15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Fatah Anshori# Puisi: Membandingkan Tubuh di Genangan

Fatah Anshori by Fatah Anshori
February 2, 2018
in Puisi

Nyoman Erawan# Cosmic Dance in Black tone #5.2016.300cmx150cm.Resin,ink on paper

.
MEMBANDINGKAN TUBUH DI GENANGAN

Sejak hari semakin sengit memancarkan
debu disekitar kaki para pekerja asing. Langit
diam saja dan kenangan tumpah di wajah-wajah
yang menahan lelah.

Kadang mereka leleh menjadi percakapan yang
sia-sia di dekat taman, rel kereta, atau beranda rumah
yang menanggung sepi setiap pagi.

Tidak ada hujan pagi itu, hanya sebuah genangan.

Langit menyimak kota yang bekerja keras
membagi dirinya seadil mungkin sebagai rutinitas. Gelisah
kadang tumbuh di surat-surat yang tak terbalas, atau kabar
-kabar yang tak kunjung datang entah sebagai berita baik
atau buruk. Ia sudah lama tidak peduli pada baik dan buruk,
jika Tuhan memang menciptakan segalanya dengan sempurna.

Langit melihat tubuhnya tidak muat dan terlalu
lapang bagi genangan. Tapi mereka yang berjalan
di sekitar genangan tubuhnya terlalu kecil.

Mereka terlalu mudah masuk dan keluar seperti
pengunjung toko yang tidak mengerti
apa yang ia cari. Tubuhnya dan tubuh
mereka tidak pernah sebanding.
sebagai apa yang selalu nyaman
dipandang dari teras sewaktu
pagi dan sore saja.

2017

TIDAK USAH MURUNG

Akulah yang diam-diam bersembunyi
di tidur lelapmu sebagai letih yang
hendak kau kikis. Aku juga yang
tumbuh secara tidak sengaja
sebagai semak yang menjagamu
dari tatapan asing yang
kerap membuat tidurmu terusik.

Entah apa yang coba kita pisahkan
dari perjalanan panjang yang kian
dingin di kening ini. Jika hidup hanya
untuk mengejar hal-hal baik, mungkin
aku akan menyendiri bersama perkara-
perkara yang ingin dintinggalkan dan
dilupakan. Aku akan memelihara meraka
dan coba meninggalkan segala yang
berisik diluar sana.

Tubuhku adalah rumah bagi tangisan
yang terpendam. Dan lenganku adalah
ibu mereka yang mencintai tanpa memaki,
kau juga boleh meminjam kaki jika kau
berkenan melihat hijau bukit dan sawah
yang ditanam dari rasa sakit para petani,

Tidak usah murung,
kita adalah pengalaman
yang belajar dari pecahan
rasa sakit dan kepingan
air mata.

2017

TIGA EPISODE WAKTU

Bahwa cepat atau lambat
adalah urusan waktu, kau dan aku
terseret di situ sebagai hidangan.

Tubuhnya menjadi jalan raya yang
mengantar orang-orang memuaskan
angan yang kekanak-kanakan di dalam
dirinya. Ia tidak mungkin memisahkan
hari-hari yang murung dari nasibnya. Tidak
ada yang tahu siapa yang telah merajut
murung dan cemas menjadi tubuh yang
ia kenakan kemana-mana.

Ia pergi ke penjahit pada suatu pagi
dimana kenangan berguguran seperti
bintang yang rontok saat yang di atas
sedang murka. Pintunya tertutup,
hanya tersisa mesin jahit yang murung
di sudut ruang.

Bahwa cepat atau lambat
adalah urusan waktu, kau dan aku
jatuh disana sebagai nelangsa.

Pagi mengantarkan ia pada banyak pilihan,
namun sejak lahir ia telah akrab dengan dingin
dan sepi yang kerap menemani malamnya. Ada
musim dingin yang lekat pada serat-serat kain
yang ia kenakan sebagai seragam. Ia pergi sejak
pagi meninggalkan anak dan tugas-tugas rumah
lainnya.

Ia sadar dirinya di rajut dari benang-benang hitam
dan putih saja. Hitam untuk duka yang pernah
mengajaknya pada pesta upacara berkabung. Dan
putih untuk hari-hari dimana semuanya
tak memiliki rasa, gula dan garam sama saja
di mulutnya, hambar dan berwarna putih.

Bahwa cepat atau lambat
selalu urusan waktu, kau dan aku
tersangkut disana sebagai layang-layang putus.

Ada yang pernah diterbangkan atas nama
kebebasan. Ia melihat sore sebagai surga dimana
ia boleh merebahkan tubuh di lapang dada langit.
menyandarkan kepala pada empuk mendung yang
jernih. Tapi seorang anak kecil di bawah tahu, kapan
kau harus diturun dan naikkan. Ia tahu sepanjang
apa umur kebahagian yang kau sembunyikan.

Tapi sebelum itu, kau pasti melihat
desa tak lagi sama. Ada asap yang mulai
terbit dan mengusik burung-burung pipit.
Jalanan kian memadat seperti awan mendung,
buram dan menyesakkan. Rumah-rumah baru
merenggut lapangan bola dan tawa riang anak-
anak. Kau pasti mengerti perbuatan siapa ini.

2017

DI BULAN AGUSTUS TAHUN INI

Di bulan Agustus ia dipenuhi keruh
genangan: keramaian dan sepi yang
terselip di sana sebagai yang ingin
di usir. Setiap malam orang-orang
ingin menjadi pemenang dan memukul
siapa saja yang berani berdiri di dekatnya,
aku hanya duduk sendiri di ujung keramaian
sambil sesekali mendengar apa yang ingin
di utarakan sepi. Mereka berusaha sekeras
mungkin, menjadikan kerakusan sebagai
tuan paling agung di dalam dirinya, dan
membunuh kecemasan yang kerap menemani
mereka tiap malam pada bulan-bulan yang
telah lewat. Ia tidak bisa menangkap apa-apa
lagi seperti sebelumnya. Bahkan cahaya
telah menguap menjadi embun yang
menghiasi gambar dan foto kekasihmu. Agustus
kembali menyeretku pada hari-hari yang
panas: mengubah seluruh percakapan sebagai
perlombaan; mengganti harum secangkir kopi
dengan amis pertengkaran; niat baik menjadi
omong kosong belaka; dan doa adalah sepi
yang hendak dibunuh pada malam hari
. Ia
akhirnya kembali pada satu rumah yang
memendam dan mencintai buku cerita. Ia
tidur disana, di sela-sela demarkasi
sebagai puisi yang belum kutuliskan.

2017

DI KAMAR OPERASI

Di kamar operasi kau mencoba mencari lagi,
apa yang terselip di urat nadi sebagai pagi
yang panjang saat kau menolak pergi dan hanya
akan duduk disampingku sambil memandangi
langit yang pernah membakarmu
dengan ucapan selamat tinggal.

Orang-orang asing bekerja dengan
pisau masing-masing. Tubuhmu menjadi
kue ulang tahun yang rela diacak-acak. Mereka
mencari yang ingin kau cari sebagai sakit
yang mengendap dan terlalu lama tidur di
tubuhmu yang lebih lapang dari wajah
pagi itu.

Mereka bertanya pada paru-parumu yang biru,
pada jantungmu yang menolak mati, juga pada
hatimu yang kelam. Tidak ada setumpuk
pilu disana, semuanya saling bekerja keras
menyisipkan samsara sebagai tubuh yang
utuh dan bukan sebagai musuh.

Pagi yang panjang, hilang
bersama kesal yang mengekal
dibalik kemeja yang kau
kenakan setiap hari.

2017

Tags: Puisi
Share23TweetSendShareSend
Previous Post

Mengajari Anak SD Menulis Puisi: Biarkan Mereka jadi Bos

Next Post

Pemimpin Sejati Berguru pada Alam Raya – Ulasan Buku Anand Krishna

Fatah Anshori

Fatah Anshori

Lahir di Lamongan, bukunya yang telah terbit Ilalang di Kemarau Panjang (2015), Hujan yang Hendak Menyalakan Api (2018), Melalui Mimpi, Ia Mencari Cinta yang Niscaya (Frase Pinggir, 2021). Cerpen dan puisinya telah dimuat beberapa media online, juga Majalah Suluk (DK Jatim), Terpilih sebagai Penulis Cerpen Unggulan Litera.co (2018). Bergiat di Guneman Sastra dan Songgolangit Creative Space.

Related Posts

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails
Next Post

Pemimpin Sejati Berguru pada Alam Raya - Ulasan Buku Anand Krishna

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co