24 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

Vito Prasetyo by Vito Prasetyo
May 23, 2026
in Puisi
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

Vito Prasetyo

Di Kampung Rawa

di pagi yang memagut embun selatan
jejak-jejak kaki tua terbenam pelan
antara pasir lembut dan bisikan angin
kutemukan nyanyian yang nyaris padam
dari lidah gelombang dan desir kenangan

pohon pinus berdiri setengah miring
menggigil, menatap bibir tembok yang kusam
dan dari kejauhan, anak-anak memahat topeng
dari cerita leluhur yang tinggal dalam debu
tersemat di dinding waktu yang mulai beruban

seekor burung camar melintasi ufuk
membawa serpihan suara dari masa lalu
gamelan tak lagi bergema di Kampung Rawa
hanya dengung mesin dan riuh asap polusi
yang menari di bawah payung matahari

aku melangkah, telanjang kaki
menyusun kembali arti kampung halaman
antara ladang cabai yang ditinggal musim
dan laut biru yang perlahan kelam
menyimpan doa-doa yang tak sempat tumbuh

di tanah Kampung Rawa,
jejakku menyapa jejakmu
mungkin nanti, bila alam masih bersabar
kita akan pulang dalam lagu yang tak lagi didendangkan
dan menari bersama
dalam damai yang tak tergerus waktu

2026

Nyanyian Rimba

di bawah bulan yang tampak seperti
lentera duka para leluhur,
aku menyaksikan hutan itu
yang dulu bernapas bagai gamelan hidup
kini berdiri sebagai biara luka
tanpa doa, tanpa nada

asap membumbung dari tanah-tanah adat
seperti roh-roh suku rimba pedalaman
yang diusir dari tubuh mereka sendiri,
menangis dalam bahasa
yang hanya dimengerti burung-burung
dan telah lama pergi berkalang tanah

di sebuah sungai yang mengalir ke jantung malam,
air berubah menjadi kain kafan hitam
membawa kisah-kisah usang
yang tercabik
ditebang-dan-dibakar,
menyeretnya jauh ke muara
tempat laut pun ikut berkabung

dari kejauhan,
bayangan-bayangan tanpa wajah
memakan akar-akar doa
mengunyah sunyi,
meneguk cahaya

dan hutan,
yang dulu memeluk tanah-tanah ini
dengan harum lumut dan hujan
kini berbaring sebagai mayat rimba
menatap langit dengan mata kosong
yang pernah kita sebut: rumah!

Singosari, 2026

Nyala Api

dari diam, aku belajar menjadi kata
dari sunyi, aku belajar menjadi puisi
dan dari gelap, aku belajar menjadi nyala api
dari luka, aku belajar mencintai tanpa rasa sakit
dari reruntuhan, aku belajar berdiri sebagai debu

aku berdoa dengan sumpah, beriman pada keraguan
aku menyala untuk mengerti kehancuran
hidup sebagai kematian yang menolak selesai

sebab di jantung malam, terang dilahirkan bukan sebagai nyala
tetapi percikan cahaya yang sempurnakan doa

Malang, 2026

Serupa Moksa

seperti napas yang membeku di ruang sempit
tak ada cahaya seruncing matahari
ia bukan sekadar kata,
melainkan waktu yang mengeras
di sekitar napas yang belum sempat memilih hidup
ia berayun pelan,
begitu dekat dengan nadi
mengukur denyut jantung
seperti algojo yang sabar dan hafal ritme ketakutan
aroma itu tak pernah berhenti tumbuh,
memanjang dari dapur yang lapar,
dari lantai yang dingin,
menyusuri lorong malam menuju semesta mimpimu
yang tiris dan berbau debu
di sana,
ia menyelinap ke dalam tidur
menggantungkan bayangan
di atas kepala seorang makhluk kecil
yang belajar diam sebelum belajar bicara
kata-kata selalu datang terlambat,
telah pecah sejak di dada
terlepas satu per satu
seperti tulang kecil yang patah tanpa suara
tidak ada teriakan,
hanya sunyi yang menggigil dingin
dari napas pendek
yang diajarkan dunia
dan terlalu dini menjadi metafora

Singosari, 2026

Arwah Mata Angin

aku mencari mata angin
ke dalam tubuh batu
yang semula sempat menjadi angin,
lalu engkau datang membawa pesan
ia telah menjadi arwah

ketika badai angin tidak lagi serupa musim,
waktu berputar terbalik, memuntahkan senyap
angin meluruh jadi kelam
batu-batu menjadi bisu
dan aku,
mencari suara dalam jejak-jejak bayang

di sini, kita hanya makna yang terlupakan
di balik dinding angin yang telah lupa berbisik
bukan hampa, bukan kosong
tapi sebuah ruang yang melawan dirinya sendiri
seperti arwah yang menuntut penjelasan dari kesunyian

kau dan aku adalah gelombang,
terperangkap di antara dua ruang
berpendar, pecah, menjadi kepingan-kepingan
yang tak saling bersentuhan
batu itu menyimpan angin
bukan dalam bentuknya
tapi dalam ketiadaannya

badai tidak lagi mengenal musim
seperti cinta yang menolak bentuk
menjadi kita, menjadi tanpa wujud
seperti suara yang menghilang di tengah malam

Singosari, 2026

Sebelum Kata

di retaknya ruang batin,
kata tumbuh tanpa sebutan
bukan untuk pulang,
hanya singgah sebagai makna di luka yang diam

waktu menyusut, metafora pun terbuka
dalam denyut yang ingin tetap ada

sunyi tak pernah pergi, hanya dilewati
sebagai jembatan tipis
dari luka ke napas yang belum selesai

Singosari, 2026

Aku Pulang

aku pulang, kepada puisi yang kehilangan kata-kata
setelah museum ingatan serupa barang bekas
luka-luka digantung di dinding waktu,
namamu terpaku pada engsel pintu yang enggan tertutup sempurna

engkau mungkin masih ingat
ketika di penghujung kemarau,
dedaunan tidak lagi menyisakan semerbak aroma
hanya tersisa debu, yang menempel tebal
pada napas yang dulu bernyanyi untuk langit

aku berjalan melewati bayang-bayang
yang tumbuh dari kakiku sendiri
mencari makna dalam gema langkah yang tak pernah dijawab bumi
segalanya jadi asing—seperti cinta yang lupa bentuknya
atau doa yang dikembalikan oleh langit tanpa pesan balasan

di lorong sunyi itu,
kupungut kembali diriku yang tercecer dalam fragmen kematian
mata yang pernah melihatmu sebagai pusat semesta
tangan yang terbiasa menulis namamu pada tepi jendela
dan dadaku yang kosong
seperti gereja tua tempat Tuhan tidak lagi tinggal

barangkali, ini bukan tentang pulang
melainkan tentang menyadari bahwa rumah
adalah ilusi yang dibangun dari kenangan retak
bahwa mencintaimu adalah upaya memeluk angin
hangat sesaat, lalu lenyap ke langit yang tidak pernah sama

aku pulang, tapi tidak untuk tinggal
aku pulang untuk mengubur jejak
dengan lukisan yang kupahat dari sunyi
di bawah pohon yang tak lagi mengenali musim

dan di sana,
di titik paling sunyi dari diriku
aku mendengar namamu
bukan sebagai seseorang
tapi gema dari sebuah kehilangan yang paling sabar

Malang, 2026

.

Penulis: Vito Prasetyo
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tradisi Mebat dalam Nuansa Modern yang Hidup di Four Points by Sheraton Bali, Kuta

Next Post

Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

Vito Prasetyo

Vito Prasetyo

Lahir di Makassar, Februari 1964. Kini tinggal di Kabupaten Malang. Pernah kuliah di IKIP Makassar.

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kebaya Hari Ini, Masihkah Menutup Sesuai Adabnya?
Esai

Kebaya Hari Ini, Masihkah Menutup Sesuai Adabnya?

KEMERIAHAN saya sebagai generasi milenial dalam berpakaian pada masa kanak kanak sangat jauh berbeda dengan gen alpha dan gen beta...

by Pande Susan
July 24, 2026
Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem
Pendidikan

Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem

BANYAK program pengabdian masyarakat berakhir sebagai seremoni. Datang, memberi pelatihan, lalu pulang. Namun, program Bina Desa yang digagas Badan Eksekutif...

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni
Pameran

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
Siap-siap ke Lovina Festival 2026
Panggung

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Ketika Negara Kehilangan Hak untuk Dipercaya

BEBERAPA waktu terakhir, publik menyaksikan pemberitaan mengenai penyitaan barang bukti berupa emas dan uang tunai dalam jumlah yang sangat besar...

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 24, 2026
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital
Esai

Sejak Kapan Pemerintah Mengurus Orientasi Seksual Warganya?

Salah satu indikator paling nyata dari kemunduran tata kelola pemerintahan adalah ketika negara lebih disibukkan mengatur moralitas di ruang privat...

by Surfian Rahmat AP
July 24, 2026
Instalasi Panel Surya dan Sertifikasi Green Building: Panduan untuk Pemilik Gedung
Gaya

Instalasi Panel Surya dan Sertifikasi Green Building: Panduan untuk Pemilik Gedung

INSTALASI panel surya kini menjadi salah satu strategi yang semakin dipertimbangkan untuk mengendalikan biaya energi, sekaligus memenuhi target keberlanjutan. Saat...

by tatkala
July 24, 2026
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis
Khas

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.
Ulas Rupa

Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

BARANGKALI kita terlalu sering memandang alam sebagai sesuatu yang berada di luar diri. Gunung adalah bentang yang dikunjungi ketika musim...

by Angga Wijaya
July 24, 2026
Selera, Kualitas, dan Masa Depan Musik Pop Bali
Khas

Selera, Kualitas, dan Masa Depan Musik Pop Bali

“SATU yang tidak bisa dilakukan oleh AI adalah sentuhan nurani.” Kalimat itu diucapkan oleh I Made Adnyana di tengah diskusi...

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu
Ulas Rupa

Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

Pameran Yogya Annual Art ke-11 yang mengambil tema Direction (Arah) digelar di Bale Banjar Sangkring, Nitiprayan No. 88, Ngestiharjo, Kasihan,...

by Hartanto
July 24, 2026
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026
Panggung

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co