5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kita Kerap Lupa 1 Guru, Di Luar 4 Guru yang Kita Hormati

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
December 3, 2022
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

SETIAP 25 November diperingatilah guru-guru dalam peringatan Hari Guru. Sangat wajar pemerintah memberi penghargaan terhadap guru—profesi yang sangat mulia ini—dengan menghadiahkan hari yang istimewa demi mengingatkan kepada kita bahwa kita ada, dan bisa karena guru.

Guru memang profesi yang paling hebat, karena hanya guru-lah yang mampu menghasilkan orang-orang hebat, tapi orang-orang hebat belum tentu bisa menghasilkan guru. Begitu hebat dan mulianya seorang guru sampai-sampai dibuatkan sebuah lagu  “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”.

Ya, bener guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, karena perannya yang begitu besar terhadap kemajuan sebuah negara.

Di Jepang, negara yang saat ini menjadi negara yang sangat maju, pada akhir Perang Dunia II, sempat Jepang jatuh hancur lebur akibat bom Hiroshima dan Nagasaki. Saat itu Kaisar Hirohito bertanya “Berapa jumlah guru yang tersisa?”

Itu kalimat Kaisar Hirohito.

Jepang harus bangkit. Dan, untuk itu, Jepang tidak bisa mengandalkan kekuatan militer saja, tapi harus memajukan pendidikan. Untuk itulah Kaisar mengumpulkan guru-guru yang masih tersisa. Karena kepada guru-lah masa depan Jepang akan tertumpu.

Dari cerita itu, tentu bisa disimpulkan tanpa bantahan, bahwa profesi guru sangat fundamental perannya untuk kemajuan suatu negara.

Keyakinan saya sebagai umat Hindu, sangatlah yakin saya terhadap kemuliaan dan kesaktian guru. Untuk itulah saya selalu bhakti terhadap guru.

Sangat jelas disampaikan dalam kitab-kitab Hindu bahwa kita wajib bhakti terhadap guru-guru yang disebut dengan Catur Guru, yakni  4 guru yang wajib dihormati .

Pertama, Tuhan Yang Maha Esa disebut sebagai guru swadiaya. Kedua, pemerintah disebut sebagai guru wisesa. Ketiga, orang tua disebut Guru Rupaka. Dan, keempat, guru yang mendidik di sekolah disebut guru pengajian. Empat guru inilah wajib untuk kita hormati.

Di samping empat guru tersebut, bagi saya, ternyata ada satu guru yang sering dilupakan, tapi peranannya sangat besar dalam kehidupan kita, yakni Pengalaman. Ilmu yang didapat secara formal di bangku pendidikan akan disempurnakan oleh pengalaman.

Ada pernyataan yang kerap didengungkan, bahwa guru terbaik itu adalah pengalaman. Experience is the best teachers.

Kalau kita mau menyadari, bahwa sejatinya ilmu-ilmu yang kita pelajari, yang menjadi ilmu pengetahuan itu, adalah tulisan atau hasil karya dari pengalaman-pengalaman ilmuwan dulu, maka tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa pengalamanmu itulah kitab sucimu.

Berbicara masalah pengalaman, banyak orang yang dengan status pendidikan formal yang tidak tinggi, tapi sukses dalam bidangnya. Tentu saja kesuksesan itu karena pengalaman yang mengajarkannya. Dan ada orang berpendidikan formal tinggi tapi hidupnya tidak sukses, karena kurang pengalaman atau tidak mau belajar dari pengalaman.

Jadi sangat penting kita belajar dari pengalaman. Pengalaman yang baik dari orang lain bisa kita ikuti agar kita bisa ikut-ikutan baik, bahkan jadi lebih baik. Sedangkan pengalaman yang buruk dari orang, maupun dari diri kita sendiri,  penting juga sebagai pelajaran agar kita tidak mengalaminya dan tidak terulang lagi pengalaman buruk itu.

Seperti pepatah yang sering kita dengar “Hanya keledai bodoh yang jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya!” Kita tidak mau jadi keledai yang bodoh bukan?

Pengetahuan didapat tidak saja melalui dunia formal, tapi justru sering kita dapatkan dari dunia informal. Dan guru pun, bagi saya, s tidak saja kita temukan di dunia formal yaitu sekolah, tapi justru sering kita bertemu guru-guru di dunia informal, yaitu pada lingkungan kehidupan sehari-hari kita.

Pahlawan pendidikan kita Ki Hajar Dewantara, menyatakan “Di mana pun kamu berada itulah sekolahmu, dan ketemu sama siapa pun itulah gurumu “.

Hal itu memberi makna bahwa di mana pun kita ketemu sama orang, di situ pasti kita akan mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan berupa pengalaman dari orang itu.

 Guru sering dimaknai sebagai orang yang patut di-(Gu)gu dan di ti(RU), dan makna secara universal tanpa disadari sejatinya kita semua adalah guru. Guru untuk diri sendiri maupun guru untuk orang lain.

Untuk bisa kita disebut sebagai guru, maka ucapan dan perbuatan kita harus sejalan atau sesuai: apa yang dilakukan atau dikerjakan sesuai dengan apa yang diucapkan dan semuanya didasari atas niat atau pikiran yang baik.

Apa yang kita ucapkan akan membuat kita digugu, dan apa yang kita lakukan membuat kita  bisa di tiru

Selamat Hari Guru, semoga di Hari Guru ini kita bisa lebih memaknai nilai seorang guru untuk pegangan hidup kita sehari-hari yaitu jadi orang yang bisa di (GU)gu dan diti(RU). Menjadi GURU. [T]

[][][]

BACA KOLOM LAIN DARI DOKTER CAPUT

Buleleng: Dulu Maju, Kini Bisa Lebih Maju
Hari Raya Saraswati dan Pendidikan Kita Hari Ini
Budaya Perlakuan Plasenta, Kearifan Lokal Sarat Makna
Tags: Hari GuruHari Guru NasionalhinduPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Siswa SD 1 Tangguwisia Belajar Dalam Tenda, Kapolres Buleleng Mampir Beri Pesan-Pesan

Next Post

“Melempem” Adalah Musuh Paling Berbahaya

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails
Next Post
“Melempem” Adalah Musuh Paling Berbahaya

“Melempem” Adalah Musuh Paling Berbahaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co