SORAK-sorai ratusan murid baru memenuhi Aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sesekali tepuk tangan bergemuruh tatkala acara diselingi penampilan seni, permainan interaktif, hingga penampilan murid yang tampil percaya diri di atas panggung. Suasana itu jauh dari kesan formal yang selama ini kerap melekat pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sebaliknya, seluruh rangkaian kegiatan dikemas layaknya sebuah festival yang penuh energi, kreativitas, dan kebersamaan.
Itulah wajah baru MPLS SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada tahun ajaran 2026/2027. Untuk pertama kalinya, sekolah memperkenalkan identitas baru bernama ‘Ignite Fest’ (Igniting Health-Heroes Generation Festival), sebuah konsep yang dirancang menghadirkan pengalaman pertama yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi 289 murid baru. Setelah sebelumnya rangkaian Pra-Ignite Fest dilaksanakan di halaman sekolah pada 6-7 Juli 2026, kegiatan utama Ignite Fest justru dipusatkan di aula sekolah.

Nama ‘Ignite’ dipilih bukan tanpa alasan. Secara harfiah berarti “menyalakan” atau “memicu”, kata tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan baru penuh semangat, optimisme, dan kreativitas. Semangat itu pula kemudian dirangkum dalam slogan “Ignite Fest: Spark Your Light, Own Your Future”, yang mengajak setiap murid menemukan potensi terbaik sekaligus berani menentukan masa depannya. Seluruh kegiatan juga berpijak pada tema “RAMAH (Responsif, Adaptif, Mandiri, Aktif, dan Harmonis) di Era Society 5.0”, sebagai nilai yang diharapkan tumbuh sedari hari pertama mereka menjadi bagian dari keluarga besar Kesbam.
Ignite Fest berlangsung selama lima hari, mulai 13 – 17 Juli 2026. Selama itu pula, murid baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga diajak mengenal budaya sekolah, tenaga pendidik, tata tertib, ekstakurikuler, sistem pembelajaran, hingga berbagai aktivitas pengembangan diri yang dikemas interaktif.


Rangkaian kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar, I Komang Rika Adi Putra, M.Pd. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya Ignite Fest, dilanjutkan dengan prosesi penyematan jas almamater kepada perwakilan murid baru. Sebelum acara inti dimulai, tari maskot sekolah, ‘Tari Dhanwantari’ juga turut memeriahkan acara.
Dalam sambutannya, Komang Rika menegaskan bahwa pengenalan lingkungan sekolah tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial setiap awal tahun ajaran. Menurutnya, Ignite Fest menjadi pintu awal untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap sekolah sekaligus membentuk karakter murid yang siap menghadapi tantangan masa depan.
“Kami ingin murid baru memulai perjalanan mereka dengan semangat yang positif. Melalui Ignite Fest, mereka tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga belajar membangun karakter yang responsif, adaptif, mandiri, aktif, dan harmonis sebagai bekal menghadapi masa depan,” ujarnya.
Komang Rika juga mengajak seluruh murid baru memandang sekolah sebagai rumah kedua.
“Anggaplah sekolah seperti rumah. Kalau sudah seperti rumah, maka akan selalu bersemangat untuk sekolah,” pesannya kepada para peserta.


Berbeda dengan penyelenggaraan MPLS pada tahun-tahun sebelumnya, seluruh kegiatan tahun ini sengaja dikemas dalam bentuk festival. Ketua Panitia Guru, Kompiang Merta Yasa, S.Pd., mengatakan konsep tersebut dipilih agar murid baru tidak merasa tertekan saat mengikuti masa pengenalan sekolah.
Menurutnya, format festival memberikan ruang yang lebih luas bagi murid untuk berekspresi dan menunjukkan bakat yang dimiliki. Dengan suasana yang lebih santai dan menyenangkan, proses adaptasi diharapkan berlangsung lebih alami sehingga murid baru dapat mengenal sekolah tanpa rasa canggung.
“MPLS tahun ini sengaja dikemas dalam konsep festival agar murid baru merasa riang dan gembira selama mengikuti kegiatan. Setiap rangkaian acaranya terasa menyenangkan. Meski melelahkan, suasana festival membuat rasa lelah itu seolah menghilang,” ungkapnya.

Semangat kebersamaan juga terasa dari keterlibatan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK). Selama lima hari pelaksanaan, OSIS dan MPK tidak hanya menjadi panitia, tetapi juga menjadi pendamping sekaligus sahabat bagi adik-adik kelas mereka.
Ketua Panitia OSIS, Putu Dihari Purnama, menilai keberhasilan Ignite Fest merupakan hasil kerja sama seluruh pihak, mulai dari OSIS, MPK, hingga guru. Ia mengungkapkan bahwa setiap hari diisi dengan materi yang menarik dari guru, alumni, instansi, maupun influencer sehingga peserta tidak merasa jenuh.
Menurutnya, suasana paling berkesan terjadi pada hari terakhir ketika artis Bali, Nanoe Biroe hadir sebagai bintang tamu. Penampilan tersebut membuat aula sekolah semakin hidup. Ratusan murid tampak ikut bernyanyi mengikuti lagu-lagu yang dibawakan, menciptakan penutupan yang meriah sekaligus berkesan.
“Kerja sama dari OSIS, MPK, dan bapak ibu guru menjadi kunci utama kesuksesan Ignite Fest 2026. Ignite Fest kali ini seru banget, ada banyak tawa yang tercipta,” kata Dihari Purnama.


Selain pengenalan lingkungan sekolah, Ignite Fest juga menghadirkan berbagai narasumber dari sejumlah instansi. Murid baru mendapatkan materi dari KPU Provinsi Bali, Bank BPD Bali, BNN Kota Denpasar, Polresta Denpasar, Puskesmas II Denpasar Utara, hingga BPBD Kota Denpasar. Tak hanya itu, sekolah juga menghadirkan influencer Putu Bahagiana dan Ni Komang Intan Lestari (alumni Kesbam), serta psikolog Putu Tania Lita Devi yang membawakan materi sesuai kebutuhan remaja masa kini. Kehadiran para narasumber tersebut turut memperkaya wawasan peserta, sekaligus memperkenalkan berbagai isu penting yang akan mereka hadapi selama menempuh pendidikan maupun dunia kerja.

Dari penampilan seni hingga lautan cahaya ponsel yang bergoyang mengikuti irama musik pada penutupan acara, Ignite Fest 2026 menghadirkan pengalaman pertama nan berkesan bagi murid baru Kesbam. Melalui konsep festival, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar membuktikan bahwa MPLS dapat berlangsung hangat, interaktif, dan menggembirakan tanpa mengurangi substansi MPLS itu sendiri.
Pada akhirnya, yang dibawa pulang para murid baru bukan hanya pengetahuan tentang sekolah, melainkan keyakinan bahwa mereka memulai perjalanan di tempat yang siap mendampingi mereka untuk bertumbuh. Sebuah awal yang sejalan dengan semangat ‘Spark Your Light, Own Your Future’. [T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole
- BACA JUGA:




















![Genesis: Rahim Bumi, Rahim Kehidupan —[Membaca Karya Keramik Ida Ayu Gede Artayani]](https://tatkala.co/wp-content/uploads/2026/07/angga.-genesis-350x250.png)
![Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]](https://tatkala.co/wp-content/uploads/2026/07/sihab.-purple-350x250.png)









