25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kenangan Singkat tentang Nyoman Tusthi Eddy, Nyari Bukunya Susah, Hilangnya Gampang

I Putu Supartika by I Putu Supartika
January 18, 2020
in Esai
Kenangan Singkat tentang Nyoman Tusthi Eddy, Nyari Bukunya Susah, Hilangnya Gampang

Nyoman Tusthi Eddy dengan sejumlah buku yang ditulisnya

Terhitung tiga kali saya datang ke rumah penulis Karangasem, Nyoman Tusthy Eddy bersama penulis IDK Raka Kusuma. Pertama saat saya masih kuliah, kedua saat saya masih menjadi guru honorer, dan ketiga saat saya sudah bekerja sebagai wartawan di Denpasar. Saya bukan muridnya di sekolah, sebagaimana sebagian besar penulis muda karangasem yang sudah berhasil, namun ia tetap adalah motivasi saya dalam menulis.

Pertama kali ke rumahnya, saya tak terlalu akrab dengannya, istilahnya saya hanya menjadi pendengar yang baik dan sesekali tersenyum mendengar obrolan antara dia dengan IDK Raka Kusuma. Sebagai pendengar yang baik saya banyak mendapat ilmu khususnya tentang sastra Indonesia di bawah tahun 90-an walaupun tak banyak yang bisa saya ingat. Saat itu saya menyerahkan buku pertama saya, kumpulan cerpen berbahasa Bali yang sangat sederhana, Yen Benjang Tiang Dados Presiden kepadanya.

Saat datang ke rumahnya untuk kedua kalinya saya sudah mulai akrab dengannya. Katanya ia suka dengan puisi saya yang berjudul Tutur Sanglir yang dimuat dalam buku Lelakut. Sebagai seorang penulis pemula yang masih kacangan, tentu saya sangat senang mendapat pujian dari seorang penulis senior. Bahkan ia mengaku akan menulis esai tentang puisi tersebut.

Dan untuk ketigakalinya, Februari 2019, saya kembali ke rumahnya, juga masih bersama IDK Raka Kusuma. Saat itu kami usai menjadi juri dalam lomba baca puisi yang diselenggarakan Kantor Agama Karangasem. Kami sudah lebih fasih melakukan obrolan satu sama lainnya. Yang paling membuat saya berkesan dan merasa beruntung, dia memberikan dua karya cerpen berbahasa Balinya, Titiang dan Utang Karma dalam bentuk ketikan untuk dimuat di Majalah Suara Saking Bali. Jika tidak salah ingat, dia mengatakan hanya dua cerpen itu sajalah yang ditulisnya dalam bahasa Bali (jika salah mohon dikoreksi). 

Tak hanya memberikan cerpennya untuk dimuat, namun dia juga menceritakan asal-usul lahirnya dua cerpen itu. Yang paling saya ingat, cerpen Titiang diangkat dari kisah hidupnya sewaktu kecil hingga bersekolah. Cerpen itu saya muat pada edisi Maret 2019 dan kemudian dimuat dalam kumpulan cerpen Nyujuh Langit Duur Bukit yang memuat cerpen pilihan Suara Saking Bali selama hampir tiga tahun.

Sementara cerpen Utang Karma saya hampir melupakannya, hingga akhirnya Jumat, 17 Januari 2020 sore saya membaca dari sebuah grup WA sastra di Karangasem, bahwa ia telah meninggal. Awalnya saya tak mau percaya negitu saja. Saya mencari kabar tersebut di laman facebook dengan mengetik namanya. Ternyata benar, bahwa dia telah tiada. Ingatan saya kembali, satu cerpennya, Utang Karma belum saya muat. Saya masih punya hutang.

Pertemuan ketiga di rumahnya, adalah pertemuan terakhir saya dengan Nyoman Tusthy Eddy walaupun setelahnya saya sempat berkomunikasi lewat SMS. Itupun sudah lama sekali. Namun, jauh sebelum saya bertemu dengannya, saat saya mulai menyukai sastra, saya mengenal namanya lewat blog Penyair Bali.

Dari blog itu saya mulai mengenal karya-karyanya yang sudah diterbitkan dalam bentuk buku. Perbandingan Kata dan Istilah bahasa Malaysia-Indonesia (Nusa Indah, 1987), Gumam Seputar Apresiasi Sastra: Sejumlah Esei dan Catatan (Nusa Indah, 1985), Kamus Istilah Sastra Indonesia (Nusa Indah, 1991), Mengenal sastra Bali Modern: Dua Buah Esei (Balai Pustaka, 1991), Wajah Tuhan: di Mata Penyair (Pustaka Manikgeni, 1994), Duh Ratnayu: Tembang Kawi Mendamba Cinta (Upada Sastra, 2001), Tafsir Simbolik Cerita Bagus Diarsa (Yayasan Dharma Sastra, 2002), kumpulan puisi Puisi Seputar Dunia-Terjemahan (Nusa Indah, 1984), Sajak-sajak Timur Jauh dalam Terjemahan (Nusa Indah, 1985), Rerasan Sajeroning Desa berupa kumpulan puisi berbahasa Bali (Buratwangi & Balai Bahasa Denpasar, 2000), Ning Brahman (Balai Bahasa Denpasar, 2002), SungaiMu (Balai Bahasa Denpasar, 2004), serta Somah.

Saya mulai mencari bukunya. Dan dari semua buku karyanya, tak semua bisa saya miliki. Bahkan ada yang sempat saya miliki sebentar untuk kemudian pindah ke tangan orang lain. Ini kisah yang lucu sekaligus menjengkelkan.

Tahun 2018 lalu, pada sebuah toko buku di kawasan Taman Ismail Marzuki, tak sengaja saya menemukan buku Mengenal Sastra Bali Modern. Buku ini sudah lama saya cari di Bali dan akhirnya ketemu juga di Jakarta. Ini adalah buku esai tentang sastra Bali modern karya Nyoman Tusthy Eddy. Selain memuat esai, juga terdapat lampiran yang memuat beberapa karya penulis sastra Bali modern lawas seperti Made Sanggra. Tanpa menimbang-nimbang, saya ambil buku itu. Harganya sangat terjangkau, hanya Rp 20 ribu.

Pada sebuah pameran buku di Denpasar tahun 2019 kemarin, maksud hati ingin memperkenalkan buku-buku sastra Bali modern pada khalayak ramai, tanpa maksud berjualan, buku itu saya ikutkan. Stan bukunya terletak di dekat pintu masuk ruang pameran, namun nyaris tak ada yang menengok.

Karena saya sibuk mencari uang agar bisa membeli buku baru, saya minta bantuan pada panitia untuk menjaga stan saya. Sebelumnya saya sudah berpesan bahwa buku itu tidak dijual. Namun pada pameran hari terakhir beberapa buku dijual tanpa sepengetahuan saya. Salah satunya ya, buku Mengenal Sastra Bali Modern karya Nyoman Tusthi Eddy dengan harga Rp 15 ribu.

Sial memang. Buku itu susah-susah saya cari di Bali dan ketemunya di Jakarta, malah hilang dengan gampang di Bali. Tapi saya mencoba tak menunjukkan wajah kesal pada penjaga stan dan mencoba untuk tersenyum karena saya tak mungkin marah pada mereka yang telah membantu saya. Saya berpikir, siapa yang yang membeli buku itu. Belakangan saya tahu jika buku itu dibeli seorang teman. Dia tertawa kepada saya, dan mungkin suatu saat nanti saya akan membalas tawanya dengan me-WA dia untuk menagih buku itu kembali.

Perkenalan saya dengan Nyoman Tusthi Eddy memang singkat, namun kenangan-kenangan yang menyertainya akan saya ingat. Salah satunya, ya tentang buku Mengenal Sastra Bali Modern. [T]

Tags: in memoriamNyoman Tusthi Eddysastrasastra bali modern
Share31TweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Asep Syahmid Pangrango # Upacara Air Mata, Prosa Altar Suci

Next Post

Pematung Ida Nyoman Karang dari Griya Kelodan Sawan # Melacak Jejak Sejarah Seni Rupa dari Museum Buleleng [3]

I Putu Supartika

I Putu Supartika

Pengamat cewek teman dan peternak sapi ulung yang tidak bisa menyabit rumput. Belakangan nyambi menulis cerpen

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Pematung Ida Nyoman Karang dari Griya Kelodan Sawan # Melacak Jejak Sejarah Seni Rupa dari Museum Buleleng [3]

Pematung Ida Nyoman Karang dari Griya Kelodan Sawan # Melacak Jejak Sejarah Seni Rupa dari Museum Buleleng [3]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co