2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan Project UAS Ornamen Ilustrasi Tradisi, Mahasiswa IDB Bali | Sebuah Ucapan Terima Kasih Kepada Kawan-kawan Penulis Muda

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
January 13, 2023
in Ulas Rupa
Catatan Project UAS Ornamen Ilustrasi Tradisi, Mahasiswa IDB Bali | Sebuah Ucapan Terima Kasih Kepada Kawan-kawan Penulis Muda

Putu-Agung-Arywangsa-Adhikara_Respon-atas-cerpen-Sepasang-Pohon-Pisan-karya-Gek-Santi

SETELAH UJIAN tengah semester selesai pada pertengahan November 2022, saya (sebagai pengajar) mengajak mahasiswa Institut Desain dan Bisnis (IDB) Bali, dalam dua kelas, untuk bergabung menjadi satu melakukan kunjungan.

Yang pertama adalah komunitas O.Prasi sebagai pionir komunitas jiwa muda bergerak dalam bidang menggurat, mewarnai sekaligus mengalih mediakan prasi atau gambar tradisi di atas daun lontar.

Komunitas ini tidak hanya telaten melakukan eksperimen terhadap prasi, hal-hal umum atas ekosistem seni rupa mereka juga lakukan seperti pameran, workshop, sharing, diskusi dan pencatatan melalui tulisan mengenai prasi.

Pilihan mengajak mahasiswa DKV atau Desain Komunikasi Visual ke komunitas O.Prasi ini cukup berasalan bahwa mereka dalam satu komunitas memiliki gairah eksperiment yang menyala, banyak kemungkinan olah kreatif terjadi dan banyak karya-karya seni yang berangkat melalui dasar prasi ini tercipta sehingga mahasiswa mendapatkan gambaran tentang bagaimana seni tradisi yang sangat ilustratif, figuratif, naratif mewujud kekinian.

Kunjungan selanjutnya dijadwalkan minggu depannya, yaitu mengunjungi situs Batuan, tepatnya di Pura Puseh Desa Batuan. Di pinggir jalan, berseberangan dengan pintu masuk utama pura, berdiri kokoh sebuah bangunan dengan fungsi profan yang sering disebut bale wantilan.

Di wantilan ini terdapat lukisan-lukisan yang diselesaikan dengan baik oleh pelukis Batuan secara kolektif, dan saya sendiri disambut dengan hangat oleh I Made Griyawan, salah seorang tokoh pelukis Batuan.

Bli Geriawan saya mintakan waktu untuk mengantar mahasiswa mengobservasi bentangan panel-panel lukisan, ada diskusi terjadi antara mereka (mahasiswa), Bli Geriawan, dan saya sendiri, mengenai teknik, cara seniman menggambarkan figur, ciri khas lukisan Batuan, ilustrasi-ilustrasi, model ornamen dan lainnya.

Kunjungan terakhir pada minggu selanjutnya adalah di situs Kertha Gosa, Klungkung dan yang menjadi sasaran utama tentu saja adalah Bale Kambang dan Bale Kambang. Dua titik point ini memajang beberan historis klasik Bali, yaitu gambar wayang Kamasan yang melegenda.

Ketika memandang gambar-gambar naratif nan ilustratif di langit-langit balai seolah-olah ada upaya levitasi yaitu melawan gravitasi. Kita kemudian mengitari tiap panel-panel lukisan, saya menjelaskan mengenai alur cerita, teknik dan bagaimana mereka membuat figur-figur wayang.

Yang menarik adalah pertanyaan mengenai gesture wayang yang bagi mahasiswa dipandang banyak pengulangan, begitu juga dengan motif-motif ornamen. Yang jelas ada banyak diskusi dan cerita ketika melakukan kunjungan ini. Oh iya, sebelum lupa, bahwa kami sempat dijajagi penjaga tiket masuk yang pos tiketnya cukup tersembunyi, hahaha.

Setelah melakukan kunjungan tersebut mahasiswa lantas saya arahkan untuk membuat project. project karya ujian akhir semester, tidak susah juga tidak rumit. Basisnya adalah membaca dan tidak harus menghapal, kemudian berimajinasi, dan menghidupkan imajinasi tersebut ke dalam karya yang dapat diakses digital agar dapat dipertanggungjawabkan secara moral melalui dunia media sosial.

Ya, projectnya adalah membuat ilustrasi cerpen karya kawan-kawan muda. Sesuai dengan nama mata kuliah, Ornamen Ilustrasi Tradisi, sudah tentu saya memberikan batasan agar tidak keluar dari bingkai mata kuliah tersebut.

Mengilustrasikan suatu cerpen adalah sebuah upaya untuk mengakrabi tulisan kemudian memaknainya, setidaknya itulah pemikiran sederhana saya kepada mahasiswa. Tujuannya singkat, agar mahasiswa membaca.

Meski berada pada ranah kerja kreatif dunia seni rupa dan turunannya, membaca adalah hal mutlak. Novel atau cerpen berbeda dengan bacaan scientific yang bersifat universal/umum. Karena sifatnya yang individual itulah novel atu cerpen menjadi sesuatu yang spesial.

Membaca mampu merangsang syaraf otak dan menyambung neuron-neuron dalam otak, semakin membaca sesuatu yang baru maka neuron semakin tersambung secara kompleks, dengan begitu kecerdasan semakin terangsang dan meningkat. Bambang Sugiharto dalam orasinya menyatakan hal itu dan saya menyetujuinya.

Membaca novel atau cerpen meningkatkan empatisme diri, pentingnya novel atau cerpen justru karena ia bersifat individual. Komponenya adalah rekaman jatuh bangunnya manusia, rekaman pengalaman, apa yang membuat orang menderita, apa yang membuatnya terluka, apa yang membuatnya bahagia, apa yang membuat seseorang berjuang, bermimpi, dan lainnya.

Singkatnya, membaca novel atau cerpen sama dengan masuk ke dalam pemikiran personal manusia yang sejatinya rumit nan pelik, sebab semua manusia yang berfikir, menjalani hidup dalam persepsinya atas jalan kehidupan yang rumit.

Dengan demikian saya kemudian meminta kawan-kawan penulis muda yaitu Agus Wiratama, Santi Dewi atau biasa dipanggil Gek Santi, Desi Nurani, dan Juli Sastrawan, menyumbangkan karya cerpennya untuk diobrak-abrik melalui ilustrasi.

Pada tahun sebelumnya hal serupa telah saya lakukan akan tetapi hanya melibatkan dua penulis muda yaitu Agus Wiratama dan Desi Nurania. Untuk tahun ini saya menambah lagi dua yaitu Santi Dewi dan Juli Sastrawan.

Penambahan penulis ini saya lakukan karena jumlah mahasiswa yang bertambah sekaligus agar lebih banyak pilihan cerpen yang dapat dijadikan sasaran elaborasi oleh mahasiswa. Setelah meminta ijin kepada keempat penulis maka saya membaca dan memilih cerpen mana yang sekiranya menarik untuk disodorkan kepada mahasiswa.

Dari beberapa cerpen yang telah dikirimkan maka saya memohon ijin untuk mempergunakan cerpen Sepasang Pohon Pisang karya Santi Dewi, Jalan Buntu Kesusastraan karya Juli Sastrawan, Cinta, Kutukan, dan Karam karya Desi Nurani, dan Burung-burung di Kota Asing karya Agus Wiratama.

Ada pertanyaan-pertanyaan menarik yang dilontarkan mahasiswa ketika project berlangsung, misalkan saja, “Apakah saya harus membuat satu ilustrasi yang menggambarkan keseluruhan isi cerpen?”, “Apakah saya harus membuat beberapa ilustrasi?”, “Pak, apakah karya Juli Sastrawan itu cerpen ya, kok aneh, tidak seperti cerpen yang teman-teman saya dapatkan?” dan beberapa pertanyaan lainnya yang mengarah ke teknis pembuatan ilustrasi.

Melalui pertanyaan tersebut, sekiranya saya dapat menduga bahwa mereka telah membaca cerpennya, sekaligus berulang-ulang kali saya tekankan bahwa baca lagi dan lagi karya-karya cerpen yang kalian dapatkan, jangan berhenti setelah sekali membaca, dengan begitu imajinasi akan terus berkembang.

Karya ilustrasi I Wayan Gatan Alphila_respon atas cerpen Jalan Buntu Kesusastraan karya Juli Sastrawan

Saya meyakini suatu metode dalam ilustrasi, yang pertama membaca berulang-ulang, dengan begitu imajinasi yang lahir dari membaca akan berkembang sebab beberapa kalimat memiliki kekuatan konstruksi imajinasi.

Yang kedua, eliminasi, adalah hal yang tidak kalah rumit dengan peristiwa dalam novel atau cerpen bahwa imajinasi yang tumbuh dan terkonstruksi memiliki kerumitan, masuk ke dalam ranah surealistik dan oleh karena itu ia seharusnya dieliminasi, menemukan bahasa visual atau mefora visual yang sesuai sekaligus mampu merangkum pun mewakili isi cerita.

Yang ketiga adalah trial dan error melalui sketsa, tahap ini adalah mengalih mediakan dari dunia imajinasi ke dunia realitas, teknik perwujudan visual menjadi penting, ditumpahkan melalui ragam sketsa-sketsa sebelum akhirnya dieksekusi menjadi karya final.

Bagaimana hasil karyanya? Pertanyaan ini sekiranya adalah pertanyaan sederhana yang sejatinya tidak kalah rumit untuk dijawab. Yang dapat saya sampaikan adalah karya yang dihasilkan oleh mahasiswa sangat beragam baik dari segi kecakapan teknik dan eksplorasi, mengenai bagus atau jelek tentu hal yang relatif.

Karya Kadek Dicky Setiawan_Respon Cerpen Cinta Kutukan dan Karam karya Desi Nurani

Dalam dunia estetika, filsafat yang menyoal tentang seni sejalan dengan David Hume dalam pemikirannya atas selera estetik membedakan antara pernyataan factual dan pernyataan estetik. Pernyataan factual mengindikasikan suatu judgement tentang salah dan benar sedangkan pernyataan estetik mengindikasikan sentimental mengenai kepekaan rasa yang dibangun atas persepsi dan afeksi sekaligus sepenuhnya subjektif.

Secara personal saya menyatakan ada karya yang memenuhi sentimental saya melalui hasil yang maksimal dan ada juga yang memang terlihat masih perlu eksplorasi. Terlepas dari hal itu beberapa ilustrasi yang hadir mengiringi tulisan ini dapat menjadi bahan penilaian khalayak luas mengenai hasil karya mahasiswa dan sangat terbuka untuk kritik. Sepenuhnya saya serahkan kepada pembaca.

Karya Kadek Ameilia Angela_respon atas cerpen Sepasang Pohon Pisang karya Gek Santi

Putu Agung Arywangsa Adhikara_Respon atas cerpen Sepasang Pohon Pisan karya Gek Santi

I Ketut Ari Wisnu Bhuwana_respon atas cerpen Burung-burung di Kota Asing karya Agus Wiratama

Melalui tulisan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya terutama kepada kawan-kawan muda penulis yang dengan suka cita memberikan waktu untuk membalas chat saya, mengijinkan karya mereka untuk dipergunakan sebagai bahan studi oleh mahasiswa. Teruntuk Agus Wiratama, Santi Dewi, Desi Nurani, Juli Sastrawan saya mengucapkan terima kasih banyak, sebab apabila ini saya tulis di feed IG maupun beranda FB maka akan memakan kolom komentar untuk melanjutkannya sehingga saya putuskan untuk menulis dan mengunggah di tatkala.co.

Oh iya, semoga kalian tidak pernah kapok hehehe. Teruntuk Bli Ole Adnyana, juga saya berterima kasih, sebab dari awal saya mengontak Bli Ole untuk meminta rekomendasi kawan-kawan penulis muda yang sedianya dapat saya mohonkan karya cerpennya untuk project-project mahasiswa.

Sekalian juga saya mengucapkan kepada semuanya selamat Tahun Baru 2023 dan Selamat Galungan serta menyambut Kuningan. [T]

Pohmanis, 13 Januari 2023

Tags: Institut Desain dan Bisnis BaliKampus MerdekaPendidikanpendidikan seni rupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cuah-Cauh Sebelum Kepus Pungsed

Next Post

Hari Raya Sebagai Spirit Hidup Kita

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

by Gustra Adnyana
July 31, 2026
0
SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

Di tepian aliran sungai Petanu, sebuah ruang seni baru tumbuh di tengah lanskap hijau Ubud. Buki Gallery di Bumi Kinar...

Read moreDetails

Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

by Angga Wijaya
July 30, 2026
0
Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

ADA perubahan yang menarik dalam lanskap seni kriya Indonesia dalam dua dekade terakhir. Jika dahulu kriya lebih sering dipahami sebagai...

Read moreDetails

Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

by Hartanto
July 30, 2026
0
Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

EMPAT karya dari empat pelukis Bali kontemporer yang turut berpartisipasi dalam Jogja Annual Art ke-11, yakni I Made Ruta, Ida...

Read moreDetails

Tanah yang Mengingat ——Membaca “Pataka Majapahit III” Karya Dr. Noor Sudiyati

by Angga Wijaya
July 28, 2026
0
Tanah yang Mengingat ——Membaca “Pataka Majapahit III” Karya Dr. Noor Sudiyati

TIDAK semua peninggalan masa lalu hadir sebagai bangunan megah atau artefak yang tersimpan di museum. Ada warisan yang jauh lebih...

Read moreDetails

Orkestra Warna Kun Adnyana

by Hartanto
July 25, 2026
0
Orkestra Warna Kun Adnyana

YOGYA Annual Art ke-11 tahun 2026 dengan tema Direction (Arah) ini, menurut saya, dibuka dengan sebuah kesadaran yang tajam: bahwa...

Read moreDetails

Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

by Angga Wijaya
July 24, 2026
0
Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

BARANGKALI kita terlalu sering memandang alam sebagai sesuatu yang berada di luar diri. Gunung adalah bentang yang dikunjungi ketika musim...

Read moreDetails

Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

by Hartanto
July 24, 2026
0
Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

Pameran Yogya Annual Art ke-11 yang mengambil tema Direction (Arah) digelar di Bale Banjar Sangkring, Nitiprayan No. 88, Ngestiharjo, Kasihan,...

Read moreDetails

Kosmologi Sulur Wayan Setem

by Hartanto
July 23, 2026
0
Kosmologi Sulur Wayan Setem

PAMERAN Yogya Annual Art #11 dengan tema Direction (Arah) sangatlah menarik. Sebab, pameran ini menghadirkan medan ‘refleksi’ yang unik, terutama...

Read moreDetails

Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]

by Angga Wijaya
July 23, 2026
0
Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]

JIKA seni memiliki kemampuan mengembalikan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa, maka Sundari Rajata melakukannya melalui sebuah kebaya. Busana yang...

Read moreDetails

Genesis: Rahim Bumi, Rahim Kehidupan —[Membaca Karya Keramik Ida Ayu Gede Artayani]

by Angga Wijaya
July 20, 2026
0
Genesis: Rahim Bumi, Rahim Kehidupan —[Membaca Karya Keramik Ida Ayu Gede Artayani]

"Kita tidak mewarisi bumi dari leluhur. Kita meminjamnya dari anak cucu." Kalimat yang sering dikutip dalam berbagai diskusi lingkungan itu...

Read moreDetails
Next Post
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Hari Raya Sebagai Spirit Hidup Kita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali
Khas

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi
Khas

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi
Khas

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena
Ulas Pentas

Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

MALAM itu, 20 Juli 2026, jam di ponsel menunjukan pukul 18:52 Wita, di depan gedung Ni Ketut Reneng, kampus Institut...

by Dewa Purwita Sukahet
July 31, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co