Lahir di Seoul, Korea Selatan. Menyelesaikan Studi S1 di Jurusan Bahasa Malay-Indonesia, di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS). S2 diselesaikannya di Program Studi Kesusastraan Modern Indonesia (khususnya menyorot karya Pramoedya Ananta Toer) di perguruan tinggi yang sama. Sementara Program S3 ia tuntaskan di Jurusan Sastra Bandingan (Comperative
Literature) juga di perguruan tinggi yang sama, dengan disertasi berjudul 「A Study on Chairil Anwar’s Poems with the Postcolonialistic View」.
Ia menulis sejumlah penelitian dan buku termasuk tulisan bersama, antara lain 「The Haecho’s Journey : A Monk of Shilla’s Kingdom Korea to Sriwijaya Kingdom」, 『Kebudayaan dan Sosial di Asia Tenggara』, 『Keagamaan dan Negara di Asia Tenggara』, 『Utang Perang Asia Pasifik-Ianfu, Romusha, Heiho』,『 Pengantar Bahasa Indonesia』, dan 『Bahasa Indonesia Praktis』. Ia juga menerjemahkan
sejumlah buku dari bahasa Korea ke bahasa Indonesia, dan sebaliknya antara lain, kumplan puisi 『Orang Suci, Pohon Kepala』(antologi penyair Korea, Choi Jun), kumpulan puisi 『Apa yang Diharapkan Rel Kereta Api』(antologi penyair Moon Changgil), kumpulan puisi 『Ikan Adalah Pertapa』
antologi penyair Ko Hyeong Ryeol),『 Cerita tentang Ianfu di Indonesia』(Karya asli: non fiksi Pramoedya Ananta Toer 『Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer』), 『Momoye Mereka Memanggilku』(karya asli : non-fiksi Eka Hindra, Kimura Koichi)
Ia pernah bekerja di Kalimantan Selatan dan Jakarta untuk KODECO (Korea Development Company), salah satu perusahaan eksplorasi hutan di Kalimantan Selatan, Indonesia dan memegang jabatan Kepala Siaran Bahasa Indonesia, Chief Producer, KBS (Korean Broadcasting System) selama 30 tahun dan membantu pembukaan Siaran Bahasa Korea di Radio Republik Indonesia (RRI) pada tahun 2004.
Ia juga menerima Hadiah Utama bidang puisi dalam Kompetisi Karya Sastra Internet ‘Cerita Indonesia’ke-8 (tahun 2017) dan naik panggung dunia sastra melalui penerimaan Hadiah Penyair Baru oleh majalah sastra musiman 『Changjak21』Korea tahun 2018). Kini ia menciptakan puisi sebagai anggota komunitas sastrawan 『Modern Poems』 Korea.
AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...
Read moreDetailsINDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...
Read moreDetailsADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...
Read moreDetails

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...
MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...
Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...
TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar....
KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co