2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi IDK Raka Kusuma # Juru Masak Tampan: Wayan Koster

IDK Raka Kusuma by IDK Raka Kusuma
November 16, 2019
in Puisi
Puisi-puisi IDK Raka Kusuma # Juru Masak Tampan: Wayan Koster

Nyoman Erawan:Shadow Dance,200cmx500cm,Mixed Medium.


JURU MASAK TAMPAN

:Wayan Koster


di Desa Sembiran

aku ingin jadi juru masak tampan

memasak matahari dan bulan

jadi masakan persembahan


kuberi bumbu bintang

irisan awan,

serbuk udara

bersih dari noda

kutuangkan setelah matang

ke dalam sembilan cawan


kusajikan di sembilan penjuru dunia

kukitar dengan

bunga sembilan rupa

sembilan aroma

dupa sembilan warna

asapnya menampakkan sembilan aksara

duduk di atasnya sembilan Dewa

mengubah gulita jadi terang

berisi sembilan baris tembang

tentang dosa lebur jadi kebenaran

tak tergantikan


di Desa Sembiran

aku ingin jadi juru masak tampan

sampai utusan datang

memintaku pulang


(2019)


PENARI GANDRUNG


menapak sinar lampu

kita menari sesama jenis bercumbu

di padang sepi

tak bertepi


suara seruling, bunyi gamelan

membuat larut dalam percumbuan

angin berdesir

bagai berbisik percumbuan

tak akan berakhir


tapi kemesraan

tak boleh ditampakkan

bercumbu dalam tarian

bukan bercumbu di pembaringan

katamu saat di balik langsai berdiri

sebelum dalam kalangan menari


penari gandrung

penari gandrung

ketika arahmu memancar sinar bulan

aku terkesima. kau sangat rupawan

tubuhmu berkilauan

tapi menjauh dari pandangan

dan jangkauan


(2019)


TEMBANG PENABUH GENDER


gender selalu kutabuh

akan kubuat dari jiwaku. kusepuh

dengan lapisan api suci

pada hari suci


bayangan diri

kujadikan sesaji

kukitar dupa wangi

kunyalakan dengan

panas badan

mengarah sembilan lapisan bumi

sembilan lapisan angkasa


kuperciki darah sendiri

kepada pencipta suara kuminta

jadikan gender ini

gender abadi

tiap bilah ketika berbunyi

mengumandangkan sembilan kali

sembilan nada

selain aku siapapun menabuh

gender batu dari tubuhnya

mengalir riuh


(2019)


SEROMBOTAN


lima sayur peladang baik hati

sambal dari cabe peladang baik budi

lima kacang peladang bijaksana

jadi satu di depan kita


hadiah dunia

melalui seorang ibu

menyodorkan dengan tangannya

tak berdebu

jangan bimbang

tak tercium bau tuba

menyebabkan benci

kepada seisi bumi


jangan bimbang

tercium aroma

menyebabkan cinta

kepada penghuni semesta

ladang yang menyebabkan murka

hilangkan dari ingatan

ladang yang membuat amarah jiwa

lupakan cintaku, lupakan


ladang yang membuat garang

jangan lagi dikenang


sebelum menyantap

kita saling tatap

ingatkan diri masing-masing

pada dunia tak selamanya berpaling


(2019)


*Serombotan, sayur khas Kota Klungkung


KELIR


kelir ruang luas

tampak lembut sesungguhnya keras

lebih keras dari padas


di dalamnya bercerita

Dalang terlihat muda

sesungguhnya tua

lebih tua dari dunia


tak kukatakan

yang Dia ceritakan


cerita yang sama

kita tafsir berbeda

kita kisahkan lagi tak sama


hanya kukatakan

yang diceritakan

kehidupan penghuni  dunia

skala dan niskala

yang pernah ada

yang kini ada

yang belum ada


duduk bersama

di tempat yang sama

kita khidmati ucapan Dalang

di bawah lampu berbentuk Wayang


(2019)


MENAPAK PAMOR KERIS


menapak pamor keris

kakiku terasa menggaris

bentangan ruang waktu

sekeras logam berlapis batu


di mana-mana tersemat

bilah keramat

memperdengar suara

para pejalan

pelan langkahkan kakimu, pelan

yang setengah tergesa

yang tergesa

sesat di ujung lekuk gemerincing

tidak tiba di ujung runcing

berkilau bening


menapak pamor keris

di keningku ada

menyematkan gambar warangka menyala

memantulkan aura magis

semerah bara

perapian membara


ada, ada menghentikan langkahku

entah dari mana muncul tungku

di depannya para pandai besi

membentuk sebutir debu

jadi keris berwujud Maha Rsi


(2019)


HIDANGAN BAGI PENARI

: Putri Suastini


ini makanan abadi

dalam piring abadi

ini minuman abadi

dalam gelas abadi

ini buah abadi

dalam nampan abadi


santaplah. selamanya

kau tak lapar dan dahaga

tubuhmu tak akan kurus

tak akan aus


penari, penari

kau akan menari

tanpa pernah berhenti

berganti-ganti

kau menarikan gerak alam niskala

gerak alam skala


berganti-ganti

tetaplah menari

jika tiba-tiba

dikitar Siwa Nata Raja

merapalkan mantra

seraya menebar kuntum cahaya

ketahuilah. agar tak cidera dirimu

agar tanpa cela tarianmu

karena teluh pengganggu

dikirim seterumu abadi


jangan berhenti

bila sekujurmu melantunkan kidung

penari agung

menarikan dua dunia

tanpa jeda

dalam kalangan suci


jangan berhenti

ke arahmu suatu ketika

terjulur pelangi

tulisan tertera di ujungnya

kami mengundangmu menari

di Sorga Loka


(2019)


JALAN BATU DESA TENGANAN


jalan batu Desa Tenganan

jalan batu alam

menuju hutan

tempat roh leluhur bersemayam


pagi menampakkan

hamparan padang berkilauan

tanahnya berlimpah berkah

apapun ditanam seketika tumbuh

lebat berbuah

tak satupun luruh


siang menampakkan

bentangan rumput rimbun

lebih hijau dari daun

kilaunya kemana-mana berpantulan

merumput kerbau tanpa gembala

mengalun dari ujung tanduknya

bunyi seruling

merdu dan nyaring


terbayang, dituntun suara

aku berjalan

pepohonan di kiri kanan

lembut berkata

di wilayah sukma nenek moyang

selalu teduh, senantiasa terang

bermukimlah di sana, bermukim

sepanjang musim


terbayang, begitu tiba

kulantunkan kidung

jadikan aku penjaga setia

wahai para penghuni yang agung


(2019)


DALANG DASTA


Dalang Dasta, Dalang Dasta

keningmu terbuka

muncul Bisma

penuh panah sekujurnya

menatap arah utara


katakan padanya, katakan

matahari masih melintas

di selatan khatulistiwa

sekarang panas

sesekali turun hujan deras

bulan saatnya utarayana

waktu terbaik ke kahyangan


katakan padanya, katakan

saat itu akan tiba

sesudah di udara

terpajang tanda: lukisan

Srikandi menari gendewa

kearah panglima perang tua

tapi sangat perkasa

di Kurusetra


minta sabar menanti

tinggal satu purnama lagi


tutup keningmu Dalang Dasta

bila dilekati debu

menutup tak bisa

tanpa setahumu Bisma pergi

di jalan raya

mencipta lorong waktu

dengan langkah cepat disusurinya

sebab tak kasat mata

sia-sia kau mencari

sia-sia


bila Dewi Gangga

yang menitipkan tahu

pasti kutukan seketika

ditimpakan padamu


(2019)


KITAB SAYUR


kata sandi kuali

ucapkan satu kali

kitab sayur terbuka

kaupun membaca cerita

tentang peristiwa abadi

di atas tungku suci


bukan peristiwa kremasi

jasad mati

bukan peristiwa pembakaran

jasad berserakan

tapi peristiwa peleburan raga

menjadi wujud lebih sempurna


selama membaca

jangan membayangkan kayu bakar

seketika tubuhmu menyala

dan membara

dan berkobar

kaupun menjelma rangka


yang kau baca khidmati

dalam dirimu rasakan terjadi


kata sandi kuali

ucapkan tiga kali

kitab sayur tertutup sendiri


(2019)

Tags: Puisi
Share460TweetSendShareSend
Previous Post

Menyerap Bahasa Daerah, Menjunjung Tinggi Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia

Next Post

Malam yang Entah di Mana

IDK Raka Kusuma

IDK Raka Kusuma

Lahir di Klungkung, 21 November 1957. Menulis dalam bahasa Bali dan Indonesia

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Malam yang Entah di Mana

Malam yang Entah di Mana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co