2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Media Komunikasi dan Hedonisme

Chusmeru by Chusmeru
March 28, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

JAGAT hiburan Tanah Air diramaikan dengan tayangan permintaan istri seorang artis yang sedang hamil dan mengidam sesuatu. Permintaan itu bagi kebanyakan orang dianggap di luar nalar. Bukan permintaan aneh, tetapi mengidam untuk membeli sesuatu yang sangat mewah bagi orang biasa.

Bayangkan, istri artis yang juga selebritis itu mengidam untuk dibelikan villa seharga 20 miliar rupiah. Selain itu dia juga pernah mengidam dan minta dibelikan pesawat helikopter. Suaminya yang tajir melintir itu pun menyanggupi permintaan istri tercintanya.

Apakah suami itu memang hendak membuktikan kebenaran mitos mengidam? Mungkin saja tidak. Bisa jadi ia ngin menjadi bagian dari infotainmen yang menghibur pemirsanya. Atau boleh jadi ia hendak menyajikan hedonisme dalam tayangan media.

Media komunikasi memang punya peran besar dalam menyuburkan hedonisme. Lihat saja tayangan televisi. Kenikmatan, kemewahan, dan gaya hidup orang berpunya dipertontonkan setiap hari. Mulai dari makanan, pakaian, rumah, dan kendaraan.

Sebagian besar selebritis tahu betul, bahwa di era kekinian kehidupan pribadi tidak perlu disimpan rapat. Pamer harta dan kekayaan adalah tontonan yang disukai khalayak. Sekaligus promosi untuk tetap dikenal di panggung hiburan.

Hedonisme

Secara etimologis hedonisme berasal dari kata hedone, yang berarti kesenangan. Hedonisme merupakan pandangan atau gaya hidup yang berfokus pada kesenangan dan kepuasan tanpa batas. Orang yang memiliki gaya hidup semacam ini disebut sebagai hedonis.

Perilaku hedonis bukan baru muncul saat ini. Sejak masa filsuf Sokrates tahun 433 Sebelum Masehi, hedonisme sudah menjadi wacana. Adalah Aristippos yang menjawab pertanyaan Sokrates tentang tujuan akhir manusia. Dia mengatakan, hal terbaik bagi manusia adalah kesenangan; yang kemudian menjadi pandangan hidup hedonisme.

Hedonisme dapat disebabkan oleh tiga hal, yaitu personal, keluarga, dan sosial. Faktor personal lebih banyak didorong oleh motif individu untuk mengejar kesenangan. Perilaku hedon dan hidup mewah semata untuk memenuhi keinginan, bukan karena kebutuhan.

Keluarga turut mendukung seseorang untuk berperilaku hedon. Proses sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai dari keluarga akan membentuk seseorang menjadi hedonis. Ketika seorang anak melihat orang tuanya hidup berfoya-foya di luar kebutuhan hidupnya, maka sang anak akan mengikuti jejak orang tuanya.

Lingkungan sosial juga berperan membuat orang menjadi hedonis. Persaingan kepemilikan di lingkungan tempat tinggal seseorang akan membuat orang saling berlomba agar dianggap setara. Apa yang dimiliki tetangga harus dimilikinya juga.

Hedonisme sesungguhnya bukan hanya didominasi kelompok ekonomi atas. Masyarakat kelas menengah dan bawah pun memiliki potensi hedonisme. Sepanjang orang membeli sesuatu yang bernilai mewah dan mahal hanya untuk keinginan semata, maka dia sudah masuk kategori hedonis.

Bagi masyarakat bawah, hedonisme merupakan lompatan dari motif fisiologis ke motif penghargaan diri. Orang akan bangga bila dihormati dan dihargai oleh tetangga, karena mampu membeli sesuatu yang mewah untuk ukuran mereka.

Tidak heran jika kelas menengah dan bawah juga ikut-ikutan belanja barang secara online, baik makanan maupun pakaian. Orang yang secara ekonomi lemah dan tinggal di pemukiman kumuh mengadakan resepsi bagi pernikahan anaknya. Dia pun menanggap musik organ tunggal sebagai hiburan. Meski untuk itu semua ia harus berhutang kepada orang lain atau rentenir.

Peran Media

Media adalah teman dekat sekaligus pendukung hedonisme. Dan hedonisme adalah sekutu akrab kapitalisme. Karenanya media, hodonisme, dan kapitalisme merupakan tiga serangkai yang berangkulan mesra.

Kata kunci media sebagai pendukung kapitalisme adalah “produksi”. Semua berita, film, sinetron, kuis, talk show, reality show, dan iklan harus berorientasi pada produksi. Sehingga ada produksi berita, ada pula produksi hiburan.

Hedonisme bisa masuk ke semua hasil produksi media. Berita televisi tentang liputan ke rumah pejabat negara yang bergelimang barang-barang mewah merupakan contoh hedonisme yang dikemas dalam produksi berita.

Acara televisi maupun konten media sosial tentang gaya hidup artis yang glamour justru menjadi produksi hiburan di media. Sepanjang mendatangkan iklan dan mendongkrak rating, maka hedonism di media ini akan tetap dipertahankan.

Tak luput, gaya hidup tokoh dan pemuka agama juga menjadi bagian dari produksi media. Betapa tidak; tokoh agama yang dalam program ceramahnya di televisi senantiasa menganjurkan kesahajaan, tampil di program lain dengan koleksi  rumah dan mobil mewahnya.

Bukan berarti media tidak peduli dengan kesederhanaan. Tetapi khalayak media jugalah yang dengan suka cita mengkonsumsi produk hedonisme itu. Kemewahan yang mestinya menjadi konsumsi personal, berpindah menjadi konsumsi pasar. Itulah persekongkolan hedonisme dan kapitalisme media.

Televisi dan media komunikasi lain memang punya andil besar bagi perilaku hedon. Setiap tingkah laku orang adalah duplikasi kesekian kali dari tayangan televisi setiap hari. Batas antara yang maya dan yang nyata menjadi kabur, karena media menjadi model simulasi perilaku (Hikmat Budiman, 1997)

Bahkan media komunikasi mampu memproduksi hyperrealitas. Yaitu leburnya batas antara yang nyata dan yang tidak. Masyarakat akan menganggap apa yang ditayangkan media lebih nyata dari yang benar-benar nyata. Peran dokter yang ganteng, pengusaha yang tajir, tokoh agama yang alim, maupun istri yang setia di sinetron televisi menjadi hiperrealitas; lebih nyata dari yang nyata.

Hidup di era kepungan media memang tragis. Batas antara kemewahan dan kemiskinan semakin tipis ketika menjadi produk media. Bahkan batas antara baik dan buruk pun semakin tak jelas, ketika doa dan ceramah agama menjadi produk kapitalisasi media.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Lebaran, Masyarakat Tradisional, dan Komunikasi
Berkomunikasi Lewat Busana
Retorika: Komunikasi yang Tak Lekang oleh Waktu
Komunikasi dan Kekuasaan yang Tak Pernah Senyum
Tags: Hedonismeilmu komunikasikomunikasimedia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Empat Detik Sebelum Tidur”, Band Kreatif Kebanggaan Buleleng yang Diabaikan | Catatan HUT Kota Singaraja

Next Post

Belajar dari Komeng

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Kisah-kisah Unik Pendidikan Dokter | Merayakan HUT ke-4 FK Undiksha

Belajar dari Komeng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co