2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Post Pandemic Effect: Rendahnya Literasi Siswa

Putu Hendra Wirawan by Putu Hendra Wirawan
September 23, 2021
in Esai
Post Pandemic Effect: Rendahnya Literasi Siswa

Ilustrasi tatkala.co

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas yang biasa disebut PTM Terbatas pada Sekolah di Kabupaten Gianyar pernah terjadi di Semester 2 Tahun Ajaran 2020/2021 seijin Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar. Namun semenjak PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang terus bergulir dari waktu ke waktu dari mulai ditetapkannya  PTM Terbatas berhenti dilaksanakan. Sehingga Pembelajaran yang diberlakukan adalah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan moda daring.

PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat Jawa – Bali yang mulai ditetapkan dari tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus untuk wilayah di Pulau Jawa dan Bali menyebabkan semua sektor tidak berjalan sebagaimana biasanya termasuk Sekolah sebagai penyelenggara pendidikan.

Kemudian dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, ekonomi dan dinamika sosial, Presiden telah memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4 dari tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus 2021 yang artinya walaupun ada penyesuaian namun sekolah juga tak kunjung dibuka sampai pada akhirnya PPKM terus mengalami waktu perpanjangan dimulai dari tanggal 3 hingga 9 Agustus 2021.

PPKM tidak berhenti sampai di situ. Pemerintah memperpanjang PPM per level Jawa-Bali hingga 13 September 2021 sehingga PTM Terbatas yang dinanti peserta didik masih menjadi bahan pertimbangan. Apalagi di awal tahun ajaran 2021/2022 Guru masih memikirkan cara pembelajaran yang mengedepankan kenyamanan siswa untuk belajar. Karena menurut pengalaman yang telah terjadi banyak orang tua siswa masih belum siap dengan pembelajaran daring dikarenakan pembelajaran daring menurutnya memberatkan. Banyak hal yang perlu dipersiapkan seperti gawai yang digunakan siswa untuk belajar, data seluler, serta ketersediaan jaringan. Hal ini menjadi catatan yang perlu dievaluasi.

Pembelajaran daring yang kurang diminati siswa dan orang tua sesuai dari pendapat pribadi adalah pembelajaran tatap muka secara virtual (Zoom atau Google Meet) karena orang tua siswa tidak dapat mendampingi anak didik secara penuh di rumah karena mereka sebagian besar harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa pandemi. Selain itu pertemuan virtual dianggapnya tidak hemat kuota dan memberatkan biaya pendidikan.  Dari hasil wawancara, orang tua siswa juga menyampaikan aplikasi yang dianggapnya sulit untuk dioperasikan tidak cocok diterapkan di kelas karena dapat menghambat proses asesmen.

Metode yang digunakan lebih baik menggunakan metode yang fleksible sehingga tidak memberatkan guru, orang tua dan juga siswa. Metode yang dimaksud adalah dengan cara memberikan waktu yang leluasa untuk siswa belajar dan melakukan asesmen sehingga siswa dapat melakukannya kapan saja tidak terikat di waktu pagi saja. Waktu pembelajaran diberlakukan hari senin sampai dengan sabtu, dikecualikan hari minggu dan tanggal merah serta hari libur nasional.

Pembelajaran menggunakan media Whatsapp Group sehingga siswa dapat mengakses kapan saja sumber belajar yang ingin dipelajari dengan waktu pengerjaan tugas yang fleksible tak terbatas pada waktu yang singkat. Sehingga siswa dan orang tua siswa dapat menyesuaikan dengan kesibukannya masing-masing.

Sistematika yang digunakan adalah guru memberikan/mengirimkan sumber belajar kepada siswa melalui Whatsapp Group kemudian siswa mempelajarinya. Pembelajaran dilanjutkan dengan memberikan latihan soal atau tugas yang perlu dikerjakan siswa agar siswa dapat mengelaborasi kemampuan yang dimilikinya. Pembelajaran yang dilakukan merunut pada diferensiasi pembelajaran dimana produk atau cara belajar yang mereka gunakan menjadi pembelajaran yang unik. Pembelajaran yang dimaksud keluarannya menghasilkan projek yang tak sama antara siswa satu dengan yang lainnya.

Hal ini menjadikan siswa memiliki kemampuan berkreasi dan menemukan cara belajarnya sendiri. Adapun Sumber Belajar yang digunakan oleh guru dalam menanamkan konsep ke peserta didik adalah YouTube yang dibuat oleh guru bersangkutan disesuaikan dengan tema atau materi yang ingin dibelajarkan. Selain Media YouTube, siswa juga menggunakan Media Podcast yaitu rekaman suara yang dapat diputar siswa kapan saja. Adakalanya siswa jenuh sehingga pembelajaran yang dilakukan adalah pembelajaran berkreasi seperti contohnya kegiatan menggambar atau mengarang cerita. Siswa juga memanfaatkan buku digital dan buku fisik yang dibagikan oleh guru ke siswa untuk dipelajari. Sehingga materi tidak terfokus pada materi online saja.

Guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan tetap menekankan emosi dan psikologi anak di masa pandemi. Sehingga materi yang diberikan guru lebih kepada materi yang tidak memberatkan siswa. Sehingga kurikulum yang lebih cocok digunakan adalah kurikulum darurat sesuai Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Hal ini dimaksud pembelajaran lebih diutamakan pada kebutuhan peserta didik.

Mendikbud, Nadiem Makariem menjelaskan Kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa diantaranya 1) tetap mengacu pada Kurikulum Nasional; 2) menggunakan kurikulum darurat; atau 3) melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

Dengan berbagai fasilitas teknologi yang memadai belakangan ini ternyata ada konsep yang tertinggal dalam pola pembelajaran moda daring pada masa Pandemi Covid yang berjalan hampir mendekati dua tahun berawal dari tanggal 17 Maret 2020 siswa melakukan hari pertamanya belajar dari rumah.

Konsep Gerakan Literasi Sekolah yang didengungkan oleh pemerintah di tahun 2018 melalui penerbitan Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) untuk saat ini terasa tersendat, sekalipun anak-anak melek teknologi dan platform digital ramah anak telah dibuat.

Hal ini bukan tidak beralasan. Hari pertama siswa belajar tatap muka siswa terlihat bersemangat. Bahkan anak-anak datang lebih pagi untuk sampai di sekolah. Mereka seakan merindukan kehidupan sekolah mereka ketika berinteraksi bersama teman-teman mereka. Tak hanya itu, siswa juga begitu antusias mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah.

Gianyar merupakan kabupaten pertama di Bali yang menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dimulai pada tanggal 20 September 2021 dengan sistem sesi. Jumlah siswa dalam satu kelas dibagi dua menjadi kelas pagi dan siang. Kelas pagi memulai pembelajarannya di pukul 07.30 sampai dengan pukul 09.30 dan kelas siang memulai pembelajaran pada pukul 10.00 hingga pukul 12.00 tanpa ada jeda istirahat. Sehingga apabila dikalkulasi siswa memperoleh hak belajarnya selama dua jam per tatap muka.

Ada sesuatu yang unik ketika siswa mengangkat tangannya berharap ditunjuk oleh gurunya. Ketika disuruh untuk menuliskan salah satu bunyi Pancasila, siswa merasa bingung. Ada huruf-huruf yang mereka lupa untuk dituliskan di papan tulis. Bahkan ejaannya masih kurang sempurna. Di lain hal ketika siswa diintruksikan untuk membaca wacana, anak-anak terlihat belum fasih membaca seakan mereka baru saja mengenal huruf.

Dari pemandangan tersebut terlihat bahwa pembelajaran daring yang telah terjadi belum mampu memberikan tagihan yang memuaskan pada pendidikan. Ini menandakan peran guru tidak dapat terganti oleh canggihnya teknologi. Tak hanya sampai di situ, orang tua yang dalam konteks ini sebagai ‘guru rupaka’ patut pula memandang hal ini sebagai hal yang serius sehingga anak-anak tak lagi melupakan konsep belajar yang sesungguhnya.

Kembalikan konsep Gerakan Literasi Sekolah dengan Penumbuhan budaya literasi dan minat baca di sekolah, salah satunya melalui kegiatan 15 menit membaca, kunjungan wajib ke perpustakaan, pembelajaran berbasis literasi yang disesuaikan dengan kondisi di lingkungan siswa. Hal lain yang perlu dilakukan dapat dengan cara memaksimalkan kembali pojok baca yang terbengkalai, memulai kegiatan membaca dari buku yang mereka paling sukai seperti buku cerita bergambar yang penuh warna sehingga harapannya siswa kembali tumbuh kebiasaan membaca dan menulisnya. [T]

Tags: pandemiPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Upaya & Kiat Pembinaan Gending Gender Wayang Banaspati Gaya Tenganan Pegringsingan

Next Post

“Karang Sawah” dari Bourdieu ke TenSura

Putu Hendra Wirawan

Putu Hendra Wirawan

Lahir di Selumbung, sebuah desa tua di Karangasem Bali. Memulai karirnya sebagai guru di daerah terpencil di Nusa Tenggara Timur pada tahun 2012, namun kini ia aktif mengajar di SD N Hindu 1 Bukian, salah satu Sekolah Dasar di Payangan, Gianyar. Ia baru saja menyelesaikan Study Magisternya di Universitas Pendidikan Ganesha pada Program Pendidikan Dasar. Selain mengajar ia rutin membuat Buku Cerita Anak dengan menggandeng penggiat sastra dan ilustrator lokal.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
“Karang Sawah” dari Bourdieu ke TenSura

“Karang Sawah” dari Bourdieu ke TenSura

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co