14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Transformasi Corat-coret Baju Kelulusan Siswa SMA/SMK : Makin Indah, Makin Beragam

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
May 2, 2023
in Ulas Rupa
Transformasi Corat-coret Baju Kelulusan Siswa SMA/SMK : Makin Indah, Makin Beragam

Lukisan pada baju seragam siswa SMA/SMK di Buleleng yang merayakan kelulusan | Foto: Susila Priangga

AKSI CORAT-CORET BAJU SERAGAM yang dilakukan siswa SMA/SMK setelah mereka lulus atau tamat barangkali termasuk salah satu perayaan kelulusan yang tetap bertahan hingga kini. Tentu karena aksi corat-coret seragam itu, yang kemudian dilanjutkan dengan aksi konvoi di jalan raya adalah bentuk dan ekspresi kebebasan setelah mereka dikungkung dalam kelas dengan tata tertib selama 12 tahun jika dihitung dari sejak SD.

Jika diamati dengan seksama, telah terjadi transformasi yang cukup menarik dibahas ketika kita bicara perayaan kelulusan siswa SMA/SMK. Misalnya, dulu ada acara perpisahan yang sederhana, tapi kini terdapat acara graduation ala wisudawan. Siswa yang lulus menggunakan jubah lengkap dengan toga, lalu mereka dilepas dengan pidato dan nyanyian kebesaran.

Dan, ajang corat-coret baju seragam sekolah, kadang dsiertai konvoi di jalanan, bisa disebut tetap bertahan hingga kini. Memang tidak semua siswa melakukan ajang corat-coret baju dan konvoi di jalanan. Namun sebagian besar siswa bisa dikatakan merayakakan dengan cara seperti itu.

Goodbye putih abu-abu | Foto: Susila Priangga

Siswa yang lain bisa mengisi perayaan dengan acara yang dianggap lebih berguna, antara lain melakukan bhakti sosial, membagikan baju SMA mereka yang masih layak pakai kepada orang yang membutuhkan, bersih-bersih pantai, hingga menanam pohon. Dan masih banyak hal positif yang mereka lakukan dalam merayakan kelulusan jenjang SMA mereka.

Banyak orang menilai ajang corat-coret baju dan berkonvoi sebagai hal yang kurang baik. Menyia-nyiakan baju yang harusnya masih bisa dipakai, mengganggu ketertiban di jalan, bahkan membahayakan pengguna jalan lain. Namun gejolak jiwa muda itu, tak akan padam dengan komentar miring yang dilontarkan ke mereka.

Bahkan sempat ramai di media sosial, postingan mereka yang memamerkan foto-foto mencoret baju dan konvoi, dibalas dengan gambar meme berbunyi, “Gimana, Dik, enak ya corat-coret, kami tunggu kalian di dunia kerja!” dengan gambar beberapa pekerja berbaris dengan wajah sangar.

Gambar meme itu bertujuan untuk meredam aksi yang mereka lakukan. Namun, lagi-lagi, komentar dari nitizen itu tidak menggetarkan gejolak jiwa muda mereka untuk tetap mencoret dan berkonvoi.

Pada saat pandemi, siswa tak bisa merayakan kelulusan dengan leluasa. Siswa yang tamat saat pandemi Covid-19 menyebut diri mereka sebagai angkatan pandemi atau angkatan covid. Hal itu karena mereka lulus di saat PPKM berlangsung, konvoi dibatasi, perayaan pun tak semeriah yang mereka inginkan. Namun tetap saja, aksi corat-coret baju masih mereka lakukan.

Yang menarik, terjadi transformasi kesenirupaan dalam aksi corat-coret baju seragam itu, dari tahun ke tahun. Aksi mencoret baju memang sudah seperti tradisi yang terus berkembang.

Awalnya mereka mencoret baju dengan berbagai tulisan dan pewarna. Ada dalam bentuk tanda tangan, nama, bahkan asal coret pun mereka lakukan. Mereka ingin merekam moment itu di dalam sebuah kain baju yang sudah mereka kenakan selama 3 tahun.

Mereka mengabadikan nama teman-teman yang sudah menjadi saudara di dalam baju kebanggan mereka.

Namun kini, aksi corat-coret itu sudah bertransformasi. Coretan di baju bukan asal coret lagi, namun bertabur gambar yang memiliki nilai seni yang tinggi. Aksi corat-coret bahkan dipersiapkan dengan matang. Mereka memilih konsep yang akan mereka tuangkan dalam baju kelulusannya.

Tanda tangan, nama teman dan ayang (pacar, maksudnya) masih tetap mengisi baju itu. Namun kini tanda dan nama-nama itu tersusun secara lebih rapi dan estetis. Bahkan banyak dari mereka, meminta jasa orang lain yang pandai menggambar untuk menggambari baju mereka. Mereka tak segan merogoh isi dompet demi moment sekali seumur hidup ini, untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Alhasil, kini momen kelulusan menjadi tontonan menarik, karena menghadirkan berbagai macam gambar yang indah dilihat ketika mereka berkonvoi di jalanan, sampai memenuhi media sosial dengan postingan ala anak remaja itu.

Bagi kalangan penikmat dan pekerja seni, ini merupakan perkembangan yang baik. Mereka lebih mengedepankan nilai estetika dibarengi dengan perayaan kelulusan.

Ya, baju mereka lebih enak dipandang, enak dipajang, dan tentunya akan mereka kenang lebih lama. Dibandingkan dengan asal coret tanpa memikirkan nilai keindahan.

Corat coret yang enak dipandang pada baju seragam siswa untuk melarayakn kelulusan mereka | Foto: Susila Priangga

Selain itu, para pekerja seni juga mendapat imbas dari momen tahunan ini. Mereka kebanjiran order mencoret, eh melukis baju anak-anak muda yang akan merayakan kelulusan. Seakan mendapat angin segar, para pencoret, eh, pelukis, mendapat peluang baru untuk mengais rejeki.

Dan transformasi ini tak akan berhenti di sini saja. Akan ada hal menarik yang terjadi saat perayaan kelulusan. Mengikuti perkembangan teknologi seperti sekarang ini, bukan tidak mungkin coretan di baju mereka akan lebih modern lagi. Bukan dengan spidol dan drawing pen saja seperti belakangan ini. Ketika mereka menginginkan hasil yang lebih nyata dan bagus, bahkan sablon dan lukisan dengan teknik yang berbeda pun menjadi pilihan mereka kelak untuk mengabadikan momen itu.

Transformasi yang terjadi karena perkembangan teknologi, anak muda menginginkan hasil yang bagus ketika diabadikan dengan kamera. Mereka ingin menghiasi media sosial mereka dengan gambar-gambar yang layak dipamerkan. Kita tunggu transformasi yang akan terjadi, seiring transformasi di dalam teknologi.

Selamat melepaskan masa putih abu-abu, ingat jaga ketertiban di jalan, jangan sia-siakan masa mudamu, kami tunggu di dunia kerja. Hehehe. [T]

Pameran Seni Rupa “Harmonisasi Cetak Daun” Meriahkan HUT SMPN 3 Sukasada
Catatan Project UAS Ornamen Ilustrasi Tradisi, Mahasiswa IDB Bali | Sebuah Ucapan Terima Kasih Kepada Kawan-kawan Penulis Muda
Exposition: Melihat Karya-Karya Terkini Mahasiswa Seni Rupa Undiksha
Tags: Pendidikanperayaan kelulusan SMAsekolahSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Spirit Hari Pendidikan Nasional

Next Post

Sinar Bintang yang Meredup dan Pelajaran di Baliknya

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Suardina dan Bahasa Tanah yang Tak Pernah Habis

by Angga Wijaya
July 8, 2026
0
Suardina dan Bahasa Tanah yang Tak Pernah Habis

DI Bale Daja Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud, aroma tanah bakar seperti masih tertinggal di antara puluhan karya...

Read moreDetails

BARIK: Catatan Mengunjungi Pameran Sparsa Rupa

by Dewa Purwita Sukahet
July 7, 2026
0
BARIK: Catatan Mengunjungi Pameran Sparsa Rupa

“Ring wwang haywa nirāśrayeka gawayen tekeng mahānaśraya” – Niti Sastra SENI rupa kontemporer tidak lagi menekankan pada aspek pemaknaan sebuah...

Read moreDetails

Membongkar Praktik Artistik Pada Puisi Sebatang Kara: Dalam Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”

by Mahesa Putra
July 6, 2026
0
Membongkar Praktik Artistik Pada Puisi Sebatang Kara: Dalam Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”

SEPERTI sajian pada menu makan bergizi, yang ditimbang, ditakar, hingga diukur kepada siapa porsi makan ini layak dihidangkan. Kepada tubuh...

Read moreDetails

Unconditional Love: Cinta Tanpa Syarat

by Hartanto
July 4, 2026
0
Unconditional Love: Cinta Tanpa Syarat

PADA 3 Juli 2026 digelar pameran senirupa yang cukup menarik, pameran senirupa ini, menurut saya, lahir dari keyakinan bahwa seni...

Read moreDetails

Dari Plaju ke Hawkins: Membaca Puisi Dahlia Rasyad Melalui Pendekatan Serial Televisi “Stranger Things” pada Pameran Ferdi

by Mahesa Putra
June 30, 2026
0
Dari Plaju ke Hawkins: Membaca Puisi Dahlia Rasyad Melalui Pendekatan Serial Televisi “Stranger Things” pada Pameran Ferdi

PEMBACA tak perlu mengukur jarak antara Plaju dan Hawkins, apalagi harus repot-repot mencari tahu apa yang hendak dihidangkan di sana,...

Read moreDetails

‘Intermedialitas Dialektis’ —Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya

by Hartanto
June 29, 2026
0
‘Intermedialitas Dialektis’ —Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya

PADA tahun 1999 sampai 2005 saya sempat membantu Bre Redana, mengkurasi karya-karya seni rupa yang berdialog dengan cerpen. Waktu itu,...

Read moreDetails

Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang

by Mahesa Putra
June 18, 2026
0
Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang

SEJAK pagi langit mendung, angin membuat barisan pohon kelapa di halaman Roemah Tumbuh Kembang menari. Padahal sudah satu minggu ini...

Read moreDetails

Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

by Oka Rusmini
June 15, 2026
0
Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

SEBUAH pertanyaan tidak pernah lahir dari ruang hampa. Di balik kalimat pendek, “What’s for Dinner?” atau “Mau makan malam apa?”,...

Read moreDetails

Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

by Mas Ruscitadewi
June 13, 2026
0
Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar....

Read moreDetails

Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

by Made Chandra
June 8, 2026
0
Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

DERAP langkah beranjak naik, kain tirai perlahan mulai disingkapkan, lalu dengan segera bunyi-bunyian kendang, tembang dan segala perangkat kesenian jaranan,...

Read moreDetails
Next Post
Sinar Bintang yang Meredup dan Pelajaran di Baliknya

Sinar Bintang yang Meredup dan Pelajaran di Baliknya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co