4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tanamkan Nilai-Nilai Anti Korupsi Melalui Integritas dan Literasi

Juli Sastrawan by Juli Sastrawan
February 2, 2018
in Opini

Literasi Anak Bangsa

 

BICARA soal pemberantasan korupsi yang pertama teringat adalah sebuah hal yang berat dan menyeramkan. Padahal sebetulnya tidak, persoalan pemberantasan korupsi tidak hanya bisa dilakukan oleh penegak hukum, apalagi pahlawan super. Setiap lapisan masyarakat pun sebetulnya mampu untuk berkontribusi lebih untuk terjun dalam setiap aksinya. Terjun dalam hal semacam korupsi ini adalah sebuah perjalanan yang menantang dan penuh perjuangan.

Tentu, seorang pejuang mesti berbekal kemauan, tekad dan strategi sesuai potensi dan minatnya masing-masing. Jika kita memiliki harapan untuk negara ini tentu kita tidak bisa bersikap apatis, tidak hirau apa yang terjadi, apalagi terkesan mengiyakan apa yang sudah pelaku korupsi ambil dari kita sebagai warga dari sebuah negara yang kaya raya.

Indonesia adalah negara kaya dengan penduduk dan budaya yang beragam. Untuk bahasa saja di Indonesia terdapat 746 bahasa daerah. Untuk keanekaragaman hayati yang dilansir dari Tempo pada tahun 2014, di Indonesia terdapat sekitar 300 ribu atau 17% dari total jumlah satwa liar dunia. Diantaranya 1539 jenis burung dan 515 jenis mamalia. Dengan kata lain, Indonesia menjadi habitat bagi satwa endemik yang sangat banyak.

Dalam sektor perikanan dan hayati, Indonesia merupakan produsen ikan terbesar di dunia. Ini meliputi 4,4 juta ton di wilayah tangkap perairan Indonesia dan 1,8 juta ton berada di perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Tidak hanya itu, Indonesia juga kaya dengan potensi minyak buminya. Indonesia berada di posisi ke-25 dalam daftar negara dengan potensi minyak bumi terbesar di dunia. Laman lpli.org pernah melansir soal tambang, dan Indonesia juga memiliki potensi pada tambang emas. Cadangan emas Indonesia berkisar 2,3% dari total cadangan emas dunia.

Lalu dengan kekayaan di atas, kenapa Indonesia masih miskin? Tingkat pendidikan Indonesia dan angka putus sekolah masih memprihatinkan. Daya saing lemah dalam dunia perdagangan. Angka pengangguran dan kriminalitas masih tinggi. Bukankah ini adalah sebuah paradox besar? Indonesia memiliki kekayaan alam dan potensi-potensi yang begitu luar biasa, namun perekenomian tetap saja terpuruk.

Kita memang harus mengutuk korupsi. Korupsi adalah penyebab utamanya. Ibarat efek domino, korupsi adalah ujung terpuruknya beragam persoalan di Indonesia. Tak ada orang lain yang dirugikan selain kita. Iya, aku, kamu dan kita, warga Indonesia.

Tentu akan berbeda jika kerugian negara ditanggung oleh pelaku korupsi/koruptor itu sendiri. Karena nyatanya yang terjadi adalah kerugian akibat tindak pidana korupsi ini tidak dibebankan seluruhnya kepada pelaku yang terbukti bersalah, namun juga pada negara. Tak jarang hakim menjatuhkan hukuman lebih rendah dari tuntutan jaksa, baik hukuman maupun denda untuk mengganti kerugian negara akibat perbuatan yang dilakukannya.

Lalu apa yang bisa kita lakukan jika kita sudah tahu kalau pemberantasan korupsi adalah sebuah pilihan yang penting? Tentu, diam dan mengikuti arus bukanlah sebuah pilihan jika kita memang menghendaki Indonesia ini menjadi negara makmur dan sejahtera, yang tidak hanya utopia.

Ikut ambil andil dalam pemberantasan korupsi merupakan sebuah perjalanan yang menantang. Melakukannya dengan minat atau passion akan membawa kita ke dalam sebuah perjuangan yang begitu menyenangkan, karena kita melakukannya dengan passion atau gairah. Penanaman nilai-nilai anti korupsi bisa dicapai melalui melalui sikap yang berintegritas dan juga literasi.

Secara umum, integritas dapat diartikan bersatunya ucapan dengan perbuatan. Masyarakat Bali mengenal Satya Wacana dan Satya Laksana, atau setia pada kata-kata maupun ucapan dan setia pada perbuatan. Jika ucapan mengatakan anti korupsi, maka begitu pun perbuatan.

Sebagaimana pengertian literasi yang dikemukakan National Institute for Literacy (NIFL), Literasi adalah kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat. Kegiatan literasi tidak hanya membaca dan menulis, tetapi berkreasi dengan lagu, musik dan juga mencurahkan gagasan dalam proses diskusi.

Ada banyak jenis literasi, mulai dari literasi media, literasi dasar, literasi lingkungan dan lain sebagainya. Penanaman anti korupsi bisa dilakukan dari hal-hal kecil dalam keseharian, seperti berlatih untuk berintegritas melalui literasi lingkungan. Salah satunya peduli terhadap lingkungan atau hal-hal kecil di sekeliling kita. Berlaku hidup bersih dan tidak membuang sampah sembarangan adalah contohnya.

Bagaimana kita bisa bicara soal korupsi yang masif jika keinginan untuk melakukan pelanggaran yang sifatnya kecil saja kita tak mampu atasi. Integritas mesti dilatih sejak dini dengan cara-cara yang tidak membosankan, bukan dengan menggurui tapi dengan pemberian contoh.

Pemberian contoh adalah cara yang terbaik. Indonesia merupakan bangsa yang paternalistic atau masyarakat yang membutuhkan teladan dari sosok pemimpin atau tokoh di pelbagai tingkatan, mulai dari tingkat keluarga hingga tingkatan negara. Dari teladan itulah anak-anak maupun masyarakat belajar entah sikap ataupun cara pemikirannya. Pemberian contoh berintegritas bisa dilakukan dengan menjadi model itu sendiri.

Tidak hanya itu, membaca dan belajar dari buku juga perlu. Banyak contoh buku cerita yang memberikan anak-anak gambaran nilai-nilai antikorupsi seperti sikap jujur, berani, bertanggung dan banyak lagi dari setiap tokoh ceritanya. Hal semacam ini akan anak-anak anggap sebagai contoh yang baik. Dari tokoh cerita anak-anak akan belajar banyak hal, kelakuan yang patut mereka tiru dan amalkan. Semakin sering ditanamkan sikap integritas tersebut, semakin baik nanti hasil yang akan didapatkan ketika mereka telah dewasa. Disinilah peran literasi sangat perlu.

Jika sudah ditanamkan, tumbuh dan berkembang, maka sikap dan nilai-nilai anti korupsi seperti kejujuran, kesederhanaan, berani, dan bertanggung jawab akan mengakar dan mekar dalam setiap taman kehidupan. (T)

Catatan: Esai ini peserta Lomba Festival Anti Korupsi Bali 2017

Tags: Festival Anti Korupsi BaliKorupsiLiterasi
Share6TweetSendShareSend
Previous Post

Saya Yakin Brasil Juara, Asalkan Tim Lain Tak Dihadiahi Poin Gratis

Next Post

Seniman Melawan Korupsi

Juli Sastrawan

Juli Sastrawan

Pengajar, penggiat literasi, sastrawan kw 5, pustakawan di komunitas Literasi Anak Bangsa

Related Posts

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails
Next Post

Seniman Melawan Korupsi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co