2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Harapan Kedamaian di Hari Ibu, Natal dan Tahun Baru

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
December 30, 2022
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

BULAN DESEMBER adalah bulan terakhir dari 12 bulan yang ada dalam kalender Masehi. Banyak momentum di bulan terakhir ini untuk kita peringati sekaligus rayakan bersama.

Kita yakin momentum-momentum itu tidak hadir begitu saja. Ada landasan dan dasar kenapa sebuah hari harus diperingati dan dirayakan bersama. Selain itu, tentu ada pesan-pesan di balik peringatan hari itu.

Yakinlah, apa pun kejadian yang ada di dunia ini tidak ada yang serba kebetulan.

Tanggal 22 Desember kita peringati sebagai Hari Ibu. Kenapa? Peringatan hari ibu baru diputuskan pertama oleh Presiden Soekarno pada tahun 1959. Tanggal 22 Desember dipakai sebagai Hari Ibu karena pada 22 -25  Desember 1928 di Ndalem Joyodipuran Yogjakarta terjadi peristiwa yang sangat penting.

Saat itu kaum perempuan pribumi, sebanyak kurang lebih 600 orang, tergabung dalam berbagai perkumpulan seperti Putri Indonesia, Wanita Katolik, Wanita Utomo, Wanita Mulyo, Aisyiyah, Darmo Laksmi, Wanita Taman Siswa dan organisasi-organisasi yang bersimpati kepada Jong Islamieten, Jong Java dan lain-lain.

Mereka hadir dalam pertemuan yang disebut sebagai Kongres Perempuan yang pertama. Kongres perempuan pertama ini diilhami oleh Kongres Pemuda yang diselenggarakan tiga bulan sebelumnya, tepatnya 28 oktober 1928 di Batavia, yang melahirkan Sumpah Pemuda.

Kaum perempuan Indonesia telah bangkit, dan peran perempuan atau peran ibu sangat besar terhadap kehidupan kita. Tidak saja di keluarga tapi peran di masyarakat sangat besar juga.

Dalam situasi apa pun seorang ibu mampu memainkan berbagai peran. Selain sebagai ibu rumah tangga, juga berperan sebagai guru bagi pembinaan karakter anak-anaknya. Bahkan sejak hamil, ibu sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar ketika bayinya lahir kelak bayi itu akan tumbuh berkembang menjadi pribadi yang berguna.

Di samping itu peran ibu dalam ekonomi keluarga juga sangat besar untuk mendapatkan tambahan pendapatan untuk ketahanan keluarga.

Pada tanggal 25 Desember, seluruh umat Kristiani dunia memperingati Hari Natal. Dan di berbagai belahan dunia disebut sebagai Christmas atau kelahiran Kristus, Sang Juru Selamat.

Awal mula perayaan Natal dimulai pada abad ke-4 tahun Masehi, ditetapkan oleh para pemimpin gereja Roma, dan hingga saat ini diperingati sbg Hari Natal, hari kelahiran Sang Juru Selamat.

Tentunya bukan tanpa sebab kalau hari itu dipakai sebagai hari besar keagamaan yang pasti memiliki nilai spirit dalam kehidupan kita. Hari Natal memberikan pesan spirit kedamaian untuk semua umat manusia.

Melihat kondisi kehidupan kita berbangsa dan bernegara yang dengan kebhinekaannya sedang mengalami ancaman disintegrasi, maka pesan spirit ini sangatlah penting. Damai adalah awal dari sebuah kebaikan, kemajuan dan keberlangsungan kehidupan kita ke depan.

Damai saat ini adalah barang yang sangat berharga saat-saat dunia mengalami krisis multi dimensi, terlebih lagi perang Rusia dan Ukrania yang tidak berkesudahan. Tampaknya damai itu menjadi barang yang paling berharga sebagai penyelamat kehidupan di dunia, termasuk juga di Indonesia yang terdiri dari berbagai keyakinan, suku, adat dan budaya, yang tentunya ini adalah kekayaan dan keunggulan.

Yang mana seringkali perbedaan-perbedaan ini justru dipertentangkan sehingga terjadi ancaman disintegrasi atau perpecahan. Momentum hari kelahiran Sang Juru Selamat ini adalah momentum yang sangat penting sebagai spirit untuk menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai kedamaian dalam diri, yang tentunya bersumber dari rasa cinta kasih terhadap sesama. Sehingga ancaman disintegrasi tidak terjadi.

Momentum Hari Ibu, Natal dan Tahun Baru tentunya tidak begitu saja dihadirkan kepada kita. Hari-hari itu memiliki makna yang sangat besar untuk kehidupan kita.

Saat Hari Ibu kita diingatkan bahwa ada sosok yang sangat berjasa dalam kehidupan kita yaitu ibu. Dan harapan dari seorang ibu tentunya anak-anak yang dilahirkan adalah anak-anak yang berguna, bermanfaat untuk keluarga dan masyarakat.

Hari Natal, hari lahirnya Sang Juru Selamat, tentunya memberi spirit kepada seorang ibu untuk berbuat banyak hal agar anak-anaknya kelak bisa sebagai penyelamat keluarga, masyarakat dan negara dengan membawa spirit kedamaian, sebagaimana kelahiran Yesus sang juru selamat umat.

Dan sudah pasti harapan kita semuanya dalam memasuki kehidupan yang baru di Tahun Baru 2023, adalah menjadikan kehidupan kita lebih baik, lebih maju dengan menjunjung tinggi nilai-nilai cinta kasih dalam pribadi kita untuk tercapainya kedamaian bersama. Karena sejatinya kebahagiaan itu adalah kedamaian itu sendiri.

Mari mulai berdamai dengan diri kita sendiri, berdamai dengan keluarga dan lingkungan kita dan berdamai dengan alam semesta, niscaya kebahagiaan bersama akan terwujud. Salam Damai untuk kita bersama. [T]

[][][]

BACA artikel lain dari DOKTER CAPUT

Kita Kerap Lupa 1 Guru, Di Luar 4 Guru yang Kita Hormati
Bersatu Kita Lahir, Bersatu Kita Hidup
Berpikir Positif, Awal dari Segala Hal Baik
Tags: Hari IbuHari Nataltahun baru
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tahun 2022, Kecelakaan Lalu Lintas di Buleleng Paling Sering Terjadi Pagi Hari

Next Post

Lagu “Bungan Sandat”: Menebar Kata, Mengkonstruksi Gender

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Lagu “Bungan Sandat”: Menebar Kata, Mengkonstruksi Gender

Lagu “Bungan Sandat”: Menebar Kata, Mengkonstruksi Gender

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co