20 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Komang Puja Savitri by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
in Khas
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Budayawan dan peneliti naskah kuno asal Buleleng, Sugi Lanus, sebagai narasumber dalam seminar kebudayaan di Bulfes 2026 | Foto: Istimewa

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng Festival (Bulfest) 2026. Budayawan dan peneliti naskah kuno asal Buleleng, Sugi Lanus, hadir sebagai narasumber dalam seminar kebudayaan yang membahas fenomena brain drain atau eksodus talenta terdidik yang dinilai mengancam keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Buleleng.

Bagi Sugi Lanus, persoalan tersebut tidak cukup dilihat sebagai masalah ekonomi masa kini. Perpindahan talenta terdidik, baik ke Bali Selatan maupun ke luar negeri, menurutnya memiliki kaitan dengan perubahan posisi Buleleng dalam perjalanan sejarah Bali.

“Kita harus melihat sejarah secara jernih. Antara tahun 1849 hingga 1958, Singaraja adalah ibu kota Bali dan Kepulauan Sunda Kecil. Kota ini adalah magnet birokrasi dan pusat literasi termaju, rumah bagi peradaban intelektual yang melahirkan institusi legendaris seperti Gedong Kirtya. Namun, ketika pusat pemerintahan dipindahkan secara total ke Denpasar pada tahun 1958, Buleleng seketika kehilangan pengaruh politik dan ekonominya,” ujar Sugi Lanus di hadapan ratusan perwakilan pemuda, akademisi, dan praktisi industri kreatif Bali Utara.

Menurut Sugi Lanus, perubahan pusat pemerintahan tersebut turut memengaruhi pola perpindahan masyarakat Buleleng dari generasi ke generasi. Buleleng yang dikenal sebagai “Kota Pendidikan” terus meluluskan ribuan sarjana melalui berbagai perguruan tinggi lokal. Namun, ketersediaan lapangan kerja yang mampu menyerap keahlian spesifik mereka belum sebanding dengan jumlah lulusan. Akibatnya, banyak lulusan memilih mencari peluang di luar daerah, sementara sejumlah sektor lokal, termasuk pertanian dan industri kreatif, kehilangan tenaga muda yang dapat membawa perubahan.

Memutus Rantai Degradasi Produktivitas di Hulu

Persoalan tersebut, kata Sugi Lanus, tidak hanya berkaitan dengan daya tarik ekonomi di luar Buleleng. Ia juga menyoroti kondisi sosial di tingkat desa yang menurutnya turut memengaruhi produktivitas generasi muda.

Ia menekankan bahwa brain drain perlu dilihat bersama persoalan lingkungan sosial yang membentuk pilihan dan kebiasaan anak muda. Aktivitas nonproduktif, menurutnya, perlu mendapat perhatian agar tidak berkembang menjadi kebiasaan yang menghambat potensi generasi muda.

“Kita tidak bisa membiarkan talenta-talenta muda kita layu sebelum berkembang. Pemerintah daerah bersama desa adat harus mengambil tindakan tegas untuk mengantisipasi penurunan produktivitas ini. Pengetatan izin hiburan malam liar, pembatasan kafe musik liar, serta pengawasan ketat terhadap penjualan alkohol terbuka di pelosok desa yang menyasar anak-anak di bawah umur harus segera dilakukan,” tegasnya.

Selain itu, Sugi Lanus menyoroti bahaya judi online (judol) dan judi konvensional seperti tajen liar, serta aksi balap liar di jalanan umum yang dinilainya dapat menggerus potensi generasi muda Buleleng. Menurutnya, maraknya aktivitas perjudian juga berpotensi mengurangi manfaat ekonomi dari dana kiriman atau remittance ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Buleleng di luar negeri.

Alih-alih menjadi modal produktif atau investasi agrobisnis di desa asal, ia menilai sebagian dana tersebut justru dapat terserap dalam aktivitas perjudian.

Karena itu, ia menawarkan perubahan arah dukungan anggaran terhadap aktivitas generasi muda. “Solusinya adalah pembalikan arah anggaran. Alokasikan pendanaan daerah secara masif untuk mendukung kegiatan positif pemuda, siswa, dan mahasiswa di bidang akademik, sastra, seni budaya, serta industri kreatif. Berikan mereka panggung dan ruang ekspresi yang sehat di tanah kelahiran mereka sendiri,” tambahnya.

Jembatan Solusi Masa Depan Buleleng

Dari persoalan tersebut, Sugi Lanus kemudian menawarkan sejumlah langkah yang menurutnya dapat menjadi jalan untuk memperkuat daya tarik Buleleng bagi generasi mudanya. Ia mengusulkan skema integratif lintas sektor yang mencakup modernisasi agraria, konektivitas digital, serta regulasi dan investasi produktif.

Pertama, modernisasi agraria (smart farming). Pertanian perlu dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi seperti Internet of Things (IoT). Menurut Sugi Lanus, pendekatan tersebut dapat mengubah citra bertani menjadi bidang usaha yang lebih menarik bagi generasi muda terdidik sekaligus menjawab persoalan semakin banyaknya petani berusia lanjut.

Kedua, konektivitas dan ekonomi digital. Infrastruktur internet berkecepatan tinggi hingga tingkat desa adat dinilai penting untuk membuka peluang kerja jarak jauh (remote working). Dengan konektivitas yang memadai, pemuda Buleleng dapat bekerja untuk perusahaan di luar daerah, bahkan perusahaan global, tanpa harus meninggalkan daerah asal.

Ketiga, regulasi dan investasi produktif. Sugi Lanus juga mendorong Pemerintah Kabupaten Buleleng merancang Peraturan Daerah (Perda) Inovasi untuk memberikan insentif bagi startup lokal. Selain itu, diperlukan badan kurasi yang dapat mengarahkan dana investasi PMI ke sektor riil di daerah sehingga remitan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi dapat berkembang menjadi modal usaha.

Gagasan tersebut menempatkan persoalan brain drain bukan semata-mata sebagai masalah perpindahan penduduk. Persoalannya juga berkaitan dengan bagaimana Buleleng menyediakan ruang bagi anak muda untuk belajar, bekerja, berkarya, dan membangun kehidupan yang layak tanpa harus meninggalkan tanah kelahirannya.

“Buleleng Festival bukan sekadar ajang selebrasi seni tahunan, melainkan momentum untuk merebut kembali marwah intelektual Bali Utara. Kita harus menghentikan laju brain drain ini dengan membangun ekosistem yang menghargai kecerdasan, menjaga ketertiban sosial, dan menyediakan masa depan yang layak bagi anak-anak muda di tanah kelahiran mereka sendiri,” pungkas Sugi Lanus menutup sesinya.[T]

Reporter/Penulis: Puja Savitri
Editor: Jaswanto

Tags: buleleng festivalBuleleng Festival 2026Bulfest 2026Sugi Lanus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lampu Merah dan Mental Menerabas

Komang Puja Savitri

Komang Puja Savitri

Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
0
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
Lampu Merah dan Mental Menerabas
Esai

Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

by Angga Wijaya
August 20, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Ajian Jaran Goyang

MENJADI lelaki jomblo di usia yang tidak lagi muda membuat Teguh Priyono selalu menjadi perbincangan tetangga. Wajahnya tidak terlalu jelek....

by Chusmeru
August 20, 2026
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia
Budaya

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

by tatkala
August 19, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [2]: Pintu yang Terbuka, Pagar yang Runtuh

PADA tahun 1999, Seno Gumira Ajidarma menerbitkan kumpulan essay Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara. Judulnya adalah pernyataan sekaligus pengakuan,...

by Andre Syahreza
August 19, 2026
Penjaga Rupa Utara, Jejak Perjalanan Seni: Biografi Perjalanan Hidup dan Karya I Nyoman Suma Argawa
Buku Tatkala

Penjaga Rupa Utara, Jejak Perjalanan Seni: Biografi Perjalanan Hidup dan Karya I Nyoman Suma Argawa

Judul: PENJAGA RUPA UTAR, Jejak Warisan Seni: Biografi Perjalanan Hidup dan Karya I Nyoman Suma Argawa Penerbit: PT Tatkala Sekala...

by Buku Tatkala
August 19, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
UPMI Bali Lepas 237 Wisudawan, Rektor Ingatkan Gelar Bukan Sekadar untuk Dipajang
Pendidikan

UPMI Bali Lepas 237 Wisudawan, Rektor Ingatkan Gelar Bukan Sekadar untuk Dipajang

 “Gelar ini bukan untuk dipajang tapi untuk dibuktikan dengan karya.” Pesan Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta,...

by Dede Putra Wiguna
August 19, 2026
Merawat Warisan Budaya Kolonial…
Esai

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

by Pande Susan
August 19, 2026
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         
Khas

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
FGD Penelitian ISI Bali: Menggali Nilai-Nilai Karakter Kearifan Lokal untuk Pengembangan Drama Tari Berbahasa Inggris
Pendidikan

FGD Penelitian ISI Bali: Menggali Nilai-Nilai Karakter Kearifan Lokal untuk Pengembangan Drama Tari Berbahasa Inggris

DENPASAR | TATKALA.CO -- Institut Seni Indonesia (ISI) Bali melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan Focus Group...

by Dewi Yulianti
August 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co