2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lebaran, Masyarakat Tradisional, dan Komunikasi

Chusmeru by Chusmeru
March 21, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

HARI raya lebaran atau Idulfitri bagi umat Muslim di Indonesia dari tahun ke tahun selalu sama. Jauh hari sebelum lebaran selalu diwarnai kehebohan. Masyarakat sudah merencanakan untuk pulang mudik lebaran, sementara ibadah puasa belum juga mulai dikerjakan.

Begitulah masyarakat Indonesia. Meski berbagai kemajuan telah mewarnai sebagian besar kehidupan, tradisi berlebaran dan tradisi mudik ke kampung halaman masih dilakukan. Tidak salah jika masyarakat Indonesia masih  berada dalam karakteristik tradisional.

Hiruk-pikuk lebaran bukan hanya menjadi euforia masyarakat saja. Pemerintah dan para pejabat  juga sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan lebaran. Mulai dari kesiapan sarana transportasi sampai ketersediaan bahan pangan. Tunjangan hari raya (THR) menjadi topik menarik setiap menjelang lebaran.

Tidak terkecuali para pedagang dan pengusaha turut meriuhkan lebaran. Kenaikan harga kebutuhan pokok selalu terjadi, dan lebaran senantiasa dianggap sebagai biang kenaikan itu. Pengendalian harga yang dilakukan pemerintah pun tak mampu menekan kenaikan harga di pasar-pasar.

Kemacetan arus lalu lintas menjadi pemandangan yang  mewarnai setiap lebaran. Kementerian Perhubungan memperkirakan 193,6 juta masyarakat  atau 71.7 persen jumlah penduduk Indonesia akan mudik lebaran tahun 2024 ini. Lebaran seolah menjadi ritual mudik yang wajib diglorifikasi dan dilakukan setiap tahun.

Tradisional

Lebaran yang selalu dirayakan sesungguhnya menggambarkan bahwa masyarakat Indonesia masih berada dalam kategori masyarakat tradisional. Idulfitri dan lebaran bukan semata klimaks dari puasa sebagai kewajiban umat beragama, tetapi juga tradisi yang mesti dirayakan bersama.

Dahulu, masyarakat tradisional seringkali dikaitkan dengan masyarakat desa yang memiliki kepadatan penduduk rendah. Lapangan kerja dominan di sektor agraris dan maritim. Seiring perkembangan, masyarakat tradisional tidak lagi dipandang dari karakteristik geografis tersebut.

Masyarakat tradisional tidak harus mereka yang tinggal di pedesaan. Tidak juga yang bekerja sebagai petani dan nelayan. Masyarakat tradisional adalah mereka yang masih mempertahankan nilai-nilai tradisional, meski tinggal di perkotaan dan bekerja di pemerintahan maupun perusahaan.

Secara sosiologis masyarakat tradisional digambarkan sebagai gemeinschaft, masyarakat yang memiliki hubungan yang guyub dan akrab. Saling membantu dan tegur sapa adalah ciri khas masyarakat tradisional yang selalu dirindukan oleh para pemudik di hari lebaran.

Kontrol  sosial pada masyarakat tradisional dilakukan melalui adat, moral, dan hukum informal. Pulang kampung di saat libur lebaran memang bukan kewajiban agama. Namun itu banyak dilakukan masyarakat Indonesia sebagai ketaatan pada ikatan moral dan tradisi turun-temurun.

Tradisi yang sudah lama berlangsung menjadi pertanda keberadaan masyarakat tradisional. Mudik lebaran biasanya tidak sekadar bersukacita di tengah kemacetan jalur mudik, tetapi juga tradisi nyekar atau mengunjungi makam leluhur di kampung untuk mendoakannya.

Kesadaran

Secara “ideologis”, masyarakat tradisional ditandai oleh fanatisme pada kelompok sendiri. Fanatisme itu bisa dilihat dari kesetiaan dalam menggunakan bahasa daerah sebagai sarana berkomunikasi sesama warga satu daerah. Karenanya, lebaran menjadi momentum untuk menyuburkan komunikasi dengan berbincang menggunakan bahasa daerah di kampung.

Kesadaran terhadap kesamaan adat, norma budaya, dan bahasa memang dijunjung tinggi oleh masyarakat tradisional. Tidak heran jika ada orang yang sudah lama merantau di Jakarta misalnya, dia akan tetap menjunjung tinggi norma budaya asal daerahnya. Termasuk kesadaran untuk menggunakan bahasa daerah dalam berkomunikasi dengan orang dari daerah yang sama.

Jaringan komunikasi dan interaksi sosial dibangun atas dasar kesamaan dalam hal adat, busana, bahasa, dan makanan. Oleh sebab itu, banyak dijumpai kelompok-kelompok etnis di kota besar yang terdiri dari para pendatang berbagai daerah; yang akan mudik bersama menjelang lebaran.

Lebaran kerap menjadi cara bagi para perantau untuk kembali merajut jaringan komunikasi di daerah. Rumah keluarga yang sederhana di kampung halaman menjadi pembunuh rindu bagi perantau. Begitu pula makanan khas daerah menjadi nikmat untuk disantap di saat lebaran, mengalahkan beragam fast food yang biasa disantap di perantauan.

Kelompok etnis pada masyarakat tradisional memang bisa lintas geografis, dapat berada di ruang fisik lain. Etnis Jawa dapat bermukim di Jakarta. Etnis Minang dan Bugis juga terdapat di Bali. Semua akan terikat pada kesadaran bersama untuk menjalin komunikasi secara komunal di saat lebaran.

Kesadaran membangun jaringan komunikasi dengan daerah asal juga melahirkan kohesitas dan solidaritas sosial. Berbagi “amplop” kepada sanak famili dan tetangga saat lebaran menjadi simbol berbagi rejeki melalui ikatan komunal. Solidaritas sosial mengabaikan berapa pun isi amplop itu.

Orang boleh saja memiliki rumah dan mobil mewah.  Perhiasan yang mahal. Jabatan mentereng. Tak perlu risau disebut masyarakat tradisional, jika jauh sebelum lebaran ikut larut dalam ritual mudik ke kampung halaman.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Berkomunikasi Lewat Busana
Retorika: Komunikasi yang Tak Lekang oleh Waktu
Komunikasi dan Kekuasaan yang Tak Pernah Senyum
Tags: IdulfitriLebaranmudikRamadan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menulis Cerita Tak Semudah Mendengarkan Cerita | Catatan Workshop Menulis Mahima March March March 2024

Next Post

Menengok Bonsai Ratusan Juta di Taman Bung Karno Singaraja

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Menengok Bonsai Ratusan Juta di Taman Bung Karno Singaraja

Menengok Bonsai Ratusan Juta di Taman Bung Karno Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co