DI CANDI GEDONG SONGO
Di lereng bukit
tercurah sinar matahari siang di khatulistiwa
pada ubun-ubun anemia
terdapat stupa batu yang terlupakan
menghapuskan bayangannya dengan hampa
Di tempat reruntuhan biara
telah lama terhenti asap dupa untuk memanggil
rasuk dewa hanya keheningan cahaya pucat rahasia
jatuh terguling
Sementara kabut siang hari di lautan Jawa yang jauh
nampak lupa akan geraknya
Keturunan dari orang-orang yang mendirikan stupa batu
sedang mengembara untuk mencari Tuhan dengan
dialek asing
telah lama melupakan Brahma
Baik harapan maupun hasrat, bagaikan gugusan bintang
telah terhapus di seberang ingatan manusia
Hari ini pun,
sembilan stupa batu yang tertinggal di gunung Ungaran
meleleh seperti lilin terbakar
Dewa tidak datang lagi ke tempat ini
- Candi Gedong Songa : berada di Ungaran, Jawa Tengah
MALAM DI JAKARTA
Angin malam yang lembab dari Laut Jawa
menggugurkan bunga flamboyan
Di jalan, di mana telah turun kegelapan
gerombolan sepeda motor
yang mengangkut kemiskinan bobrok
saling berteriak untuk hidup
Di dalam mobil hitam
yang tak mau berhenti di depan lampu merah lalu lintas,
ditransaksi langsung baik uang suap
maupun pengkhianatan akan negeri
Anak perempuan yang bermata bulat,
digantung di jendela mobil mengulurkan kaleng kosong
untuk meminta uang recehan
Alat pengeras suara dari mesjid
mengumandangkan adzan Magrib bahagia
hanya fatamorgana bagi si bocah telanjang kaki
Di dalam kaleng
hanya diisi kelaparan yang pedas dan keputusasaan dini
Di belakang gedung pencakar langit
yang terang benderang sungai Ciliwung mengalir
gubuk-bubuk berderetan merangkang satu sama lain
dalam kelaparan
Angin malam yang lembab berhembus
menuju fajar yang enggan terbit
DARI BENGAWAN SOLO
Setengah sinar matahari,
setengah guyuran hujan ingatanku
tergesa-gesa menelusuri jalan panas
Akhirnya berdiri di tepi airnya
Aliran air kecil yang jauh lebih sempit
daripada lebarnya sungai di dalam dugaan sebelumnya
hanya mengandung air tanah liat sia sia belaka
Perahu-perahu yang mondar-mandir mengikuti arah angin
telah lama berlabuh pulang ke kemarin
hanya mengalir bekas-bekas kenyataan
yang menjadi angan di dalam waktu tertimbun
Kini,
hanya tertinggal dalam sebuah lagu sungai yang melupakan sungai
Bengawan Solo
sedang mati tenggelam diam-diam di dalam polusi udara kota,
di dalam kehilangan ingatan manusia
DI TEPI LAUT BATANG
Pada suatu masa,
burung cendrawasih terbang di atas aliran lahar yang merah padam
Ketika Arjuna yang menunggang kuda berlari ke gunung Merapi
hati sungai yang bening mengalir ke arah laut dengan penuh mitologi
Kini,
mitos itu telah hilang
Sungai yang melewati lembah-lembah di mana gunung berapi saling ribut,
menelusuri tanah orang yang panas
telah lama menguraikan air tanah liat yang miskin ke tepi laut
Burung camar pun tak suka mengingat tepi laut
yang hampa di mana tak ada jejak manusia
Hanya sebuah bungkusan super mie yang sobek dan pudar
terapung tanpa arah di atas ombak
yang malas mengikuti angin khatulistiwa yang letih
Laut telah dihapuskan dari ingatanku





























