24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kita Kerap Lupa 1 Guru, Di Luar 4 Guru yang Kita Hormati

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
December 3, 2022
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

SETIAP 25 November diperingatilah guru-guru dalam peringatan Hari Guru. Sangat wajar pemerintah memberi penghargaan terhadap guru—profesi yang sangat mulia ini—dengan menghadiahkan hari yang istimewa demi mengingatkan kepada kita bahwa kita ada, dan bisa karena guru.

Guru memang profesi yang paling hebat, karena hanya guru-lah yang mampu menghasilkan orang-orang hebat, tapi orang-orang hebat belum tentu bisa menghasilkan guru. Begitu hebat dan mulianya seorang guru sampai-sampai dibuatkan sebuah lagu  “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”.

Ya, bener guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, karena perannya yang begitu besar terhadap kemajuan sebuah negara.

Di Jepang, negara yang saat ini menjadi negara yang sangat maju, pada akhir Perang Dunia II, sempat Jepang jatuh hancur lebur akibat bom Hiroshima dan Nagasaki. Saat itu Kaisar Hirohito bertanya “Berapa jumlah guru yang tersisa?”

Itu kalimat Kaisar Hirohito.

Jepang harus bangkit. Dan, untuk itu, Jepang tidak bisa mengandalkan kekuatan militer saja, tapi harus memajukan pendidikan. Untuk itulah Kaisar mengumpulkan guru-guru yang masih tersisa. Karena kepada guru-lah masa depan Jepang akan tertumpu.

Dari cerita itu, tentu bisa disimpulkan tanpa bantahan, bahwa profesi guru sangat fundamental perannya untuk kemajuan suatu negara.

Keyakinan saya sebagai umat Hindu, sangatlah yakin saya terhadap kemuliaan dan kesaktian guru. Untuk itulah saya selalu bhakti terhadap guru.

Sangat jelas disampaikan dalam kitab-kitab Hindu bahwa kita wajib bhakti terhadap guru-guru yang disebut dengan Catur Guru, yakni  4 guru yang wajib dihormati .

Pertama, Tuhan Yang Maha Esa disebut sebagai guru swadiaya. Kedua, pemerintah disebut sebagai guru wisesa. Ketiga, orang tua disebut Guru Rupaka. Dan, keempat, guru yang mendidik di sekolah disebut guru pengajian. Empat guru inilah wajib untuk kita hormati.

Di samping empat guru tersebut, bagi saya, ternyata ada satu guru yang sering dilupakan, tapi peranannya sangat besar dalam kehidupan kita, yakni Pengalaman. Ilmu yang didapat secara formal di bangku pendidikan akan disempurnakan oleh pengalaman.

Ada pernyataan yang kerap didengungkan, bahwa guru terbaik itu adalah pengalaman. Experience is the best teachers.

Kalau kita mau menyadari, bahwa sejatinya ilmu-ilmu yang kita pelajari, yang menjadi ilmu pengetahuan itu, adalah tulisan atau hasil karya dari pengalaman-pengalaman ilmuwan dulu, maka tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa pengalamanmu itulah kitab sucimu.

Berbicara masalah pengalaman, banyak orang yang dengan status pendidikan formal yang tidak tinggi, tapi sukses dalam bidangnya. Tentu saja kesuksesan itu karena pengalaman yang mengajarkannya. Dan ada orang berpendidikan formal tinggi tapi hidupnya tidak sukses, karena kurang pengalaman atau tidak mau belajar dari pengalaman.

Jadi sangat penting kita belajar dari pengalaman. Pengalaman yang baik dari orang lain bisa kita ikuti agar kita bisa ikut-ikutan baik, bahkan jadi lebih baik. Sedangkan pengalaman yang buruk dari orang, maupun dari diri kita sendiri,  penting juga sebagai pelajaran agar kita tidak mengalaminya dan tidak terulang lagi pengalaman buruk itu.

Seperti pepatah yang sering kita dengar “Hanya keledai bodoh yang jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya!” Kita tidak mau jadi keledai yang bodoh bukan?

Pengetahuan didapat tidak saja melalui dunia formal, tapi justru sering kita dapatkan dari dunia informal. Dan guru pun, bagi saya, s tidak saja kita temukan di dunia formal yaitu sekolah, tapi justru sering kita bertemu guru-guru di dunia informal, yaitu pada lingkungan kehidupan sehari-hari kita.

Pahlawan pendidikan kita Ki Hajar Dewantara, menyatakan “Di mana pun kamu berada itulah sekolahmu, dan ketemu sama siapa pun itulah gurumu “.

Hal itu memberi makna bahwa di mana pun kita ketemu sama orang, di situ pasti kita akan mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan berupa pengalaman dari orang itu.

 Guru sering dimaknai sebagai orang yang patut di-(Gu)gu dan di ti(RU), dan makna secara universal tanpa disadari sejatinya kita semua adalah guru. Guru untuk diri sendiri maupun guru untuk orang lain.

Untuk bisa kita disebut sebagai guru, maka ucapan dan perbuatan kita harus sejalan atau sesuai: apa yang dilakukan atau dikerjakan sesuai dengan apa yang diucapkan dan semuanya didasari atas niat atau pikiran yang baik.

Apa yang kita ucapkan akan membuat kita digugu, dan apa yang kita lakukan membuat kita  bisa di tiru

Selamat Hari Guru, semoga di Hari Guru ini kita bisa lebih memaknai nilai seorang guru untuk pegangan hidup kita sehari-hari yaitu jadi orang yang bisa di (GU)gu dan diti(RU). Menjadi GURU. [T]

[][][]

BACA KOLOM LAIN DARI DOKTER CAPUT

Buleleng: Dulu Maju, Kini Bisa Lebih Maju
Hari Raya Saraswati dan Pendidikan Kita Hari Ini
Budaya Perlakuan Plasenta, Kearifan Lokal Sarat Makna
Tags: Hari GuruHari Guru NasionalhinduPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Siswa SD 1 Tangguwisia Belajar Dalam Tenda, Kapolres Buleleng Mampir Beri Pesan-Pesan

Next Post

“Melempem” Adalah Musuh Paling Berbahaya

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
0
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

Read moreDetails

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

by Angga Wijaya
August 24, 2026
0
Telenovela

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

Read moreDetails

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails
Next Post
“Melempem” Adalah Musuh Paling Berbahaya

“Melempem” Adalah Musuh Paling Berbahaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 23, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co