2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pematung Ida Nyoman Karang dari Griya Kelodan Sawan # Melacak Jejak Sejarah Seni Rupa dari Museum Buleleng [3]

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
January 19, 2020
in Khas
Pematung Ida Nyoman Karang dari Griya Kelodan Sawan # Melacak Jejak Sejarah Seni Rupa dari Museum Buleleng [3]

Patung-patung di Merajan Griya Kelodan Sawan

Baca juga:

  • Dalang Banyuning # Melacak Jejak Sejarah Seni Rupa dari Museum Buleleng [1]
  • Wayan Dasta dan “Unknown Artist From North Bali” # Melacak Jejak Sejarah Seni Rupa dari Museum Buleleng [2]

Seni rupa Bali Utara selain lukisan atas nama Dalang Banyuning, Wayan Dasta dan I Ketut Gede Singaraja adalah seni patungnya. Hal tersebut saya jumpai pada display foto repro karya-karya seni dan dokumentasi kolonial di Buleleng pada pertengahan 1800an sampai awal 1900an di Museum Buleleng tahun 2014, dan memantik keingin tahuan saya untuk sedikit tidaknya memetakan seni rupa di wilayah Buleleng.

Dalam perjumpaan saya pada awal tahun 2017 dengan Ibu Hedi Hinzler dalam proyek riset saya terhadap seni lukis I Ketut Gede Singaraja, Ibu Hedi Hinzler membagikan data tentang presentasi power pointnya mengenai karya-karya seni rupa Bali yang dipamerkan pada Pameran Kolonial Paris tahun 1930. Dalam lembar power point tersebut Ibu Hedi Hinzler melacak siapa yang membuat patung kayu besar setinggi 170 cm pada pameran tersebut?

Ibu Hedi Hinzler pernah mengatakan untuk melacak jejak I Ketut Gede Singaraja  ia harus memeriksa nota belanja akan tetapi hasilnya nihil, akan tetapi dalam catatanya juga menyatakan bahwa C.M. Pleyte dikirim pada tahun 1899 bulan Agustus tanggal 9 untuk membeli dan memesan barang untuk dipamerkan di Paris. Waktu itu diketahui  Punggawa Sawan bernama Ida Nyoman Karang  dari Griya Gede Sawan(di dalam catatan Ibu Hedi Hinzler akan tetapi di Desa Sawan dikenal dengan Griya Kelodan Sawan)adalah seorang pematung handal dan bekerja sama dengan sekelompok pematung dari Desa Menyali. Oleh sebabnya dalam bayangan saya wilayah Desa Menyali dan Sawan adalah basis dari seni patung selain Desa Sangsit di timur Kota Singaraja.



Potret Ida Nyoman Karang – Punggawa Sawan
Griya Kelodan Sawan: drawing W.O.J. Nieuwenkamp 1906 dan kini tahun 2020

Hal itu dikuatkan oleh gambar sketsa dari W.O.J Nieuwenkamp yang menggambar gerbang atau pamedalan dari Griya Ida Nyoman Karang pada tahun kunjungannya yaitu 1906. Dalam gambar tersebut dapat digambarkan bahwa gerbang rumah Punggawa Sawan tersebut bergaya kolonial, di cat putih, besar, dengan ukiran pandil khas ornamen Bali Utaranya. Tampak di dalam pintu gerbang Griya Kelodan Sawan digambar agak samar gerbang menuju pura keluarga atau pemrajan dan ditengahnya ada siluet figur manusia, mungkin untuk menggambarkan dimensi besarnya gerbang pura keluarga ini.

Ibu Hedi Hinzler mengoknfirmasi ke Griya Kelodan Sawan pada tahun 2009, dalam catatannya sebagai ciri otentik adalah perbandingan ukiran ornamen Bali Utara pada pandil di atas daun pintu gerbang griya yang masih dipertahankan oleh sebab pintu gerbangnya yang ternyata sudah berubah (direnovasi) pada tahun 2008. Dan pandil itu juga saya pergunakan sebagai tanda untuk meyakinkan saya bahwa tempat yang kunjungi adalah tempat Nieuwenkamp menggambar gerbang tahun 1906 itu pada waktu kunjungan bersama teman-teman ke Griya Kelodan Sawan pada tanggal 18 Januari 2020.

Setelah diijinkan untuk masuk ke dalam merajan Griya Kelodan Sawan tentu saja saya menjumpai patung-patung yang sempat didokumentasikan melalui gambar sketsa di atas kertas oleh Nieuwenkamp tahun 1906 dan foto-foto dokumentasi Ibu Hedi Hinzler tahun 2009. Terdapat dua pelinggih gedong di dalam merajan, yang satu pelinggih gedong yang besar dengan dua patung figur Dewa Wisnu di sisi selatan dan Dewa Siwa di sisi Utara, sedangkan pada palinggih gedong yang satunya di apit oleh dua patung juga, saya tidak berani memastikan patung ini figur siapa yang jelas salah satunya memakai mahkota supit surang.


Patung-patung di Merajan Griya Kelodan Sawan

kiri: lotus dan dewa-dewi Hindu Bali di Pameran Kolonial Paris 1930; tengah: Siwa Guru karya Ida Nyoman Karang; kanan: Wisnu karya Ida Nyoman Karang. repro foto di Museum Buleleng 2014

Patung-patung yang terdapat pada merajan Griya Kelodan setelah saya lakukan perbandingan terhadap patung-patung yang  terekam pada arsip dokumentasi Pameran Kolonial Paris sekilah nampak otentik namun ada perbendaan yang signifikan tertama pada sisi proporsi. Yang menjadi ciri khasnya pada patung di merajan griya adalah patung yang membawa pucuk bunga. Patung di merajan griya dibuat dengan proporsi anatomi yang lebih panjang pada bagian tangan, kaki, badan, sedangkan patung-patung yang dipamerkan di Paris tahun 1930 tersebut nampak proporsif sekali pada anatomi.

Hal tersebut mungkin dikarenakan perbedaan bahan yaitu antara batu padas dan kayu, atau mungkin dibuat lebih proporsional karena bersifat pesanan, akan tetapi yang jelas posisi Ida Nyoman Karang saya rasa sebagai orang yang penting di balik keputusan-keputusan eksekusi oleh sangging-sangging dari Desa Menyali. Dalam hal ini Ida Nyoman Karang sebagai undagi yang bertugas penting menata proporsi, menentukan ikonografi, dan pemberian karakter pada patung-patung pesanan tersebut. Ya, sebagaimana kerja kolektivitas keseni rupaan di Bali pada umumnya, peran undagi dan sangging berbeda akan tetapi keduanya sangat penting dan harus berjalan selaras.

Selain patung-patung yang dibuat oleh Ida Nyoman Karang di pura keluarganya dan juga yang dipamerkan pada Pameran Kolonial Paris 1930, ia juga membuat sepasang pandil relief singa bersayap yang memegang hewan menjangan dan satu buah pintu bergaya gebyog di dalam kompleks bangunan Griya Kelodan Sawan. Ukirannya tidak begitu rumit, nampak besar-besar, di cat dominan dasar cat merah dan dipoles warna emas prada. Menurut salah seorang keluarga griya yaitu Ida Bagus Satya, sepasang pandil dan pintu gebyog ini adalah ukiran terakhir yang dibuat oleh Ida Nyoman Karang.

Oleh sebabnya dapat dikatakan bahwa peranan Ida Nyoman Karang sangat penting dalam peta sejarah seni rupa di Bali Utara. Di dalam bayangan saya bahwa Ida Nyoman Karang selain sebagai seorang punggawa juga sebagai orang yang berperan terhadap hidupnya basis-basis seni rupa masa kolonial di Bali. [T]

Pantai Indah, Singaraja 2020

Tags: bali utarabulelengSeni Rupa
Share58TweetSendShareSend
Previous Post

Kenangan Singkat tentang Nyoman Tusthi Eddy, Nyari Bukunya Susah, Hilangnya Gampang

Next Post

Sepasang Macan yang “Mekantenan” di Pura Dalem Banjar, Buleleng

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Sepasang Macan yang “Mekantenan” di Pura Dalem Banjar, Buleleng

Sepasang Macan yang “Mekantenan” di Pura Dalem Banjar, Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co