22 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Media Komunikasi dan Hedonisme

Chusmeru by Chusmeru
March 28, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

JAGAT hiburan Tanah Air diramaikan dengan tayangan permintaan istri seorang artis yang sedang hamil dan mengidam sesuatu. Permintaan itu bagi kebanyakan orang dianggap di luar nalar. Bukan permintaan aneh, tetapi mengidam untuk membeli sesuatu yang sangat mewah bagi orang biasa.

Bayangkan, istri artis yang juga selebritis itu mengidam untuk dibelikan villa seharga 20 miliar rupiah. Selain itu dia juga pernah mengidam dan minta dibelikan pesawat helikopter. Suaminya yang tajir melintir itu pun menyanggupi permintaan istri tercintanya.

Apakah suami itu memang hendak membuktikan kebenaran mitos mengidam? Mungkin saja tidak. Bisa jadi ia ngin menjadi bagian dari infotainmen yang menghibur pemirsanya. Atau boleh jadi ia hendak menyajikan hedonisme dalam tayangan media.

Media komunikasi memang punya peran besar dalam menyuburkan hedonisme. Lihat saja tayangan televisi. Kenikmatan, kemewahan, dan gaya hidup orang berpunya dipertontonkan setiap hari. Mulai dari makanan, pakaian, rumah, dan kendaraan.

Sebagian besar selebritis tahu betul, bahwa di era kekinian kehidupan pribadi tidak perlu disimpan rapat. Pamer harta dan kekayaan adalah tontonan yang disukai khalayak. Sekaligus promosi untuk tetap dikenal di panggung hiburan.

Hedonisme

Secara etimologis hedonisme berasal dari kata hedone, yang berarti kesenangan. Hedonisme merupakan pandangan atau gaya hidup yang berfokus pada kesenangan dan kepuasan tanpa batas. Orang yang memiliki gaya hidup semacam ini disebut sebagai hedonis.

Perilaku hedonis bukan baru muncul saat ini. Sejak masa filsuf Sokrates tahun 433 Sebelum Masehi, hedonisme sudah menjadi wacana. Adalah Aristippos yang menjawab pertanyaan Sokrates tentang tujuan akhir manusia. Dia mengatakan, hal terbaik bagi manusia adalah kesenangan; yang kemudian menjadi pandangan hidup hedonisme.

Hedonisme dapat disebabkan oleh tiga hal, yaitu personal, keluarga, dan sosial. Faktor personal lebih banyak didorong oleh motif individu untuk mengejar kesenangan. Perilaku hedon dan hidup mewah semata untuk memenuhi keinginan, bukan karena kebutuhan.

Keluarga turut mendukung seseorang untuk berperilaku hedon. Proses sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai dari keluarga akan membentuk seseorang menjadi hedonis. Ketika seorang anak melihat orang tuanya hidup berfoya-foya di luar kebutuhan hidupnya, maka sang anak akan mengikuti jejak orang tuanya.

Lingkungan sosial juga berperan membuat orang menjadi hedonis. Persaingan kepemilikan di lingkungan tempat tinggal seseorang akan membuat orang saling berlomba agar dianggap setara. Apa yang dimiliki tetangga harus dimilikinya juga.

Hedonisme sesungguhnya bukan hanya didominasi kelompok ekonomi atas. Masyarakat kelas menengah dan bawah pun memiliki potensi hedonisme. Sepanjang orang membeli sesuatu yang bernilai mewah dan mahal hanya untuk keinginan semata, maka dia sudah masuk kategori hedonis.

Bagi masyarakat bawah, hedonisme merupakan lompatan dari motif fisiologis ke motif penghargaan diri. Orang akan bangga bila dihormati dan dihargai oleh tetangga, karena mampu membeli sesuatu yang mewah untuk ukuran mereka.

Tidak heran jika kelas menengah dan bawah juga ikut-ikutan belanja barang secara online, baik makanan maupun pakaian. Orang yang secara ekonomi lemah dan tinggal di pemukiman kumuh mengadakan resepsi bagi pernikahan anaknya. Dia pun menanggap musik organ tunggal sebagai hiburan. Meski untuk itu semua ia harus berhutang kepada orang lain atau rentenir.

Peran Media

Media adalah teman dekat sekaligus pendukung hedonisme. Dan hedonisme adalah sekutu akrab kapitalisme. Karenanya media, hodonisme, dan kapitalisme merupakan tiga serangkai yang berangkulan mesra.

Kata kunci media sebagai pendukung kapitalisme adalah “produksi”. Semua berita, film, sinetron, kuis, talk show, reality show, dan iklan harus berorientasi pada produksi. Sehingga ada produksi berita, ada pula produksi hiburan.

Hedonisme bisa masuk ke semua hasil produksi media. Berita televisi tentang liputan ke rumah pejabat negara yang bergelimang barang-barang mewah merupakan contoh hedonisme yang dikemas dalam produksi berita.

Acara televisi maupun konten media sosial tentang gaya hidup artis yang glamour justru menjadi produksi hiburan di media. Sepanjang mendatangkan iklan dan mendongkrak rating, maka hedonism di media ini akan tetap dipertahankan.

Tak luput, gaya hidup tokoh dan pemuka agama juga menjadi bagian dari produksi media. Betapa tidak; tokoh agama yang dalam program ceramahnya di televisi senantiasa menganjurkan kesahajaan, tampil di program lain dengan koleksi  rumah dan mobil mewahnya.

Bukan berarti media tidak peduli dengan kesederhanaan. Tetapi khalayak media jugalah yang dengan suka cita mengkonsumsi produk hedonisme itu. Kemewahan yang mestinya menjadi konsumsi personal, berpindah menjadi konsumsi pasar. Itulah persekongkolan hedonisme dan kapitalisme media.

Televisi dan media komunikasi lain memang punya andil besar bagi perilaku hedon. Setiap tingkah laku orang adalah duplikasi kesekian kali dari tayangan televisi setiap hari. Batas antara yang maya dan yang nyata menjadi kabur, karena media menjadi model simulasi perilaku (Hikmat Budiman, 1997)

Bahkan media komunikasi mampu memproduksi hyperrealitas. Yaitu leburnya batas antara yang nyata dan yang tidak. Masyarakat akan menganggap apa yang ditayangkan media lebih nyata dari yang benar-benar nyata. Peran dokter yang ganteng, pengusaha yang tajir, tokoh agama yang alim, maupun istri yang setia di sinetron televisi menjadi hiperrealitas; lebih nyata dari yang nyata.

Hidup di era kepungan media memang tragis. Batas antara kemewahan dan kemiskinan semakin tipis ketika menjadi produk media. Bahkan batas antara baik dan buruk pun semakin tak jelas, ketika doa dan ceramah agama menjadi produk kapitalisasi media.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Lebaran, Masyarakat Tradisional, dan Komunikasi
Berkomunikasi Lewat Busana
Retorika: Komunikasi yang Tak Lekang oleh Waktu
Komunikasi dan Kekuasaan yang Tak Pernah Senyum
Tags: Hedonismeilmu komunikasikomunikasimedia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Empat Detik Sebelum Tidur”, Band Kreatif Kebanggaan Buleleng yang Diabaikan | Catatan HUT Kota Singaraja

Next Post

Belajar dari Komeng

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Kisah-kisah Unik Pendidikan Dokter | Merayakan HUT ke-4 FK Undiksha

Belajar dari Komeng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co