3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Budaya Perlakuan Plasenta, Kearifan Lokal Sarat Makna

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 23, 2022
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

Setelah tali pusat putus, maka plasenta atau ari-ari pada bayi yang baru lahir akan mendapatkan perlakuan yang tentunya sangat berbeda antara satu daerah dengan daerah lain.

Perlakuan plasenta sejatinya di daerah mana saja memiliki makna luhur, di mana hal itu sebuah proses penghargaan terhadap nilai dari plasenta, yang diyakini sebagai saudara kandung dari sang bayi. Plasenta memiliki fungsi sangat penting, mulai dari memberi nutrisi kepada bayi, menjaga bayi hingga mengantarkan bayi itu lahir ke dunia.

Saat sudah putus tali pusatnya baik karena dipotong atau karena putus secara alami (lotus birth), sebagai bentuk ungkapan terima kasih maka plasenta akan mendapatkan perlakuan yang istimewa sesuai dengan budaya dan keyakinan masyarakat setempat.

Masyarakat Indonesia memiliki budaya dan tradisi sendiri tentang proses perawatan plasenta. Perlakuan istimewa terhadap plasenta di berbagai daerah seperti di Bali, Jawa, dan NTT, menunjukkan bahwa adanya keinginan dari orang tua atau keluarga  agar bayi tumbuh dan berkembang secara baik. Sehat secara lahir (fisik) dan batin (psichis) dan bahkan memiliki dasar spiritualitas yang benar menurut keyakinan dan kepercayaan di daerah tempat sang bayi lahir.

Begitu pun pada budaya Hindu Bali.  Orang tua atau keluarga memperlakukan plasenta setelah putus merupakan hal penting, terutama secara sosiokultural. Masyarakat Hindu Bali pada umumnya akan melakukan prosedur ritual dalam memperlakukan plasenta yang sudah putus.

Dari awal saat plasenta sudah putus, maka sebaiknya yang membersihkan plasenta adalah ayah sang bayi. Saat membersikan atau mencuci plasenta, maka ayah sang bayi dilarang keras menoleh ke kiri ke kanan atau ke berbagai arah lain.

Ayah bayi itu harus fokus dengan mata berbinar penuh rasa haru dan rasa bangga, bahagia mencuci-menyucikan plasenta dari buah hatinya sambil mengucapkan doa “Om awiganm astu namo sidam, om idah ta kita kamu Sang Hyang Pangrakan jiwa, ngarasta ring buana kabeh, kita bayu, kita sabda, kita idep, wahana aku kasidianing Bhatara, anugrahang dirgayusan” (Rontal Kanda Empat Rare: paos 35.B).

Proses selanjutnya meletakkan plasenta dalam daksina (kelapa) yang dipotong proporsional antara bagian bawah dan atas. Proporsi seimbang dari potongan kelapa ini menyimbulkan sebuah harapan agar anak ini kelak bisa berprilaku adil, dan bisa menerima kehidupan dengan keseimbangan, sadar dan menyadari adanya hukum rwa bhineda dalam kehidupan.

Plasenta yang sudah ditaruh dalam kelapa, dilanjutkan dengan mendandani atau menghias daksina dengan kain putih kuning. Maknanya putih adalah kesucian dan warna kuning bermakna kemakmuran, dengan harapan agar bayi kelak selalu menjunjung tinggi kesucian dan memperoleh kemakmuran.

Plasenta di dalam daksina yang sudah dihias selanjutnya diletakkan dalam miniatur rumah yang terbuat dari daun rontal berwarna kuning, dan diselipkan kalimat suci sastra Bali berbahasa sansekerta yang bermakna puji-pujian dan doa memohon kedirgayusan sang bayi dalam kehidupannya. Di dalam miniatur “rumah emas” diisi duri, daging cerken, sedah selasih, pala cengkeh dan sebagainya sebagai usada agar bayi sehat walafiat.

Selanjutnya ditanam di halaman rumah depan pintu kamar, sebelah kanan untuk bayi laki-laki dan sebelah kiri untuk bayi perempuan. Dan gundukan itu ditaburi tujuh kembang warna-warni yang menebar keharuman dengan makna agar kehidupan bayi penuh warna dan mampu mengharumkan nama keluarga.

Di atas gundukan diletakkan batu sungai (batu bulitan) yang berwarna hitam yang memiliki makna agar bayi dalam hidupnya kelak memiliki prinsip seteguh dan sekuat batu, tidak mudah goyah oleh godaan dan cobaan dalam hidupnya.

Kemudian gundukan itu ditutup dengan keranjang yang diisi lampu sentir yang pada malam hari dinyalakan dengan sumbu direndam dalam minyak kelapa.

Simbolisasi keranjang adalah bermakna agar kebaikan datang dari segala penjuru, dan penerangan dengan lampu sentir bermakna agar bayi dalam kehidupannya diberikan sinar suci dalam melangkah, sehingga tidak salah jalan.

BACA JUGA:

  • Ternyata Stres Berguna Juga
  • Berpikir Positif, Awal dari Segala Hal Baik
  • Biarkan Bayi Memilih Hari Kelahirannya Sendiri

Dan terakhir di atas gundukan itu ditancapkan sanggah cukcuk untuk tempat melakukan sarana persembahan yadnya setiap hari selama 42 hari.

Tahapan tahapan perlakuan plasenta dari awal putus, adalah merupaka perlakuan istimewa yang diberikan terhadap plasenta yang merupakan saudara kandung bayi, yang memiliki jasa yang sangat besar terhadap kelangsungan hidup bayi selama dalam kandungan.

Dan diyakini pula dengan memberikan perlakuan yang baik sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan kita, maka bayi dalam kehidupannya ke depan akan baik.

Perlakuan terhadap plasenta ini merupakan salah satu kearifan lokal yang kita miliki yang sarat dengan pesan dan makna. [T]

  • BACA kolom-kolom lain dari Dokter Caput
  • “Lotus Birth”, Persalinan Alami yang Makin Diminati
    Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
    Tags: bayi dan anakDokter Caputplasenta
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Ragam Seni Sasak untuk Pagelaran Kolosal Pesona Mandalika | Dari FGD ISI Denpasar dan ITDC Mandalika

    Next Post

    In Memoriam AA Gde Raka Payadnya: Pendiri Drama Gong, Tokoh Puri yang Rendah Hati

    Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

    Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

    Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

    Related Posts

    Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

    by Vito Prasetyo
    October 2, 2026
    0
    Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

    KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

    Read moreDetails

    Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

    by Ari Murdimanto
    October 2, 2026
    0
    Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

    Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

    Read moreDetails

    Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

    by Tri Nugroho Adi
    October 2, 2026
    0
    Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

    SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

    Read moreDetails

    Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

    by I Wayan Yudana
    October 1, 2026
    0
    Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

    SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

    Read moreDetails

    Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

    by Teguh Wahyu Pranata
    October 1, 2026
    0
    Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

    ”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

    Read moreDetails

    Manusia Purba di Kota Denpasar

    by Angga Wijaya
    October 1, 2026
    0
    Manusia Purba di Kota Denpasar

    SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

    Read moreDetails

    Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

    by Agung Sudarsa
    September 30, 2026
    0
    Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

    vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

    Read moreDetails

    Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

    by Chusmeru
    September 30, 2026
    0
    Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

    DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

    Read moreDetails

    Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

    by Putu Arya Nugraha
    September 29, 2026
    0
    Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

    PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

    Read moreDetails

    Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

    by Ahmad Hirzan Anwari
    September 29, 2026
    0
    Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

    PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

    Read moreDetails
    Next Post
    In Memoriam AA Gde Raka Payadnya: Pendiri Drama Gong, Tokoh Puri yang Rendah Hati

    In Memoriam AA Gde Raka Payadnya: Pendiri Drama Gong, Tokoh Puri yang Rendah Hati

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
    Esai

    Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

    KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

    by Vito Prasetyo
    October 2, 2026
    Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
    Esai

    Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

    Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

    by Ari Murdimanto
    October 2, 2026
    Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
    Esai

    Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

    SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

    by Tri Nugroho Adi
    October 2, 2026
    Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
    Esai

    Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

    SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

    by I Wayan Yudana
    October 1, 2026
    Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
    Khas

    Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

    Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

    by Rusdy Ulu
    October 1, 2026
    Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
    Esai

    Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

    ”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

    by Teguh Wahyu Pranata
    October 1, 2026
    Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
    Panggung

    Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

    PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

    by Nyoman Budarsana
    October 1, 2026
    Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
    Pop

    Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

    ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

    by Nyoman Budarsana
    October 1, 2026
    Manusia Purba di Kota Denpasar
    Esai

    Manusia Purba di Kota Denpasar

    SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

    by Angga Wijaya
    October 1, 2026
    Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
    Khas

    Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

    “CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

    by Dede Putra Wiguna
    October 1, 2026
    Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
    Olahraga

    Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

    KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

    by Jaswanto
    October 1, 2026
    Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
    Esai

    Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

    vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

    by Agung Sudarsa
    September 30, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co