23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi IDK Raka Kusuma # Juru Masak Tampan: Wayan Koster

IDK Raka Kusuma by IDK Raka Kusuma
November 16, 2019
in Puisi
Puisi-puisi IDK Raka Kusuma # Juru Masak Tampan: Wayan Koster

Nyoman Erawan:Shadow Dance,200cmx500cm,Mixed Medium.


JURU MASAK TAMPAN

:Wayan Koster


di Desa Sembiran

aku ingin jadi juru masak tampan

memasak matahari dan bulan

jadi masakan persembahan


kuberi bumbu bintang

irisan awan,

serbuk udara

bersih dari noda

kutuangkan setelah matang

ke dalam sembilan cawan


kusajikan di sembilan penjuru dunia

kukitar dengan

bunga sembilan rupa

sembilan aroma

dupa sembilan warna

asapnya menampakkan sembilan aksara

duduk di atasnya sembilan Dewa

mengubah gulita jadi terang

berisi sembilan baris tembang

tentang dosa lebur jadi kebenaran

tak tergantikan


di Desa Sembiran

aku ingin jadi juru masak tampan

sampai utusan datang

memintaku pulang


(2019)


PENARI GANDRUNG


menapak sinar lampu

kita menari sesama jenis bercumbu

di padang sepi

tak bertepi


suara seruling, bunyi gamelan

membuat larut dalam percumbuan

angin berdesir

bagai berbisik percumbuan

tak akan berakhir


tapi kemesraan

tak boleh ditampakkan

bercumbu dalam tarian

bukan bercumbu di pembaringan

katamu saat di balik langsai berdiri

sebelum dalam kalangan menari


penari gandrung

penari gandrung

ketika arahmu memancar sinar bulan

aku terkesima. kau sangat rupawan

tubuhmu berkilauan

tapi menjauh dari pandangan

dan jangkauan


(2019)


TEMBANG PENABUH GENDER


gender selalu kutabuh

akan kubuat dari jiwaku. kusepuh

dengan lapisan api suci

pada hari suci


bayangan diri

kujadikan sesaji

kukitar dupa wangi

kunyalakan dengan

panas badan

mengarah sembilan lapisan bumi

sembilan lapisan angkasa


kuperciki darah sendiri

kepada pencipta suara kuminta

jadikan gender ini

gender abadi

tiap bilah ketika berbunyi

mengumandangkan sembilan kali

sembilan nada

selain aku siapapun menabuh

gender batu dari tubuhnya

mengalir riuh


(2019)


SEROMBOTAN


lima sayur peladang baik hati

sambal dari cabe peladang baik budi

lima kacang peladang bijaksana

jadi satu di depan kita


hadiah dunia

melalui seorang ibu

menyodorkan dengan tangannya

tak berdebu

jangan bimbang

tak tercium bau tuba

menyebabkan benci

kepada seisi bumi


jangan bimbang

tercium aroma

menyebabkan cinta

kepada penghuni semesta

ladang yang menyebabkan murka

hilangkan dari ingatan

ladang yang membuat amarah jiwa

lupakan cintaku, lupakan


ladang yang membuat garang

jangan lagi dikenang


sebelum menyantap

kita saling tatap

ingatkan diri masing-masing

pada dunia tak selamanya berpaling


(2019)


*Serombotan, sayur khas Kota Klungkung


KELIR


kelir ruang luas

tampak lembut sesungguhnya keras

lebih keras dari padas


di dalamnya bercerita

Dalang terlihat muda

sesungguhnya tua

lebih tua dari dunia


tak kukatakan

yang Dia ceritakan


cerita yang sama

kita tafsir berbeda

kita kisahkan lagi tak sama


hanya kukatakan

yang diceritakan

kehidupan penghuni  dunia

skala dan niskala

yang pernah ada

yang kini ada

yang belum ada


duduk bersama

di tempat yang sama

kita khidmati ucapan Dalang

di bawah lampu berbentuk Wayang


(2019)


MENAPAK PAMOR KERIS


menapak pamor keris

kakiku terasa menggaris

bentangan ruang waktu

sekeras logam berlapis batu


di mana-mana tersemat

bilah keramat

memperdengar suara

para pejalan

pelan langkahkan kakimu, pelan

yang setengah tergesa

yang tergesa

sesat di ujung lekuk gemerincing

tidak tiba di ujung runcing

berkilau bening


menapak pamor keris

di keningku ada

menyematkan gambar warangka menyala

memantulkan aura magis

semerah bara

perapian membara


ada, ada menghentikan langkahku

entah dari mana muncul tungku

di depannya para pandai besi

membentuk sebutir debu

jadi keris berwujud Maha Rsi


(2019)


HIDANGAN BAGI PENARI

: Putri Suastini


ini makanan abadi

dalam piring abadi

ini minuman abadi

dalam gelas abadi

ini buah abadi

dalam nampan abadi


santaplah. selamanya

kau tak lapar dan dahaga

tubuhmu tak akan kurus

tak akan aus


penari, penari

kau akan menari

tanpa pernah berhenti

berganti-ganti

kau menarikan gerak alam niskala

gerak alam skala


berganti-ganti

tetaplah menari

jika tiba-tiba

dikitar Siwa Nata Raja

merapalkan mantra

seraya menebar kuntum cahaya

ketahuilah. agar tak cidera dirimu

agar tanpa cela tarianmu

karena teluh pengganggu

dikirim seterumu abadi


jangan berhenti

bila sekujurmu melantunkan kidung

penari agung

menarikan dua dunia

tanpa jeda

dalam kalangan suci


jangan berhenti

ke arahmu suatu ketika

terjulur pelangi

tulisan tertera di ujungnya

kami mengundangmu menari

di Sorga Loka


(2019)


JALAN BATU DESA TENGANAN


jalan batu Desa Tenganan

jalan batu alam

menuju hutan

tempat roh leluhur bersemayam


pagi menampakkan

hamparan padang berkilauan

tanahnya berlimpah berkah

apapun ditanam seketika tumbuh

lebat berbuah

tak satupun luruh


siang menampakkan

bentangan rumput rimbun

lebih hijau dari daun

kilaunya kemana-mana berpantulan

merumput kerbau tanpa gembala

mengalun dari ujung tanduknya

bunyi seruling

merdu dan nyaring


terbayang, dituntun suara

aku berjalan

pepohonan di kiri kanan

lembut berkata

di wilayah sukma nenek moyang

selalu teduh, senantiasa terang

bermukimlah di sana, bermukim

sepanjang musim


terbayang, begitu tiba

kulantunkan kidung

jadikan aku penjaga setia

wahai para penghuni yang agung


(2019)


DALANG DASTA


Dalang Dasta, Dalang Dasta

keningmu terbuka

muncul Bisma

penuh panah sekujurnya

menatap arah utara


katakan padanya, katakan

matahari masih melintas

di selatan khatulistiwa

sekarang panas

sesekali turun hujan deras

bulan saatnya utarayana

waktu terbaik ke kahyangan


katakan padanya, katakan

saat itu akan tiba

sesudah di udara

terpajang tanda: lukisan

Srikandi menari gendewa

kearah panglima perang tua

tapi sangat perkasa

di Kurusetra


minta sabar menanti

tinggal satu purnama lagi


tutup keningmu Dalang Dasta

bila dilekati debu

menutup tak bisa

tanpa setahumu Bisma pergi

di jalan raya

mencipta lorong waktu

dengan langkah cepat disusurinya

sebab tak kasat mata

sia-sia kau mencari

sia-sia


bila Dewi Gangga

yang menitipkan tahu

pasti kutukan seketika

ditimpakan padamu


(2019)


KITAB SAYUR


kata sandi kuali

ucapkan satu kali

kitab sayur terbuka

kaupun membaca cerita

tentang peristiwa abadi

di atas tungku suci


bukan peristiwa kremasi

jasad mati

bukan peristiwa pembakaran

jasad berserakan

tapi peristiwa peleburan raga

menjadi wujud lebih sempurna


selama membaca

jangan membayangkan kayu bakar

seketika tubuhmu menyala

dan membara

dan berkobar

kaupun menjelma rangka


yang kau baca khidmati

dalam dirimu rasakan terjadi


kata sandi kuali

ucapkan tiga kali

kitab sayur tertutup sendiri


(2019)

Tags: Puisi
Share460TweetSendShareSend
Previous Post

Menyerap Bahasa Daerah, Menjunjung Tinggi Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia

Next Post

Malam yang Entah di Mana

IDK Raka Kusuma

IDK Raka Kusuma

Lahir di Klungkung, 21 November 1957. Menulis dalam bahasa Bali dan Indonesia

Related Posts

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
0
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

by Eddy Pranata PNP
May 30, 2026
0
Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

CANGKIR TEH YANG MENUA kita masuki rumah baru, AC yang tidak dinginrapikan dapur dan kamar, bersihkan kamar mandi: "au, kita...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

by Sholihul Mubarok
May 29, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

ASIMTOTE sebentar nyala mataharidari pagimenyalak matakudan matamuselalu silau ada jeda tersembunyidi bibir sianglebih sunyidari celah renggang akan tetapi, bayangmemanjang satu...

Read moreDetails
Next Post
Malam yang Entah di Mana

Malam yang Entah di Mana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co