3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lagu “Bungan Sandat”: Menebar Kata, Mengkonstruksi Gender

Luh Putu Sendratari by Luh Putu Sendratari
December 30, 2022
in Opini
Lagu “Bungan Sandat”: Menebar Kata, Mengkonstruksi Gender

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

LAGU BISA MENJADI medium untuk menegakkan kearifan lokal. Kekuatan lagu bukan hanya untuk menghibur pendengarnya, namun lebih dari itu, lagu bisa menjadi penguat gagasan tentang kearifan lokal. Kekayaan kearifan Indonesia umumnya, Bali pada umumnya sudah tidak diragukan lagi. Wujud kekayaan kearifan lokal dapat berupa sitem gagasan, sistem tata kelakuan, maupun wujud benda.

Lagu Bali merupakan wujud kebudayaan yang bermuatan sistem gagasan maupun sistem tata kelakuan. Kehadiran lagu Bali di tengah masyarakat memiliki penggemar yang semakin hari semakin bertambah. Demikian pula pengarang dan penyanyi Bali bertumbuh bak jamur di musim hujan.

Kaset-kaset lagu Bali pun memenuhi rak-rak penjual kaset. Belum lagi produksi youtube lagu Bali saat ini membanjir di media sosial. Popularitas lagu Bali juga tampak dari kehadirannya dalam berbagai perhelatan  di tingkat rumah tangga maupun di wilayah perkantoran dalam  bentuk kegiatan karaoke.

Popularitas bunga kenanga/sandat  tampak dari kehadirannya sebagai maskot Kabupaten Tabanan dalam bentuk tari bungan sandat. Dalam konteks ini jasa A.A Made Cakra sebagai pencipta lagu Bungan Sandat di Bali tidak bisa diabaikan.

Fenomena ini menarik, karena dinamika kehadiran lagu Bali demikian gencarnya sehingga ini juga bisa diartikan terjadi proses kemapanan konstruksi nilai. Mengingat di dalam lagu akan bermuatan nilai-nilai tertentu yang menyasar pada subjek-subjek tertentu.

Lagu Bungan Sandat adalah konstruk imajiner tentang peran gender perempuan ideal. Sisi menarik lainnya dari lagu ini, melalui pembacaan tanda dari syairnya, kontruksi yang ingin dibentuk bukan hanya spesifik gender perempuan namun juga neutral gender. Moralitas ganda yang termuat dalam lagu ini mengundang daya tarik tersendiri untuk dicerna di selami lebih jauh untuk menemukan pemahaman mekanisme konstruksi gender yang dilakukan melalui karya seni.

Kehalusan pesan yang disampaikan menjadi daya pikat tersendiri yang mengantarkan lagu ini tetap memiliki penggemar yang mampu menyaingi lagu-lagu Pop Bali yang hadir setelahnya. Pesan moral yang menyasar lewat lagu bungan sandat bisa saja diartikan memiliki kearifan budaya yang untuk membangun budi pekerti.

Syair Lagu Bungan Sandat

Yen gumanti bajang tanbinaya pucuk nedeng kembang
Disubaye layu tan ade ngarungwang ngemasin mekutang
Becik melaksana de gumanti dadi kembang bintang
Mentik dirurunge makejang mengempok raris kaentungang
To I bungan sandat selayu layu layune miik
Toya nyandang tulad sauripe melaksana becik
Para truna truni mangda saling asah asih asuh
Menyama beraya to kukuhin rahayu kepanggih

Reff :

Becik melaksana de gumanti dadi kembang bintang
Mentik dirurunge makejang mengempok raris keentungang
To I bungan sandat Selayulayulayune miik
Toya nyandang tulang sauripe melaksana becik
Para truna truni mangda saling asah asih asoh
Menyama beraya to kukuhin rahayu kepanggih
To I bungan sandat selayu layu layune miik
Toya nyandang tulad sauripe melaksana becik
Para truna truni mangda saling asah asih asoh
Menyama beraya to kukuhin rahayu kepanggih.

Pembacaan Tanda Syair Lagu Menuai Konstruksi Gender Ideal

Pembacaan secara semiotik atas syair lagu Bungan Sandat akan diperoleh pemaknaan yang berkaitan dengan konstruksi gender perempuan ideal dan karakter manusia yang ideal. Secara umum tanda yang terbaca dari lagu ini mengandung pesan moral bahwa perempuan remaja diibaratkan sebagai bunga yang sedang kembang. Hal ini sangat kentara pada baris pertama dari syair lagu:

“Yen gumanti bajang, tanbinaya pucuk nedeng kembang” (Terjemahan: saat kondisi remaja, tak ubahnya ibarat bunga kembang sepatu yang sedang mekar).

Kalimat ini secara kultural biasanya lebih ditujukan untuk anak perempuan. Identik dengan pernyataan ini ada juga kata-kata serupa dengan memakai istilah bunga biasanya ditujukan untuk anak perempuan remaja, misalnya: bungan natah (sebuah keluarga yang memiliki gadis cantik yang menebarkan aroma keharuman dan keindahna untuk keluarga). Jadi, pemakaian istilah bunga secara kultural dianggap lazim tertuju untuk anak perempuan.

Simbolisasi bungan pucuk/kamboja digunakan dalam syair ini dapat pula diartikan bahwa perempuan remaja maupun perempuan tanpa batas usia diharapkan agar tetap sanggup menebar keharuman, dalam kondisi layu sekalipun (karena faktor usia atau faktor lainnya, tetap berguna).

Penegasan berikutnya, berbuat baik selalu sepanjang hidup perempuan, menjadi tuntutan gender yang ideal dari pesan moral lagu ini. Sangatlah tidak diidealkan perempuan ibarat bunga bintang yang tumbuh liar dan gampang ditemukan di mana-mana. Keliarannya akan memberi kesempatan bagi banyak orang untuk mengambil dan membuangnya. Pemaknaan ini dapat menjadi penegas bahwa perempuan dapat diposisikan sebagai benda yang bisa diapakan saja sesuai kehendak pemiliknya. Tatkala dipandang sudah tidak berguna, maka dengan sangat mudah akan dibuang.

Oleh karenanya, lagu ini mengirim pesan agar perempuan muda berhati-hati dalam menjaga kehormatannya, agar tidak begitu mudah dicampakkan. Belajar dari pensifatan bungan sandat/kenanga yang selalu menebar keharuman, demikian pulalah harapan budaya terhadap perempuan. Tuntutan budaya yang tertuang dalam syair lagu dapat pula diperkuat melalui lembaga keluarga, sekolah maupun melalui pemerintah.

Foto: Bunga Kenangan alias Bunga Sandat

Persemaian nilai tentang gender ideal untuk perempuan secara intensif terbentuk di dalam keluarga. Keluarga menjadi cikal bakal kontruksi gender perempuan. Karakter rajin, halus dalam perkataan, penurut, religius adalah sederetan pensifatan gender perempuan yang kelak akan menjadi bahan untuk menebar keharuman bagi keluarga.

Sekolah pun melalui materi ajarnya yang tertuang dalam buku-buku teks ikut serta melanggengkan karakter gender perempuan yang diidealkan. Sementara di pihak negara, melalui kehadiran lembaga Dharma Wanita, Dharma Pertiwi serta 10 program pokok PKK menjadi wadah yang membantu negara dalam mengkonstruksi lahirnya perempuan yang sadar akan peran gendernya. Ketika perempuan tidak sanggup memenuhi karakter Spesifik Gender perempuan sesuai yang diharapkan, maka tak pelak akan membuka ruang munculnya kekerasan.

Kekerasan terhadap perempuan jika mengacu pada pemikiran Fierre Bourdieu dapat berwujud kekerasan fisik dan atau kekerasan simbolik yang menggunakan bahasa sebagai alatnya. Dalam menghindari terjadinya kekerasan, lagu Bungan Sandat menebar gagasan agar teruna/laki-laki dan teruni/perempuan senantiasa dapat saling mengasihi. Seruan saling mengasihi merupakan wajah humanis dari lagu ini. Sisi humanisnya jelas dari kata serunya yang berbunyi:

Para truna truni mangda saling asah asih asuh
Menyama beraya to kukuhin rahayu kepanggih

Terjemahan :

Para Pemuda/Pemudi agar saling mengasihi
Menjalin kekerabatan dikukuhkan sehingga akan mendapatkan keselamatan

Ajakan saling mengasihi dan membangun kekerabatan dapat masuk dalam katagori Neutral Gender – harapan gender yang tanpa sekat jenis kelamin. Artinya, harapan ini ditujukan untuk Manusia tanpa melihat jenis kelaminnya – laki-laki maupun perempuan bisa melakukannya.

Inilah sesungguhnya yang menjadi entry point dari lagu bungan sandat yang menyerukan pesan moral. Seruan ini kiranya menjadi urgen di tengah-tengah maraknya kekerasan berbasis gender yang tampil dalam wujud pelecehan seksual, pemerkosaan, kekerasan simbolik terhadap perempuan.

Sudah saatnya tindak-tindak kekerasan terhadap perempuan sebagai tragedi kemanusiaan tidak hanya ditindak melalui proses hukum semata yang jelas-jelas merupakan tindakan kuratif, namun perlu langkah preventif sebagai langkah yang acapkali oleh para pejuang kesetaraan gender disebut dengan langkah gender strategik yang sifatnya jangka panjang dan  diwujudkan melalui internalisasi nilai yang dilakukan secara berkesinambungan. Proses internalisasi nilai yang bebas dari tindak kekerasan memerlukan sinergitas dari 4 konsentris pendidikan yakni keluarga, pemerintah, masyarakat dan media.

Lagu Bungan Sandat yang kini telah hadir di ruang-ruang publik melalui youtube, lomba karaoke saat perayaan ulang tahun hendaknya diparipurnakan dengan mengimplementasikan nilai yang terkandung di dalamnya. Mengingat menyanyikan lagu sebagai aktivitas bermusik bukan hanya sekedar menonjolkan kemerduan suara, penampilan penyanyi yang glamor, namun patut dipahami bahwa di dalam setiap syair lagu akan bermuatan ideologi. Dalam sistem ideologi akan ada proses mempertahankan hegemoni. Dalam kaitan ini kata-kata/bahasa bisa menjadi simbol yang dimitoskan untuk mempertahankan hegemoni (Utan Parlindungan, 2007).

Syair-syair dalam lagu Bungan Sandat bisa dijadikan alat untuk menghidupkan taksu alam, bahwasanya manusia bisa berkaca dari mahluk hidup yang ada di alam. Komponen biotik dan abiotik yang ada di alam bisa mengajarkan banyak hal kepada manusia, terutama prihal keteladanan, termasuk formula untuk membangun hubungan yang selaras dengan alam dan menjalin harmonisasi antar umat manusia tanpa sekat jenis kelamin.

Lagu sebagai alat propaganda secara historis telah terbukti dari kehadiran lagu genjer-genjer yang sangat populer di tahun 1960-an. Walaupun lagu akhirnya kandas menjadikan sebagai manuver politik saat itu, namun kehadirannya ternyata menguatkan keyakinan bahwa lagu mampu menciptakan suasan yang meradang bagi pendengarnya. Demikian halnya, kekuatan lagu Bungan Sandat sebagai wahana konstruksi gender untuk laki-laki dan perempuan adalah fakta. Kelebihan lagu ini harus diakui bukan hanya memberi penegasan pada konstruksi gender yang spesifik perempuan, namun juga memberi pesar inti tentang pentingnya membangun relasi dengan landasan saling mengasihi antar umat manusia.

Di era saat ini di mana lagu ini sangat mudah bisa di dengar di mana dan kapan saja melalui kecanggihan teknologi yang ada saat ini, secara otomatis punya posisi yang strategis dalam menebar kata yang kiranya akan mampu membius penikmat musiknya.

Dalam kaitan ini Utan Parlindungan (2007) mengatakan bahwa pada fase tertentu musik dapat diproyeksikan untuk memperlebar ruang gerak kesadaran politiik. Musik difungsikan sebagai stimulan-vibratorian = perangsang yang menggetarkan bagi pengejawantahan ragawi.

Menurut ben Anderson (2002), pendengar atau konsumen musik jauh lebih besar ketimbang kelas pembaca. Oleh karena itulah wacana konstruksi gender melalui alunan lagu memiliki taksu tersendiri dalam membangun kemapanan gender. Romantisme Lagu Bungan Sandat setidaknya bisa menjadi tandingan ditengah-tengah membanjirnya jingle-jingle asing yang meninabobokkan generasi muda dengan menjadikannya sebagai bagian gaya hidup yang menjauhkan dari identitas lokalnya. [T]

[][][]

BACA artikel lain tentang gender, perempuan dan lain-lain dari penulis LUH PUTU SENDRATARI

Mengeja Gender dalam Imajinasi Kota Singaraja : Sudut Pandang Pluralisme
Menapak Jejak Konsep Purusa-Pradana di Lereng Gunung Rawung
Nasi Kuning: Warisan Intangible | Pintu Akselerasi Perempuan Mewujudkan Mimpi Pemberdayaan
Tags: AA Made CakrabungaGenderibuLagu Pop Balipemberdayaan perempuanPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Harapan Kedamaian di Hari Ibu, Natal dan Tahun Baru

Next Post

Yang Terhubung: Ancaman dan Harapan | Catatan Pentas Kala Teater

Luh Putu Sendratari

Luh Putu Sendratari

Prof. Dr. Luh Putu Sendratari, M.Hum., guru besar bidang kajian budaya Undiksha Singaraja

Related Posts

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

Read moreDetails

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

Read moreDetails

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

Read moreDetails

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails
Next Post
Yang Terhubung: Ancaman dan Harapan | Catatan Pentas Kala Teater

Yang Terhubung: Ancaman dan Harapan | Catatan Pentas Kala Teater

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co