24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Papasangan

I Wayan Kerti by I Wayan Kerti
October 13, 2019
in Cerpen
Papasangan

Lukisan Komang Astiari

Cerpen I Wayan Kerti

Bau harum menyeruak seisi kamar. Aroma wewangian serasa menusuk hidung. Suasana mistis terasa kental, menyemburatkan suasana batin yang tenang dan damai. Kamar sempit berukuran  2×3 m² diyakini sebagai kamar suci, tempat Jero Dasaran biasa melakukan semadi ketika masyarakat mapinunasan.

Asap menyan dan dupa menyembul memenuhi ruangan. Sesaji pun mulai dihaturkan. Jero Dasaran duduk bersimpuh di depan altar pemujaan kamar suci itu. Tangannya mulai memercikkan air suci. Mulutnya komat-kamit, dibarengi gerakan tangan menyembah-nyembah. Pertanda ritual telah dimulai.

Jero datang ke sini memohon doa ya? Memohon doa tentang belum punya keturunan, tiba-tiba Jero Dasaran memulai pembicaraan.

Ya, Jero. Benar sekali! seorang perempuan muda menyahut pelan, dibarengi anggukan lelaki muda yang duduk di sampingnya.

“Sekarang, silahkan berdoa dan memohon kepada-Nya”, ujar Jero Dasaran.

Pasangan suami-istri itu pun khusuk berdoa. Lalu, mereka diperciki air suci berisi kembang beraneka warna. Proses ritual terus berjalan.  Cukup lama terjadi dialog di kamar suci itu. Akhirnya, bibir Jero Dasaran tiba-tiba melontarkan ucapan, “Sudah ke sana-ke mari kamu berobat, belum juga mempunyai keturunan. Penyebabnya karena ada yang menguna-gunai”.

Pasangan suami-istri muda itu pun nampak kaget, bingung bercampur aduk, menebak-nebak, mencari sumber tentang siapa kiranya yang berniat jahat pada mereka.

Dengan langkah gontai, mereka berpamitan. Sungguh tidak diduga jika ada yang berniat jahat pada mereka. Padahal, selama ini mereka merasa tidak memiliki musuh. Sudah tujuh tahun mereka menikah, buah hati yang mereka idam-idamkan belum juga hadir. Sudah beberapa dokter ahli kandungan ternama mereka kunjungi, berulang kali. Paranormal juga sudah belasan yang dimintai bantuannya. Sampai pada langkah di kamar suci Jero Dasaran.

Apa yang baru saja dialami di tempat mapinunasan dikabarkannya kepada mertuanya. Kedua orangtua itu nampak gelisah dan bingung. Namun, lelaki tua itu nampak berusaha tegar dan berpikir bijak.

“Janganlah sedih, Nak. Kalian harus tetap berdoa dan berusaha. Kabarkan juga berita ini pada besanku. Mungkin Beliau bisa membantu mencarikan jalan keluar,” kilahnya dengan suara pelan, tak bertenaga.

Keesokan harinya, pasangan ini memutuskan untuk menemui orangtua      I Luh di kampung halamannya. Sepanjang perjalanan, mereka berdua hanya diam. Tidak ada canda-tawa, atau cerita-cerita yang membumbui kisah perjalanan mereka.

Embun masih nampak berkilauan di rerumputan terkena terpaan sinar matahari. Mereka menapakkan kaki di halaman rumah orangtuanya dengan langkah gontai.

Seorang wanita paruh baya seketika menghampiri I luh, “Ada apa, tumben pagi-pagi sudah pulang?” Matanya penuh selidik, pandangan matanya tertuju pada perut I Luh. Naluri keibuannya telah berbisik, berharap anaknya telah hamil. Lalu, dia sah menyandang predikat seorang nenek.

 “Sebenarnya, ada apa pagi-pagi sekali kalian sudah sampai di sini? Biasanya, jika hendak pulang, kalian berkabar dulu,” sela ayah I Luh yang tiba-tiba hadir di ruang tamu.

“Kami hanya ingin jalan-jalan, Ayah,” jawab sang menantu, seperti hendak menyembunyikan sesuatu.

Sang ibu tergopoh-gopoh membawa pisang rebus dan beberapa cangkir kopi. “Silakan dinikmati! Ini menu pengganjal perut favorit I Luh sejak kecil,” imbuhnya sambil menyodorkan cangkir-cangkir itu.

Sambil menikmati sarapan pisang rebus dan ngopi pagi, obrolan pun terus berlanjut. Sesekali tampak canda-tawa, tetapi akhirnya semua tampak diam dengan raut muka cemas, ketika I Luh dan suaminya menceritakan semua yang mereka alami ketika mapinunasan.

Suasana sempat hening beberapa saat. Akhirnya, sang ayah memberi saran. “I Luh, begitu juga Gede, coba kita periksakan ke dokter ahli kandungan di kota ini. Beliau sahabat ayah sejak SD yang kembali dan mengabdikan dirinya ke desa ini sejak pensiun. Siapa tahu, justru jodoh bertemu di desa ini, seperti dirimu dengan Gede.”

Ruang praktik dokter tampak lenggang, maklum karena praktiknya di desa. Jadi, tidak perlu antre.

“Om Swastiyastu!” ayah I Luh menyapa lelaki paruh baya berpakaian putih-putih yang keluar dari dalam ruang praktik.

“Tampaknya, Beliau itu adalah dokter spesialis teman ayah sejak kecil,” pikir I Luh. Sepertinya dugaannya tidaklah salah. Sebentar saja, kedua lelaki paruh baya itu telah tampak akrab.

“Tumben kau bertandang ke sini,” sapa dokter itu. “Ayo masuk saja. Kita kumpul dan ngobrol di dalam. Lagian, jarang ada pasien yang periksa ke sini,” imbuhnya.

Mereka ramai-ramai memasuki ruang praktik dokter kandungan itu. Lalu, ayah I Luh mengutarakan maksud kedatangan mereka kepada karibnya. Sang dokter tampak antusias mendengar semua cerita dan keluhan keluarga ini.

“Luh, masuklah ke ruang itu,” ujar dokter sambil menunjuk salah satu sudut ruang yang tersekat kain gorden warna biru. Tak tampak perawat atau bidan yang membantu buka praktik.

“Berbaringlah!” perintah sang dokter.

I Luh pun menuruti petunjuknya. Tubuhnya direbahkan di ranjang kamar periksa itu. Sambil memasang stetoskop di telinganya, dokter itu memutar-mutar alat USG di perut I Luh. Beliau bercerita dan bertanya berbagai hal kepada I Luh. Perbincangan mereka nampak akrab sekali, bahkan sesekali terdengar canda-tawa menghasi ruang pemeriksaan,

Tiba-tiba, dokter itu bertanya, “Luh apakah kamu pernah bermaksud menunda kehamilan?”

“Maksud Dokter?” sanggah I Luh dengan nada heran dan kebingungan.

“Maksudku, kamu mungkin pernah berniat ingin menunda punya anak, lalu kalian sepakat memakai alat kontrasepsi,” kata dokter itu.

“Tentu saja tidak dokter! Saya menikah justru bermaksud segera memiliki keturunan. Tidak pernah terbersit di benak untuk menunda kebahagian keluarga kami. Ada apa dengan diri saya?” cecar I Luh dengan nada penasaran.

“Baiklah! Aku panggilkan keluargamu untuk melihat apa yang sebenarnya menimpa dirimu.”

Dokter menunjukkan sesuatu.

“Sahabatku, begitu juga kamu, Nak! Sekarang lihatlah dengan saksama layar itu!” perintah dokter itu. “Apa yang kalian lihat?” imbuhnya.

“Aku melihat seperti ada sesuatu di rahim anakku, Kawan!” jawab ayah I Luh, yang diiyakan oleh yang lain, sebagai pertanda sepakat dengan temuan pemeriksaan dokter spesialis kandungan itu.

“Itulah sumber masalahnya,” ucap dokter itu dengan mimik serius.

“Benda apa itu, Kawan? Aku jadi penasaran. Apakah ini yang dikatakan papasangan seperti yang disampaikan Jero Dasaran tempo hari?” imbuh ayah I Luh dengan ekspresi wajah yang penasaran.

“Betul! Di rahim anakmu ini memang ada papasangan, dan yang memasang pastilah orang yang ahli seperti diriku,” lanjut sang dokter dengan nada sedikit bergurau.

“Aku bertanya serius, tolong kamu jawab dengan serius, Kawan!” gertak ayah I Luh yang merasa dibuat semakin penasaran.

“Baiklah! Aku jawab dengan tegas, di rahim anakmu terpasang alat kontrasepsi “spiral”. Hal tu sama saja dengan papasangan, seperti cerita paranormal itu. Itulah pemicunya kawan,” kata dokter itu. “Tadi, aku bertanya kepada anakmu, apa dia pernah bermaksud menunda punya anak? Dia bilang, tidak. Jadi, siapa kira-kira yang memasang alat itu di rahim anakmu?” Dokter itu balik bertanya kepada ayah I Luh dengan raut muka penuh selidik, yang membuat ayah dan ibu I Luh salah tingkah.

Suasana sempat hening beberapa saat. Sepertinya semua saling introspeksi diri, saling menerka-nerka. Apa mungkin orang sakti yang menjahati anaknya. Dalam hening, orangtua I Luh teringat kisah masa lalu. Mereka lalu menarik tangan dokter itu keluar ruangan. Di serambi rumah itu, mereka bercerita dengan mata berkaca-kaca.

“Aku yang salah, Kawan,” celetuk sang ayah dengan penuh penyesalan. “Dulu, ketika anakku remaja, aku lihat dia agak liar bergaul. Sering gonta-ganti teman cowok yang diajak ke rumah. Aku jadi khawatir anakku membawa aib bagi keluarga. Suatu hari ketika dia diopname karena usus buntu, aku bersama istri sepakat saat operasi sekalian dipasangi ‘alat jahanam’ itu,” tutur sang ayah dengan nada lirih.

“Ayah…!!!” Tiba-tiba I Luh menjerit histeris. [T]

Keterangan:

1. papasangan : guna-guna
2. mapinunasan : Memohon
3. Jero Dasaran : Paranormal (orang yang dapat kemasukan roh, sehingga bisa menjadi perantara berkominkasi dengan alam gaib.
4 Jero : Anda (panggilan untuk orang yang belum dikenal).

Tags: Cerpen
Share81TweetSendShareSend
Previous Post

Kapan “Tour de Bali” Ada Lagi?

Next Post

[Pidato Umbu Landu Paranggi] – KemBali ke Bali: KemBali ke Kedalaman Akar-Dasar Sastra

I Wayan Kerti

I Wayan Kerti

lahir di Sibetan, 29 Juni 1967. Menjalani aktivitas sehari-hari sebagai guru, saat ini bertugas di SMP Negeri 1 Abang. Gemar menulis; puisi, cerpen, opini atau esai di media massa. Saat ini juga masih dipercaya sebagai ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kabupaten Karangasem sejak 12 tahun lalu.

Related Posts

Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

by Sigit Susanto
October 18, 2026
0
Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

“Bensin, bensin, cukup tiga puluh ribu satu botol,” seru suara Made Budija dari atas. Seorang anak muda berseragam cokelat sedang...

Read moreDetails

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails
Next Post
[Pidato Umbu Landu Paranggi] – KemBali ke Bali: KemBali ke Kedalaman Akar-Dasar Sastra

[Pidato Umbu Landu Paranggi] - KemBali ke Bali: KemBali ke Kedalaman Akar-Dasar Sastra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co