23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Seniman Melawan Korupsi

Wayan Jengki Sunarta by Wayan Jengki Sunarta
February 2, 2018
in Opini

SEniman baca puisi dalam acara Mengunyah Geram Melawan Korupsi di JKP Denpasar

 

Kesadaran adalah matahari.

Kesabaran adalah bumi.

Keberanian menjadi cakrawala.

Dan perjuangan

adalah pelaksanaan kata-kata.

(WS Rendra, 1984)

ADA anekdot yang mengatakan di antara semua lapisan masyarakat, seniman adalah manusia yang paling jujur. Karena saking jujurnya, maka banyak seniman menjadi miskin. Anekdot itu ada benarnya. Seniman memang mengandalkan kejujuran dalam mengolah dan menuangkan inspirasi untuk mewujudkan sebuah karya seni. Bila berurusan dengan uang, misalnya menjual karya, seniman biasanya juga bingung menentukan harga.

Karena kejujuran seniman masih bisa diandalkan, seniman pun sulit korupsi. Terlalu disibukkan oleh urusan menciptakan karya, pikiran seniman jauh dari materi, apalagi niat menilep uang yang bukan haknya. Mungkin karena itu pula Rendra pernah berkata: seniman gagah dalam kemiskinan.

Namun seniman yang dimaksud di atas tentulah seniman idealis yang masih punya hati nurani. Sebab di zaman kekinian ini banyak juga seniman gadungan bergentayangan memburu proyek-proyek kesenian dan buntut-buntutnya adalah untuk memperkaya diri sendiri. Dari sana kemudian muncul istilah seniman proyek. Menjadi seniman proyek pun sebenarnya tidak masalah selama sang seniman benar-benar mengerjakan proyek seninya hingga tuntas dan melakukan pertanggungjawaban moral atas apa yang dikerjakannya.

Ketika wacana korupsi makin merebak belakangan ini, seniman pun turut ambil bagian dalam gerakan perlawanan terhadap korupsi. Misalnya, kita dengan mudah menemukan lukisan-lukisan atau mural yang berisikan gambar “tikus berdasi” sebagai simbol koruptor. Atau pentas-pentas teater yang mengusung tema korupsi.

Dalam konteks sastra, persoalan korupsi juga sejak lama telah menjadi bagian kegelisahan sastrawan. Maka muncul puisi-puisi bertema korupsi, misalnya yang ditulis oleh Rendra, Wiji Thukul, Sosiawan Leak, dan masih banyak lagi. Selain itu, di banyak tempat digelar acara pembacaan puisi protes sosial, termasuk di dalamnya menyuarakan perlawanan terhadap korupsi.

Lewat karya-karyanya yang mengandung nilai kejujuran, seniman memang dipandang sebagai salah satu pembentuk dan penjaga karakter bangsa. Lewat karya seni, berbagai kritik sosial maupun nilai-nilai pendidikan budi pekerti bisa dikumandangkan. Karena keyakinan pada hal tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggandeng sejumlah komunitas kesenian di Bali untuk terlibat dalam Festival Antikorupsi 2017. Salah satu tujuan festival ini adalah kampanye penyadaran dan pencegahan korupsi.

Komunitas seni yang terlibat dalam festival ini adalah Jatijagat Kampung Puisi, Komunitas Pojok, Komunitas Jamur, Lingkara, Luden House, Sanggar Purbacaraka, Plasticology, Tukad Abu, Akar Rumpur & RDS, Hutan Film, Rumah Sanur, Samas Comunity. Selain itu, festival ini juga didukung oleh Yayasan Manikaya Kauci, AJI Denpasar, Bintang Gana, Aliansi Rakyat Anti Korupsi-Bali.

Kegiatan festival ini meliputi lomba karikatur, poster, film, iklan radio, komik strip, video art, apresiasi sastra, penerbitan buku puisi, pementasan teater, lomba esai & jurnalistik, musik, info grafis, mural, diskusi, workshop, dan masih banyak lagi. Puncak festival digelar tanggal 9 Desember 2017 dengan pameran bersama dan pementasan kesenian.

Begitulah. Seniman dari berbagai disiplin seni, aktivis antikorupsi, wartawan, cendekiawan, dan masyarakat bersatu padu bergerak melawan korupsi dengan mengusung semangat puputan. Sebab puputan mempunyai nilai historis yang sangat kuat dan mengakar dalam konteks perjuangan rakyat Bali melawan kolonialisme.

Secara harfiah, puputan berarti perang, perlawanan, atau bertempur habis-habisan. Filosofi puputan diharapkan menjadi spirit bagi setiap orang untuk bertempur habis-habisan melawan korupsi. Tentu saja pertempuran itu dimulai dari diri sendiri dengan semangat jengah, berani, dedikasi, dan integritas yang kuat.

Semangat puputan ini kembali berkobar karena sejak lama korupsi telah menjadi persoalan yang sangat serius di Indonesia. Nyaris setiap hari kita disuguhi berita tentang kasus-kasus korupsi. Yang bikin muak, korupsi dilakukan oleh banyak pejabat pemerintah, bahkan pejabat yang mengaku dirinya sebagai wakil rakyat. Tidak tanggung-tanggung, dari pengadaan E-KTP hingga kitab suci telah menjadi sasaran empuk para koruptor.

Bahkan, ironisnya, Tugu Integritas sebagai simbol perlawanan terhadap korupsi pun dikorupsi. Korupsi memang memuakkan dan bikin geram. Kasus-kasus korupsi telah banyak merugikan negara dan bangsa ini. Kehadiran lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun belum mampu membuat jera para koruptor.

Bahkan, KPK berusaha digembosi dengan berbagai cara oleh para koruptor. Namun, KPK tidak kenal lelah mengajak seluruh lapisan masyarakat bersatu padu memberantas korupsi. Salah satu upaya KPK adalah menggandeng komunitas-komunitas kesenian untuk terlibat dalam gerakan pencegahan dan penyadaran agar benih-benih korupsi tidak tumbuh menjamur di masyarakat.

Semoga gerakan ini membuahkan hasil. Setidaknya berhasil memberantas benih-benih korupsi di dalam diri sendiri. (T)

Tags: Festival Anti Korupsi BaliKorupsisastraSeni
Share16TweetSendShareSend
Previous Post

Tanamkan Nilai-Nilai Anti Korupsi Melalui Integritas dan Literasi

Next Post

Penanaman Spiritualitas Agama dalam Penanganan Korupsi

Wayan Jengki Sunarta

Wayan Jengki Sunarta

Penulis puisi, cerpen, novel, esai/artikel/ulasan seni. Penyuka seni, batu akik & barang antik.

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post

Penanaman Spiritualitas Agama dalam Penanganan Korupsi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co