13 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Transformasi Corat-coret Baju Kelulusan Siswa SMA/SMK : Makin Indah, Makin Beragam

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
May 2, 2023
in Ulas Rupa
Transformasi Corat-coret Baju Kelulusan Siswa SMA/SMK : Makin Indah, Makin Beragam

Lukisan pada baju seragam siswa SMA/SMK di Buleleng yang merayakan kelulusan | Foto: Susila Priangga

AKSI CORAT-CORET BAJU SERAGAM yang dilakukan siswa SMA/SMK setelah mereka lulus atau tamat barangkali termasuk salah satu perayaan kelulusan yang tetap bertahan hingga kini. Tentu karena aksi corat-coret seragam itu, yang kemudian dilanjutkan dengan aksi konvoi di jalan raya adalah bentuk dan ekspresi kebebasan setelah mereka dikungkung dalam kelas dengan tata tertib selama 12 tahun jika dihitung dari sejak SD.

Jika diamati dengan seksama, telah terjadi transformasi yang cukup menarik dibahas ketika kita bicara perayaan kelulusan siswa SMA/SMK. Misalnya, dulu ada acara perpisahan yang sederhana, tapi kini terdapat acara graduation ala wisudawan. Siswa yang lulus menggunakan jubah lengkap dengan toga, lalu mereka dilepas dengan pidato dan nyanyian kebesaran.

Dan, ajang corat-coret baju seragam sekolah, kadang dsiertai konvoi di jalanan, bisa disebut tetap bertahan hingga kini. Memang tidak semua siswa melakukan ajang corat-coret baju dan konvoi di jalanan. Namun sebagian besar siswa bisa dikatakan merayakakan dengan cara seperti itu.

Goodbye putih abu-abu | Foto: Susila Priangga

Siswa yang lain bisa mengisi perayaan dengan acara yang dianggap lebih berguna, antara lain melakukan bhakti sosial, membagikan baju SMA mereka yang masih layak pakai kepada orang yang membutuhkan, bersih-bersih pantai, hingga menanam pohon. Dan masih banyak hal positif yang mereka lakukan dalam merayakan kelulusan jenjang SMA mereka.

Banyak orang menilai ajang corat-coret baju dan berkonvoi sebagai hal yang kurang baik. Menyia-nyiakan baju yang harusnya masih bisa dipakai, mengganggu ketertiban di jalan, bahkan membahayakan pengguna jalan lain. Namun gejolak jiwa muda itu, tak akan padam dengan komentar miring yang dilontarkan ke mereka.

Bahkan sempat ramai di media sosial, postingan mereka yang memamerkan foto-foto mencoret baju dan konvoi, dibalas dengan gambar meme berbunyi, “Gimana, Dik, enak ya corat-coret, kami tunggu kalian di dunia kerja!” dengan gambar beberapa pekerja berbaris dengan wajah sangar.

Gambar meme itu bertujuan untuk meredam aksi yang mereka lakukan. Namun, lagi-lagi, komentar dari nitizen itu tidak menggetarkan gejolak jiwa muda mereka untuk tetap mencoret dan berkonvoi.

Pada saat pandemi, siswa tak bisa merayakan kelulusan dengan leluasa. Siswa yang tamat saat pandemi Covid-19 menyebut diri mereka sebagai angkatan pandemi atau angkatan covid. Hal itu karena mereka lulus di saat PPKM berlangsung, konvoi dibatasi, perayaan pun tak semeriah yang mereka inginkan. Namun tetap saja, aksi corat-coret baju masih mereka lakukan.

Yang menarik, terjadi transformasi kesenirupaan dalam aksi corat-coret baju seragam itu, dari tahun ke tahun. Aksi mencoret baju memang sudah seperti tradisi yang terus berkembang.

Awalnya mereka mencoret baju dengan berbagai tulisan dan pewarna. Ada dalam bentuk tanda tangan, nama, bahkan asal coret pun mereka lakukan. Mereka ingin merekam moment itu di dalam sebuah kain baju yang sudah mereka kenakan selama 3 tahun.

Mereka mengabadikan nama teman-teman yang sudah menjadi saudara di dalam baju kebanggan mereka.

Namun kini, aksi corat-coret itu sudah bertransformasi. Coretan di baju bukan asal coret lagi, namun bertabur gambar yang memiliki nilai seni yang tinggi. Aksi corat-coret bahkan dipersiapkan dengan matang. Mereka memilih konsep yang akan mereka tuangkan dalam baju kelulusannya.

Tanda tangan, nama teman dan ayang (pacar, maksudnya) masih tetap mengisi baju itu. Namun kini tanda dan nama-nama itu tersusun secara lebih rapi dan estetis. Bahkan banyak dari mereka, meminta jasa orang lain yang pandai menggambar untuk menggambari baju mereka. Mereka tak segan merogoh isi dompet demi moment sekali seumur hidup ini, untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Alhasil, kini momen kelulusan menjadi tontonan menarik, karena menghadirkan berbagai macam gambar yang indah dilihat ketika mereka berkonvoi di jalanan, sampai memenuhi media sosial dengan postingan ala anak remaja itu.

Bagi kalangan penikmat dan pekerja seni, ini merupakan perkembangan yang baik. Mereka lebih mengedepankan nilai estetika dibarengi dengan perayaan kelulusan.

Ya, baju mereka lebih enak dipandang, enak dipajang, dan tentunya akan mereka kenang lebih lama. Dibandingkan dengan asal coret tanpa memikirkan nilai keindahan.

Corat coret yang enak dipandang pada baju seragam siswa untuk melarayakn kelulusan mereka | Foto: Susila Priangga

Selain itu, para pekerja seni juga mendapat imbas dari momen tahunan ini. Mereka kebanjiran order mencoret, eh melukis baju anak-anak muda yang akan merayakan kelulusan. Seakan mendapat angin segar, para pencoret, eh, pelukis, mendapat peluang baru untuk mengais rejeki.

Dan transformasi ini tak akan berhenti di sini saja. Akan ada hal menarik yang terjadi saat perayaan kelulusan. Mengikuti perkembangan teknologi seperti sekarang ini, bukan tidak mungkin coretan di baju mereka akan lebih modern lagi. Bukan dengan spidol dan drawing pen saja seperti belakangan ini. Ketika mereka menginginkan hasil yang lebih nyata dan bagus, bahkan sablon dan lukisan dengan teknik yang berbeda pun menjadi pilihan mereka kelak untuk mengabadikan momen itu.

Transformasi yang terjadi karena perkembangan teknologi, anak muda menginginkan hasil yang bagus ketika diabadikan dengan kamera. Mereka ingin menghiasi media sosial mereka dengan gambar-gambar yang layak dipamerkan. Kita tunggu transformasi yang akan terjadi, seiring transformasi di dalam teknologi.

Selamat melepaskan masa putih abu-abu, ingat jaga ketertiban di jalan, jangan sia-siakan masa mudamu, kami tunggu di dunia kerja. Hehehe. [T]

Pameran Seni Rupa “Harmonisasi Cetak Daun” Meriahkan HUT SMPN 3 Sukasada
Catatan Project UAS Ornamen Ilustrasi Tradisi, Mahasiswa IDB Bali | Sebuah Ucapan Terima Kasih Kepada Kawan-kawan Penulis Muda
Exposition: Melihat Karya-Karya Terkini Mahasiswa Seni Rupa Undiksha
Tags: Pendidikanperayaan kelulusan SMAsekolahSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Spirit Hari Pendidikan Nasional

Next Post

Sinar Bintang yang Meredup dan Pelajaran di Baliknya

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Wajah I Made Galung Wiratmaja

by Hartanto
September 10, 2026
0
Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

Read moreDetails

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

by Hartanto
September 3, 2026
0
“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

PADA tanggal 29 Agustus hingga 29 September 2026 nanti, digelar pameran lukisan karya I Ketut Suasana ‘Kabul’. Pameran bertajuk  Nectar...

Read moreDetails

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

by I Wayan Westa
September 3, 2026
0
Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

DI tengah lingkungan yang rusak, belantara  Kalimantan terbakar, ribuan hektar tanah Subak di Bali   menyusut.  Sebab, dari 80.000 hektar di...

Read moreDetails

Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

by Hartanto
August 29, 2026
0
Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

PADA tulisan kali ini, saya ingin menekuni proses kreatif karya rupa Putu Fajar Arcana yang bagi saya cukup menarik. Pasalnya,...

Read moreDetails

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

by Hartanto
August 26, 2026
0
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

Read moreDetails

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
0
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

Read moreDetails

Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

by I Wayan Sujana Suklu
August 16, 2026
0
Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

SAYA berkesempatan menyaksikan pameran tunggal Sutjipto Adi (Mas Adi) yang dibuka pada malam 14 Agustus 2026, di Maya Sanur, Denpasar....

Read moreDetails

Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

by Hartanto
August 13, 2026
0
Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

MASIH berlanjut soal pameran The Power of Colours , perhelatan ini berlangsung 25 hingga 31 Agustus mendatang. Pameran digelar  di...

Read moreDetails

Kekuatan Warna Made Gunawan, I Ketut Suasana Kabul, dan I Ketut Suwidiarta

by Hartanto
August 11, 2026
0
Kekuatan Warna Made Gunawan, I Ketut Suasana Kabul, dan I Ketut Suwidiarta

PADA tanggal 25 hingga 31 Agustus mendatang akan digelar pameran seni rupa yang bertajuk The Power of Colour. Pameran akan...

Read moreDetails

Naif Karya Noe, Naif Karya Suklu

by I Wayan Sujana Suklu
August 11, 2026
0
Naif Karya Noe, Naif Karya Suklu

---Catatan seorang seniman tentang ketidaktahuan, pengetahuan, dan keberanian menggambar kembali Noe mengambar karena belum mengenal aturan, saya menjadi naif karena...

Read moreDetails
Next Post
Sinar Bintang yang Meredup dan Pelajaran di Baliknya

Sinar Bintang yang Meredup dan Pelajaran di Baliknya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co