22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hari Raya Sebagai Spirit Hidup Kita

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
January 13, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

DALAM KEHIDUPAN kita sebagai umat beragama, khususnya sebagai umat Hindu di Bali, kita selalu disibukkan dengan aktivitas upacara keagamaan, baik dalam skala kecil maupun besar.

Sejak pagi kita melaksanakan dan menyaksikan aktivitas ritual dalam  keluarga, seperti ngejot atau menghaturkan saiban sehabis memasak, hingga pada sore ngaturang canang di pelinggih masing-masig rumah.

Tak lupa juga kita melakukan kegiatan keagamaan pada purnama dan tilem. Juga kegiatan upacara lain yang lebih besar menyangkut manusa yadnya seperti  ngotonin, tiga bulanan, metatah, juga kegiatan pitra yadnya seperti ngaben dan sejenisnya.

Juga kegiatan odalan di merajan atau pura keluarga, juga di Pura besar yang datang setiap 6 bulan atau ada yang datang setiap tahun. Kegiatan upacara juga dilakukan pada hari-hari raya besar umat, seperti Hari Saraswati, Pagerwesi, Tumpek Landep, Galungan, Kuningan, dan Nyepi.

Kegiatan masyarakat Hindu tidak lepas dari aktivitas ritual keagamaan, dan hal itu bisa disebut sebagai rutinitas.

Kegiatan-kegiatan seperti itu sepintas terkesan pemborosan, baik dari sisi materi, waktu dan tenaga. Belum lagi dampak dari bekas-bekas sesajen yang menjadi sampah, dan banyak orang meilai hal itu bisa mengotori lingkungan.

Padahal kalau kita lihat dengan lebih mendalam lagi, aktivitas kegiatan ritual yang merupakan kegiatan rutinitas itu adalah kegiatan ritual yang sarat dengan makna. Kegiatan ritual rutinitas itulah yang sebenarnya menjaga taksunya Bali, sehingga seperti sekarang ini, kita bisa rasakan Bali tidak saja dikenal secara nasional, bahkan dunia mengenal Bali.  Dan justru kegiatan ritual umat Hindu itu merupakan daya tarik wisata manca negara.

Daya tarik wisata merupakan dampak atau bonus dari ritual kegiatan rutinitas yang sudah turun temurun diwariskan oleh leluhur kita, yang sebenarnya kegiatan ritual itu sarat dengan makna dan pesan untuk dipakai sebagai pegangan dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Tujuan tertinggi dalam agama Hindu adalah “Moksartham jagadhita ya ca iti dharma”, yang berarti dengan dharma kita mewujudkan kedamaian semua mahluk dan keharmonisan alam semesta, serta mencapai pembebasan dari roda samsara (moksartham). Dari tujuan tersebutlah kita diajarkan sejak dini melalui ritual dan upacara-upacara untuk menjaga keharmonisan alam semesta dan mewujudkan kedamaian semua mahluk hidup.

Budaya sesajen yang menjadi warisan leluhur kita ternyata memiliki nilai dan manfaat untuk keharmonisan alam semesta.

Yuji Uehara, peneliti dari Jepang, menyatakan bahwa budaya sajen ternyata bagian dari upaya manusia untuk membentuk energi positif pada alam dan manusia.

Ditemukan bahwa pada budaya sajen, terdapat bunga-bungaan, buah-buahan, wewangian atau dupa dan lain-lain, yang ternyata menghasilkan reaksi kimia (NANO) yang mempengaruhi alam sekitarnya. Ditemukan,  setiap 1 Nano mampu mengubah kuaalitas energi seluas 15 meter persegi menjadi energi positif.

Dalam satu sajen saja, contoh bunga, ada bertriliun-triliun Nano. Bisa dibayangkan berapa meter persegi kualitas energi yang didapat setiap kali digelar upacara dengan sajen. Dan dikatakan juga bahwa hanya masyarakat Bali yang masih rutin dan teratur melaksanakan upacara sajen itu.

Budaya sajen juga merupakan sarana persembahan kita kepada Sang Pencipta. Juga dalam upacara-upacara adat yang setiap saat kita jalani, ini pun memiliki nilai yang disebut budaya ngayah — memiliki makna melakukan segalanya dengan ikhlas.

Dalam budaya dari sebuah kegiatan upacara, kita diajarkan untuk belajar melepaskan. Yakni melepaskan diri dari keterikatan, diawali dengan memberi dengan ikhlas. Karena sejatinya hanya orang yang memberi akan menerima. Ini  bisa kita saksikan ketika ada hari raya, ibu-ibu, orang tua sangat penuh antusias dan semangatnya menjalankan kewajibannya, dan bukan malah menjadi sakit tapi justru tampak gembira, senang dan sehat.

Apa yang menyebabkan mereka tampak gembira, senang dan sehat? Salah satunya adalah keikhlasan menjalankan kewajibannya.

Inilah proses latihan yang dihadirkan dan merupakan warisan leluhur kita. Proses latihan tersebut adalah latihan melepaskan dengan memberi berupa persembahan kepada Sang Pencipta sehingga disebut sembahyang.

Dalam menjalani kehidupan kita menyadari bahwa semuanya adalah titipan. Anak istri, suami, kedudukan, serta materi, pada saatnya harus ditinggalkan.

Pertanyaannya, sudahkah kita memiliki persiapan untuk menghadapi hilangnya atau lepasnya sesuatu yang mengikat kita? Takut atau tidak, mau atau tidak mau, saatnya itu akan datang. Semakin kuat kemelekatannya, semakin sakit dirasakan ketika saatnya harus kita melepaskannya.

Sebuah nilai yang diwariskan oleh leluhur kita juga adalah budaya “aget” atau untung. Setiap kejadian yang tidak mengenakkan kita selalu kita dengar kata aget atau untung. Bahkan  ketika seseorang sudah meninggal pun sering kita dengar, “Untung meninggal, kalau hidup bisa cacat dia”.

Budaya aget atau untung ini adalah budaya untuk mengajarkan kita agar senantiasa bersyukur terhadap segala sesuatu yang harus kita terima. Baik-tidak baik yang saat ini diterima kita diajarkan untuk senantiasa bersyukur.

Kedamaian bisa terwujud tentunya dimulai dari diri sendiri, dan kegiatan rutinitas ritual tersebut adalah sebuah proses melatih diri kita. Budaya sajen, budaya ngayah dan budaya bersyukur, ini tentunya akan menjadi latihan kita sehari-hari yang pada akhirnya akan berbuah harmonisasi dengan Tuhan, sesama mahluk hidup dan alam semesta. Semoga damai untuk kita bersama akan terwujud. [T]

BACA esai-esai lain dari penulis DOKTER CAPUT

Harapan Kedamaian di Hari Ibu, Natal dan Tahun Baru
Komunikasi: Berkah atau Musibah
Berpikir Positif, Awal dari Segala Hal Baik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Project UAS Ornamen Ilustrasi Tradisi, Mahasiswa IDB Bali | Sebuah Ucapan Terima Kasih Kepada Kawan-kawan Penulis Muda

Next Post

Awalnya Iseng, Dharma Sentosa Kini Jadi Seniman Bonsai dengan Banyak Penghargaan

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

Read moreDetails

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

by Angga Wijaya
October 18, 2026
0
Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

MALAM  itu saya menghubungi Aryantha Soethama melalui WhatsApp. Ia adalah penulis senior asal Bali yang mengawali kegiatan menulis sejak remaja,...

Read moreDetails
Next Post
Awalnya Iseng, Dharma Sentosa Kini Jadi Seniman Bonsai dengan Banyak Penghargaan

Awalnya Iseng, Dharma Sentosa Kini Jadi Seniman Bonsai dengan Banyak Penghargaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co