24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tren Wisata 2024: Catatan Akhir Tahun Pariwisata Indonesia

Chusmeru by Chusmeru
December 27, 2023
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menargetkan 9,5 juta – 14,3 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2024 nanti. Selain itu, ditarget 1,25 miliar perjalanan dengan 1,5 miliar pergerakan wisatawan Nusantara. Akankah target tersebut tercapai?

Melihat indikator kunjungan wisman pada tahun 2023 tampaknya target tahun 2024 dapat terealisasi. Kunjungan wisman tahun 2023 ditarget 8,5 juta, dan telah melampaui target dengan capaian 9,49 juta wisatawan. Padahal Indonesia baru saja keluar dari krisis akibat pandemi Covid-19.

Harapan lain akan tercapainya target wisman di tahun 2024 adalah rencana kebijakan bebas visa. Sandiaga Uno berencana mengeluarkan kebijakan bebas visa bagi 20 negara, yang meliputi Australia, China, India, Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, Jepang, Rusia, Taiwan, Selandia Baru, Italia, Spanyol, Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, dan negara Timur Tengah lain.

Sejumlah negara yang mendapat bebas visa memang potensial menyumbang wisman. Selain itu, 20 negara tersebut juga memiliki karakteristik yang mendukung ekosistem pariwisata Tanah Air. Negara-negara Eropa, misalnya memiliki lama tinggal (length of stay) yang tinggi. Sedangkan wisatawan dari negara-negara Timur Tengah memiliki pengeluaran (spending money) yang tinggi di suatu destinasi.

Target 9,5 juta – 14,3 juta wiswan dapat tercapai tentunya dengan beberapa catatan. Salah satunya adalah tidak terjadi krisis ekonomi global yang membuat wisatawan menunda perjalanan. Selain itu juga krisis politik yang terjadi pada negara bebas visa tersebut. Perang maupun gejolak politik dalam negeri negara-negara tersebut dapat menghambat pergerakan wisatawan antarnegara.

Tantangan

Pariwisata adalah industri jasa yang sangat dinamis. Jumlah kunjungan wisatawan yang ditargetkan dapat tercapai, bisa juga mengalami kegagalan. Sejumlah tantangan menghadang pertumbuhan pariwisata Indonesia tahun 2024. Tantangan bisa datang dari Indonesia sebagai tuan rumah (host) maupun dari wisatawan yang berkunjung.

Tantangan pertama berkaitan dengan infrastruktur pendukung pariwisata, baik aksesibilitas maupun amenitas pariwisata. Aksesibilitas wisata hanya bernilai baik pada destinasi wisata unggulan. Sedangkan destinasi wisata pendukung di berbagai daerah masih mengalami keterbatasan.

Amenitas wisata juga belum sepenuhnya dapat memuaskan wisatawan. Masih banyak destinasi wisata yang mengabaikan kebutuhan dan pelayanan kepada wisatawan. Hal-hal sepele terkait amenitas masih sering dijumpai, seperti tempat parkir yang kurang memadai, toilet di destinasi yang jorok, maupun tempat sampah yang belum tersedia pada tempat-tempat strategis.

Tantangan kedua berupa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sektor pariwisata. Target kunjungan wisman yang tinggi perlu dibarengi dengan kualitas SDM pariwisata yang berstandar internasional. Jangan sampai terjadi keluhan wisman yang bersumber dari pelayanan yang tidak profesional. Menparekraf perlu melakukan program pemberdayaan SDM pariwisata di semua lini agar memiliki keterampilan pelayanan berstandar internasional.

Ketiga, tantangan akan berhadapan dengan konsep pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Masih banyak destinasi wisata yang mengklaim diri berkualitas dan berkelanjutan, namun hanya sebatas wacana. Buktinya, acap ditemukan destinasi yang mengejar jumlah kunjungan tanpa memberi batasan, sehingga terjadi overtourism. Begitu pula masih banyak dijumpai destinasi wisata yang tidak ramah lingkungan, bahkan mengancam jiwa wisatawan.

Tantangan berikutnya berhubungan dengan perilaku wisatawan di suatu destinasi. Tidak semua wisatawan berperilaku baik ketika mengunjungi destinasi wisata. Tidak sedikit yang melakukan pelecehan dan pelanggaran norma sosial dan budaya di destinasi. Begitu pula dengan vandalisme terhadap objek dan daya tarik wisata. Penertiban perilaku wisatawan dengan demikian menjadi agenda penting bagi industri pariwisata Indonesia.

Tren 2024

Profil wisatawan tahun 2024 sepertinya tidak akan berubah secara signifikan dari tahun sebelumnya. Pasar wisata masih didominasi kelompok milenial dan Z. Mereka adalah kelompok wisatawan yang sangat tergantung pada informasi wisata secara digital.

Tren wisata 2024 akan lebih ditengarai oleh perilaku wisatawan yang baru. Mengutip situs online Travel Agent (OTA) Booking.com sebagaimana dikutip Kompas.com (31 Oktober 2023), ada beberapa tren baru perilaku wisatawan.

Destinasi wisata yang sejuk dan dingin menjadi incaran wisatawan. Pilihan akomodasi akan disesuaikan dengan fasilitas yang dekat dengan air maupun kolam renang. Hal ini berkaitan dengan suhu dan cuaca yang belakangan ini cenderung panas.

Kuliner menjadi salah satu motif perjalanan wisata di tahun 2024. Destinasi wisata yang dekat dengan pusat kuliner lebih disukai. Eksplorasi wisatawan terhadap beragam kuliner daerah akan menjadikan perjalanan lebih menyenangkan.

Perilaku wisatawan dalam merencanakan perjalanan mengalami perubahan. Berwisata secara spontan menjadi alternatif berwisata. Wisatawan lebih menyukai perjalanan yang fleksibel dan penuh kejutan. Dalam memilih transportasi maupun akomodasi, wisatawan akan mengambil keputusan secara last minute deals. Terutama yang berkaitan dengan harga dan promosi moda transportasi dan akomodasi.

Tahun 2024 pelaku industri pariwisata perlu berbenah diri untuk menawarkan produk wisatanya. Lingkungan yang bersih, berkelanjutan, dan estetis menjadi pilihan wisatawan. Keinginan untuk merasa seperti di rumah sendiri menuntut tersedianya ruang hijau dan fasilitas yang ramah lingkungan di sektor pariwisata.

Pinterest Predicts mengungkapkan, generasi milenial dan Z mewarnai tren slowcation dalam perjalanan di tahun 2024. Slowcation adalah perjalanan wisata secara santai dengan orientasi “mengejar tidur yang berharga”. Oleh karenanya wisatawan cenderung memilih destinasi yang tenang dan tidak padat pengunjung.

Destinasi populer yang penuh pengunjung tidak diminati wisatawan slowcation. Mereka lebih memilih destinasi yang dapat untuk bersantai lebih lama. Indonesia banyak memiliki pilihan destinasi slowcation, seperti Ubud di Bali, Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru di Jawa Timur, Yogyakarta, serta Labuhan Bajo di Nusa Tenggara Timur. Destinasi tersebut menawarkan pemandangan alam yang sejuk serta kehidupan sosial budaya yang orisinal.

Optimisme tetap perlu digenggam para pelaku wisata di tahun 2024. Tren berwisata dapat menjadi acuan dalam menjual produk dan pelayanan. Selebihnya, semua pemangku kepentingan harus siap menjadi tuan rumah yang baik bagi jutaan wisatawan.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Jembatan Kaca dan Penyimpangan Pariwisata Berkelanjutan
Baduy, Penolakan Internet, dan Pariwisata
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Tags: komunikasiPariwisataPariwisata Berkelanjutan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pendidikan Seni di Bali Utara: Refleksi, Membaca Potensi, Membidik Posisi Terbaik

Next Post

Asuh Kayuan, Usaha Merawat dan Melestarikan Sumber Mata Air di Pedawa

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Asuh Kayuan, Usaha Merawat dan Melestarikan Sumber Mata Air di Pedawa

Asuh Kayuan, Usaha Merawat dan Melestarikan Sumber Mata Air di Pedawa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co