3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tren Wisata 2024: Catatan Akhir Tahun Pariwisata Indonesia

Chusmeru by Chusmeru
December 27, 2023
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menargetkan 9,5 juta – 14,3 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2024 nanti. Selain itu, ditarget 1,25 miliar perjalanan dengan 1,5 miliar pergerakan wisatawan Nusantara. Akankah target tersebut tercapai?

Melihat indikator kunjungan wisman pada tahun 2023 tampaknya target tahun 2024 dapat terealisasi. Kunjungan wisman tahun 2023 ditarget 8,5 juta, dan telah melampaui target dengan capaian 9,49 juta wisatawan. Padahal Indonesia baru saja keluar dari krisis akibat pandemi Covid-19.

Harapan lain akan tercapainya target wisman di tahun 2024 adalah rencana kebijakan bebas visa. Sandiaga Uno berencana mengeluarkan kebijakan bebas visa bagi 20 negara, yang meliputi Australia, China, India, Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, Jepang, Rusia, Taiwan, Selandia Baru, Italia, Spanyol, Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, dan negara Timur Tengah lain.

Sejumlah negara yang mendapat bebas visa memang potensial menyumbang wisman. Selain itu, 20 negara tersebut juga memiliki karakteristik yang mendukung ekosistem pariwisata Tanah Air. Negara-negara Eropa, misalnya memiliki lama tinggal (length of stay) yang tinggi. Sedangkan wisatawan dari negara-negara Timur Tengah memiliki pengeluaran (spending money) yang tinggi di suatu destinasi.

Target 9,5 juta – 14,3 juta wiswan dapat tercapai tentunya dengan beberapa catatan. Salah satunya adalah tidak terjadi krisis ekonomi global yang membuat wisatawan menunda perjalanan. Selain itu juga krisis politik yang terjadi pada negara bebas visa tersebut. Perang maupun gejolak politik dalam negeri negara-negara tersebut dapat menghambat pergerakan wisatawan antarnegara.

Tantangan

Pariwisata adalah industri jasa yang sangat dinamis. Jumlah kunjungan wisatawan yang ditargetkan dapat tercapai, bisa juga mengalami kegagalan. Sejumlah tantangan menghadang pertumbuhan pariwisata Indonesia tahun 2024. Tantangan bisa datang dari Indonesia sebagai tuan rumah (host) maupun dari wisatawan yang berkunjung.

Tantangan pertama berkaitan dengan infrastruktur pendukung pariwisata, baik aksesibilitas maupun amenitas pariwisata. Aksesibilitas wisata hanya bernilai baik pada destinasi wisata unggulan. Sedangkan destinasi wisata pendukung di berbagai daerah masih mengalami keterbatasan.

Amenitas wisata juga belum sepenuhnya dapat memuaskan wisatawan. Masih banyak destinasi wisata yang mengabaikan kebutuhan dan pelayanan kepada wisatawan. Hal-hal sepele terkait amenitas masih sering dijumpai, seperti tempat parkir yang kurang memadai, toilet di destinasi yang jorok, maupun tempat sampah yang belum tersedia pada tempat-tempat strategis.

Tantangan kedua berupa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sektor pariwisata. Target kunjungan wisman yang tinggi perlu dibarengi dengan kualitas SDM pariwisata yang berstandar internasional. Jangan sampai terjadi keluhan wisman yang bersumber dari pelayanan yang tidak profesional. Menparekraf perlu melakukan program pemberdayaan SDM pariwisata di semua lini agar memiliki keterampilan pelayanan berstandar internasional.

Ketiga, tantangan akan berhadapan dengan konsep pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Masih banyak destinasi wisata yang mengklaim diri berkualitas dan berkelanjutan, namun hanya sebatas wacana. Buktinya, acap ditemukan destinasi yang mengejar jumlah kunjungan tanpa memberi batasan, sehingga terjadi overtourism. Begitu pula masih banyak dijumpai destinasi wisata yang tidak ramah lingkungan, bahkan mengancam jiwa wisatawan.

Tantangan berikutnya berhubungan dengan perilaku wisatawan di suatu destinasi. Tidak semua wisatawan berperilaku baik ketika mengunjungi destinasi wisata. Tidak sedikit yang melakukan pelecehan dan pelanggaran norma sosial dan budaya di destinasi. Begitu pula dengan vandalisme terhadap objek dan daya tarik wisata. Penertiban perilaku wisatawan dengan demikian menjadi agenda penting bagi industri pariwisata Indonesia.

Tren 2024

Profil wisatawan tahun 2024 sepertinya tidak akan berubah secara signifikan dari tahun sebelumnya. Pasar wisata masih didominasi kelompok milenial dan Z. Mereka adalah kelompok wisatawan yang sangat tergantung pada informasi wisata secara digital.

Tren wisata 2024 akan lebih ditengarai oleh perilaku wisatawan yang baru. Mengutip situs online Travel Agent (OTA) Booking.com sebagaimana dikutip Kompas.com (31 Oktober 2023), ada beberapa tren baru perilaku wisatawan.

Destinasi wisata yang sejuk dan dingin menjadi incaran wisatawan. Pilihan akomodasi akan disesuaikan dengan fasilitas yang dekat dengan air maupun kolam renang. Hal ini berkaitan dengan suhu dan cuaca yang belakangan ini cenderung panas.

Kuliner menjadi salah satu motif perjalanan wisata di tahun 2024. Destinasi wisata yang dekat dengan pusat kuliner lebih disukai. Eksplorasi wisatawan terhadap beragam kuliner daerah akan menjadikan perjalanan lebih menyenangkan.

Perilaku wisatawan dalam merencanakan perjalanan mengalami perubahan. Berwisata secara spontan menjadi alternatif berwisata. Wisatawan lebih menyukai perjalanan yang fleksibel dan penuh kejutan. Dalam memilih transportasi maupun akomodasi, wisatawan akan mengambil keputusan secara last minute deals. Terutama yang berkaitan dengan harga dan promosi moda transportasi dan akomodasi.

Tahun 2024 pelaku industri pariwisata perlu berbenah diri untuk menawarkan produk wisatanya. Lingkungan yang bersih, berkelanjutan, dan estetis menjadi pilihan wisatawan. Keinginan untuk merasa seperti di rumah sendiri menuntut tersedianya ruang hijau dan fasilitas yang ramah lingkungan di sektor pariwisata.

Pinterest Predicts mengungkapkan, generasi milenial dan Z mewarnai tren slowcation dalam perjalanan di tahun 2024. Slowcation adalah perjalanan wisata secara santai dengan orientasi “mengejar tidur yang berharga”. Oleh karenanya wisatawan cenderung memilih destinasi yang tenang dan tidak padat pengunjung.

Destinasi populer yang penuh pengunjung tidak diminati wisatawan slowcation. Mereka lebih memilih destinasi yang dapat untuk bersantai lebih lama. Indonesia banyak memiliki pilihan destinasi slowcation, seperti Ubud di Bali, Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru di Jawa Timur, Yogyakarta, serta Labuhan Bajo di Nusa Tenggara Timur. Destinasi tersebut menawarkan pemandangan alam yang sejuk serta kehidupan sosial budaya yang orisinal.

Optimisme tetap perlu digenggam para pelaku wisata di tahun 2024. Tren berwisata dapat menjadi acuan dalam menjual produk dan pelayanan. Selebihnya, semua pemangku kepentingan harus siap menjadi tuan rumah yang baik bagi jutaan wisatawan.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Jembatan Kaca dan Penyimpangan Pariwisata Berkelanjutan
Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Tags: komunikasiPariwisataPariwisata Berkelanjutan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pendidikan Seni di Bali Utara: Refleksi, Membaca Potensi, Membidik Posisi Terbaik

Next Post

Asuh Kayuan, Usaha Merawat dan Melestarikan Sumber Mata Air di Pedawa

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Asuh Kayuan, Usaha Merawat dan Melestarikan Sumber Mata Air di Pedawa

Asuh Kayuan, Usaha Merawat dan Melestarikan Sumber Mata Air di Pedawa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co