24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi IDK Raka Kusuma # Juru Masak Tampan: Wayan Koster

IDK Raka Kusuma by IDK Raka Kusuma
November 16, 2019
in Puisi
Puisi-puisi IDK Raka Kusuma # Juru Masak Tampan: Wayan Koster

Nyoman Erawan:Shadow Dance,200cmx500cm,Mixed Medium.


JURU MASAK TAMPAN

:Wayan Koster


di Desa Sembiran

aku ingin jadi juru masak tampan

memasak matahari dan bulan

jadi masakan persembahan


kuberi bumbu bintang

irisan awan,

serbuk udara

bersih dari noda

kutuangkan setelah matang

ke dalam sembilan cawan


kusajikan di sembilan penjuru dunia

kukitar dengan

bunga sembilan rupa

sembilan aroma

dupa sembilan warna

asapnya menampakkan sembilan aksara

duduk di atasnya sembilan Dewa

mengubah gulita jadi terang

berisi sembilan baris tembang

tentang dosa lebur jadi kebenaran

tak tergantikan


di Desa Sembiran

aku ingin jadi juru masak tampan

sampai utusan datang

memintaku pulang


(2019)


PENARI GANDRUNG


menapak sinar lampu

kita menari sesama jenis bercumbu

di padang sepi

tak bertepi


suara seruling, bunyi gamelan

membuat larut dalam percumbuan

angin berdesir

bagai berbisik percumbuan

tak akan berakhir


tapi kemesraan

tak boleh ditampakkan

bercumbu dalam tarian

bukan bercumbu di pembaringan

katamu saat di balik langsai berdiri

sebelum dalam kalangan menari


penari gandrung

penari gandrung

ketika arahmu memancar sinar bulan

aku terkesima. kau sangat rupawan

tubuhmu berkilauan

tapi menjauh dari pandangan

dan jangkauan


(2019)


TEMBANG PENABUH GENDER


gender selalu kutabuh

akan kubuat dari jiwaku. kusepuh

dengan lapisan api suci

pada hari suci


bayangan diri

kujadikan sesaji

kukitar dupa wangi

kunyalakan dengan

panas badan

mengarah sembilan lapisan bumi

sembilan lapisan angkasa


kuperciki darah sendiri

kepada pencipta suara kuminta

jadikan gender ini

gender abadi

tiap bilah ketika berbunyi

mengumandangkan sembilan kali

sembilan nada

selain aku siapapun menabuh

gender batu dari tubuhnya

mengalir riuh


(2019)


SEROMBOTAN


lima sayur peladang baik hati

sambal dari cabe peladang baik budi

lima kacang peladang bijaksana

jadi satu di depan kita


hadiah dunia

melalui seorang ibu

menyodorkan dengan tangannya

tak berdebu

jangan bimbang

tak tercium bau tuba

menyebabkan benci

kepada seisi bumi


jangan bimbang

tercium aroma

menyebabkan cinta

kepada penghuni semesta

ladang yang menyebabkan murka

hilangkan dari ingatan

ladang yang membuat amarah jiwa

lupakan cintaku, lupakan


ladang yang membuat garang

jangan lagi dikenang


sebelum menyantap

kita saling tatap

ingatkan diri masing-masing

pada dunia tak selamanya berpaling


(2019)


*Serombotan, sayur khas Kota Klungkung


KELIR


kelir ruang luas

tampak lembut sesungguhnya keras

lebih keras dari padas


di dalamnya bercerita

Dalang terlihat muda

sesungguhnya tua

lebih tua dari dunia


tak kukatakan

yang Dia ceritakan


cerita yang sama

kita tafsir berbeda

kita kisahkan lagi tak sama


hanya kukatakan

yang diceritakan

kehidupan penghuni  dunia

skala dan niskala

yang pernah ada

yang kini ada

yang belum ada


duduk bersama

di tempat yang sama

kita khidmati ucapan Dalang

di bawah lampu berbentuk Wayang


(2019)


MENAPAK PAMOR KERIS


menapak pamor keris

kakiku terasa menggaris

bentangan ruang waktu

sekeras logam berlapis batu


di mana-mana tersemat

bilah keramat

memperdengar suara

para pejalan

pelan langkahkan kakimu, pelan

yang setengah tergesa

yang tergesa

sesat di ujung lekuk gemerincing

tidak tiba di ujung runcing

berkilau bening


menapak pamor keris

di keningku ada

menyematkan gambar warangka menyala

memantulkan aura magis

semerah bara

perapian membara


ada, ada menghentikan langkahku

entah dari mana muncul tungku

di depannya para pandai besi

membentuk sebutir debu

jadi keris berwujud Maha Rsi


(2019)


HIDANGAN BAGI PENARI

: Putri Suastini


ini makanan abadi

dalam piring abadi

ini minuman abadi

dalam gelas abadi

ini buah abadi

dalam nampan abadi


santaplah. selamanya

kau tak lapar dan dahaga

tubuhmu tak akan kurus

tak akan aus


penari, penari

kau akan menari

tanpa pernah berhenti

berganti-ganti

kau menarikan gerak alam niskala

gerak alam skala


berganti-ganti

tetaplah menari

jika tiba-tiba

dikitar Siwa Nata Raja

merapalkan mantra

seraya menebar kuntum cahaya

ketahuilah. agar tak cidera dirimu

agar tanpa cela tarianmu

karena teluh pengganggu

dikirim seterumu abadi


jangan berhenti

bila sekujurmu melantunkan kidung

penari agung

menarikan dua dunia

tanpa jeda

dalam kalangan suci


jangan berhenti

ke arahmu suatu ketika

terjulur pelangi

tulisan tertera di ujungnya

kami mengundangmu menari

di Sorga Loka


(2019)


JALAN BATU DESA TENGANAN


jalan batu Desa Tenganan

jalan batu alam

menuju hutan

tempat roh leluhur bersemayam


pagi menampakkan

hamparan padang berkilauan

tanahnya berlimpah berkah

apapun ditanam seketika tumbuh

lebat berbuah

tak satupun luruh


siang menampakkan

bentangan rumput rimbun

lebih hijau dari daun

kilaunya kemana-mana berpantulan

merumput kerbau tanpa gembala

mengalun dari ujung tanduknya

bunyi seruling

merdu dan nyaring


terbayang, dituntun suara

aku berjalan

pepohonan di kiri kanan

lembut berkata

di wilayah sukma nenek moyang

selalu teduh, senantiasa terang

bermukimlah di sana, bermukim

sepanjang musim


terbayang, begitu tiba

kulantunkan kidung

jadikan aku penjaga setia

wahai para penghuni yang agung


(2019)


DALANG DASTA


Dalang Dasta, Dalang Dasta

keningmu terbuka

muncul Bisma

penuh panah sekujurnya

menatap arah utara


katakan padanya, katakan

matahari masih melintas

di selatan khatulistiwa

sekarang panas

sesekali turun hujan deras

bulan saatnya utarayana

waktu terbaik ke kahyangan


katakan padanya, katakan

saat itu akan tiba

sesudah di udara

terpajang tanda: lukisan

Srikandi menari gendewa

kearah panglima perang tua

tapi sangat perkasa

di Kurusetra


minta sabar menanti

tinggal satu purnama lagi


tutup keningmu Dalang Dasta

bila dilekati debu

menutup tak bisa

tanpa setahumu Bisma pergi

di jalan raya

mencipta lorong waktu

dengan langkah cepat disusurinya

sebab tak kasat mata

sia-sia kau mencari

sia-sia


bila Dewi Gangga

yang menitipkan tahu

pasti kutukan seketika

ditimpakan padamu


(2019)


KITAB SAYUR


kata sandi kuali

ucapkan satu kali

kitab sayur terbuka

kaupun membaca cerita

tentang peristiwa abadi

di atas tungku suci


bukan peristiwa kremasi

jasad mati

bukan peristiwa pembakaran

jasad berserakan

tapi peristiwa peleburan raga

menjadi wujud lebih sempurna


selama membaca

jangan membayangkan kayu bakar

seketika tubuhmu menyala

dan membara

dan berkobar

kaupun menjelma rangka


yang kau baca khidmati

dalam dirimu rasakan terjadi


kata sandi kuali

ucapkan tiga kali

kitab sayur tertutup sendiri


(2019)

Tags: Puisi
Share460TweetSendShareSend
Previous Post

Menyerap Bahasa Daerah, Menjunjung Tinggi Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia

Next Post

Malam yang Entah di Mana

IDK Raka Kusuma

IDK Raka Kusuma

Lahir di Klungkung, 21 November 1957. Menulis dalam bahasa Bali dan Indonesia

Related Posts

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

by Iwan Setiawan
March 28, 2026
0
Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

SENJA YANG TERSESAT DI RAMBUT SEORANG PEREMPUAN Puisi ini aku dedikasikan untuk Lea Kathe Ritonga di rambutnya, senja tersesat seperti...

Read moreDetails

Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

by Alfiansyah Bayu Wardhana
March 27, 2026
0
Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

Taman yang Diam-diam Bersemi Maka pada suatu pagi yang heningkutemukan namamu tumbuh di dalam hatiku,sebagaimana benih yang lama tersembunyitiba-tiba mengenal...

Read moreDetails
Next Post
Malam yang Entah di Mana

Malam yang Entah di Mana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co