2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Asep Syahmid Pangrango # Upacara Air Mata, Prosa Altar Suci

Asep Syahmid Pangrango by Asep Syahmid Pangrango
January 18, 2020
in Puisi
Puisi-puisi Asep Syahmid Pangrango # Upacara Air Mata, Prosa Altar Suci

Wayan Redika. Inisiasi Sukma5, 150x150


PROSA  ALTAR SUCI


Dari balik jendela waktu

Terlihat bunga-bunga indah

Menghiasi sebuah pelaminan

Harum wangi parfum

Menapaki jejak jejak  upacara suci   


Rona mata

Sang Petualang ilmu

membias rasa bahagia

Kebahagian  paripurna orang tua

Melepas lajang sang anak


Upacara ini,

Bukan hanya sebuah harum bunga dan parade janur

Saat dua rasa cinta

Memasuki altar suci

Pernikahan

Dua jiwa

membawa  akar akar perjanjian 


Dari

balik jendela waktu

Sang Petualang Ilmu

menikmati tetes air matanya

merembas ke palung jiwa

menatap sang anak

Menaiki  jukung waktu

Berlayar ke samudera  harapan  

Melirihkan kidung kidung percintaan 

Yang tak pernah mengenal warna  


Inilah  sebuah kitab  cinta  

Dari Altar Suci

Mengikat

Sebuah prasasti  kesetiaan  yang kudus    


Tegar Beriman Cibinong, 15 Desember 2019 .


MERENUNG DI KAMPUNG PEMULUNG   (1)


Menatap wajah wajah lusuh

para pemintal  harapan

mereka tercabik

dari pergulatan hidup

yang mulai kehilangan

norma persaudaraan


 Wajah wajah lusuh

tergolek dalam kekardusan waktu

berharap mimpi keluar dari kutukan 

mereka terus

menyongsong cahaya masuk

dalam rongga zaman

yang kian memunculkan

rasa yang tak adil


katanya

negeri ini kaya akan rempah

tapi masih

ada yang makan nasi bekas


 katanya

negeri ini makmur

tapi masih

ada jiwa berumah di kardus


luka mereka

tawa para penguasa


luka mereka

tangis  ketidakberdayaan

dalam

mengarungi hidup

yang tak lagi punya warna


gelap yang mereka dapatkan

jadi potret air mata

dari  luka  para  jelata.   


 Bogor  (2019 )


MERENUNG DI KAMPUNG PEMULUNG (2)


Seorang ibu

menggendong anak balitanya

satu tangannya

menenteng tumpukan kardus

telah disusunya  dari siang hari

peluhnya jadi aroma anggur

dari sepotong hari

yang melukiskan kekuatan batu

dari kumpulan doa doa nya   


baginya

matahari  mungkin tak ramah

baginya

gerimis jadi perahu ibadah

bagi seorang ibu

yang setia

menterjemahkan nasibnya


seorang ibu

senantiasa bergumpul  dengan sampah

yang tidak dirindukan jadi sumpah

inilah fragmen

yang tak pernah ada endingnya


inilah fragmen

kekuatan  lenguh ibu

dalam memintal

cahaya terang

bagi esok dan lusa

dari sisa nafasnya

yang jadi sajadah perjuangan.


Bogor  (2019 )


 UPACARA AIR MATA


Mendung menghuyung di langit agung

air mengamuk menjalar ke tembok tembok rumah

membongkar tiang tiang listrik 

dan merabut cengkraman akar  dari batangnya

bongkahan tanah  membentang  amarah


Siapa yang berada dibalik gelendong awan

mengarak tarian hujan yang tumpah

mengirimkan luka dan air mata


Engkau yang maha kuasa

telah mengajarkan kami

soal etika

menjaga irama harmoni alam


kegelapan ini

bukan semata mata hanya sebuah peringatan

dari Mu yang maha kuasa


kegelapan ini

apakah ini azab dari  kealpaan  kita

yang tak ramah pada harmoni alam


Januari di awal bulan 2020

Kau kirimkan sejuta luka

Kau tuangkan air mata

dalam pesta yang baru saja usai


ribuan jiwa teronggok luka

ribuan nafas mengeja

hari  dengan puja dan doa

memintal kasih dari yang kuasa

meminta matahari kembali menyapa

hari hari yang gelap

hari hari yang didekap kabut duka .


Bogor, 1 Januari 2020  




PROSA  ALTAR SUCI


Dari balik jendela waktu

Terlihat bunga-bunga indah

Menghiasi sebuah pelaminan

Harum wangi parfum

Menapaki jejak jejak  upacara suci   


Rona mata

Sang Petualang ilmu

membias rasa bahagia

Kebahagian  paripurna orang tua

Melepas lajang sang anak


Upacara ini,

Bukan hanya sebuah harum bunga dan parade janur

Saat dua rasa cinta

Memasuki altar suci

Pernikahan

Dua jiwa

membawa  akar akar perjanjian 


Dari

balik jendela waktu

Sang Petualang Ilmu

menikmati tetes air matanya

merembas ke palung jiwa

menatap sang anak

Menaiki  jukung waktu

Berlayar ke samudera  harapan  

Melirihkan kidung kidung percintaan 

Yang tak pernah mengenal warna  


Inilah  sebuah kitab  cinta  

Dari Altar Suci

Mengikat

Sebuah prasasti  kesetiaan  yang kudus    


Tegar Beriman Cibinong, 15 Desember 2019 .


MERENUNG DI KAMPUNG PEMULUNG   (1)


Menatap wajah wajah lusuh

para pemintal  harapan

mereka tercabik

dari pergulatan hidup

yang mulai kehilangan

norma persaudaraan


 Wajah wajah lusuh

tergolek dalam kekardusan waktu

berharap mimpi keluar dari kutukan 

mereka terus

menyongsong cahaya masuk

dalam rongga zaman

yang kian memunculkan

rasa yang tak adil


katanya

negeri ini kaya akan rempah

tapi masih

ada yang makan nasi bekas


 katanya

negeri ini makmur

tapi masih

ada jiwa berumah di kardus


luka mereka

tawa para penguasa


luka mereka

tangis  ketidakberdayaan

dalam

mengarungi hidup

yang tak lagi punya warna


gelap yang mereka dapatkan

jadi potret air mata

dari  luka  para  jelata.   


 Bogor  (2019 )


MERENUNG DI KAMPUNG PEMULUNG (2)


Seorang ibu

menggendong anak balitanya

satu tangannya

menenteng tumpukan kardus

telah disusunya  dari siang hari

peluhnya jadi aroma anggur

dari sepotong hari

yang melukiskan kekuatan batu

dari kumpulan doa doa nya   


baginya

matahari  mungkin tak ramah

baginya

gerimis jadi perahu ibadah

bagi seorang ibu

yang setia

menterjemahkan nasibnya


seorang ibu

senantiasa bergumpul  dengan sampah

yang tidak dirindukan jadi sumpah

inilah fragmen

yang tak pernah ada endingnya


inilah fragmen

kekuatan  lenguh ibu

dalam memintal

cahaya terang

bagi esok dan lusa

dari sisa nafasnya

yang jadi sajadah perjuangan.


Bogor  (2019 )


 UPACARA AIR MATA


Mendung menghuyung di langit agung

air mengamuk menjalar ke tembok tembok rumah

membongkar tiang tiang listrik 

dan merabut cengkraman akar  dari batangnya

bongkahan tanah  membentang  amarah


Siapa yang berada dibalik gelendong awan

mengarak tarian hujan yang tumpah

mengirimkan luka dan air mata


Engkau yang maha kuasa

telah mengajarkan kami

soal etika

menjaga irama harmoni alam


kegelapan ini

bukan semata mata hanya sebuah peringatan

dari Mu yang maha kuasa


kegelapan ini

apakah ini azab dari  kealpaan  kita

yang tak ramah pada harmoni alam


Januari di awal bulan 2020

Kau kirimkan sejuta luka

Kau tuangkan air mata

dalam pesta yang baru saja usai


ribuan jiwa teronggok luka

ribuan nafas mengeja

hari  dengan puja dan doa

memintal kasih dari yang kuasa

meminta matahari kembali menyapa

hari hari yang gelap

hari hari yang didekap kabut duka .


Bogor, 1 Januari 2020  



Tags: Puisi
Share5TweetSendShareSend
Previous Post

Nadiem Makarim Menempuh Ujian Nasional

Next Post

Kenangan Singkat tentang Nyoman Tusthi Eddy, Nyari Bukunya Susah, Hilangnya Gampang

Asep Syahmid Pangrango

Asep Syahmid Pangrango

Semasa mahasiswa merupakan salah satu diantara aktifis sosial yang aktif di Tahun 90-an, di Kampus Seribu Jendela. Pada sekitar Tahun 1994 Beliau aktif di 'UKM Visi', Theater, Komunitas Dermaga Seni Buleleng, ia juga merupakan salah satu generasi Perintis berdirinya HMI Cabang Singaraja, pada massanya, dan kini ia menjadi bagian dari "KAHMI" Buleleng. Pernah Tercatat sebagai menjadi wartawan di media Radar Bogor, Majalah Tren Bogor (Grup Jawa Pos) Tabloid Weekend, SK Pakuan (Grup Pikiran Rakyat), Pernah Kerja di Radar Pena.Com (Grup Jawa Pos), dan pernah menjadi Media Officer Persikabo tahun 2003 sampai 2013, Humas NPCI Kabupaten Bogor, pengurus salah satu cabang olahraga di KONI Kabupaten Bogor, dan kini ia menjadi Redaktu Olahraga di Harian Jurnal Bogor.

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Kenangan Singkat tentang Nyoman Tusthi Eddy, Nyari Bukunya Susah, Hilangnya Gampang

Kenangan Singkat tentang Nyoman Tusthi Eddy, Nyari Bukunya Susah, Hilangnya Gampang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co