20 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

I Gede Sena Putrawan by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
in Opini
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

Kawasan titik nol Kota Singaraja | Foto: Diskominfo Buleleng

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya masih dalam tahap sayembara, tetapi publik mengenalnya dengan nama “titik nol Singaraja”. Sebuah kawasan pemerintahan yang direnovasi sedemikian rupa untuk mengembalikan arsitektur dan sentuhan Buleleng masa lampau.

Disamping dari perdebatan yang muncul tentang prioritas alokasi anggaran dalam pembangunannya, proyek yang memberikan nuansa Malioboro ini faktanya memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan. Uniknya, daya tarik tersebut lahir jauh sebelum proyek pembangunannya rampung secara keseluruhan.

Tingginya daya tarik akan titik nol ditandai dengan meningkatnya volume keramaian pada area tersebut, utamanya pada sore hari. Banyak masyarakat yang berkumpul di trotoar yang mengelilingi tugu Singa Ambara Raja itu. Ada yang sekedar duduk menikmati sore, ada yang mengambil gambar, hingga ada yang mengiringi sore dengan alunan musik yang menambah syahdu suasana.

Sebagai seorang mahasiswa ekonomi, hadir dan berinteraksi di lokasi tersebut bukan hanya membuat saya menikmati suasananya, tetapi juga membuat saya mengaitkan banyak hal yang ditemui kepada teori-teori ekonomi yang dipelajari di kelas. Dengan berbekal 4 semester yang telah saya lalui, pikiran saya secara tidak sengaja menemukan sebuah potensi ekonomi yang terbuang dan bahkan tidak banyak diperbincankan tentang proyek ini.

Hal yang memantik ketertarikan saya untuk berpikir adalah keramaian yang ada di kawasan tersebut. Dalam ekonomi publik, keramaian yang dihasilkan oleh suatu proyek pembangunan, khususnya barang publik dapat dikategorikan sebagai eksternalitas. Dalam konteks ini, keramaian dapat masuk dalam 2 kategori sekaligus. Kategori pertama adalah eksternalitas negatif, yakni kondisi ketika keramaian tersebut menimbulkan kemacetan dan sampah yang berserakan. Kategori kedua adalah eksternalitas positif, yakni ketika keramaian tersebut dimanfaatkan untuk memutar roda perekonomian.

Kawasan Titik Nol Kota Singaraja | Sumber foto: bisnis.com

Dalam pengamatan saya, eksternalitas negatif sangat terlihat jelas pada awal-awal kawasan tersebut dipadati pengunjung. Banyak yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan. Namun, respon cepat dalam mengerahkan dinas perhubungan serta membuka lahan-lahan parkir, seperti pada area makam pahlawan sudah cukup dalam mengatasi permasalahan ini.

Di sisi lain, respon cepat tidak saya lihat dalam konteks potensi eksternalitas positif. Dalam analisis saya, jika keramaian pada titik nol ingin ditransformasikan menjadi eksternalitas positif, maka diperlukan sebuah langkah untuk menyediakan wadah bagi keramaian tersebut dalam memutar roda perekonomian. Dan solusinya dapat berupa penyediaan UMKM di sekitar area tersebut, khususnya pada lapangan di dalam area rumah jabatan.

Meski saat saya datang kesana belum terdapat satu pun UMKM, dalam beberapa kanal berita sudah pernah disampaikan rencana untuk membuat wadah bagi UMKM dalam kawasan tersebut pada rangkaian Buleleng Festival. Rencana tersebut juga patut diapresiasi. Namun, melihat adanya keramaian yang muncul lebih cepat, rasanya potensi perputaran ekonomi sayang untuk tidak dimanfaatkan dengan baik.

Kondisi belum optimalnya pemanfaatan potensi perputaran ekonomi ini mengingatkan saya pada konsep dasar ekonomi berikutnya, yakni opportunity cost (biaya peluang). Konsep ini menjelaskan bahwa setiap keputusan yang diambil dalam ekonomi, akan selalu ada peluang yang harus dikorbankan. Peluang yang dikorbankan itu tidak harus dalam bentuk nominal, tetapi juga perputaran ekonomi yang menguap setiap sore, seperti dalam konteks ini.

Melihat kondisi tersebut, terbesit pertanyaan besar dalam benak saya “Mengapa pemerintah tidak memberikan ruang saja kepada para UMKM?”

Setelah berpikir beberapa saat, hipotesis yang menurut saya bisa diangkat untuk menjawab pertanyaan tersebut berpijak pada sebuah teori dalam ekonomi kelembagaan, yakni Institutional Lag. Teori ini menjelaskan bahwa perubahan yang terjadi sangat cepat di lapangan tidak bisa diikuti dengan kecepatan yang sama oleh regulasi serta birokrasi . Dalam konteks ini, keramaian di lapangan ternyata lebih cepat muncul, bahkan sebelum proyeknya rampung. Kecepatan tersebut tentu sulit untuk diikuti oleh lahirnya kebijakan penyediaan UMKM saat ini.

Kawasan Titik Nol Kota Singaraja | Dok. pribadi

Keterlambatan itu tidak lain karena proses pengambilan kebijakan yang panjang dan adanya birokrasi yang sulit. Pemerintah tidak bisa menyusun kebijakan dengan sangat cepat karena tentu ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan, mulai dari penyediaan tempat, pencarian mitra, hingga yang terpenting kebersihan. Selain itu, birokrasi mengharuskan adanya keperluan administratif, perencanaan, hingga koordinasi antar institusi yang juga membuat pengambilan kebijakan menjadi lambat. Pada akhirnya dampak dari adanya Institutional lag ini adalah realisasi yang menunggu momentum seremonial, seperti Buleleng Festival saja. 

Setelah memikirkan hal ini, muncul kesadaran dalam diri saya bahwa kebijakan publik di sekitar kita sering kali masih bersifat reaktif dalam jangka panjang dan belum bisa adaptif dalam jangka pendek. Dalam disiplin ekonomi,lambatnya kebijakan publik bisa saja menghasilkan Opportunity Cost yang bahkan leih besar daripada ini ketika kondisinya berbeda.

Berdasarkan analisis ini, titik nol Singaraja pada akhirnya tidak hanya sekedar menjadi proyek yang mengembalikan nuansa masa lampau, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kebijakan publik berhasil menciptakan daya tarik massa dan mampu menjadi potensi pendorong perekonomian. Namun, tanpa adanya kebijakan pendukung yang adaptif, maka potensi tersebut hanya akan terbuang akibat adanya keterlambatan birokrasi.[T]

Penulis: Sena Putrawan
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengekonomiKota Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026

Next Post

Siapa yang Berhak Menentukan Kebebasan Tubuh Perempuan? —-[Menanggapi Tulisan Surfian Rahmat AP]

I Gede Sena Putrawan

I Gede Sena Putrawan

Lahir: Singaraja. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya serta Presidium Nasional Kajian dan Aksi Strategis Forum Mahasiswa Ekonomi Indonesia

Related Posts

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails
Next Post
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

Siapa yang Berhak Menentukan Kebebasan Tubuh Perempuan? ----[Menanggapi Tulisan Surfian Rahmat AP]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikir Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikir Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 20, 2026
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek
Esai

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

by Sugi Lanus
September 20, 2026
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3
Budaya

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

by tatkala
September 20, 2026
Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis
Buku Tatkala

Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis

Judul: Birokrasi Bisik-Bisik --- Catatan Seorang Jurnalis Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Ketut Parwata ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
September 20, 2026
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma
Ulas Rupa

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026
Khas

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]
Ulas Musik

Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

ADA suatu fase dalam kehidupan manusia ketika dunia terasa sederhana dan penuh makna. Masa kecil adalah ruang di mana pengalaman...

by Ahmad Sihabudin
September 20, 2026
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur
Pameran

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026
Panggung

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak
Budaya

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

by Rusdy Ulu
September 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co