14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

Selendang Sulaiman by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
in Puisi
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar

pada siapa kami percayakan cinta
saat kemiskinan menjelma komoditas digital
diperdagangkan antar-platform dan benua
dalam kardus air mata paling banal?

negara nyaris tak lagi bisa dipercaya
regulasi dipesan seperti menu makan siang
pajak melilit leher, mengisap darah kering
sedang rekening parawakil mekar bagai abses.

pada siapa kami percayakan cinta
saat tiap gelak tawa palsu seharga 0,63 usd
dan protes kaum tertindas dilindas retorika?

negara nyaris asik sendiri main drama
amarah yang diperam lewat podcast
bisa menjelma amuk massa liar dan brutal!

jakarta, 2026

amati saja, amati saja (i).
: catatan vipassana

dalam gelap pikiran tak beralas
kutata kesadaran sepanjang nafas samadi
bayangan bocah berkaus hitam kusut tiba,
“amati saja, amati saja!”

siluet terbit, mata batin melihat telanjang,
bagai ranting aku tenggelam ke dasar danau
melepuh—mengendap bersama lumpur
dan suara itu kembali: amati saja, amati saja!

seperti notifikasi gawai yang eror di kepala
segala yang berlalu kini mengantre beruntun
menyelinap masuk ke rongga dada yang gempa.

terus kuamati sampai wujudnya perlahan lebur,
nafas-samadi menyapu bersih remah kemelakatan
di sekujur ingin dan angan yang mulai gugur.

jakarta, 2026

amati saja, amati saja (ii).

delapan jam dalam jebakan kereta malam
jiwaku habis dikerumuni burung hitam masa silam
tajam cakarnya merobek-robek dinding pikiran
tanpa kutangkis-tangkis—aku hanya duduk khusyuk.

tatapku dipaksa memasuki curam mata burung.
kuamati lekat-lekat lukisan kelam sebuah masa:
di mana wajah kecilku duduk pucat pasi,
teronggok sepi, hilang peluk tanpa navigasi.

“amati saja,” kubisikkan mantra dalam-dalam
tanpa sekalipun menoleh keluar jendela kereta
yang melaju menembus malam yang kian pekat.

sebelum habis delapan jam tersunyi dari hidup
kubiarkan nafas-samadi menyapu sekujur tubuh
tanpa mengusir burung hitam pencakar jiwaku.

jakarta, 2026

amati saja, amati saja (iii).

setiap ada yang bertanya:
masih adakah penyair, tuan?
aku mendengar gemurh laut kehidupan
menyiksa isi kepala yang letih dan pasrah.

dan setiap aku bertanya pada diri sendiri:
berapa harga sekerat waktu bagi satangkup puisi?
aku melihat demonstrasi segunung kata-kata
menagih janji kenyataan yang gagal kubayar.

inilah saatnya menata lagi nafas-samadi,
mengurai pikiran yang pernah kuasingkan
sembari berbisik pada diri sendiri: amati saja.

tapi pertanyaan-pertanyaan itu tak melunak
dan aku membiarkannya bersanding duduk
dalam samadi: amati saja, amati saja!

jakarta, 2026

pertemuan tunai

kita hidup dengan kenyataan yang kita cipta
tanpa dinding ruang dan batas waktu nyata.
pertemuan tunai tanpa semeja makna
hanya mata hampa saling menyimpan dusta.

usia terus menua, kita membatu di tempat
untuk saling menjauh pelan-pelan, dalam senyap.
menunda luka sebelum satu dari kita meledak,
hingga saatnya tiba kita benar-benar retak.

duduklah bersisian selagi raga masih bisa,
biar kusempurnakan sisa getir senyummu
dengan lekuk dan gerak bibirku yang gemetar.

terimalah dengan lapang dada yang kini cedera:
kau telah lama menjadi saksi sekaligus siksa
bagi hari-hariku menggumuli tiap sankhara.

jakarta, 2026

kupu-kupu terakhir

kupu-kupu telaga yang terakhir, terbanglah jauh
tidak ada lagi telaga tempatmu pulang
serap energi tubuh-tubuh tumbuhan yang tersisa
dari muka bumi khatulistiwa yang dibikin bopeng.

tinggalkan sapi karapan yang mati berdiri di lapangan,
kini punuk sapi perah korporasi lebih empuk dipijak—
susunya dijual sebagai janji kesehatan generasi
yang lahir tanpa melihat akar dan padang rumput.

kepakkan sayapmu tipis-tipis di udara rendah,
lewati lalu lintas mobil terbang yang tumpah ruah—
dan anak-anak yang resmi dilarang main layang-layang.

jembatani riwayatku ke tanah terakhir yang tersisa
sebelum langit telanjang benar-benar kosong:
tanpa telaga, kupu-kupu, dan kembang-biak tetumbuhan.

jakarta, 2026

tunggu di barat!

masihkah warna langit sore berlukiskan
kawanan bangau putih pulang ke selatan
dengan tarian pucuk-pucuk angin kemarau
saat mata bayi ditelan kesibukan bapak-ibunya?

nuraniku bertanya saat rindu pada masa kanak
bentangkan senyum menerbangkan layangan,
berlarian di atas rumput dengan kaki telanjang
sambil teriak, tunggu di barat! tunggu di barat!

ada senyum sore ini, merekah di hati sedih
mencari pematang, pepohonan nyiur,
dan angin kemarau tanpa debu di mata

saat anak-anak pemukiman padat jakarta
menerbangkan layangan di gang-gang sempit
dengan kabel-kabel semrawut menghias langit!

jakarta, 2026

bukan nabi.

Tuhan, Engkaukah itu
mengirim wanita secerdas khatijah
dengan binar-binar derma
di kedua telapak tangannya?

ia hadir padaku yang terdera nasib
dalam kerakusan kecil sehari-hari.
sungguh telah sepenuhnya kurasakan
getar tangannya yang sepeduli itu.

tapi aku hanya penyair
bukan nabi yang Engkau kasihi
dengan cinta paling sederhana.

berilah aku sedikit tanda jeda
di antara cemas dan takutku, sebelum
kurusak semua yang belum pernah ada.

20 Oktober 2013/2026

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Next Post

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

Selendang Sulaiman

Selendang Sulaiman

Lahir di Sumenep, 18 Oktober 1989 dan kini mukim di Jakarta. Puisi-puisinya tersiar diberbagai media massa cetak dan elektronik serta di sejumlah antologi puisi bersama. Antologi Puisi Tunggalnya: Hymne Asmaraloka (Digital: Betread, 2014); Omerta (Halaman Indonesia, 2018). Buku puisi keduanya segera terbit akhir tahun 2024. Bisa dijumpai di IG @selendangsulaiman dan YouTube Channel @selendangsulaimanofficial

Related Posts

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails
Next Post
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co