14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tanamkan Nilai-Nilai Anti Korupsi Melalui Integritas dan Literasi

Juli Sastrawan by Juli Sastrawan
February 2, 2018
in Opini

Literasi Anak Bangsa

 

BICARA soal pemberantasan korupsi yang pertama teringat adalah sebuah hal yang berat dan menyeramkan. Padahal sebetulnya tidak, persoalan pemberantasan korupsi tidak hanya bisa dilakukan oleh penegak hukum, apalagi pahlawan super. Setiap lapisan masyarakat pun sebetulnya mampu untuk berkontribusi lebih untuk terjun dalam setiap aksinya. Terjun dalam hal semacam korupsi ini adalah sebuah perjalanan yang menantang dan penuh perjuangan.

Tentu, seorang pejuang mesti berbekal kemauan, tekad dan strategi sesuai potensi dan minatnya masing-masing. Jika kita memiliki harapan untuk negara ini tentu kita tidak bisa bersikap apatis, tidak hirau apa yang terjadi, apalagi terkesan mengiyakan apa yang sudah pelaku korupsi ambil dari kita sebagai warga dari sebuah negara yang kaya raya.

Indonesia adalah negara kaya dengan penduduk dan budaya yang beragam. Untuk bahasa saja di Indonesia terdapat 746 bahasa daerah. Untuk keanekaragaman hayati yang dilansir dari Tempo pada tahun 2014, di Indonesia terdapat sekitar 300 ribu atau 17% dari total jumlah satwa liar dunia. Diantaranya 1539 jenis burung dan 515 jenis mamalia. Dengan kata lain, Indonesia menjadi habitat bagi satwa endemik yang sangat banyak.

Dalam sektor perikanan dan hayati, Indonesia merupakan produsen ikan terbesar di dunia. Ini meliputi 4,4 juta ton di wilayah tangkap perairan Indonesia dan 1,8 juta ton berada di perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Tidak hanya itu, Indonesia juga kaya dengan potensi minyak buminya. Indonesia berada di posisi ke-25 dalam daftar negara dengan potensi minyak bumi terbesar di dunia. Laman lpli.org pernah melansir soal tambang, dan Indonesia juga memiliki potensi pada tambang emas. Cadangan emas Indonesia berkisar 2,3% dari total cadangan emas dunia.

Lalu dengan kekayaan di atas, kenapa Indonesia masih miskin? Tingkat pendidikan Indonesia dan angka putus sekolah masih memprihatinkan. Daya saing lemah dalam dunia perdagangan. Angka pengangguran dan kriminalitas masih tinggi. Bukankah ini adalah sebuah paradox besar? Indonesia memiliki kekayaan alam dan potensi-potensi yang begitu luar biasa, namun perekenomian tetap saja terpuruk.

Kita memang harus mengutuk korupsi. Korupsi adalah penyebab utamanya. Ibarat efek domino, korupsi adalah ujung terpuruknya beragam persoalan di Indonesia. Tak ada orang lain yang dirugikan selain kita. Iya, aku, kamu dan kita, warga Indonesia.

Tentu akan berbeda jika kerugian negara ditanggung oleh pelaku korupsi/koruptor itu sendiri. Karena nyatanya yang terjadi adalah kerugian akibat tindak pidana korupsi ini tidak dibebankan seluruhnya kepada pelaku yang terbukti bersalah, namun juga pada negara. Tak jarang hakim menjatuhkan hukuman lebih rendah dari tuntutan jaksa, baik hukuman maupun denda untuk mengganti kerugian negara akibat perbuatan yang dilakukannya.

Lalu apa yang bisa kita lakukan jika kita sudah tahu kalau pemberantasan korupsi adalah sebuah pilihan yang penting? Tentu, diam dan mengikuti arus bukanlah sebuah pilihan jika kita memang menghendaki Indonesia ini menjadi negara makmur dan sejahtera, yang tidak hanya utopia.

Ikut ambil andil dalam pemberantasan korupsi merupakan sebuah perjalanan yang menantang. Melakukannya dengan minat atau passion akan membawa kita ke dalam sebuah perjuangan yang begitu menyenangkan, karena kita melakukannya dengan passion atau gairah. Penanaman nilai-nilai anti korupsi bisa dicapai melalui melalui sikap yang berintegritas dan juga literasi.

Secara umum, integritas dapat diartikan bersatunya ucapan dengan perbuatan. Masyarakat Bali mengenal Satya Wacana dan Satya Laksana, atau setia pada kata-kata maupun ucapan dan setia pada perbuatan. Jika ucapan mengatakan anti korupsi, maka begitu pun perbuatan.

Sebagaimana pengertian literasi yang dikemukakan National Institute for Literacy (NIFL), Literasi adalah kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat. Kegiatan literasi tidak hanya membaca dan menulis, tetapi berkreasi dengan lagu, musik dan juga mencurahkan gagasan dalam proses diskusi.

Ada banyak jenis literasi, mulai dari literasi media, literasi dasar, literasi lingkungan dan lain sebagainya. Penanaman anti korupsi bisa dilakukan dari hal-hal kecil dalam keseharian, seperti berlatih untuk berintegritas melalui literasi lingkungan. Salah satunya peduli terhadap lingkungan atau hal-hal kecil di sekeliling kita. Berlaku hidup bersih dan tidak membuang sampah sembarangan adalah contohnya.

Bagaimana kita bisa bicara soal korupsi yang masif jika keinginan untuk melakukan pelanggaran yang sifatnya kecil saja kita tak mampu atasi. Integritas mesti dilatih sejak dini dengan cara-cara yang tidak membosankan, bukan dengan menggurui tapi dengan pemberian contoh.

Pemberian contoh adalah cara yang terbaik. Indonesia merupakan bangsa yang paternalistic atau masyarakat yang membutuhkan teladan dari sosok pemimpin atau tokoh di pelbagai tingkatan, mulai dari tingkat keluarga hingga tingkatan negara. Dari teladan itulah anak-anak maupun masyarakat belajar entah sikap ataupun cara pemikirannya. Pemberian contoh berintegritas bisa dilakukan dengan menjadi model itu sendiri.

Tidak hanya itu, membaca dan belajar dari buku juga perlu. Banyak contoh buku cerita yang memberikan anak-anak gambaran nilai-nilai antikorupsi seperti sikap jujur, berani, bertanggung dan banyak lagi dari setiap tokoh ceritanya. Hal semacam ini akan anak-anak anggap sebagai contoh yang baik. Dari tokoh cerita anak-anak akan belajar banyak hal, kelakuan yang patut mereka tiru dan amalkan. Semakin sering ditanamkan sikap integritas tersebut, semakin baik nanti hasil yang akan didapatkan ketika mereka telah dewasa. Disinilah peran literasi sangat perlu.

Jika sudah ditanamkan, tumbuh dan berkembang, maka sikap dan nilai-nilai anti korupsi seperti kejujuran, kesederhanaan, berani, dan bertanggung jawab akan mengakar dan mekar dalam setiap taman kehidupan. (T)

Catatan: Esai ini peserta Lomba Festival Anti Korupsi Bali 2017

Tags: Festival Anti Korupsi BaliKorupsiLiterasi
Share6TweetSendShareSend
Previous Post

Saya Yakin Brasil Juara, Asalkan Tim Lain Tak Dihadiahi Poin Gratis

Next Post

Seniman Melawan Korupsi

Juli Sastrawan

Juli Sastrawan

Pengajar, penggiat literasi, sastrawan kw 5, pustakawan di komunitas Literasi Anak Bangsa

Related Posts

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

Read moreDetails

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

Read moreDetails

Tanah Dijual, Adat Ditinggal —Alarm Krisis Tanah Bali di Tengah Arus Investasi

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MASYARAKAT Bali sejatinya tidak kekurangan aturan untuk menjaga tanahnya yang kerap diuji , justru adalah keteguhan untuk mempertahankannya. Di tengah...

Read moreDetails

BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

by I Gede Joni Suhartawan
April 13, 2026
0
BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

BEGINILAH sebuah paradoks yang dilakoni Bali ketika berada di jagat politik anggaran Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta: Bali adalah si...

Read moreDetails

BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

by I Gede Joni Suhartawan
April 12, 2026
0
BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

BELAKANGAN ini, wajah politik di Bali tampak tidak sedang baik-baik saja. Jika kita jeli membaca arah angin dari Jakarta, ada...

Read moreDetails

Singkong dan Dosa Orde Baru

by Jaswanto
April 9, 2026
0
Singkong dan Dosa Orde Baru

RASANYA gurih, meski hanya dibubuhi garam. Teksturnya lembut sekaligus sedikit lengket di lidah. Tampilannya sederhana saja, mencerminkan masyarakat yang mengolah...

Read moreDetails

Rekonstruksi Status Tanah ‘Ex Eigendom Verponding’: Antara Legalitas Formal dan Penguasaan Fisik dalam Perspektif Keadilan Agraria

by I Made Pria Dharsana
April 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH bekas hak barat berupa eigendom verponding menyisakan persoalan hukum yang tidak pernah sepenuhnya selesai sejak berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria....

Read moreDetails
Next Post

Seniman Melawan Korupsi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co