2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Melempem” Adalah Musuh Paling Berbahaya

Putu Susila Darma by Putu Susila Darma
December 3, 2022
in Esai
“Melempem” Adalah Musuh Paling Berbahaya

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

 “Penemuan terbesar sepanjang masa adalah bahwa seseorang dapat mengubah masa depannya hanya dengan mengubah sikapnya” –Oprah Winfrey

SUKSES hanya dapat tumbuh dari kegagalan.Benjamin Disraeli, mantan Perdana Menteri Inggris mengatakan, “Semua keberhasilan saya telah dibangun di atas kegagalan saya.”

Memang, kegagalan adalah titik kritis ketika seseorang berada di jalan menuju kesuksesan. Tanpa kegagalan, kita sebagai manusia tidak belajar dan gerakan kita menuju kesuksesan menjadi stagnan. Biarkan kegagalan membimbing Anda menuju kesuksesan bukan menjadi titik berhenti Anda.

Hikmah apa yang dapat Anda jadikan ilham dari pernyataan itu? Jangan hanya karena takut gagal Anda berhenti mengambil keputusan yang menantang. Fokuslah jika kita ingin meraih sesuatu yang kita harapkan dengan benar dan tuntas, serta jangan pernah berhenti.

Ketika saya menulis kata melempem sebagai suatu tindakan yang berbahaya, saya teringat dengan para pakar kesuksesan yang sering lantang berbicara, “Keluarlah dari zona nyaman”.

Pernyataan itu sangat benar. Keluar dari zona nyaman artinya Anda harus melakukan tindakan dan berbuat kebiasaan-kebiasaan baru dalam hidup Anda. Kebiasaan tidak baik yang sudah mendarah daging dalam diri Anda harus di redesain kembali menjadi lebih baik dari sebelumnya. kalau tidak, Anda hanya akan bertahan nyaman sementara dan akan rusak selamnya.

Bagaimana melatih pikiran Anda untuk dapat keluar dari zona nyaman? Salah satu cara adalah membaca buku. Mengubah kebiasaan-kebiasaan dengan membaca buku. Dengan membaca buku, pikiran-pikiran kering, kalut dan kusam akan tersingkir. Pikiran berangsur-angsur pulih dan munculah gairah baru dalam kehidupan.

Mulai sekarang beranilah untuk tinggalkan zona nyaman Anda. Hal ini memang sangat berlaku dalam seluruh aspek kehidupan untuk meraih sukses termasuk sukses secara finansial.

Belajarlah untuk keluar dari zona nyaman sedikit demi sedikit, berusahalah untuk melakukan hal-hal hebat yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya. Zona nyaman adalah keadaan yang paling disukai banyak orang, namun bisakah kita merenungkan kembali pertanyaan dari Satenig St. Marie.

Ia bertanya apakah kita bersedia mengorbankan sesuatu yang kita sukai untuk melakukan sesuatu yang harus kita lakukan? Jawaban Anda pastilah harus. Sukses itu adalah akumulasi dari usaha-usaha kecil. Jika kita hanya duduk diam dengan berteori saja belum tentu apa yang kita pikirkan akan berhasil. Sukses adalah praktik langsung.  

Selama ini Anda terlalu asyik ada di zona nyaman. Anda hanyalah sibuk bergelut dengan pencarian informasi lowongan sana-sini, makan, minum tanpa memikirkan kapan waktunya berinvestasi, nonton TV berjam-jam, Fb-an, Main game COC, dan tidur-tiduran. Sehingga Anda tidak sadar bahwa kegiatan seperti itu dapat membuat kualitas otak Anda kurang prima dan menurun.

Tentu tidak sadar bukan? Itulah akibat, jika semua pelajaran yang Anda dapat selama di bangku kuliah terlupakan begitu saja! Ini adalah sikap melempem, ini adalah bentuk sikap yang berada pada bagian zona nyaman.

Walaupun Anda telah berusaha untuk keluar dari zona nyaman melalui belajar, membaca, menonton video itu juga tidak akan pasti berhasil. Kalau buku atau sumber belajar yang Anda pegang ditangan hanya buku-buku kurang berkualitas atau tidak sesuai dengan buku penunjang karir Anda.

Saya menyadari sebagai manusia juga butuh hiburan. Namun Anda semestinya melakukan keseimbangan antara membaca buku yang membuat Anda tertawa dan membuat Anda maju dan berkembang terus.

Begitu juga yang membaca buku-buku berkualitas pun belum tentu akan berhasil karena mereka belajarnya sepotong-sepotong. Bukan salah bukunya, tapi salah Anda sendiri.

Seperti pendapat Prof. Rhenald Kasali dalam makalahnya yang berjudul tantangan Indonesia dalam Abad 21 yang mengatakan bahwa masyarakat kita saat ini cenderung hanya mampu memahami kalimat-kalimat pendek tanpa memahami isi tulisan secara menyeluruh sehingga diperolehlah pemahaman yang tidak utuh juga.

Aktivitas membaca juga masih sering kita tempatkan sebagai kebutuhan tingkat kesekian dalam kehidupan sehari-hari. Kita ketahui cerita berbeda datang dari orang-orang yang sudah menggenggam kesuksesan di bidangnya ialah karena banyaknya membaca. Tidak seperti kita yang sering merasa kekurangan waktu untuk membaca, namun mereka justru menyempatkan waktu untuk membaca demi menambah ilmu pengetahuan.

Kalaupun kegiatan membaca ini dilakukan, kita cenderung hanya mampu memahami kalimat-kalimat pendek dalam bacaan tanpa bersungguh-sungguh memahami maksud yang disampaikan penulis.

Jika Anda sekarang tidak keluar dari kebiasaan ini. Dari zona nyaman ini, maka macetlah jalan sukses Anda. Sekali lagi sikap melempem ini akan menghancurkan kesuksesan pribadi Anda. Anda sadar, banyak yang telah mengetahui hidupnya bisa berubah kearah yang lebih baik, tetapi mereka tetap saja lebih memilih untuk asyik di depan layar TV sambil menikmati tayangan-tayangan yang menggelikan.

Apakah Anda masih ingat ancaman pemerintah terhadap para Profesor yang tidak produktif? Sikap ini terjadi karena ada Profesor yang selama empat tahun tidak ada karya yang dipublikasikan, namun tunjangan sertifikasi, dan tunjangan kehormatan tetap dinikmati (Bali Post, 04/01/2017).

Ini artinya jika seorang Profesor pun tetap melempem dengan sikapnya, maka bersiaplah mengahadapi ketegasan aturan yang ada.

Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2006 juga menemukan bahwa, masyarakat kita belum menjadikan kegiatan membaca sebagai sumber utama mendapatkan informasi. Padahal membaca buku adalah salah satu cara kita untuk membuka wawasan ketika harus keluar dari zona nyaman.

Data BPS memperlihatkan sebanyak 85,9% orang lebih banyak tertarik dan memilih untuk menonton TV dan 40,3% mendengarkan radio, serta 23,5% membaca Koran. Ini artinya generasi kita dalam keadaan berbahaya.

Apakah saya bukan tife pribadi yang pemalas? Dulunya iya, saya harus akui itu secara jujur. Pada akhirnya saya mulai sadar bahwa menjadi pribadi yang “melempem” itu tidak akan mengubah seluruh hidup saya seperti sekarang. Sikap itu dulunya menjadikan saya belum memiliki rumah sebagai tempat tinggal padahal sudah usia pernikahan, zona nyaman itu menjadikan saya tertimbun dalam lubang financial yang berantakan.

Benar-benar terasa miskin, frustasi, dan benar-benar merasa mejadi pengangguran yang tidak berguna. Sekali lagi,, bukannya tidak boleh melakukan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan gaya hidup, tentu itu boleh dilakukan karena semua itu merupakan bagian dari kebutuhan manusia.

Akan tetapi ada suatu hal lebih yang bisa kamu lakukan di sela-sela waktu kesibukan Anda yaitu melakukan hal-hal yang kreatif, menjadi pribadi yang produktif, dan mengembangkan diri untuk menjadi individu yang berguna bagi masyarakat.

Jalankan kegiatan yang bisa Anda lakukan agar otak tidak melempem dan tetap dalam kondisi fresh. Mulai sekarang biasakan membaca, baik itu novel, komik, ensiklopedia, berita di Koran dan media lainnya. Manfaat dari membaca buku, selain untuk membuat otak Anda semakin terasah. Aktivitas baca juga akan menambah wawasan serta daya imajinasi Anda. Dengan membaca, sel-sel otak akan kembali aktif dan menyusun kembali memori-memori yang pernah Anda alami.

Membaca juga dapat menyeimbangkan kondisi otak kanan dan otak kiri Anda. Tidak harus setiap hari penuh, cukup dengan 1 jam saja dalam sehari satu buku sudah cukup untuk mengasah otak Anda.

Jika dirasa buku di rumah telah habis, tidak usah pusing-pusing, Anda masih bisa mengunjungi perpustakaan umum yang ada di kota Anda atau dengan meminjam buku seorang teman. Jika tidak ada perpustakaan Anda masih bisa mencari sejuta informasi yang ada di Internet sana, tapi selalu diingat untuk membaca dalam kondisi yang dianjurkan, seperti membaca dalam tempat yang cukup cahaya dan sambil duduk bukan tiduran.

Disela-sela waktu senggang, berilah waktu untuk berkomunikasi dengan tetangga, teman, dan keluarga Anda. Aktivitas mencari pekerjaan tidak menuntut Anda untuk berleha-leha di rumah dan menunggu hingga hasil panggilan wawancara.

Cobalah keluar dan sapalah tetangga Anda atau main kerumah teman Anda. Aktivitas seperti ini tentu akan melatih otak Anda dalam segi berkomunikasi, karena pada dasarnya ilmu komunikasi merupakan ilmu yang tidak bisa disepelekan begitu saja. Anda juga bisa menceritakan keluh kesah Anda kepada mereka, siapa tahu mereka punya info lowongan baru atau punya akses jaringan pemberi kerja baru untuk Anda.

Ikutilah kursus yang disenangi untuk tetap menjaga otak Anda dalam Kondisi Prima. Kursus Anda tidak harus berbayar untuk meningkatkan keahlian yang Anda punya.

Kursus Anda akan berguna untuk menambah skill yang Anda punya, ikut kursus seperti ini juga akan membuat otak Anda dalam move on lagi. Misalkan Anda tertarik untuk ikut kursus menulis, maka ikutilah. Setelah itu, cobalah untuk belajar menulis apapun yang Anda senangi kedalam bentuk artikel atau buku.

Sikap yang melempem jauh lebih buruk daripada tindakan Anda yang pergi meninggalkan rumah bersama teman-teman terbaik Anda untuk jalan-jalan ke pegunungan, sawah, laut, dan danau-danau yang penuh dengan ikan-ikan. Anda tak harus pergi ke mall. Karena itu bisa menghabiskan tabungan yang telah Anda simpan.

Jelajahlah wisata alam, tempat indah seperti itu, akan bermanfaat untuk otak Anda. Nuansa alam itu akan menjadikan jiwa Anda serta kondisi emosional Anda masuk dalam kondisi lebih tenang, karena tempat-tempat seperti ini menghadirkan aura positif yang akan terpancar dalam diri.

Bergeraklah ke arah yang Anda cita-citakan. Jauhkan diri dari sikap melempem yang sedikitpun tidak akan memberi arti apa-apa dalam hidup Anda.[T]

Post Pandemic Effect: Rendahnya Literasi Siswa
Literasi di Tempat Rekreasi
Tanamkan Nilai-Nilai Anti Korupsi Melalui Integritas dan Literasi
Tags: gaya hidupkiat suksesLiterasiPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kita Kerap Lupa 1 Guru, Di Luar 4 Guru yang Kita Hormati

Next Post

Improvisasi Tokoh 1 | Cerpen Nyoman Sukaya Sukawati

Putu Susila Darma

Putu Susila Darma

Bernama lengkap I Putu Susila Darma. Magister Pendidikan Dasar yang lahir di Patas Gerokgak, Buleleng. Tinggal di Singaraja, Bali

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Improvisasi Tokoh 1 | Cerpen Nyoman Sukaya Sukawati

Improvisasi Tokoh 1 | Cerpen Nyoman Sukaya Sukawati

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co