Cerpen: Ahmad Anif Alhaki “Selamat pagi anak-anak!” Ibu Tejo memasuki kelas, dan mengagetkan para siswa yang tengah asyik bermain...
Read moreDetailsCerpen: Yogi Periawan LELAKI itu masih saja mengaduk bubur terasi. Menjelang matahari tenggelam, bau tak sedap selalu menusuk hidung. Entah...
Read moreDetailsCerpen: Aksan Taqwin Embe Setiapkali ia merapal nama ibunya, airmatanya mengalir deras berkelok melintasi kerutan di bawah kelopak mata sampai...
Read moreDetails. DIA DATANG SEHABIS HUJAN Di pintu ia menampakkan diri Malaikat maut menjemput ajal Kulihat ayah tersengal, nafasnya putus-putus. Ibu...
Read moreDetailsIbu, kau seperti permata di hatiku Penerang jiwaku Peneduh lang..... Sial! Deadline pengumpulan naskah puisi tinggal dua hari...
Read moreDetailsCerpen: Agus Wiratama ANGIN menghanyutkan aroma tanah yang berbeda. Air mata dan aroma busuk bercampur lalu disajikan oleh tarian...
Read moreDetails. GIRI TOHLANGKIR Gelisah hari ini, gemuruh lumpur abu menyeret kaki sepasang ayam hutan terhempas ke ceruk Tukad Yeh Unda...
Read moreDetails. TANPA KOPI HIDUPMU GETAS Aku duduk di pinggir kolam ikan bakar Di kuali berenang-renang tulang hewan Di alun-alun orang...
Read moreDetailsCerpen: Ni Putu Purnamiati “Ibu, pernah sesekali aku membuat bulir-bulir air matamu jatuh karena aku tak bisa membungkam mulutku...
Read moreDetails. KE BARAT DARI LOVINA 1. Sulur-sulur anggur menggoda kami di jalan lurus Matahari memerah. Di antara tiang-tiang kayu junjungan,...
Read moreDetailsCerpen: Julio Saputra SELURUH rakyat Negeri Xiao Zhu berdemo di depan Istana Presiden di samping alun-alun kota. Ratusan ribu...
Read moreDetailsCerpen: Komang Astiari SUNGGUH sebuah rutinitas yang tidak mengherankan. Selalu, pagi-pagiku aku sambut dengan girang, kegirangan karena menunggu kabar...
Read moreDetails. UAP KOPI Kita selalu merindukan puisi-puisi yang terbang bersama uap kopi diam-diam menyelinap manja dalam hangatnya meresapi wanginya untuk...
Read moreDetails. KERETA WAKTU Dalam kereta waktu Adakah yang lebih menyakitkan Dari badai dan pohon-pohon yang pergi Rel-rel hanya tawarkan setasion...
Read moreDetailsCerpen: Ahmad Anif Alhaki MALAM semakin sepi, tapi kebisingan masih saja berlanjut. Sumpah-serapah bergema di segala penjuru. Tanpa bising...
Read moreDetailsCerpen: Gde Aryantha Soethama SUDAH larut malam, barak pengungsi itu dipagut sepi. Mereka saling pandang ketika hendak memutuskan siapa...
Read moreDetailsCerpen: Satia Guna POTONGAN-POTONGAN kayu narbuaya, jati, dan eboni sudah tertumpuk di salon Man Gredeg. Pagi itu ia memandangi potongan-potongan...
Read moreDetailsCerpen: Made Adnyana Ole PADA saat bersamaan ketika lelaki itu mengibaskan ujung kerah kemeja di sisi bahu yang basah oleh...
Read moreDetails. DON QUIXOTE don quixote de la macha, kestaria yang dilahirkan cawan-cawan imajinasi, tak menghindar dan dengan sepenuh hati setulus...
Read moreDetailsNAMAKU Nando. Malam kembali hadir dengan suguhan bintang di langit menghiasi perjalanan hariku, kali ini aku menikmati masa liburku ...
Read moreDetails. BAIT PEMBUNUH Kupaksakan merawat ingatku Perjuangan suara dan kemegahan pemikiranmu Tekadku ingin setara denganmu Kau lebih mulia bersama bait...
Read moreDetailsCerpen: Muhamad Kusuma Gotansyah MALAM itu seseorang memenggal kepalaku di lorong sepi itu, kemudian mengambil kepalaku dan menaruhnya di...
Read moreDetails. JEMARI WAKTU jemari waktu merangkum dalam hening senja dan ranting ranting pohon tertunduk sunyi terbaca syahdu dari untaian awan...
Read moreDetails. SENJA DI DHAMMADESA Bersama Patria Buleleng Aku menaruh hati Pada sayur mayur menebar sapa Buah jambu mengharap senyum Rumput...
Read moreDetailsSUATU pagi kita dipertemukan di suatu tempat yang penuh dengan bunga-bunga, kumbang yang bercumbu dengan madu, rerumputan yang bergoyang...
Read moreDetails. UPAS TAWUN Kau akhirnya percaya Mimpi adalah pertanda Seekor gagak menikam jantung anakmu malam itu Sampai kini ia lemas...
Read moreDetailsCerpen: Made Adnyana Ole BEGITU bangun dari tidur, Ming Tabo langsung berlari keluar rumah. Matahari baru saja muncul. Ia...
Read moreDetails. SATU SURAT DAN 5 PUISI UNTUK D Bagian I : Surat (Ia mulai membacakan surat yang telah selesai ia...
Read moreDetails. TELUK PADANG BAI di bagian yang paling senyap dari pulau yang tidak pernah gelap sarkopagus tua itu terdampar menjadikan...
Read moreDetailsCerpen: Devy Gita DAUN-DAUN kamboja menggigil, menerjemah lembut bisikan angin. Dalam diam, para Dwarapala, patung-patung penjaga memasang mata awas...
Read moreDetailsSAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...
Read moreDetailsADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....
Read moreDetailsSETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....
Read moreDetails

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...
PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...
HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...
“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...
TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co