2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Post Pandemic Effect: Rendahnya Literasi Siswa

Putu Hendra Wirawan by Putu Hendra Wirawan
September 23, 2021
in Esai
Post Pandemic Effect: Rendahnya Literasi Siswa

Ilustrasi tatkala.co

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas yang biasa disebut PTM Terbatas pada Sekolah di Kabupaten Gianyar pernah terjadi di Semester 2 Tahun Ajaran 2020/2021 seijin Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar. Namun semenjak PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang terus bergulir dari waktu ke waktu dari mulai ditetapkannya  PTM Terbatas berhenti dilaksanakan. Sehingga Pembelajaran yang diberlakukan adalah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan moda daring.

PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat Jawa – Bali yang mulai ditetapkan dari tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus untuk wilayah di Pulau Jawa dan Bali menyebabkan semua sektor tidak berjalan sebagaimana biasanya termasuk Sekolah sebagai penyelenggara pendidikan.

Kemudian dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, ekonomi dan dinamika sosial, Presiden telah memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4 dari tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus 2021 yang artinya walaupun ada penyesuaian namun sekolah juga tak kunjung dibuka sampai pada akhirnya PPKM terus mengalami waktu perpanjangan dimulai dari tanggal 3 hingga 9 Agustus 2021.

PPKM tidak berhenti sampai di situ. Pemerintah memperpanjang PPM per level Jawa-Bali hingga 13 September 2021 sehingga PTM Terbatas yang dinanti peserta didik masih menjadi bahan pertimbangan. Apalagi di awal tahun ajaran 2021/2022 Guru masih memikirkan cara pembelajaran yang mengedepankan kenyamanan siswa untuk belajar. Karena menurut pengalaman yang telah terjadi banyak orang tua siswa masih belum siap dengan pembelajaran daring dikarenakan pembelajaran daring menurutnya memberatkan. Banyak hal yang perlu dipersiapkan seperti gawai yang digunakan siswa untuk belajar, data seluler, serta ketersediaan jaringan. Hal ini menjadi catatan yang perlu dievaluasi.

Pembelajaran daring yang kurang diminati siswa dan orang tua sesuai dari pendapat pribadi adalah pembelajaran tatap muka secara virtual (Zoom atau Google Meet) karena orang tua siswa tidak dapat mendampingi anak didik secara penuh di rumah karena mereka sebagian besar harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa pandemi. Selain itu pertemuan virtual dianggapnya tidak hemat kuota dan memberatkan biaya pendidikan.  Dari hasil wawancara, orang tua siswa juga menyampaikan aplikasi yang dianggapnya sulit untuk dioperasikan tidak cocok diterapkan di kelas karena dapat menghambat proses asesmen.

Metode yang digunakan lebih baik menggunakan metode yang fleksible sehingga tidak memberatkan guru, orang tua dan juga siswa. Metode yang dimaksud adalah dengan cara memberikan waktu yang leluasa untuk siswa belajar dan melakukan asesmen sehingga siswa dapat melakukannya kapan saja tidak terikat di waktu pagi saja. Waktu pembelajaran diberlakukan hari senin sampai dengan sabtu, dikecualikan hari minggu dan tanggal merah serta hari libur nasional.

Pembelajaran menggunakan media Whatsapp Group sehingga siswa dapat mengakses kapan saja sumber belajar yang ingin dipelajari dengan waktu pengerjaan tugas yang fleksible tak terbatas pada waktu yang singkat. Sehingga siswa dan orang tua siswa dapat menyesuaikan dengan kesibukannya masing-masing.

Sistematika yang digunakan adalah guru memberikan/mengirimkan sumber belajar kepada siswa melalui Whatsapp Group kemudian siswa mempelajarinya. Pembelajaran dilanjutkan dengan memberikan latihan soal atau tugas yang perlu dikerjakan siswa agar siswa dapat mengelaborasi kemampuan yang dimilikinya. Pembelajaran yang dilakukan merunut pada diferensiasi pembelajaran dimana produk atau cara belajar yang mereka gunakan menjadi pembelajaran yang unik. Pembelajaran yang dimaksud keluarannya menghasilkan projek yang tak sama antara siswa satu dengan yang lainnya.

Hal ini menjadikan siswa memiliki kemampuan berkreasi dan menemukan cara belajarnya sendiri. Adapun Sumber Belajar yang digunakan oleh guru dalam menanamkan konsep ke peserta didik adalah YouTube yang dibuat oleh guru bersangkutan disesuaikan dengan tema atau materi yang ingin dibelajarkan. Selain Media YouTube, siswa juga menggunakan Media Podcast yaitu rekaman suara yang dapat diputar siswa kapan saja. Adakalanya siswa jenuh sehingga pembelajaran yang dilakukan adalah pembelajaran berkreasi seperti contohnya kegiatan menggambar atau mengarang cerita. Siswa juga memanfaatkan buku digital dan buku fisik yang dibagikan oleh guru ke siswa untuk dipelajari. Sehingga materi tidak terfokus pada materi online saja.

Guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan tetap menekankan emosi dan psikologi anak di masa pandemi. Sehingga materi yang diberikan guru lebih kepada materi yang tidak memberatkan siswa. Sehingga kurikulum yang lebih cocok digunakan adalah kurikulum darurat sesuai Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Hal ini dimaksud pembelajaran lebih diutamakan pada kebutuhan peserta didik.

Mendikbud, Nadiem Makariem menjelaskan Kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa diantaranya 1) tetap mengacu pada Kurikulum Nasional; 2) menggunakan kurikulum darurat; atau 3) melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

Dengan berbagai fasilitas teknologi yang memadai belakangan ini ternyata ada konsep yang tertinggal dalam pola pembelajaran moda daring pada masa Pandemi Covid yang berjalan hampir mendekati dua tahun berawal dari tanggal 17 Maret 2020 siswa melakukan hari pertamanya belajar dari rumah.

Konsep Gerakan Literasi Sekolah yang didengungkan oleh pemerintah di tahun 2018 melalui penerbitan Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) untuk saat ini terasa tersendat, sekalipun anak-anak melek teknologi dan platform digital ramah anak telah dibuat.

Hal ini bukan tidak beralasan. Hari pertama siswa belajar tatap muka siswa terlihat bersemangat. Bahkan anak-anak datang lebih pagi untuk sampai di sekolah. Mereka seakan merindukan kehidupan sekolah mereka ketika berinteraksi bersama teman-teman mereka. Tak hanya itu, siswa juga begitu antusias mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah.

Gianyar merupakan kabupaten pertama di Bali yang menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dimulai pada tanggal 20 September 2021 dengan sistem sesi. Jumlah siswa dalam satu kelas dibagi dua menjadi kelas pagi dan siang. Kelas pagi memulai pembelajarannya di pukul 07.30 sampai dengan pukul 09.30 dan kelas siang memulai pembelajaran pada pukul 10.00 hingga pukul 12.00 tanpa ada jeda istirahat. Sehingga apabila dikalkulasi siswa memperoleh hak belajarnya selama dua jam per tatap muka.

Ada sesuatu yang unik ketika siswa mengangkat tangannya berharap ditunjuk oleh gurunya. Ketika disuruh untuk menuliskan salah satu bunyi Pancasila, siswa merasa bingung. Ada huruf-huruf yang mereka lupa untuk dituliskan di papan tulis. Bahkan ejaannya masih kurang sempurna. Di lain hal ketika siswa diintruksikan untuk membaca wacana, anak-anak terlihat belum fasih membaca seakan mereka baru saja mengenal huruf.

Dari pemandangan tersebut terlihat bahwa pembelajaran daring yang telah terjadi belum mampu memberikan tagihan yang memuaskan pada pendidikan. Ini menandakan peran guru tidak dapat terganti oleh canggihnya teknologi. Tak hanya sampai di situ, orang tua yang dalam konteks ini sebagai ‘guru rupaka’ patut pula memandang hal ini sebagai hal yang serius sehingga anak-anak tak lagi melupakan konsep belajar yang sesungguhnya.

Kembalikan konsep Gerakan Literasi Sekolah dengan Penumbuhan budaya literasi dan minat baca di sekolah, salah satunya melalui kegiatan 15 menit membaca, kunjungan wajib ke perpustakaan, pembelajaran berbasis literasi yang disesuaikan dengan kondisi di lingkungan siswa. Hal lain yang perlu dilakukan dapat dengan cara memaksimalkan kembali pojok baca yang terbengkalai, memulai kegiatan membaca dari buku yang mereka paling sukai seperti buku cerita bergambar yang penuh warna sehingga harapannya siswa kembali tumbuh kebiasaan membaca dan menulisnya. [T]

Tags: pandemiPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Upaya & Kiat Pembinaan Gending Gender Wayang Banaspati Gaya Tenganan Pegringsingan

Next Post

“Karang Sawah” dari Bourdieu ke TenSura

Putu Hendra Wirawan

Putu Hendra Wirawan

Lahir di Selumbung, sebuah desa tua di Karangasem Bali. Memulai karirnya sebagai guru di daerah terpencil di Nusa Tenggara Timur pada tahun 2012, namun kini ia aktif mengajar di SD N Hindu 1 Bukian, salah satu Sekolah Dasar di Payangan, Gianyar. Ia baru saja menyelesaikan Study Magisternya di Universitas Pendidikan Ganesha pada Program Pendidikan Dasar. Selain mengajar ia rutin membuat Buku Cerita Anak dengan menggandeng penggiat sastra dan ilustrator lokal.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
“Karang Sawah” dari Bourdieu ke TenSura

“Karang Sawah” dari Bourdieu ke TenSura

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co