2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hari Raya Sebagai Spirit Hidup Kita

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
January 13, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

DALAM KEHIDUPAN kita sebagai umat beragama, khususnya sebagai umat Hindu di Bali, kita selalu disibukkan dengan aktivitas upacara keagamaan, baik dalam skala kecil maupun besar.

Sejak pagi kita melaksanakan dan menyaksikan aktivitas ritual dalam  keluarga, seperti ngejot atau menghaturkan saiban sehabis memasak, hingga pada sore ngaturang canang di pelinggih masing-masig rumah.

Tak lupa juga kita melakukan kegiatan keagamaan pada purnama dan tilem. Juga kegiatan upacara lain yang lebih besar menyangkut manusa yadnya seperti  ngotonin, tiga bulanan, metatah, juga kegiatan pitra yadnya seperti ngaben dan sejenisnya.

Juga kegiatan odalan di merajan atau pura keluarga, juga di Pura besar yang datang setiap 6 bulan atau ada yang datang setiap tahun. Kegiatan upacara juga dilakukan pada hari-hari raya besar umat, seperti Hari Saraswati, Pagerwesi, Tumpek Landep, Galungan, Kuningan, dan Nyepi.

Kegiatan masyarakat Hindu tidak lepas dari aktivitas ritual keagamaan, dan hal itu bisa disebut sebagai rutinitas.

Kegiatan-kegiatan seperti itu sepintas terkesan pemborosan, baik dari sisi materi, waktu dan tenaga. Belum lagi dampak dari bekas-bekas sesajen yang menjadi sampah, dan banyak orang meilai hal itu bisa mengotori lingkungan.

Padahal kalau kita lihat dengan lebih mendalam lagi, aktivitas kegiatan ritual yang merupakan kegiatan rutinitas itu adalah kegiatan ritual yang sarat dengan makna. Kegiatan ritual rutinitas itulah yang sebenarnya menjaga taksunya Bali, sehingga seperti sekarang ini, kita bisa rasakan Bali tidak saja dikenal secara nasional, bahkan dunia mengenal Bali.  Dan justru kegiatan ritual umat Hindu itu merupakan daya tarik wisata manca negara.

Daya tarik wisata merupakan dampak atau bonus dari ritual kegiatan rutinitas yang sudah turun temurun diwariskan oleh leluhur kita, yang sebenarnya kegiatan ritual itu sarat dengan makna dan pesan untuk dipakai sebagai pegangan dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Tujuan tertinggi dalam agama Hindu adalah “Moksartham jagadhita ya ca iti dharma”, yang berarti dengan dharma kita mewujudkan kedamaian semua mahluk dan keharmonisan alam semesta, serta mencapai pembebasan dari roda samsara (moksartham). Dari tujuan tersebutlah kita diajarkan sejak dini melalui ritual dan upacara-upacara untuk menjaga keharmonisan alam semesta dan mewujudkan kedamaian semua mahluk hidup.

Budaya sesajen yang menjadi warisan leluhur kita ternyata memiliki nilai dan manfaat untuk keharmonisan alam semesta.

Yuji Uehara, peneliti dari Jepang, menyatakan bahwa budaya sajen ternyata bagian dari upaya manusia untuk membentuk energi positif pada alam dan manusia.

Ditemukan bahwa pada budaya sajen, terdapat bunga-bungaan, buah-buahan, wewangian atau dupa dan lain-lain, yang ternyata menghasilkan reaksi kimia (NANO) yang mempengaruhi alam sekitarnya. Ditemukan,  setiap 1 Nano mampu mengubah kuaalitas energi seluas 15 meter persegi menjadi energi positif.

Dalam satu sajen saja, contoh bunga, ada bertriliun-triliun Nano. Bisa dibayangkan berapa meter persegi kualitas energi yang didapat setiap kali digelar upacara dengan sajen. Dan dikatakan juga bahwa hanya masyarakat Bali yang masih rutin dan teratur melaksanakan upacara sajen itu.

Budaya sajen juga merupakan sarana persembahan kita kepada Sang Pencipta. Juga dalam upacara-upacara adat yang setiap saat kita jalani, ini pun memiliki nilai yang disebut budaya ngayah — memiliki makna melakukan segalanya dengan ikhlas.

Dalam budaya dari sebuah kegiatan upacara, kita diajarkan untuk belajar melepaskan. Yakni melepaskan diri dari keterikatan, diawali dengan memberi dengan ikhlas. Karena sejatinya hanya orang yang memberi akan menerima. Ini  bisa kita saksikan ketika ada hari raya, ibu-ibu, orang tua sangat penuh antusias dan semangatnya menjalankan kewajibannya, dan bukan malah menjadi sakit tapi justru tampak gembira, senang dan sehat.

Apa yang menyebabkan mereka tampak gembira, senang dan sehat? Salah satunya adalah keikhlasan menjalankan kewajibannya.

Inilah proses latihan yang dihadirkan dan merupakan warisan leluhur kita. Proses latihan tersebut adalah latihan melepaskan dengan memberi berupa persembahan kepada Sang Pencipta sehingga disebut sembahyang.

Dalam menjalani kehidupan kita menyadari bahwa semuanya adalah titipan. Anak istri, suami, kedudukan, serta materi, pada saatnya harus ditinggalkan.

Pertanyaannya, sudahkah kita memiliki persiapan untuk menghadapi hilangnya atau lepasnya sesuatu yang mengikat kita? Takut atau tidak, mau atau tidak mau, saatnya itu akan datang. Semakin kuat kemelekatannya, semakin sakit dirasakan ketika saatnya harus kita melepaskannya.

Sebuah nilai yang diwariskan oleh leluhur kita juga adalah budaya “aget” atau untung. Setiap kejadian yang tidak mengenakkan kita selalu kita dengar kata aget atau untung. Bahkan  ketika seseorang sudah meninggal pun sering kita dengar, “Untung meninggal, kalau hidup bisa cacat dia”.

Budaya aget atau untung ini adalah budaya untuk mengajarkan kita agar senantiasa bersyukur terhadap segala sesuatu yang harus kita terima. Baik-tidak baik yang saat ini diterima kita diajarkan untuk senantiasa bersyukur.

Kedamaian bisa terwujud tentunya dimulai dari diri sendiri, dan kegiatan rutinitas ritual tersebut adalah sebuah proses melatih diri kita. Budaya sajen, budaya ngayah dan budaya bersyukur, ini tentunya akan menjadi latihan kita sehari-hari yang pada akhirnya akan berbuah harmonisasi dengan Tuhan, sesama mahluk hidup dan alam semesta. Semoga damai untuk kita bersama akan terwujud. [T]

BACA esai-esai lain dari penulis DOKTER CAPUT

Harapan Kedamaian di Hari Ibu, Natal dan Tahun Baru
Komunikasi: Berkah atau Musibah
Berpikir Positif, Awal dari Segala Hal Baik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Project UAS Ornamen Ilustrasi Tradisi, Mahasiswa IDB Bali | Sebuah Ucapan Terima Kasih Kepada Kawan-kawan Penulis Muda

Next Post

Awalnya Iseng, Dharma Sentosa Kini Jadi Seniman Bonsai dengan Banyak Penghargaan

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Awalnya Iseng, Dharma Sentosa Kini Jadi Seniman Bonsai dengan Banyak Penghargaan

Awalnya Iseng, Dharma Sentosa Kini Jadi Seniman Bonsai dengan Banyak Penghargaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co