22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Harapan Kedamaian di Hari Ibu, Natal dan Tahun Baru

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
December 30, 2022
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

BULAN DESEMBER adalah bulan terakhir dari 12 bulan yang ada dalam kalender Masehi. Banyak momentum di bulan terakhir ini untuk kita peringati sekaligus rayakan bersama.

Kita yakin momentum-momentum itu tidak hadir begitu saja. Ada landasan dan dasar kenapa sebuah hari harus diperingati dan dirayakan bersama. Selain itu, tentu ada pesan-pesan di balik peringatan hari itu.

Yakinlah, apa pun kejadian yang ada di dunia ini tidak ada yang serba kebetulan.

Tanggal 22 Desember kita peringati sebagai Hari Ibu. Kenapa? Peringatan hari ibu baru diputuskan pertama oleh Presiden Soekarno pada tahun 1959. Tanggal 22 Desember dipakai sebagai Hari Ibu karena pada 22 -25  Desember 1928 di Ndalem Joyodipuran Yogjakarta terjadi peristiwa yang sangat penting.

Saat itu kaum perempuan pribumi, sebanyak kurang lebih 600 orang, tergabung dalam berbagai perkumpulan seperti Putri Indonesia, Wanita Katolik, Wanita Utomo, Wanita Mulyo, Aisyiyah, Darmo Laksmi, Wanita Taman Siswa dan organisasi-organisasi yang bersimpati kepada Jong Islamieten, Jong Java dan lain-lain.

Mereka hadir dalam pertemuan yang disebut sebagai Kongres Perempuan yang pertama. Kongres perempuan pertama ini diilhami oleh Kongres Pemuda yang diselenggarakan tiga bulan sebelumnya, tepatnya 28 oktober 1928 di Batavia, yang melahirkan Sumpah Pemuda.

Kaum perempuan Indonesia telah bangkit, dan peran perempuan atau peran ibu sangat besar terhadap kehidupan kita. Tidak saja di keluarga tapi peran di masyarakat sangat besar juga.

Dalam situasi apa pun seorang ibu mampu memainkan berbagai peran. Selain sebagai ibu rumah tangga, juga berperan sebagai guru bagi pembinaan karakter anak-anaknya. Bahkan sejak hamil, ibu sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar ketika bayinya lahir kelak bayi itu akan tumbuh berkembang menjadi pribadi yang berguna.

Di samping itu peran ibu dalam ekonomi keluarga juga sangat besar untuk mendapatkan tambahan pendapatan untuk ketahanan keluarga.

Pada tanggal 25 Desember, seluruh umat Kristiani dunia memperingati Hari Natal. Dan di berbagai belahan dunia disebut sebagai Christmas atau kelahiran Kristus, Sang Juru Selamat.

Awal mula perayaan Natal dimulai pada abad ke-4 tahun Masehi, ditetapkan oleh para pemimpin gereja Roma, dan hingga saat ini diperingati sbg Hari Natal, hari kelahiran Sang Juru Selamat.

Tentunya bukan tanpa sebab kalau hari itu dipakai sebagai hari besar keagamaan yang pasti memiliki nilai spirit dalam kehidupan kita. Hari Natal memberikan pesan spirit kedamaian untuk semua umat manusia.

Melihat kondisi kehidupan kita berbangsa dan bernegara yang dengan kebhinekaannya sedang mengalami ancaman disintegrasi, maka pesan spirit ini sangatlah penting. Damai adalah awal dari sebuah kebaikan, kemajuan dan keberlangsungan kehidupan kita ke depan.

Damai saat ini adalah barang yang sangat berharga saat-saat dunia mengalami krisis multi dimensi, terlebih lagi perang Rusia dan Ukrania yang tidak berkesudahan. Tampaknya damai itu menjadi barang yang paling berharga sebagai penyelamat kehidupan di dunia, termasuk juga di Indonesia yang terdiri dari berbagai keyakinan, suku, adat dan budaya, yang tentunya ini adalah kekayaan dan keunggulan.

Yang mana seringkali perbedaan-perbedaan ini justru dipertentangkan sehingga terjadi ancaman disintegrasi atau perpecahan. Momentum hari kelahiran Sang Juru Selamat ini adalah momentum yang sangat penting sebagai spirit untuk menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai kedamaian dalam diri, yang tentunya bersumber dari rasa cinta kasih terhadap sesama. Sehingga ancaman disintegrasi tidak terjadi.

Momentum Hari Ibu, Natal dan Tahun Baru tentunya tidak begitu saja dihadirkan kepada kita. Hari-hari itu memiliki makna yang sangat besar untuk kehidupan kita.

Saat Hari Ibu kita diingatkan bahwa ada sosok yang sangat berjasa dalam kehidupan kita yaitu ibu. Dan harapan dari seorang ibu tentunya anak-anak yang dilahirkan adalah anak-anak yang berguna, bermanfaat untuk keluarga dan masyarakat.

Hari Natal, hari lahirnya Sang Juru Selamat, tentunya memberi spirit kepada seorang ibu untuk berbuat banyak hal agar anak-anaknya kelak bisa sebagai penyelamat keluarga, masyarakat dan negara dengan membawa spirit kedamaian, sebagaimana kelahiran Yesus sang juru selamat umat.

Dan sudah pasti harapan kita semuanya dalam memasuki kehidupan yang baru di Tahun Baru 2023, adalah menjadikan kehidupan kita lebih baik, lebih maju dengan menjunjung tinggi nilai-nilai cinta kasih dalam pribadi kita untuk tercapainya kedamaian bersama. Karena sejatinya kebahagiaan itu adalah kedamaian itu sendiri.

Mari mulai berdamai dengan diri kita sendiri, berdamai dengan keluarga dan lingkungan kita dan berdamai dengan alam semesta, niscaya kebahagiaan bersama akan terwujud. Salam Damai untuk kita bersama. [T]

[][][]

BACA artikel lain dari DOKTER CAPUT

Kita Kerap Lupa 1 Guru, Di Luar 4 Guru yang Kita Hormati
Bersatu Kita Lahir, Bersatu Kita Hidup
Berpikir Positif, Awal dari Segala Hal Baik
Tags: Hari IbuHari Nataltahun baru
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tahun 2022, Kecelakaan Lalu Lintas di Buleleng Paling Sering Terjadi Pagi Hari

Next Post

Lagu “Bungan Sandat”: Menebar Kata, Mengkonstruksi Gender

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Lagu “Bungan Sandat”: Menebar Kata, Mengkonstruksi Gender

Lagu “Bungan Sandat”: Menebar Kata, Mengkonstruksi Gender

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co