25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Fatah Anshori# Puisi: Membandingkan Tubuh di Genangan

Fatah Anshori by Fatah Anshori
February 2, 2018
in Puisi

Nyoman Erawan# Cosmic Dance in Black tone #5.2016.300cmx150cm.Resin,ink on paper

.
MEMBANDINGKAN TUBUH DI GENANGAN

Sejak hari semakin sengit memancarkan
debu disekitar kaki para pekerja asing. Langit
diam saja dan kenangan tumpah di wajah-wajah
yang menahan lelah.

Kadang mereka leleh menjadi percakapan yang
sia-sia di dekat taman, rel kereta, atau beranda rumah
yang menanggung sepi setiap pagi.

Tidak ada hujan pagi itu, hanya sebuah genangan.

Langit menyimak kota yang bekerja keras
membagi dirinya seadil mungkin sebagai rutinitas. Gelisah
kadang tumbuh di surat-surat yang tak terbalas, atau kabar
-kabar yang tak kunjung datang entah sebagai berita baik
atau buruk. Ia sudah lama tidak peduli pada baik dan buruk,
jika Tuhan memang menciptakan segalanya dengan sempurna.

Langit melihat tubuhnya tidak muat dan terlalu
lapang bagi genangan. Tapi mereka yang berjalan
di sekitar genangan tubuhnya terlalu kecil.

Mereka terlalu mudah masuk dan keluar seperti
pengunjung toko yang tidak mengerti
apa yang ia cari. Tubuhnya dan tubuh
mereka tidak pernah sebanding.
sebagai apa yang selalu nyaman
dipandang dari teras sewaktu
pagi dan sore saja.

2017

TIDAK USAH MURUNG

Akulah yang diam-diam bersembunyi
di tidur lelapmu sebagai letih yang
hendak kau kikis. Aku juga yang
tumbuh secara tidak sengaja
sebagai semak yang menjagamu
dari tatapan asing yang
kerap membuat tidurmu terusik.

Entah apa yang coba kita pisahkan
dari perjalanan panjang yang kian
dingin di kening ini. Jika hidup hanya
untuk mengejar hal-hal baik, mungkin
aku akan menyendiri bersama perkara-
perkara yang ingin dintinggalkan dan
dilupakan. Aku akan memelihara meraka
dan coba meninggalkan segala yang
berisik diluar sana.

Tubuhku adalah rumah bagi tangisan
yang terpendam. Dan lenganku adalah
ibu mereka yang mencintai tanpa memaki,
kau juga boleh meminjam kaki jika kau
berkenan melihat hijau bukit dan sawah
yang ditanam dari rasa sakit para petani,

Tidak usah murung,
kita adalah pengalaman
yang belajar dari pecahan
rasa sakit dan kepingan
air mata.

2017

TIGA EPISODE WAKTU

Bahwa cepat atau lambat
adalah urusan waktu, kau dan aku
terseret di situ sebagai hidangan.

Tubuhnya menjadi jalan raya yang
mengantar orang-orang memuaskan
angan yang kekanak-kanakan di dalam
dirinya. Ia tidak mungkin memisahkan
hari-hari yang murung dari nasibnya. Tidak
ada yang tahu siapa yang telah merajut
murung dan cemas menjadi tubuh yang
ia kenakan kemana-mana.

Ia pergi ke penjahit pada suatu pagi
dimana kenangan berguguran seperti
bintang yang rontok saat yang di atas
sedang murka. Pintunya tertutup,
hanya tersisa mesin jahit yang murung
di sudut ruang.

Bahwa cepat atau lambat
adalah urusan waktu, kau dan aku
jatuh disana sebagai nelangsa.

Pagi mengantarkan ia pada banyak pilihan,
namun sejak lahir ia telah akrab dengan dingin
dan sepi yang kerap menemani malamnya. Ada
musim dingin yang lekat pada serat-serat kain
yang ia kenakan sebagai seragam. Ia pergi sejak
pagi meninggalkan anak dan tugas-tugas rumah
lainnya.

Ia sadar dirinya di rajut dari benang-benang hitam
dan putih saja. Hitam untuk duka yang pernah
mengajaknya pada pesta upacara berkabung. Dan
putih untuk hari-hari dimana semuanya
tak memiliki rasa, gula dan garam sama saja
di mulutnya, hambar dan berwarna putih.

Bahwa cepat atau lambat
selalu urusan waktu, kau dan aku
tersangkut disana sebagai layang-layang putus.

Ada yang pernah diterbangkan atas nama
kebebasan. Ia melihat sore sebagai surga dimana
ia boleh merebahkan tubuh di lapang dada langit.
menyandarkan kepala pada empuk mendung yang
jernih. Tapi seorang anak kecil di bawah tahu, kapan
kau harus diturun dan naikkan. Ia tahu sepanjang
apa umur kebahagian yang kau sembunyikan.

Tapi sebelum itu, kau pasti melihat
desa tak lagi sama. Ada asap yang mulai
terbit dan mengusik burung-burung pipit.
Jalanan kian memadat seperti awan mendung,
buram dan menyesakkan. Rumah-rumah baru
merenggut lapangan bola dan tawa riang anak-
anak. Kau pasti mengerti perbuatan siapa ini.

2017

DI BULAN AGUSTUS TAHUN INI

Di bulan Agustus ia dipenuhi keruh
genangan: keramaian dan sepi yang
terselip di sana sebagai yang ingin
di usir. Setiap malam orang-orang
ingin menjadi pemenang dan memukul
siapa saja yang berani berdiri di dekatnya,
aku hanya duduk sendiri di ujung keramaian
sambil sesekali mendengar apa yang ingin
di utarakan sepi. Mereka berusaha sekeras
mungkin, menjadikan kerakusan sebagai
tuan paling agung di dalam dirinya, dan
membunuh kecemasan yang kerap menemani
mereka tiap malam pada bulan-bulan yang
telah lewat. Ia tidak bisa menangkap apa-apa
lagi seperti sebelumnya. Bahkan cahaya
telah menguap menjadi embun yang
menghiasi gambar dan foto kekasihmu. Agustus
kembali menyeretku pada hari-hari yang
panas: mengubah seluruh percakapan sebagai
perlombaan; mengganti harum secangkir kopi
dengan amis pertengkaran; niat baik menjadi
omong kosong belaka; dan doa adalah sepi
yang hendak dibunuh pada malam hari
. Ia
akhirnya kembali pada satu rumah yang
memendam dan mencintai buku cerita. Ia
tidur disana, di sela-sela demarkasi
sebagai puisi yang belum kutuliskan.

2017

DI KAMAR OPERASI

Di kamar operasi kau mencoba mencari lagi,
apa yang terselip di urat nadi sebagai pagi
yang panjang saat kau menolak pergi dan hanya
akan duduk disampingku sambil memandangi
langit yang pernah membakarmu
dengan ucapan selamat tinggal.

Orang-orang asing bekerja dengan
pisau masing-masing. Tubuhmu menjadi
kue ulang tahun yang rela diacak-acak. Mereka
mencari yang ingin kau cari sebagai sakit
yang mengendap dan terlalu lama tidur di
tubuhmu yang lebih lapang dari wajah
pagi itu.

Mereka bertanya pada paru-parumu yang biru,
pada jantungmu yang menolak mati, juga pada
hatimu yang kelam. Tidak ada setumpuk
pilu disana, semuanya saling bekerja keras
menyisipkan samsara sebagai tubuh yang
utuh dan bukan sebagai musuh.

Pagi yang panjang, hilang
bersama kesal yang mengekal
dibalik kemeja yang kau
kenakan setiap hari.

2017

Tags: Puisi
Share23TweetSendShareSend
Previous Post

Mengajari Anak SD Menulis Puisi: Biarkan Mereka jadi Bos

Next Post

Pemimpin Sejati Berguru pada Alam Raya – Ulasan Buku Anand Krishna

Fatah Anshori

Fatah Anshori

Lahir di Lamongan, bukunya yang telah terbit Ilalang di Kemarau Panjang (2015), Hujan yang Hendak Menyalakan Api (2018), Melalui Mimpi, Ia Mencari Cinta yang Niscaya (Frase Pinggir, 2021). Cerpen dan puisinya telah dimuat beberapa media online, juga Majalah Suluk (DK Jatim), Terpilih sebagai Penulis Cerpen Unggulan Litera.co (2018). Bergiat di Guneman Sastra dan Songgolangit Creative Space.

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post

Pemimpin Sejati Berguru pada Alam Raya - Ulasan Buku Anand Krishna

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co