30 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Komang Puja Savitri by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
in Khas
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Budayawan dan peneliti naskah kuno asal Buleleng, Sugi Lanus, sebagai narasumber dalam seminar kebudayaan di Bulfes 2026 | Foto: Istimewa

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng Festival (Bulfest) 2026. Budayawan dan peneliti naskah kuno asal Buleleng, Sugi Lanus, hadir sebagai narasumber dalam seminar kebudayaan yang membahas fenomena brain drain atau eksodus talenta terdidik yang dinilai mengancam keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Buleleng.

Bagi Sugi Lanus, persoalan tersebut tidak cukup dilihat sebagai masalah ekonomi masa kini. Perpindahan talenta terdidik, baik ke Bali Selatan maupun ke luar negeri, menurutnya memiliki kaitan dengan perubahan posisi Buleleng dalam perjalanan sejarah Bali.

“Kita harus melihat sejarah secara jernih. Antara tahun 1849 hingga 1958, Singaraja adalah ibu kota Bali dan Kepulauan Sunda Kecil. Kota ini adalah magnet birokrasi dan pusat literasi termaju, rumah bagi peradaban intelektual yang melahirkan institusi legendaris seperti Gedong Kirtya. Namun, ketika pusat pemerintahan dipindahkan secara total ke Denpasar pada tahun 1958, Buleleng seketika kehilangan pengaruh politik dan ekonominya,” ujar Sugi Lanus di hadapan ratusan perwakilan pemuda, akademisi, dan praktisi industri kreatif Bali Utara.

Menurut Sugi Lanus, perubahan pusat pemerintahan tersebut turut memengaruhi pola perpindahan masyarakat Buleleng dari generasi ke generasi. Buleleng yang dikenal sebagai “Kota Pendidikan” terus meluluskan ribuan sarjana melalui berbagai perguruan tinggi lokal. Namun, ketersediaan lapangan kerja yang mampu menyerap keahlian spesifik mereka belum sebanding dengan jumlah lulusan. Akibatnya, banyak lulusan memilih mencari peluang di luar daerah, sementara sejumlah sektor lokal, termasuk pertanian dan industri kreatif, kehilangan tenaga muda yang dapat membawa perubahan.

Memutus Rantai Degradasi Produktivitas di Hulu

Persoalan tersebut, kata Sugi Lanus, tidak hanya berkaitan dengan daya tarik ekonomi di luar Buleleng. Ia juga menyoroti kondisi sosial di tingkat desa yang menurutnya turut memengaruhi produktivitas generasi muda.

Ia menekankan bahwa brain drain perlu dilihat bersama persoalan lingkungan sosial yang membentuk pilihan dan kebiasaan anak muda. Aktivitas nonproduktif, menurutnya, perlu mendapat perhatian agar tidak berkembang menjadi kebiasaan yang menghambat potensi generasi muda.

“Kita tidak bisa membiarkan talenta-talenta muda kita layu sebelum berkembang. Pemerintah daerah bersama desa adat harus mengambil tindakan tegas untuk mengantisipasi penurunan produktivitas ini. Pengetatan izin hiburan malam liar, pembatasan kafe musik liar, serta pengawasan ketat terhadap penjualan alkohol terbuka di pelosok desa yang menyasar anak-anak di bawah umur harus segera dilakukan,” tegasnya.

Selain itu, Sugi Lanus menyoroti bahaya judi online (judol) dan judi konvensional seperti tajen liar, serta aksi balap liar di jalanan umum yang dinilainya dapat menggerus potensi generasi muda Buleleng. Menurutnya, maraknya aktivitas perjudian juga berpotensi mengurangi manfaat ekonomi dari dana kiriman atau remittance ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Buleleng di luar negeri.

Alih-alih menjadi modal produktif atau investasi agrobisnis di desa asal, ia menilai sebagian dana tersebut justru dapat terserap dalam aktivitas perjudian.

Karena itu, ia menawarkan perubahan arah dukungan anggaran terhadap aktivitas generasi muda. “Solusinya adalah pembalikan arah anggaran. Alokasikan pendanaan daerah secara masif untuk mendukung kegiatan positif pemuda, siswa, dan mahasiswa di bidang akademik, sastra, seni budaya, serta industri kreatif. Berikan mereka panggung dan ruang ekspresi yang sehat di tanah kelahiran mereka sendiri,” tambahnya.

Jembatan Solusi Masa Depan Buleleng

Dari persoalan tersebut, Sugi Lanus kemudian menawarkan sejumlah langkah yang menurutnya dapat menjadi jalan untuk memperkuat daya tarik Buleleng bagi generasi mudanya. Ia mengusulkan skema integratif lintas sektor yang mencakup modernisasi agraria, konektivitas digital, serta regulasi dan investasi produktif.

Pertama, modernisasi agraria (smart farming). Pertanian perlu dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi seperti Internet of Things (IoT). Menurut Sugi Lanus, pendekatan tersebut dapat mengubah citra bertani menjadi bidang usaha yang lebih menarik bagi generasi muda terdidik sekaligus menjawab persoalan semakin banyaknya petani berusia lanjut.

Kedua, konektivitas dan ekonomi digital. Infrastruktur internet berkecepatan tinggi hingga tingkat desa adat dinilai penting untuk membuka peluang kerja jarak jauh (remote working). Dengan konektivitas yang memadai, pemuda Buleleng dapat bekerja untuk perusahaan di luar daerah, bahkan perusahaan global, tanpa harus meninggalkan daerah asal.

Ketiga, regulasi dan investasi produktif. Sugi Lanus juga mendorong Pemerintah Kabupaten Buleleng merancang Peraturan Daerah (Perda) Inovasi untuk memberikan insentif bagi startup lokal. Selain itu, diperlukan badan kurasi yang dapat mengarahkan dana investasi PMI ke sektor riil di daerah sehingga remitan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi dapat berkembang menjadi modal usaha.

Gagasan tersebut menempatkan persoalan brain drain bukan semata-mata sebagai masalah perpindahan penduduk. Persoalannya juga berkaitan dengan bagaimana Buleleng menyediakan ruang bagi anak muda untuk belajar, bekerja, berkarya, dan membangun kehidupan yang layak tanpa harus meninggalkan tanah kelahirannya.

“Buleleng Festival bukan sekadar ajang selebrasi seni tahunan, melainkan momentum untuk merebut kembali marwah intelektual Bali Utara. Kita harus menghentikan laju brain drain ini dengan membangun ekosistem yang menghargai kecerdasan, menjaga ketertiban sosial, dan menyediakan masa depan yang layak bagi anak-anak muda di tanah kelahiran mereka sendiri,” pungkas Sugi Lanus menutup sesinya.[T]

Reporter/Penulis: Puja Savitri
Editor: Jaswanto

Tags: buleleng festivalBuleleng Festival 2026Bulfest 2026Sugi Lanus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lampu Merah dan Mental Menerabas

Next Post

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

Komang Puja Savitri

Komang Puja Savitri

Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails
Next Post
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival
Tualang

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

by I Putu Ardiyasa
September 29, 2026
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938
Kuliner

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe
Tualang

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya
Esai

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang
Khas

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta
Cerpen

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa
Puisi

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

by Chusmeru
September 27, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co