10 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
July 20, 2026
in Khas
Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026

Pameran Ignite Fest Kesbam 2026│Foto: tatkala.co/Dede

KALA itu, pada hari keempat Ignite Fest, Kamis, 16 Juli 2026, kawasan di depan aula hingga halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) dipenuhi stan-stan pameran. Di hadapan warga sekolah, murid-murid baru untuk pertama kalinya mempresentasikan hasil karya mereka sebagai bagian dari perjalanan awal menjadi keluarga besar Kesbam.

Pameran tersebut merupakan salah satu rangkaian Ignite Fest Kesbam 2026, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Seluruh murid baru yang terbagi ke dalam 14 kelompok menampilkan hasil proyek mengolah barang bekas menjadi produk bernilai guna. Ada yang membuat pot bunga, tempat sampah, pajangan, keset, tas, tempat penyimpanan, hingga berbagai kerajinan lain. Setiap kelompok tidak hanya memamerkan hasil karya, tetapi juga mempresentasikan proses kreatifnya di hadapan tim penilai dan para pengunjung.

Suasana semakin hidup ketika warga sekolah mulai berkeliling mengunjungi setiap stan. Tidak hanya melihat hasil akhir, para pengunjung dan tim penilai juga mengajukan berbagai pertanyaan mengenai bahan yang digunakan, tingkat kesulitan, hingga manfaat produk dalam kehidupan sehari-hari. Masing-masing anggota kelompok bergantian menjadi presenter, menjelaskan konsep sekaligus menjawab pertanyaan dari tim penilai maupun pengunjung dengan percaya diri.

Pameran Ignite Fest Kesbam 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Bagi sebagian murid baru, kegiatan ini menjadi pengalaman berbeda dibandingkan masa pengenalan lingkungan sekolah pada umumnya. Mereka tidak hanya menjadi peserta yang menerima materi, tetapi juga diberi ruang untuk berkarya, berdiskusi, menyelesaikan masalah bersama kelompok, lalu mempertanggungjawabkan hasilnya melalui presentasi.

Di salah satu stan, sebuah pot tanaman dengan desain bergambar sapi berhasil menarik perhatian banyak pengunjung. Pot tersebut dipadukan dengan tanaman hias sehingga dapat digunakan untuk mempercantik ruangan maupun halaman. Di stan lain, tampak berbagai kerajinan berbahan limbah tekstil disusun rapi, memperlihatkan bagaimana bahan-bahan yang tidak lagi digunakan dapat memiliki fungsi baru.

Sementara itu, beberapa kelompok lain menampilkan alat dan wadah hasil modifikasi dari bahan bekas. Mereka menjelaskan bagaimana proses perancangan dilakukan mulai dari menentukan konsep, memilih material, hingga menyusun produk agar memiliki nilai guna. Setiap presentasi berlangsung santai, tetapi tetap menunjukkan keseriusan para peserta dalam menyampaikan hasil kerja mereka.

Sesi penilaian karya dalam pameran Ignite Fest Kesbam 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Salah seorang peserta, sebut saja Novi (bukan nama sebenarnya), mengaku sempat merasa gugup karena harus mempresentasikan hasil karya di depan guru dan banyak pengunjung.

“Melalui proyek ini, kami belajar bekerja sama, berdiskusi, dan berani menjelaskan hasil karya di depan banyak orang. Rasanya bangga karena apa yang kami buat mendapat apresiasi dari guru dan teman-teman,” ujarnya.

Ketua Panitia OSIS, Putu Dihari Purnama, mengatakan bahwa pameran sengaja dirancang agar murid baru memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka.

“Kami ingin Ignite Fest menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan. Pameran ini membuktikan bahwa setiap murid memiliki potensi yang berbeda. Melalui kegiatan seperti ini, mereka belajar bahwa sekolah bukan hanya tempat menerima pelajaran, tetapi juga tempat mengembangkan kreativitas, keberanian, dan kolaborasi.”

Konsep tersebut sejalan dengan semangat Ignite Fest yang tahun ini menjadi wajah baru pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar. Untuk pertama kalinya, MPLS dikemas dalam bentuk festival bertajuk ‘Ignite Fest (Igniting Health-Heroes Generation Festival)’ yang berlangsung selama lima hari, 13–17 Juli 2026. Sebanyak 289 murid baru mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dirancang tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, dan rasa percaya diri sejak awal mereka memasuki dunia pendidikan di Kesbam.

Pameran Ignite Fest Kesbam 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Nama Ignite dipilih sebagai simbol menyalakan semangat baru. Melalui slogan “Spark Your Light, Own Your Future”, setiap murid diajak menemukan potensi terbaik dalam dirinya sekaligus berani menentukan masa depan. Seluruh kegiatan juga berpijak pada tema “RAMAH (Responsif, Adaptif, Mandiri, Aktif, dan Harmonis) di Era Society 5.0”, yang menjadi nilai dasar dalam membentuk karakter murid baru.

Karena itulah, pameran bukan sekadar ajang memamerkan hasil karya. Di balik setiap produk terdapat proses berpikir, berdiskusi, berkolaborasi, hingga keberanian menyampaikan ide di hadapan orang lain. Semua pengalaman tersebut menjadi bekal awal yang bermakna tinimbang hanya mengenal ruang kelas atau tata tertib sekolah.

Ketua Panitia Guru, Kompiang Merta Yasa, S.Pd., juga menegaskan bahwa konsep festival dipilih agar murid baru menjalani MPLS dalam suasana menyenangkan. Dengan pendekatan lebih interaktif, proses adaptasi diharapkan berlangsung lebih alami sehingga peserta dapat mengenal lingkungan sekolah tanpa rasa canggung maupun tertekan.

Pameran Ignite Fest Kesbam 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Menjelang berakhirnya kegiatan, satu per satu juri menyelesaikan penilaian di seluruh stan. Meski ada kelompok yang keluar sebagai pemenang, semangat kebersamaan tetap terasa di antara para peserta. Mereka saling mengunjungi stan lain, memberikan apresiasi, sekaligus bertukar cerita mengenai proses pembuatan karya masing-masing.

Pada akhirnya, pameran tersebut menjadi lebih dari sekadar proyek. Ia menjadi ruang perjumpaan pertama bagi para murid baru untuk menunjukkan bahwa setiap orang memiliki cara masing-masing dalam berkarya. Dari barang bekas yang disulap menjadi produk bernilai guna, lahir pula pelajaran tentang kepedulian terhadap lingkungan, kerja sama, komunikasi, dan keberanian tampil di depan publik.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Ignite Fest 2026, Wajah Baru MPLS di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Tags: PendidikanSMK Kesehatan Bali Medika
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Genesis: Rahim Bumi, Rahim Kehidupan —[Membaca Karya Keramik Ida Ayu Gede Artayani]

Next Post

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
0
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

Read moreDetails

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
0
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

Read moreDetails

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
0
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

Read moreDetails

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails
Next Post
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Jazz Terasa Begitu Dekat dan Menyihir—Malam Penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026
Panggung

Ketika Jazz Terasa Begitu Dekat dan Menyihir—Malam Penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

ORANG-orang masih berdiri di depan panggung ketika Salamander Big Band memainkan bagian-bagian terakhir musik jazz-nya pada Sabtu malam, 8 Agustus...

by Rusdy Ulu
August 10, 2026
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan
Tualang

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”
Budaya

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

by tatkala
August 10, 2026
Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital
Esai

Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital

TRANSFORMASI digital telah membawa perubahan mendasar dalam pola interaksi manusia. Perkembangan media sosial, aplikasi percakapan, platform berbagi video, forum daring,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 9, 2026
Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan
Bahasa

Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

PERNAHKAH Anda membaca berita lingkungan dan merasa bingung dengan dua istilah yang mirip: timbulan sampah dan timbunan sampah? Sekilas keduanya tampak sama, tetapi...

by I Made Sudiana
August 9, 2026
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman
Khas

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’
Kuliner

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia
Esai

Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia

SASTRA terjemahan telah lama menjadi salah satu media diplomasi budaya Indonesia. Namun, keberadaannya sebagai bagian dari kegiatan diplomasi budaya yang...

by I Nyoman Darma Putra
August 8, 2026
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz
Khas

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
Bhisma yang Tak Pernah Mati di Kurukshetra: Membaca “Satya–Tyagya–Dharma” Karya Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.
Ulas Rupa

Bhisma yang Tak Pernah Mati di Kurukshetra: Membaca “Satya–Tyagya–Dharma” Karya Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.

DI Bali, mitos tidak pernah benar-benar menjadi masa lalu. Ia tidak hanya tinggal dalam lembar-lembar lontar atau cerita yang dituturkan...

by Angga Wijaya
August 7, 2026
Sudahi Isme-Ismemu Itu!
Kritik Seni

Sudahi Isme-Ismemu Itu!

ADA satu pertanyaan yang masih menjadi survei teratas ketika publik bertanya tentang karya seorang seniman. Karyamu ini gayanya apa? Abstrak,...

by Made Chandra
August 7, 2026
Indonesia dalam Secangkir Kopi
Esai

Indonesia dalam Secangkir Kopi

PAGI itu saya duduk di sebuah cafe kecil di pinggiran kota. Tidak ada yang istimewa. Meja kayu yang mulai kusam,...

by Ahmad Fatoni
August 7, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co