5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Caption

Putri Handayani by Putri Handayani
June 9, 2019
in Cerpen
Caption

Ilustrasi diolah dari lukisan IB Pandit Parastu

Cerpen: Putri Handayani

“Cinta tidak datang pada ia yang diam, cinta datang pada ia yang mengejar. Setuju semeton?”

Kemudian, jemarinya lincah mengetik banyak tagar agar semakin banyak yang membaca unggahannya. Sepasang matanya menyapu kata per kata agar bersih dari typo sebelum mengunggah gambar beserta caption itu di akun Instagram sebuah portal kabar tempatnya bekerja. Sejenak admin perempuan itu mendengus, memprediksi balasan apa yang akan diterimanya esok.

Semalaman admin perempuan itu tak bisa tidur nyenyak akibat memikirkan kejutan kecil apa yang akan dibacanya di salah satu gambar yang baru. Sedari pukul 6 dini hari, tangan kanannya secara otomatis meraih ponsel yang diletakkan di atas meja. Mengecek, ada ‘kabar’ apa kali ini. Tidak juga ada postingan baru. Ponsel diletakkan lagi. Sejam berikutnya, hal sama diulangi, hingga si perempuan terlelap tak sadar dengan ponsel di genggaman. Sebuah gambar dan caption baru akhirnya terunggah pada pukul 8 pagi.

Pukul 9 pagi admin perempuan terjaga. Spontan ia meraih ponsel yang tertimbun selimut. Membuka Instagram dan menemukan sebuah gambar layangan putus.

“Mengejar cinta seperti mengejar layangan putus. M e l e l a h k a n.”

Si admin perempuan tersenyum geli, sadar kodenya terbaca. Jempol kanannya membuka kolom komentar yang telah berjumlah ratusan itu. Dibacanya satu per satu, banyak yang sependapat, banyak pula yang menyanggah pernyataan si penulis caption. Ia cukup puas. Diletakkannya kembali ponsel itu di kasur, lalu ia bangkit dan melenggang ke kamar mandi.

Di kantor, admin perempuan bekerja dengan 2 admin pria lainnya. Mereka bertegur sapa seperti biasa tanpa saling bertanya hal janggal atau kode yang berarti. Makan bersama saat istirahat siang, bahkan bergosip bersama, semua dilalui bersama tanpa memasang raut curiga. Curiga barangkali hanya urusan diri sendiri dan hati masing-masing. Mereka bertiga adalah tipikal orang yang tidak banyak bicara soal kehidupan pribadi.

Di sisi lain, seorang admin pria – sebut saja admin pria pertama – rupanya beberapa minggu ini sedang gelisah. Belakangan ini, didapatinya portal kabar sudah seperti buku harian dengan gambar-gambar aneh dan caption yang seperti bersahutan. Tentu ia tahu siapa saja pelakunya, hanya ada 3 admin di portal kabar ini. Akan tetapi, ia memilih bungkam, bersikap seolah tidak menggubris keduanya sambil diam-diam menyalin caption-caption itu dalam note ponselnya.

“Akun portal berita saat ini sudah bergeser fungsinya. Tidak lagi mengabarkan kecelakaan, bencana, atau fenomena alam, tetapi hanya jadi pelampiasan curhat bagi para adminnya.” Tulis admin pria pertama untuk sebuah gambar yang diunggahnya kali ini.

Caption itu dibaca oleh admin perempuan. Alisnya mengernyit sambil mengira-ngira admin pria mana yang berceloteh sepedas itu. Dipikirannya terlintas wajah admin pria kedua. Rasa kesal tak terbendung lagi dari dadanya. Segala sumpah serapah terkulum di rongga mulut si admin perempuan pada admin pria kedua yang menurutnya iri pada kode-kode mereka. Sesegera mungkin ia membalasnya dengan tak kalah pedas.

“Dalam hidup, manusia akan selalu dihadapkan pada orang-orang dengan rasa iri di dadanya. Tag teman semeton yang suka iri!”

Admin pria kedua membacanya. Sadar ada yang tidak beres, ia lalu mencoba menetralisir suasana dengan tetap konsisten membalas kode di admin perempuan tanpa ikut campur dalam kegaduhan.

“Saat kau terlalu rapuh, pundak siapa yang tersandar? Tangan siapa yang tak melepas? Kuyakin aku…”

Sebuah video bertemakan sunset terunggah dengan beberapa potong lirik lagu milik Fiersa Besari.

Beberapa jam berlalu. Admin pria kedua kembali mengecek ponselnya, apakah ada balasan dari seberang. Ternyata ada. Potongan lirik lagu itu disambung, terunggah dengan sebuah potongan video matahari terbit di celah pegunungan.

“Bahkan saat kau memilih pergi meninggalkan aku. Tak pernah lelah menanti karena kuyakin kau akan kembali…”

Admin pria kedua tersenyum simpul.

Admin perempuan tersenyum puas di antara selimut tebal yang membalutnya. Tidak sabar menanti hari esok dan hari-hari selanjutnya untuk menebar kode yang lebih banyak. Sebuah permainan telah tercipta dalam pikiran mereka. Awalnya, semata hanya untuk berdamai dengan rasa bosan dari hiruk-pikuk pekerjaan, namun tampaknya mulai timbul rasa lain yang bernama nyaman. Hanya saja, rasa nyaman itu belum beralamat. Namun, si admin perempuan tahu alamat mana yang akan dituju.

Sementara, admin pria pertama bergidik sambil menahan perut mual membaca bualan demi bualan di layar ponselnya. Kesabarannya sudah tak tertahankan lagi. Ia berniat untuk membeberkan semuanya pada atasan saat rapat esok hari.

Sebelum ke kantor, admin pria pertama singgah dulu ke pom bensin karena tangki motornya kosong. Sambil menunggu petugas mengisi tangki bensinnya, pria itu refleks merogoh saku celana dan meraih ponselnya. Saking biasanya bekerja dengan ponsel, tangannya sudah terprogram tanpa aba-aba. Ponsel dinyalakan. Entah dari mana datangnya percikan api, ledakan pun tak terelakkan.

Di meja rapat, admin pria kedua dan admin wanita saling bertatapan. Admin pria kedua tersenyum, namun admin perempuan tidak membalasnya, malah menatapnya dingin. Admin pria kedua pun salah tingkah dan kebingungan. Padahal dalam permainan caption itu ia merasakan energi admin perempuan sangat dekat. Namun, kini sangat berbeda. Ia ingin memulai percakapan dan mengatakan yang sejujurnya soal si penulis caption yang saban hari diajaknya berduet, tapi tak ada sedikit pun nyali.

Dalam hati, admin perempuan sedang gelisah, mengapa admin pria pertama tidak kunjung tiba padahal sebentar lagi rapat dimulai. Ia melirik atasan yang sudah siap dengan laptop di hadapannya. Yang terpenting ternyata bukan rapat itu, melainkan sebuah kejujuran yang akan segera tersampaikan pada alamat yang tepat hari ini.

Alih-alih membunuh waktu, kedua admin itu sama-sama membuka ponsel. Pada layar masing-masing tersiar kabar dari portal tetangga tentang sebuah insiden ledakan di sebuah pom bensin yang menelan korban jiwa. Betapa terkejutnya si admin perempuan ketika tahu bahwa yang menjadi korban ledakan itu adalah admin pria pertama.

Pesan itu kehilangan alamatnya. [T]

Tags: Cerpen
Share20TweetSendShareSend
Previous Post

Membentengi atau Memperdaya Desa Adat?

Next Post

Menuju Puncak Lempuyang, Sehat Rohani-Jasmani, Mencari Anak Tangga Terakhir

Putri Handayani

Putri Handayani

Bernama lengkap Desak Ketut Putri Handayani. Lahir di Klungkung. Adalah penulis pemula yang punya niat besar untuk terus berkembang

Related Posts

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails
Next Post
Menuju Puncak Lempuyang, Sehat Rohani-Jasmani, Mencari Anak Tangga Terakhir

Menuju Puncak Lempuyang, Sehat Rohani-Jasmani, Mencari Anak Tangga Terakhir

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co