“CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul”. Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) yang jatuh pada Kamis Pon Uye, 3 September 2026, dua hari menjelang Tumpek Kandang. Nemu gelang-nya Wuku Uye dengan Perayaan HUT VII Toska memiliki makna ganda. Di satu sisi, Sabtu Keliwon Wuku Uye adalah Tumpek Kandang sebagai bentuk pemuliaan terhadap binatang. Tugas kita di dunia pendidikan, selain menjaga eksistensi binatang sebagai bagian dari ekosistem kehidupan, juga mengendalikan sifat-sifat kebinatangan kita agar tidak liar, menyeruduk ke sana kemari secara niretis. Di sisi lain, HUT VII menjadi momentum refleksi selama tujuh tahun mengabdi untuk negeri, menyalakan lilin-lilin kecil dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Membangun homo humanus. Manusia berperadaban, mengendalikan sifat-sifat kebinatangan yang cenderung tamasik (babi) dan rajasik (ayam) menuju pencapaian satwik (itik). Sungguh tepat benar dengan moto Wiweka Jaya Sadhu yang dibatinkan keluarga besar Toska. Moto ini mengandung makna arif dan bijaksana dalam memenangkan persaingan berlandaskan kebudayaan bangsa.
Tema yang diilhami oleh urutan aksara Bali ke-3, ke-4, dan ke-5, yaitu Ca, Ra, Ka, yang dalam kosakata bahasa Bali menjadi dasar pembentukan kata “Ceraken”. Ceraken adalah kotak, tempat, atau wadah untuk menyimpan bumbu atau makanan/lauk. Ceraken Kebudayaan Bali juga digunakan oleh Dinas Kebudayaan Bali sebagai nama platform rumah digital untuk menghimpun dan mengelola berbagai data tentang seni, tradisi, ritual, dan kebudayaan Bali. Sebagai kepala sekolah yang merumuskan tema, Ceraken Bali saya relasikan dengan makna dasar kebudayaan versi Ki Hadjar Dewantara. Menurutnya, kebudayaan adalah hasil cipta, rasa, dan karsa manusia untuk mencapai keselamatan, kebahagiaan, serta tata tertib dan kedamaian dalam hidup bermasyarakat. Itulah sekolah yang saya cita-citakan dengan semangat Trikon plus: konsentris, konvergensi, kontinuitas, dan dilakukan secara konsisten serta berintegritas.

Sebagai konsekuensi dari tema, kegiatan pun dirancang sealur sealir. Kegiatan itu antara lain Toska Berbagi untuk warga sekolah, Toska Peduli Satwa dengan melepas tukik di Pantai Nusa Gede, Nusa Dua, sebagai implementasi dari perayaan Tumpek Kandang. Aneka lomba internal sekolah juga diarahkan untuk mengacu pada tema, antara lain Cerdas Cermat Antarkelas, Kelas Berprestasi, Lomba Tari Kontemporer yang diilhami oleh tradisi yang mengakar, Lomba Genjek, Pameran Rupa, dan Jalan Sehat. Selain itu, ada lomba eksternal yang melibatkan SMP se-Bali, yaitu Tari Condong dan News Reading. Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Guru dan Tenaga Kependidikan juga digelar bersama Puskesmas Kuta Selatan, sementara donor darah dilaksanakan bersama PMI Badung. Selain itu, diberikan apresiasi kepada GTK berprestasi dan Penyerahan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) kepada SMA Negeri 2 Kuta Selatan. Ada empat HAKI milik Toska, yaitu HAKI buku “Guru Merdeka Menulis”, “Siswa Merdeka Menulis”, HAKI Mars SMA Negeri 2 Kuta Selatan, dan HAKI Tari Maskot Sisya Natya Jnani.
Peserta yang terlibat tidak hanya keluarga besar Toska, tetapi juga sekolah-sekolah di Kuta dan Kuta Selatan, baik SMP maupun SMA/SMK. Bahkan, secara rutin, setiap HUT SMA Negeri 2 Kuta Selatan berkolaborasi dengan SLBN 1 Badung sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan inklusif. SLB hadir dengan Tari Merak Angelo yang dibawakan secara apik sebagai bentuk apresiasi SMA Negeri 2 Kuta Selatan dalam memanggungkan murid disabilitas. Di pihak lain, sebagai tuntunan bagi murid Toska, mereka berguru kepada murid SLBN 1 Badung. Kalau yang disabilitas mampu, seyogianya murid yang normal juga bisa dan lebih baik. Itu pesan utamanya. Pesan melalui seni yang membuat hidup jadi indah tanpa ketersinggungan.
Bentuk kolaborasi juga tampak dengan hadirnya band dari guru yang beradu dengan band juara dari murid. Di panggung, mereka saling mendukung dan saling menguatkan. Secara edukatif, pentas ini dapat mencairkan interaksi formal guru-murid. Obrolan pun mengalir cair tanpa terasa sekat, tentu masih dalam tata krama dan etika. Selain itu, ada juga band-band lokal Nusa Dua yang setia hadir selama lima tahun berturut-turut memeriahkan HUT Toska. Tidak ketinggalan pula bintang tamu Tika Pagraky yang menggetarkan panggung dan dinanti-nanti para murid. Euforia murid saat HUT VII masih terasa hingga esok harinya, Jumat, 4 September 2026, meskipun tubuh mulai lelah.


Seorang siswa yang ditanya tentang HUT VII menjawab, “Seru walaupun melelahkan sampai sehari setelah HUT. Semoga tahun depan lebih heboh lagi.” Hal serupa juga disampaikan orang tua yang menyaksikan pentas anaknya sambil berbelanja di Expo yang digelar selama tiga hari. “Selamat Toska. Seru acaranya. Dua jempol untuk Toska, baru 7 tahun sudah menggebrak. Penggunaan videotron juga sebuah langkah maju bersahabat dengan teknologi. Citra panggung lebih elitis,” puji orang tua sembari menikmati pentas anaknya.
Acara HUT VII ini sesungguhnya merupakan HUT V secara luring. HUT I–II dirayakan secara hibrida, luring–daring. Sampai saat puncak perayaan HUT VII, SMA Negeri 2 Kuta Selatan mengampu 1.039 murid, 24 tenaga kependidikan, dan 64 guru, dengan 1.858 alumni. Alumni SMA Negeri 2 Kuta Selatan tersebar di kampus negeri dan swasta di Bali, Jawa, bahkan juga ada di Amerika Serikat dan Australia. Sebaran alumni itu sejalan dengan moto sekolah: mampu bersaing di tingkat lokal, tidak kalah di kancah nasional, pun tidak memalukan di kancah global.

Bersamaan dengan perayaan HUT VII, Toska menerima surat dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Bali bahwa SMA Negeri 2 Kuta Selatan ditetapkan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Paripurna Terbaik Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026 dan berhak mewakili Bali di tingkat nasional. Selain itu, dua tim Korfball Toska dalam ajang Bupati Cup 2026 sama-sama meraih Juara 1. Mereka bertanding di Lapangan Mengwi bersamaan dengan perayaan HUT VII yang meriah. Inilah kado terindah di HUT VII. Acara HUT berjalan lancar, pertandingan Korfball pun tidak mengecewakan.
Selain itu, SMA Negeri 2 Kuta Selatan juga mendapat kado indah pada Juli 2026 menjelang HUT VII. Siswa atas nama Wahyu berhasil menjadi Duta SMA Provinsi Bali dan kepala sekolah menerima Anugrah Bali Jani Nugraha dari Gubernur Bali serangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026. Prestasi itu adalah buah dari ketekunan dan disiplin belajar berkat kolaborasi apik dalam berkarya untuk Toska Jaya, menyiapkan generasi emas 2045.
Puncak HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan dihadiri oleh Pengawas SMA Disdikpora Bali, Ni Wayan Ekayanti, DPRD Badung, antara lain I Wayan Sugita Putra, S.E., M.AP., I Wayan Loka Astika, S.H., dan I Wayan Sukses, S.E. Selain itu, hadir pula perwakilan Tripika Kecamatan Kuta Selatan, Bandesa Alitan Kuta Selatan, pengurus Komite, dan perwakilan para sponsor.
Pada sambutannya, Pengawas SMA Provinsi Bali memuji gebrakan SMA Negeri 2 Kuta Selatan yang selalu berkolaborasi dengan para tokoh dan sekolah terdekat sebagai bagian dari bentuk gotong royong. “Kolaborasi di Toska adalah cara melibatkan lebih banyak elemen masyarakat untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Dengan demikian, beban tanggung jawab pun dipikul bersama, sesuai dengan kapasitas masing-masing,” kata Ekayanti yang mulai menjadi Pengawas di Toska sejak Januari 2026.

Ia juga memuji penampilan pensi Toska di puncak HUT VII. “SMA rasa Kokar setelah menyaksikan kebolehan para siswa menjadi penampil dalam selingan hiburan. Tari Sisya Natya Jnani, sebagai Tari Maskot Sekolah, juga keren dan dicatatkan Hak Atas Kekayaan Intelektual. Kemampuan Pewara yang tampil dengan empat bahasa (Bali, Indonesia, Inggris, Jepang) selaras dengan tema,” imbuh Ekayanti yang menyelesaikan studi S-2 di Jepang.
Acara formal diakhiri dengan pengumuman para juara lomba eksternal. Tampil sebagai pemenang Lomba Tari Condong berturut-turut dari Juara 1, 2, 3, dan Harapan, yaitu SMP Negeri 3 Kuta, SMPN 2 Kuta Selatan, SMPN 5 Singaraja, dan SMP Widiatmika. Juara News Reading diraih SMPN 2 Abang, SMPN 3 Amlapura, SMPN 3 Amlapura, dan SMPN 3 Abiansemal. Secara keseluruhan, acara HUT VII Toska berlangsung lancar dan meriah dari pagi hingga menjelang petang. Dirgahayu Toska. Bravo Toska! Toska selalu di hati![T]
Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Jaswanto



























![Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan](https://tatkala.co/wp-content/uploads/2026/08/andre.-cover-algoritma-350x250.png)

