunung Batur

Meresapi Kedamaian dari Pura Bukit Mentik di Punggung Gunung Batur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co