2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kapan “Tour de Bali” Ada Lagi?

Wayan Junaedy by Wayan Junaedy
October 13, 2019
in Esai
Kapan “Tour de Bali” Ada Lagi?

Pembalap Tour de Indonesia melintas di Gitgit (Foto Dok Agus Marlisetia)

Sekitar pukul 9 pagi kami tiba di tempat itu. Sama-sama membawa mantel, karena gerimis sempat turun membasahi jalan. Dingin begitu menusuk. Kabut turun menghalangi pandangan, sehingga pengendara yang melintas harus menghidupkan lampu khusus pemecah kabut. Setiap kami bicara, mulut kami sama-sama mengeluarkan semacam embun menyerupai  asap rokok.

Rombongan itu terdiri dari Made Puja, Abet Ajus, Acink Tuner, Agus Marlisetia, Gede Sucaya, Putu Murahman, Made Sukadana (almarhum) dan saya sendiri. Tentunya itu adalah nama-nama yang populer di facebook…hehehe

Saya membawa kamera tipe prosumer. Mereknya adalah salah satu buatan Jepang yang terkenal itu, yang dulu saya beli dengan harga bersahabat. Kamera yang telah lama menemani saya berburu gambar-gambar fotografi. Sementara Agus Marlisetia membawa kamera yang lebih canggih, jenis DSLR dari merek yang sudah mapan, yang tentunya jauh lebih mahal dari kamera saya. Oka Suparsa Buwana datang belakangan bersama pacarnya, juga ikut menenteng kamera DSLR dengan lensa yang sangat panjang. Warnanya putih, kelihatan mewahsekali. Kami sama-sama berburu.

Kami berhenti pada salah satu tikungan di Gitgit. Setelah bolak-balik, kami akhirnya menyepakati spot itu. Tikungan yang pas berada di sebuah tanjakan. Sangat strategis. Terbayang sudah gambar-gambar yang indah.

Kami menunggu sambil ngopi di sebuah warung. Kebetulan di atas tikungan curam itu ada sebuah warung kecil. Kami ngopi bersama seorang polisi yang juga sama-sama menunggu. Bedanya, pak polisi itu menunggu karena menjalankan tugas, sedang kami menunggu untuk sebuah hobi.

Jarum pendek pada jam tangan menunjuk angka 10. Kabar dari teman di Jembrana, katanya para pembalap Tour de Indonesia sudah dilepas. Mereka akan menyusuri pantai utara Buleleng yang indah, dengan tebing-tebing di sekitar Pulaki yang enak dipandang mata.

Awalnya adalah jalan-jalan datar yang memudahkan para pembalap memacu kecepatan. Tapi setelah itu mereka akan menemukan hambatan-hambatan menaklukkan tanjakan-tanjakan curam yang menguras tenaga di Gitgit. Pada momen seperti inilah kami ingin mengabadikan mereka dalam beberapa gambar. Setelah melewati Danau Beratan, mereka akan menikmati turunan sampai finis di Renon, Denpasar.


Aksi salah satu pembalap Tour de Indonesia. Foto Doc. Oka Suparsa Buwana)

Itulah sekilas pengalaman kami menonton para pembalap kontinental dari jarak dekat, setahun lalu.  Setelah sekian lama sempat terhenti, balapan bergengsi tingkat internasional Tour de Indonesia diadakan lagi mulai tahun 2018 silam. Acara bergengsi yang melibatkan para pembalap dunia, yang sempat melumpuhkan lalu lintas beberapa jam, karena jalur yang dilalui harus steril demi keamanan para pembalap. Turnamen yang kami tunggu-tunggu sejak iklannya mulai muncul dan disosialisasikan.

Tour de Indonesia 2018 dibagi dalam 4 etape, menempuh jarak total sekitar 611 kilometer. Dimulai dari kota Yogyakarta, dan finis di kota Denpasar. Menurut sejarah yang saya baca di Wikipedia, Tour de Indonesia mulai diadakan sejak tahun 2003. Tahun 2004 balapan ini mengambil start dari Jakarta sampai kota Denpasar, menempuh jarak 1.500 kilometer yang dibagi dalam 9 etape.

Kemudian even ini  diadakan rutin setiap tahun. Tahun 2007 pernah dibatalkan karena kendala dana yang minim. Kemudian dari tahun 2008 diadakan lagi sampai tahun 2011, berhenti lagi. Dan sejak 2018 diadakan lagi sampai 2019 ini. Dari keseluruhan even Tour de Indonesia itu, panitia selalu memilih Bali sebagai daerah finis. Bali yang memang tidak pernah dilupakan. Sebagai orang Bali, kita patut berbangga diri. Tapi, kenapa Bali tidak pernah memiliki even sekelas ini sendiri. Bali hanya menjadi tempat singgah, bukan sebagai penyelenggara.

Bagaimanapun juga, di samping sebagai turnamen olah raga, even sebesar Tour de Indonesia sangat efektif untuk kampanye pariwisata. Balapan sepeda sangat bagus untuk promosi pariwisata, karena lomba outdoor yang melintasi destinasi wisata. Bukan cuma Tour de Indonesia yang pernah ada di tanah air. Ada Tour de Bintan, Tour de Singkarak, Tour de Flores, Tour de Siak, Tour de Banyuwangi yang baru saja selesai. Bahkan Tour de Siak 2019 diadakan saat terjadi polusi udara akibat kebakaran hutan. Kelihatan di media massa foto para pembalap mengenakan masker saat balapan.  

Tour de Bali

Konon, menurut cerita seorang teman, pernah ada even Tour de Bali sekitar tahun 1988, seiring dengan di daerah lain seperti Tour de Jawa dan Tour de Lombok, tapi saya tidak bisa menelusuri jejak sejarahnya karena belum dicatat oleh google. Kalau memang pernah ada, entah kenapa di Bali yang kita cintai ini tidak pernah ada lagi even tersebut, padahal daerah-daerah lain begitu getol mengadakan even ini.

Tour de Banyuwangi saja sudah diadakan sebanyak 8 kali. Tour de Banyuwangi Ijen 2019 ini bisa mendatangkan peserta pembalap dari lima benua. Pelaksanaan Tour de Banyuwangi Ijen yang berakhir di kaki Gunung Ijen pada September 2019 lalu banyak mendatangkan pujian dari pihak peserta dan juga ofisial. Seorang juri mengatakan Tour de Banyuwangi Ijen masuk sebagai turnamen 10 besar terbaik dunia.

Seandainya saja Tour de Bali diadakan kembali, misalkan start dari Nusa Dua terus mengelilingi pulau Bali ini dan finis sampai di Nusa Dua kembali, jaraknya bisa mencapai sekitar 400 kilometer. Bisa dibagi menjadi 4 atau 3 etape. Memang sih balapan sepeda bergengsi yang masuk agenda resmi UCI (Union Cycliste Internationale) membutuhkan dana yang besar, tapi keuntungannya juga toh nanti besar juga ke depan. Mirip investasi.

Panen datang di tahun-tahun berikutnya. Di samping promosi memperkenalkan Bali yang sudah begitu terkenal, even seperti ini akan menjaga branding Bali sebagai destinasi wisata yang tetap layak dikunjungi. Seperti sebuah produk kosmetik, branding-nya harus terus dijaga agar mengakar di hati masyarakat. Bukan cuma untuk promosi wisata, even internasional ini juga bisa menggeliatkan semangat para atlit lokal untuk terus bermimpi dan berlatih keras, agar suatu ketika bisa menjadi bintang sepeda. Iya, siapa tahu. Bukankah sukses selalu berawal dari mimpi.    

Iya, itu sih hanya harapan saya. Kalau memang dulu pernah ada, semoga suatu ketika Tour de Bali bisa diadakan kembali, seperti tetangga terdekat kita Banyuwangi yang sangat konsisten mengadakan even ini. Masak sih kita mau kalah. [T]

Tags: balap sepedagowesTour de BaliTour de Indonesia
Share107TweetSendShareSend
Previous Post

Pisau dan Peradaban – Catatan Harian Sugi Lanus

Next Post

Papasangan

Wayan Junaedy

Wayan Junaedy

Lahir dan tinggal di kawasan Taman Margarana, Marga, Tabanan. Suka gowes, suka menulis, suka berteman

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Papasangan

Papasangan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co