4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perjumpaan dengan Bayangan yang Hilang

Surya Gemilang by Surya Gemilang
September 15, 2019
in Cerpen
Perjumpaan dengan Bayangan yang Hilang

Foto ilustrasi: Pameran Tunggal Nyoman Erawan Shadow Dance 3 -- Monolog Rupa Dasa Muka, Festival Monolog Bali 100 Putu Wijaya, 28 Oktober 2017, di Bentara Budaya Bali (Foto: Rudi Waisnawa)

Cerpen: Surya Gemilang

____

Pagi ini saya tak bisa bercermin gara-gara bayangan saya menghilang. Di cermin, saya hanya melihat dinding putih serta tiruan lukisan The Scream yang menjadi latar belakang tubuh saya. Saya jadi amat kesusahan untuk berdandan, padahal saya mesti cepat-cepat berangkat ke sebuah kafe untuk berkencan.

Saat berjalan kaki menuju kafe, saya sempat berhenti di pinggir jalan untuk memeriksa selokan; di airnya, saya juga tak melihat bayangan diri saya. Saya sempat pula menatap kaca etalase sebuah toko lekat-lekat, tapi sama sekali tak saya dapati bayangan saya terpantul di sana. Begitu juga saat saya memandangi spion kendaraan-kendaraan yang diparkir di pinggir jalan pun mata orang-orang yang menyapa saya.

Apakah bayangan memang bisa pergi—dan kembali—sewaktu-waktu, sesuai kehendak sang bayangan? Apakah bayangan memiliki semacam masa kedaluwarsa atau semacam nyawa yang tak menjadi satu dengan nyawa yang menghidupi raga kita? Ah, persetan dengan bayangan. Apa yang membuat saya waswas sekarang bukanlah bayangan yang hilang, melainkan bagus atau tidaknya dandanan saya—dan untuk memastikan itu, saya harus memeriksa bayangan saya di cermin! Kalau dandanan saya jelek, bagaimana reaksi lelaki yang akan saya kencani itu?

Tidak, saya tidak sedang membicarakan soal cinta. Hanya kencan. Jadi, Anda tak bisa menghibur saya dengan kalimat, “Kalau lelaki itu memang mencintai Anda, ia tak akan mempermasalahkan dandanan Anda yang kacau.” Saya bahkan belum pernah berjumpa dengan lelaki tersebut; sejauh ini kami hanya berkomunikasi via aplikasi kencan.

Akhirnya saya tiba di depan kafe itu. Melalui kaca jendela yang amat besar, saya melihat lelaki yang akan saya kencani sudah menghuni salah satu meja. Wajah tampan itu sesuai dengan foto yang dipajangnya di aplikasi kencan.

Bagaimana jika dandanan saya jelek? Bagaimana jika, menurutnya, wanita yang ideal adalah wanita yang mempunyai bayangan?

Tahu-tahu saya mendengar ada yang tertawa. Rupanya tawa itu berasal dari seorang pria yang berdiri di samping pintu masuk kafe: si Doorman. Ia langsung membuang muka begitu saya membalas tatapannya, tanpa membuang tawanya.

“Apa yang lucu dari saya, heh?!”

Tawa si Doorman seketika lenyap. Ia menunduk dengan wajah pucat.

Saya mendekatinya. “Anda menertawakan saya, bukan?”

“Maaf, Nona. Maaf …. Saya memang tak terbiasa menahan tawa.” Suaranya bergetar.

“Apa yang lucu dari saya?”

 “Hmm … anu ….”

 “Apa dandanan saya lucu?!”

 Si Doorman mengangguk.

 “Terima kasih.”

 “Lho? Anda, kok, malah berterima kasih pada saya.”

 “Lupakan saja. Apa Anda bisa membantu memperbaiki dandanan saya?”

 “Ah, saya tak pernah mempelajari dandanan perempuan, Nona. Apa Nona tak bisa berdandan sendiri? Eh, kok, saya malah bertanya demikian, ya? Padahal jawabannya sudah jelas sekali.” Ia lantas tertawa, dan baru melanjutkan kalimatnya setelah saya menamparnya. “Maafkan tawa saya, Nona. Kalau Nona hendak memperbaiki dandanan, sebaiknya Nona pergi ke salon yang ada di sana.” Ia menunjuk ke suatu arah.

Begitu saya hendak menyeberang ke salon, sekonyong-konyong saya melihat mantan kekasih saya melintas di depan pintu salon tersebut bersama … diri saya sendiri. Itu pastilah bayangan saya! Ah, tapi benarkah itu bayangan saya? Atau sebenarnya itu adalah wanita lain yang kebetulan berpakaian sama seperti saya?

Baiklah, saya tidak akan berteriak, “Hei! Kembalikan bayanganku!” dan berlari ke arahnya—seperti yang semula saya rencanakan. Saya akan mengikuti mereka berdua diam-diam, ke mana pun mereka pergi, hingga saya mendapatkan kepastian soal “wanita” itu.

Saya mengikuti mereka dengan amat sabar, sabar, sabar, hingga saya begitu yakin bahwa ia adalah bayangan saya karena, saat mereka melintas di depan etalase sebuah toko, di kacanya saya tak melihat bayangan wanita itu di samping bayangan mantan kekasih saya! Bukankah bayangan memang tak mempunyai bayangan? Saya pun meneriaki mantan kekasih saya, sehingga ia dan bayangan saya berlari terbirit-birit.

Akhirnya, mereka berdua masuk ke rumah mantan kekasih saya dan terdengar bunyi klak yang menandakan pintu dikunci dari dalam. Pintu yang dikunci bukanlah masalah buat saya; saya pun berlari kencang, melompat setinggi mungkin, dan menabrak kaca jendela rumahnya hingga pecah. Maka, mendaratlah saya di sebuah ruangan yang setiap sisi dinding, petak lantai, dan langit-langitnya terbuat dari cermin. Ini adalah ruangan segi sembilan yang tak pernah saya jumpai saban bertamu kemari sebelum-sebelumnya, saat saya dan mantan kekasih saya belum putus!

Anda tahu apa yang lucu? Di sini, saya melihat bayangan saya di mana-mana! Dan, keberadaan banyak bayangan itu membuat saya, entah kenapa, merasa sedemikian takut. Saya merasa mereka tampak seperti sepasukan musuh yang menyamar menjadi bayangan-bayangan saya, yang telah mengepung saya, yang bisa membunuh saya kapan saja.

Saya berpikir untuk melompat keluar dari ruangan ini melalui jendela yang saya gunakan untuk masuk. Namun, jendela itu telah lenyap. Begitu pula pecahan-pecahan kacanya yang tadi terserak di lantai dan menggores tubuh saya. Di titik di mana seharusnya jendela itu berada, kini hanya terlihat dinding-cermin yang rata!

Anda tahu apa lagi yang lebih lucu? Ternyata, dandanan saya sangat bagus! Semestinya saya langsung masuk ke kafe itu, dan pria yang akan saya kencani pasti sangat menyukai dandanan saya. Si Doorman pasti berbohong; ia pasti telah bekerja sama, sedemikian rupa, dengan mantan kekasih saya untuk menggiring saya kemari. Jelas saya telah dibodoh-bodohi!

Semestinya saya tak memedulikan bayangan saya yang hilang! [T]

Tags: Cerpen
Share111TweetSendShareSend
Previous Post

Film “Dua Garis Biru”, Edukasi dalam Adaptasi

Next Post

Mengangkat Kuliner Bali ke Dapur Mancanegara

Surya Gemilang

Surya Gemilang

Lahir di Denpasar, 21 Maret 1998. Antologi cerpen tunggal pertamanya berjudul Mengejar Bintang Jatuh (2015). Tulisan-tulisannya yang lain dapat dijumpai di lebih dari delapan antologi bersama dan sejumlah media massa.

Related Posts

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails
Next Post
Mengangkat Kuliner Bali ke Dapur Mancanegara

Mengangkat Kuliner Bali ke Dapur Mancanegara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co