13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kapan “Tour de Bali” Ada Lagi?

Wayan Junaedy by Wayan Junaedy
October 13, 2019
in Esai
Kapan “Tour de Bali” Ada Lagi?

Pembalap Tour de Indonesia melintas di Gitgit (Foto Dok Agus Marlisetia)

Sekitar pukul 9 pagi kami tiba di tempat itu. Sama-sama membawa mantel, karena gerimis sempat turun membasahi jalan. Dingin begitu menusuk. Kabut turun menghalangi pandangan, sehingga pengendara yang melintas harus menghidupkan lampu khusus pemecah kabut. Setiap kami bicara, mulut kami sama-sama mengeluarkan semacam embun menyerupai  asap rokok.

Rombongan itu terdiri dari Made Puja, Abet Ajus, Acink Tuner, Agus Marlisetia, Gede Sucaya, Putu Murahman, Made Sukadana (almarhum) dan saya sendiri. Tentunya itu adalah nama-nama yang populer di facebook…hehehe

Saya membawa kamera tipe prosumer. Mereknya adalah salah satu buatan Jepang yang terkenal itu, yang dulu saya beli dengan harga bersahabat. Kamera yang telah lama menemani saya berburu gambar-gambar fotografi. Sementara Agus Marlisetia membawa kamera yang lebih canggih, jenis DSLR dari merek yang sudah mapan, yang tentunya jauh lebih mahal dari kamera saya. Oka Suparsa Buwana datang belakangan bersama pacarnya, juga ikut menenteng kamera DSLR dengan lensa yang sangat panjang. Warnanya putih, kelihatan mewahsekali. Kami sama-sama berburu.

Kami berhenti pada salah satu tikungan di Gitgit. Setelah bolak-balik, kami akhirnya menyepakati spot itu. Tikungan yang pas berada di sebuah tanjakan. Sangat strategis. Terbayang sudah gambar-gambar yang indah.

Kami menunggu sambil ngopi di sebuah warung. Kebetulan di atas tikungan curam itu ada sebuah warung kecil. Kami ngopi bersama seorang polisi yang juga sama-sama menunggu. Bedanya, pak polisi itu menunggu karena menjalankan tugas, sedang kami menunggu untuk sebuah hobi.

Jarum pendek pada jam tangan menunjuk angka 10. Kabar dari teman di Jembrana, katanya para pembalap Tour de Indonesia sudah dilepas. Mereka akan menyusuri pantai utara Buleleng yang indah, dengan tebing-tebing di sekitar Pulaki yang enak dipandang mata.

Awalnya adalah jalan-jalan datar yang memudahkan para pembalap memacu kecepatan. Tapi setelah itu mereka akan menemukan hambatan-hambatan menaklukkan tanjakan-tanjakan curam yang menguras tenaga di Gitgit. Pada momen seperti inilah kami ingin mengabadikan mereka dalam beberapa gambar. Setelah melewati Danau Beratan, mereka akan menikmati turunan sampai finis di Renon, Denpasar.


Aksi salah satu pembalap Tour de Indonesia. Foto Doc. Oka Suparsa Buwana)

Itulah sekilas pengalaman kami menonton para pembalap kontinental dari jarak dekat, setahun lalu.  Setelah sekian lama sempat terhenti, balapan bergengsi tingkat internasional Tour de Indonesia diadakan lagi mulai tahun 2018 silam. Acara bergengsi yang melibatkan para pembalap dunia, yang sempat melumpuhkan lalu lintas beberapa jam, karena jalur yang dilalui harus steril demi keamanan para pembalap. Turnamen yang kami tunggu-tunggu sejak iklannya mulai muncul dan disosialisasikan.

Tour de Indonesia 2018 dibagi dalam 4 etape, menempuh jarak total sekitar 611 kilometer. Dimulai dari kota Yogyakarta, dan finis di kota Denpasar. Menurut sejarah yang saya baca di Wikipedia, Tour de Indonesia mulai diadakan sejak tahun 2003. Tahun 2004 balapan ini mengambil start dari Jakarta sampai kota Denpasar, menempuh jarak 1.500 kilometer yang dibagi dalam 9 etape.

Kemudian even ini  diadakan rutin setiap tahun. Tahun 2007 pernah dibatalkan karena kendala dana yang minim. Kemudian dari tahun 2008 diadakan lagi sampai tahun 2011, berhenti lagi. Dan sejak 2018 diadakan lagi sampai 2019 ini. Dari keseluruhan even Tour de Indonesia itu, panitia selalu memilih Bali sebagai daerah finis. Bali yang memang tidak pernah dilupakan. Sebagai orang Bali, kita patut berbangga diri. Tapi, kenapa Bali tidak pernah memiliki even sekelas ini sendiri. Bali hanya menjadi tempat singgah, bukan sebagai penyelenggara.

Bagaimanapun juga, di samping sebagai turnamen olah raga, even sebesar Tour de Indonesia sangat efektif untuk kampanye pariwisata. Balapan sepeda sangat bagus untuk promosi pariwisata, karena lomba outdoor yang melintasi destinasi wisata. Bukan cuma Tour de Indonesia yang pernah ada di tanah air. Ada Tour de Bintan, Tour de Singkarak, Tour de Flores, Tour de Siak, Tour de Banyuwangi yang baru saja selesai. Bahkan Tour de Siak 2019 diadakan saat terjadi polusi udara akibat kebakaran hutan. Kelihatan di media massa foto para pembalap mengenakan masker saat balapan.  

Tour de Bali

Konon, menurut cerita seorang teman, pernah ada even Tour de Bali sekitar tahun 1988, seiring dengan di daerah lain seperti Tour de Jawa dan Tour de Lombok, tapi saya tidak bisa menelusuri jejak sejarahnya karena belum dicatat oleh google. Kalau memang pernah ada, entah kenapa di Bali yang kita cintai ini tidak pernah ada lagi even tersebut, padahal daerah-daerah lain begitu getol mengadakan even ini.

Tour de Banyuwangi saja sudah diadakan sebanyak 8 kali. Tour de Banyuwangi Ijen 2019 ini bisa mendatangkan peserta pembalap dari lima benua. Pelaksanaan Tour de Banyuwangi Ijen yang berakhir di kaki Gunung Ijen pada September 2019 lalu banyak mendatangkan pujian dari pihak peserta dan juga ofisial. Seorang juri mengatakan Tour de Banyuwangi Ijen masuk sebagai turnamen 10 besar terbaik dunia.

Seandainya saja Tour de Bali diadakan kembali, misalkan start dari Nusa Dua terus mengelilingi pulau Bali ini dan finis sampai di Nusa Dua kembali, jaraknya bisa mencapai sekitar 400 kilometer. Bisa dibagi menjadi 4 atau 3 etape. Memang sih balapan sepeda bergengsi yang masuk agenda resmi UCI (Union Cycliste Internationale) membutuhkan dana yang besar, tapi keuntungannya juga toh nanti besar juga ke depan. Mirip investasi.

Panen datang di tahun-tahun berikutnya. Di samping promosi memperkenalkan Bali yang sudah begitu terkenal, even seperti ini akan menjaga branding Bali sebagai destinasi wisata yang tetap layak dikunjungi. Seperti sebuah produk kosmetik, branding-nya harus terus dijaga agar mengakar di hati masyarakat. Bukan cuma untuk promosi wisata, even internasional ini juga bisa menggeliatkan semangat para atlit lokal untuk terus bermimpi dan berlatih keras, agar suatu ketika bisa menjadi bintang sepeda. Iya, siapa tahu. Bukankah sukses selalu berawal dari mimpi.    

Iya, itu sih hanya harapan saya. Kalau memang dulu pernah ada, semoga suatu ketika Tour de Bali bisa diadakan kembali, seperti tetangga terdekat kita Banyuwangi yang sangat konsisten mengadakan even ini. Masak sih kita mau kalah. [T]

Tags: balap sepedagowesTour de BaliTour de Indonesia
Share107TweetSendShareSend
Previous Post

Pisau dan Peradaban – Catatan Harian Sugi Lanus

Next Post

Papasangan

Wayan Junaedy

Wayan Junaedy

Lahir dan tinggal di kawasan Taman Margarana, Marga, Tabanan. Suka gowes, suka menulis, suka berteman

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Papasangan

Papasangan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co