23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Asep Syahmid Pangrango # Upacara Air Mata, Prosa Altar Suci

Asep Syahmid Pangrango by Asep Syahmid Pangrango
January 18, 2020
in Puisi
Puisi-puisi Asep Syahmid Pangrango # Upacara Air Mata, Prosa Altar Suci

Wayan Redika. Inisiasi Sukma5, 150x150


PROSA  ALTAR SUCI


Dari balik jendela waktu

Terlihat bunga-bunga indah

Menghiasi sebuah pelaminan

Harum wangi parfum

Menapaki jejak jejak  upacara suci   


Rona mata

Sang Petualang ilmu

membias rasa bahagia

Kebahagian  paripurna orang tua

Melepas lajang sang anak


Upacara ini,

Bukan hanya sebuah harum bunga dan parade janur

Saat dua rasa cinta

Memasuki altar suci

Pernikahan

Dua jiwa

membawa  akar akar perjanjian 


Dari

balik jendela waktu

Sang Petualang Ilmu

menikmati tetes air matanya

merembas ke palung jiwa

menatap sang anak

Menaiki  jukung waktu

Berlayar ke samudera  harapan  

Melirihkan kidung kidung percintaan 

Yang tak pernah mengenal warna  


Inilah  sebuah kitab  cinta  

Dari Altar Suci

Mengikat

Sebuah prasasti  kesetiaan  yang kudus    


Tegar Beriman Cibinong, 15 Desember 2019 .


MERENUNG DI KAMPUNG PEMULUNG   (1)


Menatap wajah wajah lusuh

para pemintal  harapan

mereka tercabik

dari pergulatan hidup

yang mulai kehilangan

norma persaudaraan


 Wajah wajah lusuh

tergolek dalam kekardusan waktu

berharap mimpi keluar dari kutukan 

mereka terus

menyongsong cahaya masuk

dalam rongga zaman

yang kian memunculkan

rasa yang tak adil


katanya

negeri ini kaya akan rempah

tapi masih

ada yang makan nasi bekas


 katanya

negeri ini makmur

tapi masih

ada jiwa berumah di kardus


luka mereka

tawa para penguasa


luka mereka

tangis  ketidakberdayaan

dalam

mengarungi hidup

yang tak lagi punya warna


gelap yang mereka dapatkan

jadi potret air mata

dari  luka  para  jelata.   


 Bogor  (2019 )


MERENUNG DI KAMPUNG PEMULUNG (2)


Seorang ibu

menggendong anak balitanya

satu tangannya

menenteng tumpukan kardus

telah disusunya  dari siang hari

peluhnya jadi aroma anggur

dari sepotong hari

yang melukiskan kekuatan batu

dari kumpulan doa doa nya   


baginya

matahari  mungkin tak ramah

baginya

gerimis jadi perahu ibadah

bagi seorang ibu

yang setia

menterjemahkan nasibnya


seorang ibu

senantiasa bergumpul  dengan sampah

yang tidak dirindukan jadi sumpah

inilah fragmen

yang tak pernah ada endingnya


inilah fragmen

kekuatan  lenguh ibu

dalam memintal

cahaya terang

bagi esok dan lusa

dari sisa nafasnya

yang jadi sajadah perjuangan.


Bogor  (2019 )


 UPACARA AIR MATA


Mendung menghuyung di langit agung

air mengamuk menjalar ke tembok tembok rumah

membongkar tiang tiang listrik 

dan merabut cengkraman akar  dari batangnya

bongkahan tanah  membentang  amarah


Siapa yang berada dibalik gelendong awan

mengarak tarian hujan yang tumpah

mengirimkan luka dan air mata


Engkau yang maha kuasa

telah mengajarkan kami

soal etika

menjaga irama harmoni alam


kegelapan ini

bukan semata mata hanya sebuah peringatan

dari Mu yang maha kuasa


kegelapan ini

apakah ini azab dari  kealpaan  kita

yang tak ramah pada harmoni alam


Januari di awal bulan 2020

Kau kirimkan sejuta luka

Kau tuangkan air mata

dalam pesta yang baru saja usai


ribuan jiwa teronggok luka

ribuan nafas mengeja

hari  dengan puja dan doa

memintal kasih dari yang kuasa

meminta matahari kembali menyapa

hari hari yang gelap

hari hari yang didekap kabut duka .


Bogor, 1 Januari 2020  




PROSA  ALTAR SUCI


Dari balik jendela waktu

Terlihat bunga-bunga indah

Menghiasi sebuah pelaminan

Harum wangi parfum

Menapaki jejak jejak  upacara suci   


Rona mata

Sang Petualang ilmu

membias rasa bahagia

Kebahagian  paripurna orang tua

Melepas lajang sang anak


Upacara ini,

Bukan hanya sebuah harum bunga dan parade janur

Saat dua rasa cinta

Memasuki altar suci

Pernikahan

Dua jiwa

membawa  akar akar perjanjian 


Dari

balik jendela waktu

Sang Petualang Ilmu

menikmati tetes air matanya

merembas ke palung jiwa

menatap sang anak

Menaiki  jukung waktu

Berlayar ke samudera  harapan  

Melirihkan kidung kidung percintaan 

Yang tak pernah mengenal warna  


Inilah  sebuah kitab  cinta  

Dari Altar Suci

Mengikat

Sebuah prasasti  kesetiaan  yang kudus    


Tegar Beriman Cibinong, 15 Desember 2019 .


MERENUNG DI KAMPUNG PEMULUNG   (1)


Menatap wajah wajah lusuh

para pemintal  harapan

mereka tercabik

dari pergulatan hidup

yang mulai kehilangan

norma persaudaraan


 Wajah wajah lusuh

tergolek dalam kekardusan waktu

berharap mimpi keluar dari kutukan 

mereka terus

menyongsong cahaya masuk

dalam rongga zaman

yang kian memunculkan

rasa yang tak adil


katanya

negeri ini kaya akan rempah

tapi masih

ada yang makan nasi bekas


 katanya

negeri ini makmur

tapi masih

ada jiwa berumah di kardus


luka mereka

tawa para penguasa


luka mereka

tangis  ketidakberdayaan

dalam

mengarungi hidup

yang tak lagi punya warna


gelap yang mereka dapatkan

jadi potret air mata

dari  luka  para  jelata.   


 Bogor  (2019 )


MERENUNG DI KAMPUNG PEMULUNG (2)


Seorang ibu

menggendong anak balitanya

satu tangannya

menenteng tumpukan kardus

telah disusunya  dari siang hari

peluhnya jadi aroma anggur

dari sepotong hari

yang melukiskan kekuatan batu

dari kumpulan doa doa nya   


baginya

matahari  mungkin tak ramah

baginya

gerimis jadi perahu ibadah

bagi seorang ibu

yang setia

menterjemahkan nasibnya


seorang ibu

senantiasa bergumpul  dengan sampah

yang tidak dirindukan jadi sumpah

inilah fragmen

yang tak pernah ada endingnya


inilah fragmen

kekuatan  lenguh ibu

dalam memintal

cahaya terang

bagi esok dan lusa

dari sisa nafasnya

yang jadi sajadah perjuangan.


Bogor  (2019 )


 UPACARA AIR MATA


Mendung menghuyung di langit agung

air mengamuk menjalar ke tembok tembok rumah

membongkar tiang tiang listrik 

dan merabut cengkraman akar  dari batangnya

bongkahan tanah  membentang  amarah


Siapa yang berada dibalik gelendong awan

mengarak tarian hujan yang tumpah

mengirimkan luka dan air mata


Engkau yang maha kuasa

telah mengajarkan kami

soal etika

menjaga irama harmoni alam


kegelapan ini

bukan semata mata hanya sebuah peringatan

dari Mu yang maha kuasa


kegelapan ini

apakah ini azab dari  kealpaan  kita

yang tak ramah pada harmoni alam


Januari di awal bulan 2020

Kau kirimkan sejuta luka

Kau tuangkan air mata

dalam pesta yang baru saja usai


ribuan jiwa teronggok luka

ribuan nafas mengeja

hari  dengan puja dan doa

memintal kasih dari yang kuasa

meminta matahari kembali menyapa

hari hari yang gelap

hari hari yang didekap kabut duka .


Bogor, 1 Januari 2020  



Tags: Puisi
Share5TweetSendShareSend
Previous Post

Nadiem Makarim Menempuh Ujian Nasional

Next Post

Kenangan Singkat tentang Nyoman Tusthi Eddy, Nyari Bukunya Susah, Hilangnya Gampang

Asep Syahmid Pangrango

Asep Syahmid Pangrango

Semasa mahasiswa merupakan salah satu diantara aktifis sosial yang aktif di Tahun 90-an, di Kampus Seribu Jendela. Pada sekitar Tahun 1994 Beliau aktif di 'UKM Visi', Theater, Komunitas Dermaga Seni Buleleng, ia juga merupakan salah satu generasi Perintis berdirinya HMI Cabang Singaraja, pada massanya, dan kini ia menjadi bagian dari "KAHMI" Buleleng. Pernah Tercatat sebagai menjadi wartawan di media Radar Bogor, Majalah Tren Bogor (Grup Jawa Pos) Tabloid Weekend, SK Pakuan (Grup Pikiran Rakyat), Pernah Kerja di Radar Pena.Com (Grup Jawa Pos), dan pernah menjadi Media Officer Persikabo tahun 2003 sampai 2013, Humas NPCI Kabupaten Bogor, pengurus salah satu cabang olahraga di KONI Kabupaten Bogor, dan kini ia menjadi Redaktu Olahraga di Harian Jurnal Bogor.

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
Kenangan Singkat tentang Nyoman Tusthi Eddy, Nyari Bukunya Susah, Hilangnya Gampang

Kenangan Singkat tentang Nyoman Tusthi Eddy, Nyari Bukunya Susah, Hilangnya Gampang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co