24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Karang Sawah” dari Bourdieu ke TenSura

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
September 24, 2021
in Esai
“Karang Sawah” dari Bourdieu ke TenSura

Bila tak punya karang sawah, tanami karang awak. Karang sawah selain secara harfiah berarti tanah sawah, juga berarti segala milik yang ada di luar diri, seperti: uang, rumah, pakaian, makanan. Sedangkan karang sawah, berarti diri. Diri adalah tubuh beserta segala lapisannya, yakni fisik, pikiran, kecerdasan, kesadaran. Jadi, IPM Sidemen bermaksud mengatakan bahwa hal-hal bendawi yang tidak dimiliki, bisa “disiasati” dengan diri. Tetapi latihan fisik, olah pikir, olah rasa yang dilakukan terus menerus saja tidak cukup dan sangat romantik. Agar kemampuan-kemampuan itu berguna, orang butuh ruang yang tepat. Sehingga kemampuan-kemampuan itu benar-benar dapat berguna dan dibutuhkan oleh lingkungan atau dalam bahasa IPM Sidemen “guna dusun ne kanggo ring desa-desa”. Dengan kata lain, bila kemampuan itu dianggap tidak dibutuhkan, guna jadi tidak berguna.

Andai kata kemampuan-kemampuan itu dibutuhkan, butuh satu lagi penunjang, yakni hubungan, link! Dalam banyak kasus di sekitar kita, kita membutuhkan penunjang yang satu ini. Kebiasaan, usaha, kerja keras, semua itu tumpul di hadapan link. Seperti panah-panah sakti Arjuna di hadapan Nilacandra. Atau senjata-senjata Purusadha di hadapan Sutasoma. Semua kesaktian-kesaktian itu tumpul dan menjadi bunga-bunga yang harum. Kalau pun tidak berubah menjadi bunga, paling tidak senjata-senjata itu menjadi puisi. Di hadapan link, tidak ada jalan lain bagi aktor selain menerima dan tunduk.

Bourdieu menganggap aktor sosial memiliki modal yang terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan [habitus]. Meski habitus memang tidak menentukan dalam praktik sosial, tapi punya andil dalam memengaruhinya. Karang awak pada kenyataannya sanggup memengaruhi karang sawah. Begitu pula sebaliknya. Pengaruh ini tidak pernah berjalan satu arah, tetapi bolak-balik. Oleh sebab itu, link adalah bentuk karang sawah lainnya yang mempengaruhi karang awak. Meskipun link ini terkesan diabaikan dalam teori, sunguh sangat berbeda dalam praktiknya. Bahkan link bisa menjadi konci rahasya untuk membuka pintu-pintu yang tertutup rapat. Seperti mantra Abracadabra!

Kita sesungguhnya tidak perlu lagi mendaftar contoh-contoh di mana link adalah koentji. Kita bisa dengan mudah menemukan pemanfaatannya di berbagai bidang, entah di bidang politik, ekonomi, seni, bahkan agama sekali pun. Anak sekolah, pekerjaan, jabatan, itu semua juga didasari oleh link dalam batas-batas tertentu. Bahkan dalam sastra, link juga akan sangat membantu. Sastra memang dianggap lahir dari keluhuran budi, dan dengan begitu sastra dianggap sangat jauh dari hal-hal berbau anyir kalau tidak boleh disebut busuk.

Dalam tradisi, sastra bahkan diyakini dengan sangat, bisa menyucikan batin karena ia lahir dari kesucian. Sastra adalah dunia ideal di mana hal-hal lain selain kesucian, tidak akan punya tempat. Karena itu kita sulit menemukan sebuah cerita sastra yang berakhir sad ending. Bahkan dalam cerita pertempuran Dharma dan Adharma yang diwakili oleh Barong dan Rangda sekalipun, tidak jelas siapa yang dimenangkan dan siapa yang dikalahkan.

Sebenarnya, orang juga harus menerima, pembersihan dengan cara sastra juga membutuhkan link. Sebelum seseorang bisa membaca isinya dan meneguk sari patinya yang konon serupa amerta itu, terlebih dahulu orang mesti mampu mengakses naskahnya. Nyatanya, naskah-teks tertentu yang tidak umum di perpustakaan-perpustakaan hanya bisa dibuka lewat mantra khusus link abracadabra. Karena itu, karang awak yang konon mesti ditanami bija-bija sastra, membutuhkan penunjang yang teramat penting ini. Sehingga bija itu bisa tumbuh, mengakar sampai di sanubari dan membuat otak lebih bercahaya.

Link bisa didapat dengan beberapa macam cara. Cara paling natural adalah memanfaatkan anugerah kelahiran. Pemanfaatan ini sudah pernah terjadi di masa lampau, terutama pada masa kerajaan. Kita tahu betul kalau pelanjut kekuasaan bisa dilakukan atas dasar keturunan. Misalnya dua anak Airlangga yang sebenarnya ingin diberikan kekuasaan di Jawa dan Bali. Konsolidasi politik ini dilakukan oleh Mpu Baradah dengan menemui Mpu Kuturan. Tafsir atas pertemuan dua Mpu itu, bisa dibaca dalam tulisan Soewitosantoso. Melalui catatan teks Calon Arang, kita diberitahu bahwa kelahiran adalah anugerah yang bisa dimanfaatkan sebagai link. Dan tentu saja, pola ini masih berlaku sampai hari ini.

Cara lain untuk mendapat link adalah dengan memperluas pergaulan. Pergaulan bisa didapat dengan menyamakan frekwensi. Struktur mental atau kognitif, sangat berperan dalam hal ini. Struktur itulah yang nanti menjadi bekal aktor sosial untuk merasakan, memahami, menyadari dan menilai dunia sosial. Artinya, aktor sosial dapat memperluas pergaulan dengan memperbanyak bekal kognitifnya. Di masa depan, bekal kognitif yang diasah terus menerus akan memberikan pengaruh pada dunia sosial, tempat di mana sang aktor tinggal dengan sendirinya.

Sebuah Anime berjudul Tensei Shitara Suraimu Datta Ken – disingkat TenSura – menunjukkan bahwa bekal ingatan kognitif yang dibawa oleh tokoh utamanya yakni Satoru Mikami membawa keuntungan bagi dirinya. Satoru Mikami adalah seorang pekerja di sebuah perusahaan yang meninggal karena ditikam, dan masuk ke dalam dunia Isekai. Di dunia baru itu, dia bergaul dengan karakter-karakter hebat, termasuk seekor naga bernama Veldora. Karena dia bergaul dengan Veldora, Satoru yang sudah bereinkarnasi menjadi slime, juga mendapatkan nama yakni Rimuru. Setelahnya, dia bergaul lagi dengan karakter-karakter hebat lainnya seperti Diablo dan para Demon Lord. Pergaulan itu, memungkinkan dia mendapat link dan menjadi salah satu karakter yang over power [OP].

Link dengan demikian memang bisa didapat karena nature dan nurture. Karang awak dan karang sawah, mula-mula adalah nature yang bisa dijadikan modal awal untuk meraih tujuan. Tapi modal itu saja belum cukup, karena butuh usaha atau nurture untuk mengolah kedua karang itu menjadi modal yang lebih kuat. Untuk membikin modal yang kuat, aktor sosial mesti memiliki kekuatan untuk menahan rasa sakit. Sayangnya, itu belum cukup. Rasa sakit memang mengajarkan aktor untuk belajar bertahan dan bahkan membentuk koloni atas dasar sependeritaan. Ada banyak ajaran untuk mengembangkan kemampuan bertahan dari rasa sakit. Tapi tantangan sebenarnya bukanlah dari rasa sakit, justru dari rasa bahagia. Kebahagiaan selalu membuat aktor-aktor tidak mawas diri dan lupa memasang kuda-kuda. Perasaan bahagia yang membuncah lebih sulit ditahan dari pada rasa sakit. Maka aktor sosial juga mesti memiliki kekuatan untuk menahan diri dari rasa bahagia.

Bila karang sawah tidak ada, karang awak yang ditanami pun sebenarnya belum cukup sebagai bekal hidup. Ada faktor lain seperti misalnya link yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Setelah link didapat, tahap selanjutnya adalah menahan luka dan suka. Bukankah, siapa yang mampu menahan luka, mestinya ia juga berlaku sama pada suka? [T]

___

Baca Esai-esai DARMA PUTRA yang lain

Tags: filsafatrenungansastra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Post Pandemic Effect: Rendahnya Literasi Siswa

Next Post

Inilah Peraih Anugerah untuk Karya Film Pendek Nasional dan Internasional di Minikino Film Week 7

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Inilah Peraih Anugerah untuk Karya Film Pendek Nasional dan Internasional di Minikino Film Week 7

Inilah Peraih Anugerah untuk Karya Film Pendek Nasional dan Internasional di Minikino Film Week 7

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co