2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Festival dan Hal-Hal yang Tak Tampak

Wendra Wijaya by Wendra Wijaya
January 20, 2020
in Khas
Festival dan Hal-Hal yang Tak Tampak

Jappy Sanger, keynote speaker re/AKSI Vol. 01: Festival dan Pengembangan Ekosistem Kreatif, di Rompyok Kopi Komunitas Kertas Budaya, Jembrana, Bali

Rompyok Kopi Komunitas Kertas Budaya nampak sepi. Kursi meja masih kosong saat gelap mulai lahir. Jappy Sanger, keynote speaker re/AKSI Vol. 01: Festival dan Pengembangan Ekosistem Kreatif, asyik bercengkrama mengenang berbagai peristiwa. Keberadaannya di Jembrana adalah “ziarah, menengok kembali masa remajanya 35 tahun silam. Sekitar pukul 20.00 Wita, orang-orang mulai berdatangan, termasuk narasumber lainnya, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana, Nengah Alit. Tak perlu waktu lama, halaman belakang rompyok telah ramai bersama kopi dan jaja bendu tersaji di atas meja.

Festival merupakan perayaan potensi. Sebab itu ideal sebuah festival sebisa mungkin mencakup berbagai potensi dan sumber daya yang ada. Di luar jangkauan tersebut, festival menjadi salah satu media komunikasi efektif untuk menegaskan sebuah brand, baik yang dikelola secara independen maupun yang menjadi inisiatif atau gagasan pemerintah.

Bali, khususnya Jembrana memiliki kebudayaan yang unik. Sebutlah itu jegog, adalah produk budaya yang luar biasa. Namun disamping upaya pelestarian, memberi pemaknaan dengan melihat kembali potensi yang dimiliki mesti dilakukan untuk memberi nilai yang berbeda. “Jegog dibenturkan dengan Krakatau (band), misalnya, akan menghasilkan nilai kapital (yang lebih besar),” tutur Jappy

Bagi co-founder Jazz Market by the Sea tersebut, kreativitas harus mampu memberi nilai tambah bagi produk budaya yang telah ada, tanpa mengusik esensi yang mendasarinya. Dalam gelar wacana yang dipantik Nanoq da Kansas, ia memberi gambaran bagaimana festival menjadi perayaan segala usia dengan mengedepankan edukasi dan selebrasi yang berujung pada perputaran ekonomi di dalam pengelolaannya, melalui tayangan video Jazz Market by the Sea 2014 yang diselenggarakannya.


Para peserta acara re/AKSI Vol. 01: Festival dan Pengembangan Ekosistem Kreatif di Rompyok Kopi Kertas Budaya, Jembrana

Sebuah festival harus melalui perencanaan yang matang pada tataran konsep, utamanya melakukan kurasi dari setiap potensi yang akan ditampilkan. Sementara pada tahap eksekusi, penting dilakukan kolaborasi agar segalanya berjalan sesuai rencana. Sebutlah itu edukasi yang ingin disuguhkan pada anak-anak adalah pengenalan terhadap binatang, maka penjajakan dan bekerja sama dengan pihak terkait bisa dilakukan. Setiap orang memiliki keterbatasan. Sebab itulah, sangat penting untuk merangkul pihak-pihak yang lebih berkompeten untuk meng-handle aktivitas yang menjadi bagian dari gagasan besar festival. “Bali Zoo, misalnya, pasti lebih berpengalaman. Kenapa kita tidak kolaborasi saja?,” ucapnya.

Selain untuk memuluskan pengelolaan, kolaborasi juga mampu mengurai kompleksitas kebutuhan festival. Kondisi ini pun berlaku untuk pengelolaan dana penyelenggaraan yang dimiliki. Dengan modal jejaring, kita bisa melakukan tawar-menawar dengan penampil yang diinginkan, setelah melalui tahap kurasi yang ketat. Kurasi ini tentu saja berkaitan dengan kemampuan si penampil untuk mendatangkan pengunjung. “Proses kurasi ini yang memakan waktu cukup lama agar acara yang kita suguhkan menjadi unik dan menarik untuk dikunjungi dengan pelibatan berbagai potensi yang ada. Jembrana pun bisa melakukannya,” jelasnya.

Pencatatan

Di luar berbagai kendala yang dimiliki, seperti waktu tempuh akses yang panjang, sesungguhnya Jembrana memiliki potensi yang lebih dari cukup untuk menyelenggarakan festival yang berdampak, baik itu secara kultural maupun ekonomi. Langkah pertama dan utama yang harus dilakukan adalah pencatatan terhadap berbagai potensi yang ada, baik itu kuliner, kriya, tempat wisata, dan sebagainya, termasuk komunitas kreatifnya. Dengan merangkul dan pelibatan berbagai ekosistem kreatif yang dimiliki, festival yang diselenggarakan akan menjadi milik siapa saja.

Bagi Jappy, ketika pencatatan sudah dilakukan, upaya yang bisa dilakukan untuk memastikan kesiapan penyelenggara adalah dengan menggelar pra event, baik melalui workshop maupun dialog dengan warga lokal. Goal-nya adalah meyakinkan warga bahwa festival yang akan digelar adalah milik mereka sehingga tanggung jawab atas keberhasilannya ada di tangan mereka. Kemudian, kegiatan ini wajib dikabarkan kepada masyarakat yang lebih luas. “Apalagi di zaman digital seperti ini, promosi menjadi mudah dan murah. Gunakan media sosial masing-masing agar penyebaran informasi semakin luas,” tambah Jappy.

Pria Jembrana yang konsisten berada di belakang layar berbagai pertunjukan lokal, nasional hingga internasional ini membayangkan, betapa Jembrana akan lebih menggeliat apabila setiap desa atau wilayah bisa merayakan potensinya, termasuk memaksimalkan unikum yang (barangkali) terlupakan. Sebagai muaranya, tentu saja adalah Jembrana Festival yang dilakukan setiap tahun oleh Pemkab Jembrana.

Jappy optimis –jika langkah ini berhasil, kerja Pemkab akan lebih ringan. Festival-festival yang ada di desa bisa digabungkan dalam satu festival besar. Maka bisa dipastikan, warga yang datang akan membludak, sekaligus menumbuhkan kebanggaan mereka karena dilibatkan penuh. Geliat ini juga (pada akhirnya) akan memunculkan keinginan warga yang merantau di luar untuk pulang dan berbuat untuk Jembrana.


Para peserta acara re/AKSI Vol. 01: Festival dan Pengembangan Ekosistem Kreatif di Rompyok Kopi Kertas Budaya, Jembrana

Jembrana memang memiliki banyak festival. Dan Pemkab Jembrana, seperti disampaikan Kadisparbud, Nengah Alit, berusaha memfasilitasi berbagai potensi yang ada. Sebab itulah, Pemkab Jembrana cukup banyak melakukan kegiatan, sekaligus menjadi ajang promosi pariwisata Jembrana. “Sesungguhnya kami adalah sebagai fasilitator juga marketing, dengan mengakomodir kegiatan yang diinisiasi komunitas. Tapi kami sadari, festival yang ada di Jembrana baru pada tahap pengenalan,” ungkapnya.

Selain sebagai perayaan potensi, keberadaan sebuah festival harus menghasilkan kemaslahatan bersama, utamanya masyarakat yang berada di wilayah penyelenggaraan festival. Tidak melulu menyoal peningkatan ekonomi semata, tetapi juga dari sisi psikologi warga. Alit memberi contoh Festival Loloan Jaman Lame dan Festival Teluk Gilimanuk yang telah dilakukan beberapa tahun terakhir, selalu menekankan sisi edukasi dan rekreasi dengan merangkul segala potensi yang ada di wilayah masing-masing.

“Festival Jaman Lame mendapat dukungan penuh karena edukasi dan misi budaya yang dibawanya. Kita bisa lihat pencak silat Loloan, sangat berbeda dengan pencak silat di daerah lainnya di Indonesia,” katanya.

Dengan rendah hati, mantan Guru Bahasa Inggris dan Kepala SMK Negeri 1 Negara juga mengakui bahwa meski festival di Jembrana relatif banyak, namun benang merah penyelenggaraan belum benar-benar jelas. Kendati demikian, Alit menegaskan tetap mengupayakan agar festival-festival ini bisa jalan bersama. Ia pun menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan festival lain untuk mewujudkan festival yang berdampak dan bisa menjadi kebanggaan Jembrana. Sebagai langkah awal, Festival Teluk Gilimanuk akan menjadi pilot project. Selain sarana dan prasarana yang cukup memadai, pangsa pasar Festival Teluk Gilimanuk juga sudah mulai terbentuk utamanya di wilayah Jawa Timur. “Targetnya bukan sekedar jumlah kunjungan, tetapi juga meningkatnya kepuasan warga terhadap festival yang diselenggarakan,” tutup Alit.

Memertemukan pekerja kreatif dan praktisi festival, Jappy, dengan Alit yang berada di wilayah birokrasi menjadi upaya untuk menjembatani kolaborasi aktif-efektif antara pemerintah dengan komunitas kreatif. Setidaknya, gelar wicara tersebut mampu memunculkan kesadaran akan berbagai peluang sekaligus keterbatasan dalam berbagai hal.

Budayawan Jembrana, Dharma Santika Putra, menyebut gelar wicara tersebut berhasil membangun kesepakatan moral berupa kerja kolaboratif antara komunitas kreatif dengan Pemkab Jembrana. Di sisi lain, pemantik diskusi Nanoq da Kansas dan JCCO (Jembrana Creative City Oriented) berhasil “mengadu domba” antara dua kutub itu. Kutub Jappy Sanger disebutnya sebagai kutub profesional dan praktisi, sementara Alit berada pada kubu pemerintah dan pelaku birokrasi yang salah satu tupoksinya bersentuhan dengan kerja kebudayaan dan dunia kreatif.

Dalam kuali magesah ala Jembrana, gelar wicara re/AKSI Vol. 01 berlangsung hangat dan begitu cair. Begitu pula antusiasme berbagai kalangan yang hadir mulai dari pelajar, birokrat, pengusaha, komunitas, pengusaha hingga awak media menerbitkan keyakinan, setiap orang memiliki keresahan dan keinginan yang sama untuk membangun tanah kelahirannya.

Bahwa, banyak pihak yang ingin dan siap berkontribusi bagi tanah Jembrana. [T]

Tags: festivaljembranaKomunitas Kertas BudayaPendidikan
Share29TweetSendShareSend
Previous Post

Sepasang Macan yang “Mekantenan” di Pura Dalem Banjar, Buleleng

Next Post

Jutaan Orang Bahkan Tidak Menyadari Jika Dulu Saya Pernah Menjadi Raja

Wendra Wijaya

Wendra Wijaya

pengamat musik pengamat puisi, main musik juga menulis puisi

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Jutaan Orang Bahkan Tidak Menyadari Jika Dulu Saya Pernah Menjadi Raja

Jutaan Orang Bahkan Tidak Menyadari Jika Dulu Saya Pernah Menjadi Raja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co