22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lebaran, Masyarakat Tradisional, dan Komunikasi

Chusmeru by Chusmeru
March 21, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

HARI raya lebaran atau Idulfitri bagi umat Muslim di Indonesia dari tahun ke tahun selalu sama. Jauh hari sebelum lebaran selalu diwarnai kehebohan. Masyarakat sudah merencanakan untuk pulang mudik lebaran, sementara ibadah puasa belum juga mulai dikerjakan.

Begitulah masyarakat Indonesia. Meski berbagai kemajuan telah mewarnai sebagian besar kehidupan, tradisi berlebaran dan tradisi mudik ke kampung halaman masih dilakukan. Tidak salah jika masyarakat Indonesia masih  berada dalam karakteristik tradisional.

Hiruk-pikuk lebaran bukan hanya menjadi euforia masyarakat saja. Pemerintah dan para pejabat  juga sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan lebaran. Mulai dari kesiapan sarana transportasi sampai ketersediaan bahan pangan. Tunjangan hari raya (THR) menjadi topik menarik setiap menjelang lebaran.

Tidak terkecuali para pedagang dan pengusaha turut meriuhkan lebaran. Kenaikan harga kebutuhan pokok selalu terjadi, dan lebaran senantiasa dianggap sebagai biang kenaikan itu. Pengendalian harga yang dilakukan pemerintah pun tak mampu menekan kenaikan harga di pasar-pasar.

Kemacetan arus lalu lintas menjadi pemandangan yang  mewarnai setiap lebaran. Kementerian Perhubungan memperkirakan 193,6 juta masyarakat  atau 71.7 persen jumlah penduduk Indonesia akan mudik lebaran tahun 2024 ini. Lebaran seolah menjadi ritual mudik yang wajib diglorifikasi dan dilakukan setiap tahun.

Tradisional

Lebaran yang selalu dirayakan sesungguhnya menggambarkan bahwa masyarakat Indonesia masih berada dalam kategori masyarakat tradisional. Idulfitri dan lebaran bukan semata klimaks dari puasa sebagai kewajiban umat beragama, tetapi juga tradisi yang mesti dirayakan bersama.

Dahulu, masyarakat tradisional seringkali dikaitkan dengan masyarakat desa yang memiliki kepadatan penduduk rendah. Lapangan kerja dominan di sektor agraris dan maritim. Seiring perkembangan, masyarakat tradisional tidak lagi dipandang dari karakteristik geografis tersebut.

Masyarakat tradisional tidak harus mereka yang tinggal di pedesaan. Tidak juga yang bekerja sebagai petani dan nelayan. Masyarakat tradisional adalah mereka yang masih mempertahankan nilai-nilai tradisional, meski tinggal di perkotaan dan bekerja di pemerintahan maupun perusahaan.

Secara sosiologis masyarakat tradisional digambarkan sebagai gemeinschaft, masyarakat yang memiliki hubungan yang guyub dan akrab. Saling membantu dan tegur sapa adalah ciri khas masyarakat tradisional yang selalu dirindukan oleh para pemudik di hari lebaran.

Kontrol  sosial pada masyarakat tradisional dilakukan melalui adat, moral, dan hukum informal. Pulang kampung di saat libur lebaran memang bukan kewajiban agama. Namun itu banyak dilakukan masyarakat Indonesia sebagai ketaatan pada ikatan moral dan tradisi turun-temurun.

Tradisi yang sudah lama berlangsung menjadi pertanda keberadaan masyarakat tradisional. Mudik lebaran biasanya tidak sekadar bersukacita di tengah kemacetan jalur mudik, tetapi juga tradisi nyekar atau mengunjungi makam leluhur di kampung untuk mendoakannya.

Kesadaran

Secara “ideologis”, masyarakat tradisional ditandai oleh fanatisme pada kelompok sendiri. Fanatisme itu bisa dilihat dari kesetiaan dalam menggunakan bahasa daerah sebagai sarana berkomunikasi sesama warga satu daerah. Karenanya, lebaran menjadi momentum untuk menyuburkan komunikasi dengan berbincang menggunakan bahasa daerah di kampung.

Kesadaran terhadap kesamaan adat, norma budaya, dan bahasa memang dijunjung tinggi oleh masyarakat tradisional. Tidak heran jika ada orang yang sudah lama merantau di Jakarta misalnya, dia akan tetap menjunjung tinggi norma budaya asal daerahnya. Termasuk kesadaran untuk menggunakan bahasa daerah dalam berkomunikasi dengan orang dari daerah yang sama.

Jaringan komunikasi dan interaksi sosial dibangun atas dasar kesamaan dalam hal adat, busana, bahasa, dan makanan. Oleh sebab itu, banyak dijumpai kelompok-kelompok etnis di kota besar yang terdiri dari para pendatang berbagai daerah; yang akan mudik bersama menjelang lebaran.

Lebaran kerap menjadi cara bagi para perantau untuk kembali merajut jaringan komunikasi di daerah. Rumah keluarga yang sederhana di kampung halaman menjadi pembunuh rindu bagi perantau. Begitu pula makanan khas daerah menjadi nikmat untuk disantap di saat lebaran, mengalahkan beragam fast food yang biasa disantap di perantauan.

Kelompok etnis pada masyarakat tradisional memang bisa lintas geografis, dapat berada di ruang fisik lain. Etnis Jawa dapat bermukim di Jakarta. Etnis Minang dan Bugis juga terdapat di Bali. Semua akan terikat pada kesadaran bersama untuk menjalin komunikasi secara komunal di saat lebaran.

Kesadaran membangun jaringan komunikasi dengan daerah asal juga melahirkan kohesitas dan solidaritas sosial. Berbagi “amplop” kepada sanak famili dan tetangga saat lebaran menjadi simbol berbagi rejeki melalui ikatan komunal. Solidaritas sosial mengabaikan berapa pun isi amplop itu.

Orang boleh saja memiliki rumah dan mobil mewah.  Perhiasan yang mahal. Jabatan mentereng. Tak perlu risau disebut masyarakat tradisional, jika jauh sebelum lebaran ikut larut dalam ritual mudik ke kampung halaman.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Berkomunikasi Lewat Busana
Retorika: Komunikasi yang Tak Lekang oleh Waktu
Komunikasi dan Kekuasaan yang Tak Pernah Senyum
Tags: IdulfitriLebaranmudikRamadan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menulis Cerita Tak Semudah Mendengarkan Cerita | Catatan Workshop Menulis Mahima March March March 2024

Next Post

Menengok Bonsai Ratusan Juta di Taman Bung Karno Singaraja

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Menengok Bonsai Ratusan Juta di Taman Bung Karno Singaraja

Menengok Bonsai Ratusan Juta di Taman Bung Karno Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co