14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Fatah Anshori# Puisi: Membandingkan Tubuh di Genangan

Fatah Anshori by Fatah Anshori
February 2, 2018
in Puisi

Nyoman Erawan# Cosmic Dance in Black tone #5.2016.300cmx150cm.Resin,ink on paper

.
MEMBANDINGKAN TUBUH DI GENANGAN

Sejak hari semakin sengit memancarkan
debu disekitar kaki para pekerja asing. Langit
diam saja dan kenangan tumpah di wajah-wajah
yang menahan lelah.

Kadang mereka leleh menjadi percakapan yang
sia-sia di dekat taman, rel kereta, atau beranda rumah
yang menanggung sepi setiap pagi.

Tidak ada hujan pagi itu, hanya sebuah genangan.

Langit menyimak kota yang bekerja keras
membagi dirinya seadil mungkin sebagai rutinitas. Gelisah
kadang tumbuh di surat-surat yang tak terbalas, atau kabar
-kabar yang tak kunjung datang entah sebagai berita baik
atau buruk. Ia sudah lama tidak peduli pada baik dan buruk,
jika Tuhan memang menciptakan segalanya dengan sempurna.

Langit melihat tubuhnya tidak muat dan terlalu
lapang bagi genangan. Tapi mereka yang berjalan
di sekitar genangan tubuhnya terlalu kecil.

Mereka terlalu mudah masuk dan keluar seperti
pengunjung toko yang tidak mengerti
apa yang ia cari. Tubuhnya dan tubuh
mereka tidak pernah sebanding.
sebagai apa yang selalu nyaman
dipandang dari teras sewaktu
pagi dan sore saja.

2017

TIDAK USAH MURUNG

Akulah yang diam-diam bersembunyi
di tidur lelapmu sebagai letih yang
hendak kau kikis. Aku juga yang
tumbuh secara tidak sengaja
sebagai semak yang menjagamu
dari tatapan asing yang
kerap membuat tidurmu terusik.

Entah apa yang coba kita pisahkan
dari perjalanan panjang yang kian
dingin di kening ini. Jika hidup hanya
untuk mengejar hal-hal baik, mungkin
aku akan menyendiri bersama perkara-
perkara yang ingin dintinggalkan dan
dilupakan. Aku akan memelihara meraka
dan coba meninggalkan segala yang
berisik diluar sana.

Tubuhku adalah rumah bagi tangisan
yang terpendam. Dan lenganku adalah
ibu mereka yang mencintai tanpa memaki,
kau juga boleh meminjam kaki jika kau
berkenan melihat hijau bukit dan sawah
yang ditanam dari rasa sakit para petani,

Tidak usah murung,
kita adalah pengalaman
yang belajar dari pecahan
rasa sakit dan kepingan
air mata.

2017

TIGA EPISODE WAKTU

Bahwa cepat atau lambat
adalah urusan waktu, kau dan aku
terseret di situ sebagai hidangan.

Tubuhnya menjadi jalan raya yang
mengantar orang-orang memuaskan
angan yang kekanak-kanakan di dalam
dirinya. Ia tidak mungkin memisahkan
hari-hari yang murung dari nasibnya. Tidak
ada yang tahu siapa yang telah merajut
murung dan cemas menjadi tubuh yang
ia kenakan kemana-mana.

Ia pergi ke penjahit pada suatu pagi
dimana kenangan berguguran seperti
bintang yang rontok saat yang di atas
sedang murka. Pintunya tertutup,
hanya tersisa mesin jahit yang murung
di sudut ruang.

Bahwa cepat atau lambat
adalah urusan waktu, kau dan aku
jatuh disana sebagai nelangsa.

Pagi mengantarkan ia pada banyak pilihan,
namun sejak lahir ia telah akrab dengan dingin
dan sepi yang kerap menemani malamnya. Ada
musim dingin yang lekat pada serat-serat kain
yang ia kenakan sebagai seragam. Ia pergi sejak
pagi meninggalkan anak dan tugas-tugas rumah
lainnya.

Ia sadar dirinya di rajut dari benang-benang hitam
dan putih saja. Hitam untuk duka yang pernah
mengajaknya pada pesta upacara berkabung. Dan
putih untuk hari-hari dimana semuanya
tak memiliki rasa, gula dan garam sama saja
di mulutnya, hambar dan berwarna putih.

Bahwa cepat atau lambat
selalu urusan waktu, kau dan aku
tersangkut disana sebagai layang-layang putus.

Ada yang pernah diterbangkan atas nama
kebebasan. Ia melihat sore sebagai surga dimana
ia boleh merebahkan tubuh di lapang dada langit.
menyandarkan kepala pada empuk mendung yang
jernih. Tapi seorang anak kecil di bawah tahu, kapan
kau harus diturun dan naikkan. Ia tahu sepanjang
apa umur kebahagian yang kau sembunyikan.

Tapi sebelum itu, kau pasti melihat
desa tak lagi sama. Ada asap yang mulai
terbit dan mengusik burung-burung pipit.
Jalanan kian memadat seperti awan mendung,
buram dan menyesakkan. Rumah-rumah baru
merenggut lapangan bola dan tawa riang anak-
anak. Kau pasti mengerti perbuatan siapa ini.

2017

DI BULAN AGUSTUS TAHUN INI

Di bulan Agustus ia dipenuhi keruh
genangan: keramaian dan sepi yang
terselip di sana sebagai yang ingin
di usir. Setiap malam orang-orang
ingin menjadi pemenang dan memukul
siapa saja yang berani berdiri di dekatnya,
aku hanya duduk sendiri di ujung keramaian
sambil sesekali mendengar apa yang ingin
di utarakan sepi. Mereka berusaha sekeras
mungkin, menjadikan kerakusan sebagai
tuan paling agung di dalam dirinya, dan
membunuh kecemasan yang kerap menemani
mereka tiap malam pada bulan-bulan yang
telah lewat. Ia tidak bisa menangkap apa-apa
lagi seperti sebelumnya. Bahkan cahaya
telah menguap menjadi embun yang
menghiasi gambar dan foto kekasihmu. Agustus
kembali menyeretku pada hari-hari yang
panas: mengubah seluruh percakapan sebagai
perlombaan; mengganti harum secangkir kopi
dengan amis pertengkaran; niat baik menjadi
omong kosong belaka; dan doa adalah sepi
yang hendak dibunuh pada malam hari
. Ia
akhirnya kembali pada satu rumah yang
memendam dan mencintai buku cerita. Ia
tidur disana, di sela-sela demarkasi
sebagai puisi yang belum kutuliskan.

2017

DI KAMAR OPERASI

Di kamar operasi kau mencoba mencari lagi,
apa yang terselip di urat nadi sebagai pagi
yang panjang saat kau menolak pergi dan hanya
akan duduk disampingku sambil memandangi
langit yang pernah membakarmu
dengan ucapan selamat tinggal.

Orang-orang asing bekerja dengan
pisau masing-masing. Tubuhmu menjadi
kue ulang tahun yang rela diacak-acak. Mereka
mencari yang ingin kau cari sebagai sakit
yang mengendap dan terlalu lama tidur di
tubuhmu yang lebih lapang dari wajah
pagi itu.

Mereka bertanya pada paru-parumu yang biru,
pada jantungmu yang menolak mati, juga pada
hatimu yang kelam. Tidak ada setumpuk
pilu disana, semuanya saling bekerja keras
menyisipkan samsara sebagai tubuh yang
utuh dan bukan sebagai musuh.

Pagi yang panjang, hilang
bersama kesal yang mengekal
dibalik kemeja yang kau
kenakan setiap hari.

2017

Tags: Puisi
Share23TweetSendShareSend
Previous Post

Mengajari Anak SD Menulis Puisi: Biarkan Mereka jadi Bos

Next Post

Pemimpin Sejati Berguru pada Alam Raya – Ulasan Buku Anand Krishna

Fatah Anshori

Fatah Anshori

Lahir di Lamongan, bukunya yang telah terbit Ilalang di Kemarau Panjang (2015), Hujan yang Hendak Menyalakan Api (2018), Melalui Mimpi, Ia Mencari Cinta yang Niscaya (Frase Pinggir, 2021). Cerpen dan puisinya telah dimuat beberapa media online, juga Majalah Suluk (DK Jatim), Terpilih sebagai Penulis Cerpen Unggulan Litera.co (2018). Bergiat di Guneman Sastra dan Songgolangit Creative Space.

Related Posts

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails
Next Post

Pemimpin Sejati Berguru pada Alam Raya - Ulasan Buku Anand Krishna

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co