2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sepasang Macan yang “Mekantenan” di Pura Dalem Banjar, Buleleng

Manik Sukadana by Manik Sukadana
January 20, 2020
in Khas
Sepasang Macan yang “Mekantenan” di Pura Dalem Banjar, Buleleng

Patung sepasang macan di Pura Dalem Desa Banjar, Buleleng

Saya mendapat kesempatan untuk melihat ukiran paras tua yang ada di Pura Dalem Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, Minggu 19 Januari 2020. Pura Dalem itu di-sungsung oleh tiga desa adat, yakni Banjar, Tegeha dan Dencarik.

Berangkat dari Griya Dalang Werdhi, dengan melewati beberapa banjar, kami tiba di jaban pura. Sembari menunggu gerbang dibuka, dalam perbincangan, kami diceritakan tentang asal muasal kejadian terbakarnya pura. Katanya, akibat dibakarnya sampah secara sembarangan, tanpa pengawasan, api yang dibantu angin dengan mudah meloncat lebih cepat nan tinggi. Maka terjadilah peristiwa itu.

Kami menunggu di bawah bayang wantilan jaban pura. Alir udara seolah berhenti sehingga hawa yang sebenarnya tidak begitu panas tetap membuat tubuh cepat gerah. Tidak berselang lama, tibalah bendesa adat yang akan membukakan gerbang pura itu. Sebelum masuk, saya sempat mengambil gambar dua penunggu yang berukiran hias bun-bunan yang besar dan tebal.

Yang menarik, pada bagian depan bawah penunggu sebelah kiri, terdapat ukiran biota laut. Saya hanya bisa mengenali beberapa hewan seperti udang, kepiting, dan ikan. Ada yang serupa belut atau ular, saya kurang begitu jeli. Pada bagian atas, tentu ada ukiran hiasan bun-bunan khas Buleleng yang sangat tebal, berisi, penuh dan kuat. Karena gerbang sudah dibuka, kami masuk.

Pada waktu yang bersamaan, ada seekor anjing dengan raut dan gerak yang riang masuk dari gerbang samping, seolah mengantarkan dan menjamu. Anjing putih kurus itu terlihat bersahabat walau ketika saya panggil tidak menoleh. Tanpa ragu, ia bersama kami melihat ukiran batu yang masih utuh meski sudah kehilangan atap.

Ukiran pada pura ini kuno, kata teman saya. Tidak adanya bangunan Padmasana isyarat bahwa ukiran di pura ini masih sangat kuno dan tentu saja kental dengan cita rasa kebulelengannya. Selain terlihat dari bentuk bun-bunan yang sama lebat dan rimbunnya, keunikan juga tersingkap dari bentuk unik wajah tokoh pada ukiran samping pura utama. Pada beberapa pelinggih, saya lihat ada pola bun-bunan yang samar-samar terlihat seperti kepala macan. Pola bun-bunan yang mirip macan itu menyatu dengan batang yang menghiasi pinggir pelinggirnya. Bun-bunan ya, kepala macan juga ya. Macan itu seolah sedang menyamar di hutan belantara, bayangan saya.

Tentang macan, saya tertarik melihat sepasang macan pada pelinggih di sebelah kiri bangunan utama, posisinya ada di bawah. Biasanya, di sejumlah tempat lain, dua macan di depan sebuah pelinggih biasanya saya lihat simetris. Kalau macan yang sebelah kiri menghadang ke kiri, maka macan yang lain akan menghadap ke arah berlawanan. Dalam bayangan saya, macan yang saling berseberang pandang itu seperti sedang puik, tidak akur. Barangkali itu yang membuat saya merasa ada sedikit kekakuan dalam gaya duduk dua patung seperti itu.

Namun, berbeda dengan sepasang macan ini. Dua macan ini seolah sangat akrab nan karib. Kalau dalam istilah di Manikliyu, pasangan macan ini sudah mekantenan, sahabat sejati yang sangat dekat dan sering menjelajah kemana-mana bersama-sama. Sepasang macan ini memiliki permulaan ancang-ancang yang sama. Arah pandang mereka juga sama. Macan yang sebelah kanan (dari depan) menoleh ke kanan, macan yang lain juga menoleh ke titik fokus yang searah dengan saudaranya. Mereka seolah memiliki objek tatap yang sama.

Ketika saya katakan pikiran itu kepada teman sekaligus guru saya, dia berkata bahwa itulah uniknya ukiran khas Buleleng dan tidak ada di daerah lain. Pola bebas dan eksploratif pada ukiran paras sangat menonjol. Hal itu menimbulkan ukiran khas Buleleng terasa ada semacam “gerak misterius” yang terkelebat dalam sekali lihat. Juga pada patung-patung khas Buleleng, ada beberapa pose-pose yang sangat nyentrik dan tidak pernah terbayangkan bahwa ada pose seperti itu pada zamannya.

Dalam canda, guru saya berkata bahwa jangan-jangan dalam pembuatan ukiran itu, salah satu tukang undagi sedang mencontek undagi lain dalam membuat macan. Namun karena tidak bisa menguasai orientasi, maka arah kepalanya juga ikut sama dengan macan yang diconteknya. Ia menutup dengan tawa.

Kalau pasangan macan yang memandang ke arah berlawanan itu logis karena simetris, maka macan yang mekantenan ini juga sangat masuk akal karena begitu jujur. Bayangkan, jika ada sepasang macan yang berdampingan lalu ada sesuatu yang bergerak, sesuatu yang mengancam dari arah sisi kanan, tentu kedua macan itu akan menoleh ke arah sumber bunyi yang sama. Tidak mungkin macan yang agak jauh itu akan menantap ke arah yang lain. Bagi saya, itu sangat alami dan di situlah keunikannya.    

Karena saking seleg-nya melihat macan dan ukiran-ukiran yang lain di bangunan utama pura, saya lupa mengamati anjing yang menjamu kami tadi. Ukiran-ukiran tersebut juga tidak kalah bagus dan rapi dengan macan yang mekantenan itu.

Setelah cukup lama, kami sepakat untuk pamit. Dalam perbincangan, sedikit saya dengar tentang rencana perobohan bangunan berukiran kuno di Pura Dalem itu. Bangunan yang berukiran khas yang langka ini akan dihancurkan atau tidak, masih dalam menunggu keputusan musyawarah adat.  

Anjing kurus yang periang itu juga mengantarkan kami keluar dengan ikut menuruni tangga jaban pura. Dalam benak saya, apabila sisa pura yang berisi ukiran tua khas buleleng itu jadi di-empug dan harus dihancurkan untuk pembangunan pura yang baru, maka hilanglah sepasang macan yang sangat mekantenan itu. Oleh sebabnya, saya bersyukur karena dapat melihat pasangan macan unik itu secara langsung. [T]         

Tags: patung baliPuraSeni Rupa
Share39TweetSendShareSend
Previous Post

Pematung Ida Nyoman Karang dari Griya Kelodan Sawan # Melacak Jejak Sejarah Seni Rupa dari Museum Buleleng [3]

Next Post

Festival dan Hal-Hal yang Tak Tampak

Manik Sukadana

Manik Sukadana

Bergaul di Komunitas Mahima dan Teater Kalangan. Menulis puisi, cerpen dan esai. Kini menjadi desainer di Mahima Institute Indonesia

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Festival dan Hal-Hal yang Tak Tampak

Festival dan Hal-Hal yang Tak Tampak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co