14 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lebaran, Masyarakat Tradisional, dan Komunikasi

Chusmeru by Chusmeru
March 21, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

HARI raya lebaran atau Idulfitri bagi umat Muslim di Indonesia dari tahun ke tahun selalu sama. Jauh hari sebelum lebaran selalu diwarnai kehebohan. Masyarakat sudah merencanakan untuk pulang mudik lebaran, sementara ibadah puasa belum juga mulai dikerjakan.

Begitulah masyarakat Indonesia. Meski berbagai kemajuan telah mewarnai sebagian besar kehidupan, tradisi berlebaran dan tradisi mudik ke kampung halaman masih dilakukan. Tidak salah jika masyarakat Indonesia masih  berada dalam karakteristik tradisional.

Hiruk-pikuk lebaran bukan hanya menjadi euforia masyarakat saja. Pemerintah dan para pejabat  juga sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan lebaran. Mulai dari kesiapan sarana transportasi sampai ketersediaan bahan pangan. Tunjangan hari raya (THR) menjadi topik menarik setiap menjelang lebaran.

Tidak terkecuali para pedagang dan pengusaha turut meriuhkan lebaran. Kenaikan harga kebutuhan pokok selalu terjadi, dan lebaran senantiasa dianggap sebagai biang kenaikan itu. Pengendalian harga yang dilakukan pemerintah pun tak mampu menekan kenaikan harga di pasar-pasar.

Kemacetan arus lalu lintas menjadi pemandangan yang  mewarnai setiap lebaran. Kementerian Perhubungan memperkirakan 193,6 juta masyarakat  atau 71.7 persen jumlah penduduk Indonesia akan mudik lebaran tahun 2024 ini. Lebaran seolah menjadi ritual mudik yang wajib diglorifikasi dan dilakukan setiap tahun.

Tradisional

Lebaran yang selalu dirayakan sesungguhnya menggambarkan bahwa masyarakat Indonesia masih berada dalam kategori masyarakat tradisional. Idulfitri dan lebaran bukan semata klimaks dari puasa sebagai kewajiban umat beragama, tetapi juga tradisi yang mesti dirayakan bersama.

Dahulu, masyarakat tradisional seringkali dikaitkan dengan masyarakat desa yang memiliki kepadatan penduduk rendah. Lapangan kerja dominan di sektor agraris dan maritim. Seiring perkembangan, masyarakat tradisional tidak lagi dipandang dari karakteristik geografis tersebut.

Masyarakat tradisional tidak harus mereka yang tinggal di pedesaan. Tidak juga yang bekerja sebagai petani dan nelayan. Masyarakat tradisional adalah mereka yang masih mempertahankan nilai-nilai tradisional, meski tinggal di perkotaan dan bekerja di pemerintahan maupun perusahaan.

Secara sosiologis masyarakat tradisional digambarkan sebagai gemeinschaft, masyarakat yang memiliki hubungan yang guyub dan akrab. Saling membantu dan tegur sapa adalah ciri khas masyarakat tradisional yang selalu dirindukan oleh para pemudik di hari lebaran.

Kontrol  sosial pada masyarakat tradisional dilakukan melalui adat, moral, dan hukum informal. Pulang kampung di saat libur lebaran memang bukan kewajiban agama. Namun itu banyak dilakukan masyarakat Indonesia sebagai ketaatan pada ikatan moral dan tradisi turun-temurun.

Tradisi yang sudah lama berlangsung menjadi pertanda keberadaan masyarakat tradisional. Mudik lebaran biasanya tidak sekadar bersukacita di tengah kemacetan jalur mudik, tetapi juga tradisi nyekar atau mengunjungi makam leluhur di kampung untuk mendoakannya.

Kesadaran

Secara “ideologis”, masyarakat tradisional ditandai oleh fanatisme pada kelompok sendiri. Fanatisme itu bisa dilihat dari kesetiaan dalam menggunakan bahasa daerah sebagai sarana berkomunikasi sesama warga satu daerah. Karenanya, lebaran menjadi momentum untuk menyuburkan komunikasi dengan berbincang menggunakan bahasa daerah di kampung.

Kesadaran terhadap kesamaan adat, norma budaya, dan bahasa memang dijunjung tinggi oleh masyarakat tradisional. Tidak heran jika ada orang yang sudah lama merantau di Jakarta misalnya, dia akan tetap menjunjung tinggi norma budaya asal daerahnya. Termasuk kesadaran untuk menggunakan bahasa daerah dalam berkomunikasi dengan orang dari daerah yang sama.

Jaringan komunikasi dan interaksi sosial dibangun atas dasar kesamaan dalam hal adat, busana, bahasa, dan makanan. Oleh sebab itu, banyak dijumpai kelompok-kelompok etnis di kota besar yang terdiri dari para pendatang berbagai daerah; yang akan mudik bersama menjelang lebaran.

Lebaran kerap menjadi cara bagi para perantau untuk kembali merajut jaringan komunikasi di daerah. Rumah keluarga yang sederhana di kampung halaman menjadi pembunuh rindu bagi perantau. Begitu pula makanan khas daerah menjadi nikmat untuk disantap di saat lebaran, mengalahkan beragam fast food yang biasa disantap di perantauan.

Kelompok etnis pada masyarakat tradisional memang bisa lintas geografis, dapat berada di ruang fisik lain. Etnis Jawa dapat bermukim di Jakarta. Etnis Minang dan Bugis juga terdapat di Bali. Semua akan terikat pada kesadaran bersama untuk menjalin komunikasi secara komunal di saat lebaran.

Kesadaran membangun jaringan komunikasi dengan daerah asal juga melahirkan kohesitas dan solidaritas sosial. Berbagi “amplop” kepada sanak famili dan tetangga saat lebaran menjadi simbol berbagi rejeki melalui ikatan komunal. Solidaritas sosial mengabaikan berapa pun isi amplop itu.

Orang boleh saja memiliki rumah dan mobil mewah.  Perhiasan yang mahal. Jabatan mentereng. Tak perlu risau disebut masyarakat tradisional, jika jauh sebelum lebaran ikut larut dalam ritual mudik ke kampung halaman.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Berkomunikasi Lewat Busana
Retorika: Komunikasi yang Tak Lekang oleh Waktu
Komunikasi dan Kekuasaan yang Tak Pernah Senyum
Tags: IdulfitriLebaranmudikRamadan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menulis Cerita Tak Semudah Mendengarkan Cerita | Catatan Workshop Menulis Mahima March March March 2024

Next Post

Menengok Bonsai Ratusan Juta di Taman Bung Karno Singaraja

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Takdir dan Kehendak Bebas: Membaca Ulang Kehidupan melalui Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

by Agung Sudarsa
June 14, 2026
0
Takdir dan Kehendak Bebas: Membaca Ulang Kehidupan melalui Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

Antara Takdir dan Kebebasan: Pertanyaan Tua yang Tak Pernah Usai Sejak manusia mulai bertanya tentang dirinya sendiri, satu pertanyaan selalu...

Read moreDetails

Bung Karno dalam Puisi   

by I Nyoman Tingkat
June 13, 2026
0
Bung Karno dalam Puisi   

BUNG Karno adalah presiden Indonesia yang memiliki cita rasa seni yang tinggi. Dari 8 PresidenIndonesia,Bung Karno, Abdul Rachman Wahid (Gus...

Read moreDetails

Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

by Ahmad Prasetya Hady
June 12, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

SAYA menulis ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi untuk banyak seniman yang mungkin merasakan hal yang sama. Mereka...

Read moreDetails

Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri

by Angga Wijaya
June 11, 2026
0
Bali Lupa Menyembuhkan Dirinya Sendiri

SUATU pagi di Ubud, seorang wisatawan asing duduk bersila di atas matras yoga. Ia memejamkan mata. Di hadapannya terbentang hamparan...

Read moreDetails

Tempe dan Ekonomi yang Teriris

by Dodik Suprayogi
June 11, 2026
0
Tempe dan Ekonomi yang Teriris

DI atas meja makan rumah tangga Indonesia, tempe bukan sekadar lauk pendamping yang hadir sebagai pelengkap nasi. Melainkan pilar ketahanan...

Read moreDetails

Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

by Chandra Manikan
June 10, 2026
0
Pemerintah dan Komunitas, Dua Logika Tak Pernah Bertemu: Ketika Partisipasi Berhenti di Permukaan

PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka...

Read moreDetails

‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

by Agung Sudarsa
June 10, 2026
0
‘Be The Change’, Jadilah Bagian dari For HATI Bali dalam Kebersamaan

Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih...

Read moreDetails

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
0
GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

Read moreDetails

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
0
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

Read moreDetails

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
0
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

Read moreDetails
Next Post
Menengok Bonsai Ratusan Juta di Taman Bung Karno Singaraja

Menengok Bonsai Ratusan Juta di Taman Bung Karno Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kembali Bunyi yang Terlupakan: Catatan atas Pertunjukan Gula Gending 2.0 di Taman Budaya NTB
Panggung

Mendengar Kembali Bunyi yang Terlupakan: Catatan atas Pertunjukan Gula Gending 2.0 di Taman Budaya NTB

ADA bunyi-bunyi yang hidup begitu lama di sekitar kita hingga akhirnya menghilang dari ingatan. Ia pernah hadir setiap hari, melintas...

by Jaswanto
June 14, 2026
 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara
Budaya

 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

DENPASAR – TATKALA.CO |  Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta...

by Nyoman Budarsana
June 14, 2026
Takdir dan Kehendak Bebas: Membaca Ulang Kehidupan melalui Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins
Esai

Takdir dan Kehendak Bebas: Membaca Ulang Kehidupan melalui Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

Antara Takdir dan Kebebasan: Pertanyaan Tua yang Tak Pernah Usai Sejak manusia mulai bertanya tentang dirinya sendiri, satu pertanyaan selalu...

by Agung Sudarsa
June 14, 2026
Tari Siwanataraja, Simbol Awal Penciptaan yang Selalu Hadir dalam Peed Aya Pesta Kesenian Bali
Panggung

Tari Siwanataraja, Simbol Awal Penciptaan yang Selalu Hadir dalam Peed Aya Pesta Kesenian Bali

Tari Siwanataraja selalu menjadi bagian penting dalam Peed Aya (Pawai Budaya) pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) setiap tahunnya. Tari yang...

by Nyoman Budarsana
June 14, 2026
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti
Cerpen

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan
Puisi

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

by IRZI
June 13, 2026
Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Budaya

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita...

by tatkala
June 13, 2026
Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word
Ulas Rupa

Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar....

by Mas Ruscitadewi
June 13, 2026
Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi
Bahasa

Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan...

by I Made Sudiana
June 13, 2026
‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan
Ulas Musik

‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan

MUSIK populer kerap dipahami sebagai hiburan ringan, namun sejarah menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi medium artikulasi pengalaman sosial yang...

by Ahmad Sihabudin
June 13, 2026
Bung Karno dalam Puisi   
Esai

Bung Karno dalam Puisi   

BUNG Karno adalah presiden Indonesia yang memiliki cita rasa seni yang tinggi. Dari 8 PresidenIndonesia,Bung Karno, Abdul Rachman Wahid (Gus...

by I Nyoman Tingkat
June 13, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

SAYA menulis ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi untuk banyak seniman yang mungkin merasakan hal yang sama. Mereka...

by Ahmad Prasetya Hady
June 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co