24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Post Pandemic Effect: Rendahnya Literasi Siswa

Putu Hendra Wirawan by Putu Hendra Wirawan
September 23, 2021
in Esai
Post Pandemic Effect: Rendahnya Literasi Siswa

Ilustrasi tatkala.co

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas yang biasa disebut PTM Terbatas pada Sekolah di Kabupaten Gianyar pernah terjadi di Semester 2 Tahun Ajaran 2020/2021 seijin Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar. Namun semenjak PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang terus bergulir dari waktu ke waktu dari mulai ditetapkannya  PTM Terbatas berhenti dilaksanakan. Sehingga Pembelajaran yang diberlakukan adalah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan moda daring.

PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat Jawa – Bali yang mulai ditetapkan dari tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus untuk wilayah di Pulau Jawa dan Bali menyebabkan semua sektor tidak berjalan sebagaimana biasanya termasuk Sekolah sebagai penyelenggara pendidikan.

Kemudian dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, ekonomi dan dinamika sosial, Presiden telah memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4 dari tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus 2021 yang artinya walaupun ada penyesuaian namun sekolah juga tak kunjung dibuka sampai pada akhirnya PPKM terus mengalami waktu perpanjangan dimulai dari tanggal 3 hingga 9 Agustus 2021.

PPKM tidak berhenti sampai di situ. Pemerintah memperpanjang PPM per level Jawa-Bali hingga 13 September 2021 sehingga PTM Terbatas yang dinanti peserta didik masih menjadi bahan pertimbangan. Apalagi di awal tahun ajaran 2021/2022 Guru masih memikirkan cara pembelajaran yang mengedepankan kenyamanan siswa untuk belajar. Karena menurut pengalaman yang telah terjadi banyak orang tua siswa masih belum siap dengan pembelajaran daring dikarenakan pembelajaran daring menurutnya memberatkan. Banyak hal yang perlu dipersiapkan seperti gawai yang digunakan siswa untuk belajar, data seluler, serta ketersediaan jaringan. Hal ini menjadi catatan yang perlu dievaluasi.

Pembelajaran daring yang kurang diminati siswa dan orang tua sesuai dari pendapat pribadi adalah pembelajaran tatap muka secara virtual (Zoom atau Google Meet) karena orang tua siswa tidak dapat mendampingi anak didik secara penuh di rumah karena mereka sebagian besar harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa pandemi. Selain itu pertemuan virtual dianggapnya tidak hemat kuota dan memberatkan biaya pendidikan.  Dari hasil wawancara, orang tua siswa juga menyampaikan aplikasi yang dianggapnya sulit untuk dioperasikan tidak cocok diterapkan di kelas karena dapat menghambat proses asesmen.

Metode yang digunakan lebih baik menggunakan metode yang fleksible sehingga tidak memberatkan guru, orang tua dan juga siswa. Metode yang dimaksud adalah dengan cara memberikan waktu yang leluasa untuk siswa belajar dan melakukan asesmen sehingga siswa dapat melakukannya kapan saja tidak terikat di waktu pagi saja. Waktu pembelajaran diberlakukan hari senin sampai dengan sabtu, dikecualikan hari minggu dan tanggal merah serta hari libur nasional.

Pembelajaran menggunakan media Whatsapp Group sehingga siswa dapat mengakses kapan saja sumber belajar yang ingin dipelajari dengan waktu pengerjaan tugas yang fleksible tak terbatas pada waktu yang singkat. Sehingga siswa dan orang tua siswa dapat menyesuaikan dengan kesibukannya masing-masing.

Sistematika yang digunakan adalah guru memberikan/mengirimkan sumber belajar kepada siswa melalui Whatsapp Group kemudian siswa mempelajarinya. Pembelajaran dilanjutkan dengan memberikan latihan soal atau tugas yang perlu dikerjakan siswa agar siswa dapat mengelaborasi kemampuan yang dimilikinya. Pembelajaran yang dilakukan merunut pada diferensiasi pembelajaran dimana produk atau cara belajar yang mereka gunakan menjadi pembelajaran yang unik. Pembelajaran yang dimaksud keluarannya menghasilkan projek yang tak sama antara siswa satu dengan yang lainnya.

Hal ini menjadikan siswa memiliki kemampuan berkreasi dan menemukan cara belajarnya sendiri. Adapun Sumber Belajar yang digunakan oleh guru dalam menanamkan konsep ke peserta didik adalah YouTube yang dibuat oleh guru bersangkutan disesuaikan dengan tema atau materi yang ingin dibelajarkan. Selain Media YouTube, siswa juga menggunakan Media Podcast yaitu rekaman suara yang dapat diputar siswa kapan saja. Adakalanya siswa jenuh sehingga pembelajaran yang dilakukan adalah pembelajaran berkreasi seperti contohnya kegiatan menggambar atau mengarang cerita. Siswa juga memanfaatkan buku digital dan buku fisik yang dibagikan oleh guru ke siswa untuk dipelajari. Sehingga materi tidak terfokus pada materi online saja.

Guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan tetap menekankan emosi dan psikologi anak di masa pandemi. Sehingga materi yang diberikan guru lebih kepada materi yang tidak memberatkan siswa. Sehingga kurikulum yang lebih cocok digunakan adalah kurikulum darurat sesuai Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Hal ini dimaksud pembelajaran lebih diutamakan pada kebutuhan peserta didik.

Mendikbud, Nadiem Makariem menjelaskan Kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa diantaranya 1) tetap mengacu pada Kurikulum Nasional; 2) menggunakan kurikulum darurat; atau 3) melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

Dengan berbagai fasilitas teknologi yang memadai belakangan ini ternyata ada konsep yang tertinggal dalam pola pembelajaran moda daring pada masa Pandemi Covid yang berjalan hampir mendekati dua tahun berawal dari tanggal 17 Maret 2020 siswa melakukan hari pertamanya belajar dari rumah.

Konsep Gerakan Literasi Sekolah yang didengungkan oleh pemerintah di tahun 2018 melalui penerbitan Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) untuk saat ini terasa tersendat, sekalipun anak-anak melek teknologi dan platform digital ramah anak telah dibuat.

Hal ini bukan tidak beralasan. Hari pertama siswa belajar tatap muka siswa terlihat bersemangat. Bahkan anak-anak datang lebih pagi untuk sampai di sekolah. Mereka seakan merindukan kehidupan sekolah mereka ketika berinteraksi bersama teman-teman mereka. Tak hanya itu, siswa juga begitu antusias mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah.

Gianyar merupakan kabupaten pertama di Bali yang menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dimulai pada tanggal 20 September 2021 dengan sistem sesi. Jumlah siswa dalam satu kelas dibagi dua menjadi kelas pagi dan siang. Kelas pagi memulai pembelajarannya di pukul 07.30 sampai dengan pukul 09.30 dan kelas siang memulai pembelajaran pada pukul 10.00 hingga pukul 12.00 tanpa ada jeda istirahat. Sehingga apabila dikalkulasi siswa memperoleh hak belajarnya selama dua jam per tatap muka.

Ada sesuatu yang unik ketika siswa mengangkat tangannya berharap ditunjuk oleh gurunya. Ketika disuruh untuk menuliskan salah satu bunyi Pancasila, siswa merasa bingung. Ada huruf-huruf yang mereka lupa untuk dituliskan di papan tulis. Bahkan ejaannya masih kurang sempurna. Di lain hal ketika siswa diintruksikan untuk membaca wacana, anak-anak terlihat belum fasih membaca seakan mereka baru saja mengenal huruf.

Dari pemandangan tersebut terlihat bahwa pembelajaran daring yang telah terjadi belum mampu memberikan tagihan yang memuaskan pada pendidikan. Ini menandakan peran guru tidak dapat terganti oleh canggihnya teknologi. Tak hanya sampai di situ, orang tua yang dalam konteks ini sebagai ‘guru rupaka’ patut pula memandang hal ini sebagai hal yang serius sehingga anak-anak tak lagi melupakan konsep belajar yang sesungguhnya.

Kembalikan konsep Gerakan Literasi Sekolah dengan Penumbuhan budaya literasi dan minat baca di sekolah, salah satunya melalui kegiatan 15 menit membaca, kunjungan wajib ke perpustakaan, pembelajaran berbasis literasi yang disesuaikan dengan kondisi di lingkungan siswa. Hal lain yang perlu dilakukan dapat dengan cara memaksimalkan kembali pojok baca yang terbengkalai, memulai kegiatan membaca dari buku yang mereka paling sukai seperti buku cerita bergambar yang penuh warna sehingga harapannya siswa kembali tumbuh kebiasaan membaca dan menulisnya. [T]

Tags: pandemiPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Upaya & Kiat Pembinaan Gending Gender Wayang Banaspati Gaya Tenganan Pegringsingan

Next Post

“Karang Sawah” dari Bourdieu ke TenSura

Putu Hendra Wirawan

Putu Hendra Wirawan

Lahir di Selumbung, sebuah desa tua di Karangasem Bali. Memulai karirnya sebagai guru di daerah terpencil di Nusa Tenggara Timur pada tahun 2012, namun kini ia aktif mengajar di SD N Hindu 1 Bukian, salah satu Sekolah Dasar di Payangan, Gianyar. Ia baru saja menyelesaikan Study Magisternya di Universitas Pendidikan Ganesha pada Program Pendidikan Dasar. Selain mengajar ia rutin membuat Buku Cerita Anak dengan menggandeng penggiat sastra dan ilustrator lokal.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
“Karang Sawah” dari Bourdieu ke TenSura

“Karang Sawah” dari Bourdieu ke TenSura

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co