24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Transformasi Corat-coret Baju Kelulusan Siswa SMA/SMK : Makin Indah, Makin Beragam

I Kadek Susila Priangga by I Kadek Susila Priangga
May 2, 2023
in Ulas Rupa
Transformasi Corat-coret Baju Kelulusan Siswa SMA/SMK : Makin Indah, Makin Beragam

Lukisan pada baju seragam siswa SMA/SMK di Buleleng yang merayakan kelulusan | Foto: Susila Priangga

AKSI CORAT-CORET BAJU SERAGAM yang dilakukan siswa SMA/SMK setelah mereka lulus atau tamat barangkali termasuk salah satu perayaan kelulusan yang tetap bertahan hingga kini. Tentu karena aksi corat-coret seragam itu, yang kemudian dilanjutkan dengan aksi konvoi di jalan raya adalah bentuk dan ekspresi kebebasan setelah mereka dikungkung dalam kelas dengan tata tertib selama 12 tahun jika dihitung dari sejak SD.

Jika diamati dengan seksama, telah terjadi transformasi yang cukup menarik dibahas ketika kita bicara perayaan kelulusan siswa SMA/SMK. Misalnya, dulu ada acara perpisahan yang sederhana, tapi kini terdapat acara graduation ala wisudawan. Siswa yang lulus menggunakan jubah lengkap dengan toga, lalu mereka dilepas dengan pidato dan nyanyian kebesaran.

Dan, ajang corat-coret baju seragam sekolah, kadang dsiertai konvoi di jalanan, bisa disebut tetap bertahan hingga kini. Memang tidak semua siswa melakukan ajang corat-coret baju dan konvoi di jalanan. Namun sebagian besar siswa bisa dikatakan merayakakan dengan cara seperti itu.

Goodbye putih abu-abu | Foto: Susila Priangga

Siswa yang lain bisa mengisi perayaan dengan acara yang dianggap lebih berguna, antara lain melakukan bhakti sosial, membagikan baju SMA mereka yang masih layak pakai kepada orang yang membutuhkan, bersih-bersih pantai, hingga menanam pohon. Dan masih banyak hal positif yang mereka lakukan dalam merayakan kelulusan jenjang SMA mereka.

Banyak orang menilai ajang corat-coret baju dan berkonvoi sebagai hal yang kurang baik. Menyia-nyiakan baju yang harusnya masih bisa dipakai, mengganggu ketertiban di jalan, bahkan membahayakan pengguna jalan lain. Namun gejolak jiwa muda itu, tak akan padam dengan komentar miring yang dilontarkan ke mereka.

Bahkan sempat ramai di media sosial, postingan mereka yang memamerkan foto-foto mencoret baju dan konvoi, dibalas dengan gambar meme berbunyi, “Gimana, Dik, enak ya corat-coret, kami tunggu kalian di dunia kerja!” dengan gambar beberapa pekerja berbaris dengan wajah sangar.

Gambar meme itu bertujuan untuk meredam aksi yang mereka lakukan. Namun, lagi-lagi, komentar dari nitizen itu tidak menggetarkan gejolak jiwa muda mereka untuk tetap mencoret dan berkonvoi.

Pada saat pandemi, siswa tak bisa merayakan kelulusan dengan leluasa. Siswa yang tamat saat pandemi Covid-19 menyebut diri mereka sebagai angkatan pandemi atau angkatan covid. Hal itu karena mereka lulus di saat PPKM berlangsung, konvoi dibatasi, perayaan pun tak semeriah yang mereka inginkan. Namun tetap saja, aksi corat-coret baju masih mereka lakukan.

Yang menarik, terjadi transformasi kesenirupaan dalam aksi corat-coret baju seragam itu, dari tahun ke tahun. Aksi mencoret baju memang sudah seperti tradisi yang terus berkembang.

Awalnya mereka mencoret baju dengan berbagai tulisan dan pewarna. Ada dalam bentuk tanda tangan, nama, bahkan asal coret pun mereka lakukan. Mereka ingin merekam moment itu di dalam sebuah kain baju yang sudah mereka kenakan selama 3 tahun.

Mereka mengabadikan nama teman-teman yang sudah menjadi saudara di dalam baju kebanggan mereka.

Namun kini, aksi corat-coret itu sudah bertransformasi. Coretan di baju bukan asal coret lagi, namun bertabur gambar yang memiliki nilai seni yang tinggi. Aksi corat-coret bahkan dipersiapkan dengan matang. Mereka memilih konsep yang akan mereka tuangkan dalam baju kelulusannya.

Tanda tangan, nama teman dan ayang (pacar, maksudnya) masih tetap mengisi baju itu. Namun kini tanda dan nama-nama itu tersusun secara lebih rapi dan estetis. Bahkan banyak dari mereka, meminta jasa orang lain yang pandai menggambar untuk menggambari baju mereka. Mereka tak segan merogoh isi dompet demi moment sekali seumur hidup ini, untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Alhasil, kini momen kelulusan menjadi tontonan menarik, karena menghadirkan berbagai macam gambar yang indah dilihat ketika mereka berkonvoi di jalanan, sampai memenuhi media sosial dengan postingan ala anak remaja itu.

Bagi kalangan penikmat dan pekerja seni, ini merupakan perkembangan yang baik. Mereka lebih mengedepankan nilai estetika dibarengi dengan perayaan kelulusan.

Ya, baju mereka lebih enak dipandang, enak dipajang, dan tentunya akan mereka kenang lebih lama. Dibandingkan dengan asal coret tanpa memikirkan nilai keindahan.

Corat coret yang enak dipandang pada baju seragam siswa untuk melarayakn kelulusan mereka | Foto: Susila Priangga

Selain itu, para pekerja seni juga mendapat imbas dari momen tahunan ini. Mereka kebanjiran order mencoret, eh melukis baju anak-anak muda yang akan merayakan kelulusan. Seakan mendapat angin segar, para pencoret, eh, pelukis, mendapat peluang baru untuk mengais rejeki.

Dan transformasi ini tak akan berhenti di sini saja. Akan ada hal menarik yang terjadi saat perayaan kelulusan. Mengikuti perkembangan teknologi seperti sekarang ini, bukan tidak mungkin coretan di baju mereka akan lebih modern lagi. Bukan dengan spidol dan drawing pen saja seperti belakangan ini. Ketika mereka menginginkan hasil yang lebih nyata dan bagus, bahkan sablon dan lukisan dengan teknik yang berbeda pun menjadi pilihan mereka kelak untuk mengabadikan momen itu.

Transformasi yang terjadi karena perkembangan teknologi, anak muda menginginkan hasil yang bagus ketika diabadikan dengan kamera. Mereka ingin menghiasi media sosial mereka dengan gambar-gambar yang layak dipamerkan. Kita tunggu transformasi yang akan terjadi, seiring transformasi di dalam teknologi.

Selamat melepaskan masa putih abu-abu, ingat jaga ketertiban di jalan, jangan sia-siakan masa mudamu, kami tunggu di dunia kerja. Hehehe. [T]

Pameran Seni Rupa “Harmonisasi Cetak Daun” Meriahkan HUT SMPN 3 Sukasada
Catatan Project UAS Ornamen Ilustrasi Tradisi, Mahasiswa IDB Bali | Sebuah Ucapan Terima Kasih Kepada Kawan-kawan Penulis Muda
Exposition: Melihat Karya-Karya Terkini Mahasiswa Seni Rupa Undiksha
Tags: Pendidikanperayaan kelulusan SMAsekolahSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Spirit Hari Pendidikan Nasional

Next Post

Sinar Bintang yang Meredup dan Pelajaran di Baliknya

I Kadek Susila Priangga

I Kadek Susila Priangga

Lahir di Karangasem. Guru seni budaya di SMPN 3 Sukasada, Buleleng, Bali

Related Posts

Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang

by Mahesa Putra
June 18, 2026
0
Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang

SEJAK pagi langit mendung, angin membuat barisan pohon kelapa di halaman Roemah Tumbuh Kembang menari. Padahal sudah satu minggu ini...

Read moreDetails

Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

by Oka Rusmini
June 15, 2026
0
Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

SEBUAH pertanyaan tidak pernah lahir dari ruang hampa. Di balik kalimat pendek, “What’s for Dinner?” atau “Mau makan malam apa?”,...

Read moreDetails

Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

by Mas Ruscitadewi
June 13, 2026
0
Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar....

Read moreDetails

Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

by Made Chandra
June 8, 2026
0
Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

DERAP langkah beranjak naik, kain tirai perlahan mulai disingkapkan, lalu dengan segera bunyi-bunyian kendang, tembang dan segala perangkat kesenian jaranan,...

Read moreDetails

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

by Made Chandra
June 2, 2026
0
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

Read moreDetails

Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

by I Gede Made Surya Darma
May 7, 2026
0
Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

DI tengah geliat seni rupa kontemporer yang semakin cair dan lintas disiplin, pameran “Roots & Routes” yang berlangsung di Biji...

Read moreDetails

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

by Made Chandra
May 4, 2026
0
Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

Artikel ini adalah catatan kuratorial pameran seni rupa “Refracted” pada 2 Mei 2026 di Ruang Arta Derau, Tegallalang. Tak pernah...

Read moreDetails

Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

by Made Chandra
April 14, 2026
0
Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

HARI itu rasanya begitu spesial, hari dimana buku-buku tersusun bertumpuk untuk dirayakan kehadirannya. Semerebak wangi dupa menyeruak sampai menyentil dalam-dalam...

Read moreDetails

Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan? —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

by I Wayan Sujana Suklu
March 27, 2026
0
Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan?  —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

Membaca Aurora Blue dan Red Blossom karya Wayan Kun Adnyana, pameran Parama Paraga Retrospective of Biographical Metaphoric Figure to New...

Read moreDetails

SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

by I Wayan Sujana Suklu
March 24, 2026
0
SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

Liminalitas sebagai Ambang Kosmologis LIMINALITAS, dalam pengertian paling mendasar, bukan sekadar fase peralihan, melainkan kondisi ontologis di mana batas-batas eksistensi...

Read moreDetails
Next Post
Sinar Bintang yang Meredup dan Pelajaran di Baliknya

Sinar Bintang yang Meredup dan Pelajaran di Baliknya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co